Re-system

Re-system
Bintang Agung Penghancur Lapisan Pertama



Zhukai menuju ke Sekte Ashura dengan Chi Bingxin memimpin di depannya, "Ayah, jarak ke sekte kakak cukup jauh, mungkin akan butuh waktu dua hati untuk sampai disana."


Jelas Chi Bingxin pada Zhukai dengan matanya yang menatap lurus Kedepan kabut awan.


"Apakah kamu tidak lelah putriku?" Kai yang saat itu terbang di belakangnya melesat sedikit Kedepan dan bertanya.


Chi Bingxin menggeleng sebagai jawaban, "Tidak ayah, meski aku terlihat seperti ini.. Aku sebenarnya sangat kuat loh."


Kai tertawa kecil melihat jawaban putrinya, hanya dengan sekali pandang, ia tahu bahwa Chi Bingxin juga berada di tanah Original God Realm.


Mungkin setingkat dengan Yu Chi Lan.


Kai mengeluarkan sebilah pedang berwarna merah dan mengalirkan Qi kedalam garis meridian yang ada di tangannya.


Dengan begitu, pedang yang telah di aliran Qi membesar dengan cepat hingga berukuran sebesar pohon pinus.


Kai menyuruh Chi Bingxin untuk naik keatas sana karena ia tidak ingin putrinya terlalu lelah untuk terbang.


"Xiao Hu, keluarlah..."


Blinkk!!


Sebuah asap muncul secara tiba-tiba tepat di depan Zhukai, selang beberapa detik kemudian gumpalan asap putih itu berubah menjadi seekor anjing abu-abu yang sangat lucu dengan satu tanduk di dahinya.


"Kyaa~.. Ayah, hewan lucu apa ini.." Chi Bingxin berteriak sambil memeluk anjing itu dengan erat.


"Hu... Huu..." Xiao Hu mencoba melepaskan diri dari pelukan Chi Bingxin tetapi itu tidak berhasil.


"Namanya Xiao Hu, dia dari ras Qi Lin. Coba beri dia makan."


Kai memberikan kantung yang berisi ratusan batu spiritual, itu membuat Chi Bingxin kaget sekaligus terkejut.


"Ayah, darimana kamu mendapatkan batu spiritual sebanyak ini. Jika akuntidak salah, batu spiritual hanya bisa di dapat di dunia ilahi, dan itupun sangat langka untuk ditemukan."


Kai menggaruk kepalanya sambil menjawab pertanyaan putrinya, "Hahaha, ayah hanya menemukannya secara kebetulan di reruntuhan kuno. Oh, coba kamu elus kepalanya, dia sangat suka itu."


Kai mencoba mengganti topik dengan berkata seperti itu.


Benar saja, tepat seperti yang Kai katakan. Setelah Chi Bingxin mengelus kepala Xiao Hu dengan lembut, Xiao Hu tidak mencoba lagi untuk lepas dari pelukan Chi Bingxin.


Siang hari telah berganti digantikan oleh malam hari dengan langit penuh bintang.


Jauh di sebuah padang rumput yang luas, dua orang dengan seekor Qi Lin sedang duduk di depan sebuah perapian yang terbuat dari gabungan kayu bakar.


Diatas perapian itu, Kai mengeluarkan sebuah wajan dari Inventory dan berniat untuk memasakkan makanan untuk putrinya.


"Bing'er, apa yang ingin kamu makan saat ini?" Kai berbalik dan bertanya dengan lembut pada putrinya.


"Selama itu ayah yang memasaknya, aku sudah sangat senang."


Kai menghela nafas, ia berfikir sejenak hingga berselang satu menit, Kai akhirnya memutuskan untuk memasak nasi goreng untuk putrinya.


Dia memasukkan nasi, bumbu, dan beberapa bahan lain yang digunakan untuk memasak nasi goreng.


Ia juga menambahkan sedikit saus kedalam nasi goreng yang ia buat. Selang beberapa menit, aroma harum mulai tercium dari nasi goreng yang Kai buat, itu juga membangkitkan nafsu makan Chi Bingxin.


"Baiklah Bing'er, cobalah nasi goreng buatan ayahmu."


Kai menyerahkan sepiring nasi pada Chi Bingxin dan menyuruhnya untuk menilai apakah nasi goreng itu enak atau tidak.


Chi Bingxin mengambil sesuap nasi setelah itu dia membuka mulutnya dan mulai mengunyahnya secara perlahan.


Tepat setelah itu, tanpa bisa Chi Bingxin sadari, air mata menetes deras membasahi pakaiannya.


"Apa ini..." Chi Bingxin buru-buru menyeka air matanya tetapi itu terus menetes tanpa henti.


"Tidak, aku tidak mungkin menunjukkan sisi lemahku pada ayah."


Kai terkejut melihat itu, dia berjalan pelan dan memeluk putrinya untuk menenangkannya.


"Tidak apa Bing'er, kamu bisa menangis sepuasnya."


Itu bisa Kai pahami, bagi Chi Bingxin yang telah merindukan kasih sayang orang tuanya selama ratusan ribu tahun dan akhirnya bisa merasakan masakan ayahnya yang dibuat penuh kasih sayang. Bagaimana dia tidak gembira.


Apalagi setelah ibunya telah meninggal, dia dan kakaknya bertahan hidup dengan mencuri makanan dan uang milik orang lain.


Setelah Chi Bingxin menjadi pemimpin organisasi pembunuh, ia hanya menerima misi dari orang yang dia pandang layak.


Chi Bingxin juga menerima misi untuk membunuh bangsawan korup dan juga para kriminal. Ia juga memberikan perintah yang sama pada anak buahnya.


Tetapi ada dari mereka yang tidak mematuhi perintah Chi Bingxin dan membunuh orang tidak bersalah hanya demi uang semata.


Setelah putrinya menangis untuk waktu yang lama, tangisannya segera mereda dan ia akhirnya tertidur.


Kai mengambil sebuah kasur yang cukup besar dan menaruh tubuh putrinya diatas sana.


"Selamat tidur putriku, aku minta maaf karena telah membuatmu menderita seperti ini."


Setelah Kai memasang selimut untuk putrinya, dia duduk tepat di depan perapian dengan Xiao Hu yang juga berjalan kearahnya.


"Huu... Huu..."


Xiao Hu mengeluskan kepalanya pada lutut Zhukai dan melompat ke pangkuannya.


"Kamu juga mengantuk Xiao Hu?"


"Huu... Huu.." Xiao Hu mengibaskan ekornya yang panjang kemudian tertidur di pangkuan Zhukai.


"Haa, aku mengalami kejadian tak terduga hanya dalam satu hari.. Zhi'er, aku pasti akan mencari liontin reinkarnasi dan membangkitkan mu kembali."


Untuk itu, Kai harus bertambah kuat secepat mungkin agar ia bisa kembali ke dunia ilahi untuk mendapatkan artefak itu.


Ia juga bisa mendapatkannya di Lelang Semesta, tetapi kemungkinan itu sangatlah kecil.


Dengan langit penuh bintang, Zhukai mulai mengolah Bintang Agung Penghancur untuk meningkatkan kekuatan bintangnya secepat mungkin.


Cahaya bintang terserap dan dimurnikan dalam tubuh Zhukai kemudian memasuki star lord, tidak berhenti disana ia terus memperbesar daya serap energi bintang itu dua kali lipat.


[Peringatan!! peringatan!! Kai Gege cepat hentikan, itu terlalu berbahayanya dengan Kultivasi Kai Gege saat ini]


Seolah tidak memperdulikan apa yang Yi katakan, Kai terus menyerap cahaya bintang dengan kapasitas yang begitu besar.


Uhuk!


Kai batuk dengan keras dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, tetapi ia tida berhenti dan terus menyerap cahaya bintang dalam kapasitas besar.


Ding.


[Kai Gege berhasil membuka lapisan pertama dari teknik Bintang Agung Penghancur, kecepatan Kultivasi meningkat dua kali lipat]


Mendengar itu, Zhukai perlahan membuka kedua matanya. Dia menunduk kebawah dan minat bahwa pakaiannya dipenuhi oleh darah yang telah mengering.


[Kai Gege, kamu membuatku khawatir]


"Maaf Yi'er, aku tahu aku ceroboh saat itu karena pikiranku sedang kacau.


[Tidak apa-apa Kai Gege, asalkan kamu baik-baik saja Yi sangat senang mendengarnya. Tapi jangan lakukan itu lagi dimasa depan lagi oke!]


"Baiklah."


Malam hari telah berganti, matahari terbit dan fajar tiba. Chi Bingxin terkejut ketika mendapati dirinya tertidur diatas kasur.


"Ayah, kamu dimana?" Melihat bahwa perapian telah padam, Chi Bingxin tidak melihat Zhukai disana.


Kai sendiri saat itu sedang berendam di dalam sungai dengan Xiao Hu bersamanya. pakaiannya yang penuh dengan darah benar-benar membuatnya tidak nyaman.


Ketika ia kembali, ia melihat bahwa Chi Bingxin baru saja terbangun. "Apakah kamu mencariku Bing'er?"


"Ah, Aku kira kamu pergi meninggalkan ku ayah."


"Haha, bagaimana itu mungkin." Kai tertawa, ia menyuruh Chi Bingxin untuk membersihkan dirinya.


Kai memasukkan kembali kasur kedalam Inventory, setelah Chi Bingxin selesai membersihkan dirinya, mereka berdua kembali menaiki pedang besar dan pergi ke Sekte Ashura.


***


Bersambung..