
Karena lantai pertama dan lantai kedua sudah penuh pelanggan, Kai dan Biao Jian naik ke lantai ketiga. Disana juga terlihat cukup banyak orang, untungnya terdapat sebuah meja kosong yang berada di pojok ruangan dekat dengan jendela.
Ketika dia dan Biao Jian duduk, aliran angin sepoi-sepoi segera lewat melalui jendela dan membuat Kai sangat nyaman.
Dia memesan beberapa makanan dan juga arak untuknya serta jus buah untuk Biao Jian.
"Tuan.. Aku juga ingin minuman yang sama dengan tuan.." Biao Jian tersenyum cemberut.
"Tidak boleh, Jian'er masih kecil..." Kai dengan tegas menolak.
Dia mengambil sendok yang terbuat dari Kayu dan mulai menyantap makanan yang telah dia pesan.
Berbeda dengan Zhukai, Biao Jian memakan makanan dengan santai. Dia mengunyah daging binatang buas yang telah di masak cukup lama. Terlihat begitu anggun.
Hanya dengan sekilas, Biao Jian telah menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di lantai tiga. Tetapi karena aura yang begitu kuat merembes keluar dari pria yang bersamanya, tidak ada yang berani mencoba mendekati gadis itu.
Setelah selesai menghabiskan semua makanan, Kai meneguk habis arak yang ada di dalam kendi.
Dia menatap lembut kearah kekasih barunya dan berkata, "Jian'er apakah kamu masih lapar?"
Biao Jian menjawab dengan gelengan kepala, dia dan Zhukai segera berjalan menuju tempat pembayaran dan membayar semua makanan yang telah di pesannya.
Kai menghabiskan 10 batu raja untuk semua makanan itu. Meski makanan tadi cukup enak, itu tidak bisa dibandingkan dengan masakan dari rumah makan Hea.
Setelah pergi meninggalkan rumah makan, Kai dan Biao Jian berjalan-jalan mengelilingi kota awan hingga mereka melihat sebuah keributan yang cukup menarik perhatian banyak orang.
Di tengah-tengah alun-alun kota, terlihat seorang pemuda memukuli seorang kakek tua hingga kakek tua itu tidak bisa berdiri lagi.
"T–Tuan muda aku minta maaf.." Meski kakek tua itu telah meminta maaf berkali-kali, pemuda itu menghiraukan nya dan terus-menerus memukul wajah kakek tua itu hingga terlihat percikan darah dimana-mana.
Meski banyak orang yang melihat kejadian itu, tidak ada satupun dari mereka yang berniat untuk menolongnya.
"T–Tuan semua orang hanya melihat dan tidak menolongnya?" Biao Jian menarik-narik kerah baju Zhukai dan bertanya.
"Ini tidak sesederhana yang kamu lihat Jian'er, mungkin pemuda itu memiliki latar belakang yang luar biasa seperti berasal dari Akademi Zhunche atau yang lain."
Tetapi karena Kai sudah melihat hal itu, dia tidak akan berdiam diri saja. Mengabaikan semua orang yang menonton dan tidak melakukan apa-apa, Kai menghilang dan kembali muncul tepat di belakang pemuda itu.
Plakk!!
Kai menangkap pukulan pemuda itu yang di arahkan kepada kakek tua, "Apa yang kau lakukan bajingan!! Apakah kau ingin bernasib sama seperti kakek ini.."
Pemuda itu berbalik dan menatap Zhukai dengan penuh kemarahan.
"Kenapa kau memukulnya, bukankah kau bisa membicarakannya secara baik-baik?"
"Berbicara baik-baik? Jangan mengatakan omong kosong sialan!! Pak tua ini telah mencuri salah satu harta berharga ku.. Jangan ikut campur.."
Mendengar ucapan itu, Kai mengalihkan pandangannya pada kakek tua, "Apakah yang dikatakannya tadi benar?"
Kakek tua itu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, aku tidak mencurinya.. Aku hanya ingin mengembalikan ini karena dia meninggalkan di rumah makan tadi.." Jelas kakek tua itu dengan wajah dipenuhi memar dan bercak darah.
Meski terlihat tua, tetapi sebenarnya kakek tua itu memiliki basis Kultivasi Peak God Realm, Saint God Tahap Langit.
Tetapi dibandingkan dengan pemuda yang juga seorang Kultivator ranah Dewa Purba Ordo Pertama, kakek tua itu bagaikan semut.
"Jangan mencoba menipu ku pak tua, jelas-jelas kau tadi berniat memurnikan Pil ini.."
"Tidak, apa yang kakek itu katakan benar. Aku melihatnya tadi berniat memberikan Pil itu padanya. Tetapi kakak ini langsung memukulnya tanpa mendengar penjelasan dari Kakek.." Jelas bocah itu.
Wajah pemuda tadi menjadi suram, mendengar perkataan bocah kecil itu dia tidak memiliki alasan lain untuk menjawab.
"Jadi apa? Aku adalah murid Akademi Zhunche, siapa yang berani menentang ucapkan ku disini?" Ucap pemuda itu tersenyum jahat menghiraukan tatapan semua orang.
Memang benar, karena statusnya sebagai murid dalam Akademi Zhunche, tidak ada seorangpun yang berani menentang ucapannya.
Tetapi Kai tidak peduli tentang semua itu, dia mengepalkan salah satu tangannya dan memukul pemuda itu keras hingga menimbulkan suara dentuman yang cukup keras.
Booomm!!
Tubuh pemuda itu terpental hingga menghancurkan sebuah bangunan besar, tulang rusuknya patah dan juga beberapa gigihnya copot.
"Khuakk!! Uhuk Uhuk... Sialan, beraninya kau menyerang ku.." Pemuda itu meludahkan beberapa teguk darah, meski dia mencoba berdiri, rasa sakit akibat pukulan keras Zhukai membuatnya mengerang kesakitan. Hanya dalam satu tarikan nafas, pemuda itu segera tergeletak tidak sadarkan diri di atas tanah.
Tak berselang lama, muncul siluet hitam melesat menuju kerah pemuda itu. Tepat ketika siluet hitam itu berhenti, sosoknya yang begitu cantik segera memikat hati setiap orang.
Tetapi tidak dengan Zhukai, dia menatap bodoh kearah wanita itu, "Apakah kau temannya? Sebaiknya kau nasehati temanmu agar menjaga sikapnya dimasa depan.."
"Cih, hanya seorang Chaos God berani menyinggung Akademi Zhunche. Apakah otakmu sudah rusak.." Wanita itu berkata dengan dingin dan penuh niat membunuh.
Setelah dia memasukan sebutir pil kedalam mulut pemuda itu, dia berbalik dan mengeluarkan sebilah pedangnya.
"Seni Pedang Zhunche, gaya ketiga... Ayunan pedang kembar!!..
Swosshh!!..
Pedang yang wanita pegang itu mengeluarkan sebuah cahaya perak terang, dua cetakan pedang yang sama-sama mengeluarkan asap hitam. Itu adalah Qi beracun.
"Heh..." Kai menyeringai dingin, sosoknya tiba-tiba berubah wujud.
Aura Kematian yang begitu pekat segera mengelilingi sosok ya yang sangat menakutkan, seringai jahat terukir di wajah Kai. Dia mengangkat salah satu tangannya.
"Summon!!.."
Dari dalam tanah, keluar sesosok bayangan hitam tanpa emosi menatap wanita disana.
"Undead King!!!.."
Meski tubuhnya telah hancur setelah menelan Kubus hitam, Kai memanfaatkan sisa jiwanya untuk menghidupkannya kembali.
Kekuatannya saat ini telah berkurang setengah daripada saat berhadapan dengan Zhukai dulu. Meski begitu, aura membunuh yang di keluarkan Undead King masih sama ketika dia masih hidup.
Aura yang Undead King keluarkan telah sepenuhnya mengunci pergerakan dari wanita itu hingga menbuat wanita itu bertekuk lutut sambil memuntahkan seteguk darah segar.
"Akademi Zhunche? itu sama sekali tidak layak di mataku.." Kai kembali ke penampilan normalnya dan juga telah mengembalikan Undead King ke dimensi kematian.
Dia menghampiri Biao Jian dan mengajaknya pergi keluar dari kota awan. Sementara itu, wanita yang merasakan niat membunuh telah menghilang hanya bisa mengutuk Zhukai dan membawa kembali pemuda yang tergeletak pingsan di tanah.
Di kedalaman hutan, Kai duduk bersandar di bawah pohon sambil melihat Biao Jian melawan sekelompok serigala yang memiliki basis Kultivasi Middle God Realm.
***
Bersambung..