
Di Benua Iblis, Suku Singa memegang kendali nomor satu tetapi terdapat suku harimau yang menjadi ancaman bagi Suku Singa.
Tiap hari akan terjadi perang besar-besaran antara Suku Singa Iblis dan Suku Harimau Iblis. Kekuatan diantara mereka berdua tidak kalah terlalu jauh, Hanya saja Patriak Suku Singa memiliki sebuah teknik yang sangat kuat, dengan teknik itu ia memiliki keunggulan diatas Patriak suku Harimau.
Di sebuah wilayah di Benua Iblis, terlihat rombongan yang berjumlah hampir sepuluh ribu, mendekat kearah Wilayah suku beruang.
Di tempat suku Beruang Iblis berada, Duduk seekor beruang raksasa yang saat ini sedang duduk dan mengunyah daging dari binatang Iblis Lainnya.
"Patriak!! Patriak!!.." Teriak seekor beruang hitam dengan eksepsi panik.
"Ada apa!!" Ucap Patriak suku beruang tidak senang karena ada seseorang yang menganggu waktu makannya.
"Penjaga kita baru saja mengatakan bahwa Suku Banteng dan Suku Sapi telah bersatu dan mengarah kemari dengan ribuan pasukan mereka."
Patriak Suku Beruang segera meletakkan daging yang baru saja di pegangnya. "Tu Nen dan Tian Min bersatu dan datang kemari dengan ribuan pasukan? Hehe.. Aku bertanya-tanya, siapa yang memberikan keberanian pada mereka untuk berani berperang dengan suku beruangku secara terang-terangan."
Patriak Suku Beruang berdiri dan mengambil sebuah Palu raksasa yang tersandar di batang pohon, dia meraung dan berteriak keras. "Kumpulkan seluruh Suku Banteng Iblis, arahkan mereka semua ke dekat pintu masuk desa."
Meninggalkan para anggota sukunya di belakang, Patriak Beruang maju menghadang musuh sendirian di dekat Pintu Masuk.
Dia menatap lurus Kedepan, terlihat bahwa Tu Nen dan Tian Min berjalan dibelakang seorang Pemuda yang tubuhnya tertutup oleh jubah hitam.
"Siapa Pemuda itu? jangan-jangan dialah yang membuat Tu Nen dan Tian Min begitu berani menyerang Suku Beruang.."
"Masa bodoh dengan pemuda itu.. Karena dia begitu berani kesini, maka aku tidak akan segan-segan meremukkannya dengan palu hebatku ini."
Melihat bahwa Patriak suku beruang menghadang seorang diri, Kai mengerutkan kening, salah satu alisnya naik. Dia kemudian segera merubah penampilan nya menjadi seorang Necromancer..
Tanpa ragu lagi, Kai memanggil seluruh pasukan Undead nya serta Undead satu, dua, dan tiga.. Dengan kekuatan pasukan seperti itu di tambah dengan kekuatan pasukan dari dua suku Iblis lainnya.. Kai akan menjadi ancaman bagi Benua Raja sekalipun.
Tekanan dari Puluhan ribu Demigod serta pulhan Early God membuat tubuh Patriak suku Beruang mengeluarkan keringat dingin.
Kedua kakinya gemetar tak kuasa menahan tekanan, "Sial!! darimana orang ini datang.. Jika ada orang sekuat ini di Benua Iblis, kenapa aku tidak pernah mendengar namanya.."
Kesombongan dan keangkuhan yang tadi ia tunjukkan segera menghilang, Insting nya menunjukkan bahwa jika ia menyinggung pemuda itu, dia tidak akan memiliki akhir yang baik.
Suku Beruang dikenal karena Insting liar mereka yang dapat menentukan nasib mereka untuk kedepannya.. Selama ribuan tahun sejak Suku Beruang ada, insting mereka tidak pernah salah sekalipun.
Patriak Suku Beruang buru-buru berdiri, ia meletakkan palu besarnya di tanah dan dengan tenang menunggu Zhukai datang tanpa niat permusuhan.
Melihat bahwa Patriak Suku Beruang memutuskan menyerah, Kai segera menghilangkan ratusan ribu Undeadnya dan penampilannya kembali seperti semula.
Tepat ketika jarak mereka berdua terpaut beberapa meter, Patriak Suku Beruang berdiri dan menyambut kedatangan Kai beserta rombongan nya dengan senyuman hangat.
"Halo, selamat datang di wilayah suku beruang kami.." Dia mengalihkan pandangannya kearah Tu Nen dan Tian Min berpura-pura terkejut.
"Bukankah ini saudara Nen dan Min? Apa yang membuat kalian datang kemari?"
"Sudah!! Aku tidak ingin berbasa-basi lagi.. Menyerah dan tunduk menjadi bawahanku atau berperang. Pilih salah satu!"
Patriak Suku Beruang segera berjalan pelan kearah Zhukai, dia buru-buru menunduk memberi hormat, "Saya Guan Jie, Patriak Suku Beruang bersumpah setiap Pada Tuan."
Kai sangat senang karena tidak perlu repot-repot bertarung, kemudian ia memberikan sebuah Pil yang sama seperti yang ia berikan pada Tu Nen dan Tian Min.
"Kumpulkan Pasukan mu!! Kita akan menaklukkan suku berikutnya.."
Pasukak Suku Beruang lebih banyak dari suku Sapi dan Banteng, dengan tambahan jumlah dari Suku Beruang. Sekarang jumlah total pasukan yang Zhukai miliki hampir mencapai 250 ribu.
Sekarang, Total Jumlah pasukan yang ia miliki bertambah sangat besar. Itu setidaknya hampir mencapai satu juta pasukan.
Dua suku yang menduduki peringkat teratas tidak tahu mengenai hal ini karena mereka fokus pada perang antara suku masing-masing.
Suku Harimau memiliki jumlah anggota sekitar 300 ribu, sama halnya dengan Suku Singa.
Hari ini, di kediaman wilayah kekuasaan suku Harimau. Kai datang seorang diri tanpa adanya binatang lain yang mengikutinya.
"Berhenti!! Apakah kau tahu bahwa tempat ini adalah milik suku Harimau kami!!." Seekor harimau berkata sambil menatap ganas kaearah Kai.
"Tidak, memangnya kenapa." Jawab Kai singkat.
Harimau tersebut mengerutkan kening, dia mengayunkan cakarnya yang tajam kearah Zhukai.
Walaupun Harimau itu hanyalah seorang penjaga, kekuatannya adalah seorang Demigod, Dewa Tingkat Pertama.
Tetapi dimata Zhukai, serangan itu hanyalah selambat siput. Dia menghindar dengan sempurna kemudian melepaskan sebuah pukulan keras kearah Harimau penjaga.
Boomm!!
Bunyi ledakan yang sangat keras menarik perhatian harimau lain yang saat ini sedang berburu.
"Suara apa barusan? Apakah suku singa datang menyerang." Gumam seekor Harimau yang saat ini sedang duduk bersandar di bawah pohon.
Dia berdiri dan terbang melesat dimana sumber ledakan itu berasal, Tepat ketika dia sampai disana, ia melihat bahwa Banyak pohon tumbang serta pintu masuk telah hancur menjadi puing-puing.
"Grrr... Graa, siapa itu cepat keluar."
Bang!!
Tepat ketika dia menyelesaikan perkataannya, sebuah pukulan keras menghantam kepalanya membuat tubuhnya terpental menabrak tanah.
Ia segera kehilangan kesadaran dirinya tetapi tidak ada luka yang parah.
Segera, setelah orang tersebut kehilangan kesadaran. Muncul banyak sekali suku Huarimau dengan senjata tajam di tangan mereka.
Mereka semua dipimpin oleh seekor harimau raksasa yang memancarkan aura kuat dan mendominasi.
Dia adalah Patriak Suku Harimau, Tang Shuo. Di Benua Iblis, hanya dirinya dan Patriak Suku Singa yang berhasil mencapai Ranah Middle God, Prajurit Dewa tahap Akhir.
"Grrr... Apakah pengacau yang menyerang Suku Harimau ku adalah Bocah ini!!" Tang Shuo berteriak sangat marah, dia meraung dan membuat tanah berguncang.
Setelah itu, dia melesat maju dan memyerang Zhukai dengan cakarnya yang begitu tajam.
Bang!! Bang!! Duarr!!
Setiap serangan dari Tang Shuo menciptakan sebuah daya ledak yang begitu kuat, Kai bagaimanapun baru saja menerobos Dewa Emas baru-baru ini, ia agak kurang bisa untuk mengendalikan kekuatannya.
Dia tanpa ragu mengaktifkan Title Dewa Bintang dan Sang Penakluk, membuat kekuatannya melonjak hingga menyamai Kekuatan dari Patriak Suku Harimau.
"Hah, Tarian Pedang Api!!.."
***
Bersambung..