
Peng! Peng! Bamm!! Dua pedang saling bentrok sehingga membuat sebuah percikan api, Cheng Hong Lang dalam posisi terdesak setiap kali bentrok dalam hal kekuatan dengan Kai.
Bagaimanapun Zhukai yang tubuh fisiknya sudah di tempa oleh Pil yang ia buat beberapa waktu lalu, kini fisiknya telah melambung jauh keatas, hampir menyamai fisik seorang Pendekar Raja Puncak.
Melihat Cheng Hong Lang terdesak, Nan Shu Li mengungkapkan ekspresi panik dan ketakutan, Suaminya sedang dalam bahaya dan dirinya hanya diam saja dan tidak membantu.
Ia mengambil sebuah Handphone dari sakunya, Ia mengklik beberapa nomor secara acak, itu adalah nomer kedua orang tuanya.
Ia adalah Putri dari keluarga Nan, salah satu dari 4 Keluarga besar di Negara **, Setelah telfon tersambung, Nan Shu Li berbicara dengan panik dan tergesa-gesa.
"Ayah, Ayah.. Cepat tolong kirim orang kesini, suamiku dalam bahaya."
Sedangkan Nan Tang, ayah Nan Shu Li sedikit terkejut mendengar perkataan putrinya. Siapa orang bodoh yang berani menyerang Keluarga Cheng secara terang-terangan, bukankah orang itu hanya menyerahkan nyawanya saja.
Nan Tang kembali tenang, Ia berbicara kepada putrinya, "Kamu bisa tenang Li'er, Ayah akan mengirim Paman Yan untuk membantumu." Ucapnya dalam telepon.
"Terima kasih ayah." Nan Shu Li mengeluarkan nafas lega, Paman Yan merupakan orang terkuat dari Keluarga Nan, ia sudah berada di Tahap Hitam puncak, Kekuatan nya sedikit lebih tinggi dari suaminya Cheng Hong Lang.
Nan Shu Li juga mengeluarkan sebuah Kertas bertuliskan Bahasa kuno, ia segera menyobeknya dan muncul sebuah lapisan awan tipis di depannya.
Setelah itu seolah-olah kesadaran miliknya telah terhubung dengan orang lain, "Li'er, Apa yang sedang terjadi. Kenapa kamu menghubungi Ayah mertuamu ini."
Dia adalah Cheng Wuhun, Ayah dari Cheng Hong Lang, Ia baru-baru ini telah menerobos Ke tahap Putih yang merupakan satu-satunya praktisi tenaga dalam tahap putih di dunia.
Karena dirinya berhasil menembus tahap putih yang kekuatannya setara dengan Pendekar Raja, Ia berhasil membuat ketiga keluarga lainnya tunduk di bawah Keluarga Cheng.
"Ayah Mertua, Cepat datang kemari, jika tidak Keluarga Cheng akan musnah hari ini."
Meskipun Nan Shu Li telah mereka bantuan dari Paman Yan, ia masih kurang percaya dengan kekuatannya. Bahkan suaminya yang kekuatannya berada di bawah Paman Yan tidak bisa menahan beberapa serangan dadi Pemuda misterius itu.
"Apa!!.." Cheng Wuhun berteriak keras. "Siapa orang yang berani menyerang Keluarga Cheng ketika aku sedang tidak ada di sana."
Nan Shu Li sangat tahu tentang tempramen ayah mertuanya, ia juga mulai menabur beberapa bumbu kebohongan.
"Dia hanyalah seorang pemuda, tetapi bahkan ratusan ahli dari Keluarga kita mati di tangannya, sekarang suamiku sedang menahannya seorang diri dan dalam keadaan terpojok. Beberapa waktu lalu, orang itu juga melecehkan Ibu mertua."
Mendengar Kata-kata, "Melecehkan Istri nya." Cheng Wuhun meraung marah, amarah kini sudah sangat mengerikan ketika mendengar seorang pemuda menyerang Keluarganya tetapi setelah mendengar pemuda itu juga melecehkan istri nya, Chen Wuhun segera menutup Komunikasi Spiritual dan dengan cepat menghilang dari tempat ia berada saat ini.
Duarr!!
Tepat ketika Cheng Wuhun menutup Komunikasi Spiritual, Tubuh Cheng Hong Lang terpental jauh ke udara dan mendarat tak jauh dari tempat Nan Shu Li berada.
"Suamiku!!.." Nan Shu Li dengan panik segera berlari menuju kearah Tubuh Suaminya tergeletak di tanah.
"Suamiku apakah kamu baik-baik saja." Melihat kondisi suaminya yang sangat buruk, air mata mulai menetes di wajah Nan Shu Li.
"Uhuk.. Uhuk.. Grraa!!.. Aku baik-baik saja." Cheng Hong Lang meludahkan seteguk darah segar dadi mulutnya, Organ dalam nya sudah terluka akibat serangan yang ia terima dari Kai.
Setelah bertukar ratusan gerakan dengan Pemuda itu, Cheng Hong Lang sudah tidak bisa lagi menahan serangan Kai yang semakin lama semakin kuat.
Selain dengan kerusakan organ dalam nya, Cheng Hong Lang juga merasakan lengannya mati rasa karena terus-terusan menhan serangan destruktif dari Kai.
Ia memandang Istrinya dan dengan suaranya yang serak ia berkata, "Li'er istriku, cepat bawa semua orang pergi dari sini, aku akan menahan pemuda itu untuk beberapa waktu. Cepat gunakan kesempatan ini untuk pergi dan memberitahu ayah tentang hal ini."
Cheng Hong Lang menyadari bahwa hari ini adalah hari terakhirnya. Setelah bertarung dengan Kai ia sudah menggunakan semua kartu truf miliknya, sedangkan Kai bahkan belum mengeluarkan seratus persen kekuatannya.
"Tidak!! Tidak!! Aku tidak akan meninggalkan mu, Aku sudah memanggil Paman Yan dan Ayah Mertua tentang situasi saat ini, setelah mereka berdua sampai disini, Pemuda itu sudah dipastikan akan meninggal."
Mata Cheng Hong Lang menyala, Ia menggunakan sisa kekuatannya untuk berdiri, Ia mengambil sebilah pedang yang tak jauh dari tubuhnya.
"Baik, mungkin aku bisa mengukur beberapa waktu."
Walupun ia tahu tidak ada gunanya memohon, Ia masih tetap melakukannya untuk mengulur waktu hingga Ayahnya dan paman Yan datang kemari.
"Hump." Kai mendengus dingin, bagiamana ia tak tahu jika Cheng Hong Lang sedang mengulur waktu.
Ia menyeringai dingin dan tanpa basa basi langsung menerjang kearah Cheng Hong Lang, "Tujuh gerakan pemecah batu, gerakan ke-enam."
Wheng!! Whengg!!
Sebuah lapisan Qi tipis membentuk Sepuluh cetakan pedang di udara kosong, Itu hampir mustahil untuk di hindari dengan kekuatan Cheng Hong Lang saat ini.
Ia menutup menatanya dengan pasrah sambil menunggu kematiannya. Berbeda dengan yang ia harapkan, setelah menutup matanya begitu lama ia masih tidak merasakan serangan itu mengenai dirinya.
Ia memaksakan untuk membuka matanya dan melihat sosok pria paruh baya yang sedikit lebih tau darinya, berdiri tepat di hadapannya.
"Paman Yan!!" Cheng Hong Lang berteriak bahagia melhat sosok yang cukup familiar itu, dan segera membungkukkan badannya memberi hormat.
"Terimakasih atas bantuan Paman Yan, jika tidak..." Meskipun sekarang 3 Keluarga Lainnya sudah berada di bawah Keluarga Cheng, Tetapi Cheng Hong Lang masih menunjukan sedikit rasa hormat karena Kekuatan Paman Yan sedikit berada di atasnya.
Tetapi bagaimana dengan itu, bahkan jika ada sepuluh Paman Yan, ia masih tidak bisa mengalahkan Kai yang membuat kondisinya seperti ini.
Paman Yan mengangguk, "Cepat segera sembuhkan lukamu dan segera bantu aku, bahkan jika aku bisa menahan seranganya itu masih tidak cukup untuk mengalahkannya."
Paman Yan masih dalam kondisi tenangnya, Setelah meminta Cheng Hong Lang untuk menyembuhkan lukanya, ia menatap Kai dengan pandangan penuh rasa hormat.
"Aku Nan Yan, menghormati teman ini." Setelah sedikit membungkuk, Ia mengangkat pedangnya dan melesat menyerang Kai, tubuhnya berubah menjadi cahaya Hitam dan dengan cepat menyerang Kai.
Paman Yan secara umum di juluki Sang Raja pencuri, karena kecepatannya yang sangat cepat, bahkan Cheng Wuhun mengakui kemampuannya.
Tetapi bagaimana itu bisa di bandingkan dengan Kai?
Peng!! Duar!!
Tubuh Paman Yan terpental mundur setelah menerima serangan pertama dari Zhukai, Ia hanya memiliki keuntungan dalam kecepatan tetapi dalam hal kekuatan, ia masih berada di bawah Cheng Hong Lang.
Ia segera bangkit dan menyeka noda darah di sudut bibirnya, Ia melesat kembali menyerang Kai dan terpental, Melesat Kembali dan terpental!
Entah sudah berapa kali Paman Yan Kembali bangkit, Kai audah tidak ingin terlalu lama bermain, mulai mengalirkan sebuah api ungu kedalam pedang membuat pedang itu menyala dan mengeluarkan sebuah aura berwarna ungu yang menekan tubuh Paman Yan...
"Tujuh gerakan pemecah batu, gerakan ke-tujuh." Berbeda dengan ke enam gerakan lainnya.
Gerakan ke-tujuh memfokuskan pada kerusakan dan mengabaikan hal yang lainnya, Hanya dari auranya saja itu sudah membuat tanah bergetar hebat.
Kai melesat maju dan tubuhnya berada di depan Paman Yan. Ia mengayunkan pedangnya pada tubuh Paman Yan.
"Mati!!..."
Peng!!
Seolah serangannya baru menghantam sebuah batu yang sangat keras. Kai mundur beberapa langkah.
Setelah mendapat keseimbangan nya kembali, Ia melihat sosok Pria tua dengan janggut panjang berwarna putih, terlihat seperti seorang ahli yang bersembunyi.
Melihat dari aura yang keluar dari tubuh Pria tua itu, Kai dapat mengkonfirmasi identitas nya. Cheng Wuhun, satu-satunya praktisi tahap putih di dunia.
Pria tua itu mengeluarkan tawa dingin, "Haha.. Kamu memiliki cukup kekuatan untuk bertarung denganku."
Kai mengungkapkan ekspresi serius di wjahanya, Ia dengan dingin berjalan maju sambil membawa pedang nya yang terus menerus mengeluarkan aura panas berwarna ungu.
"Hiyaa!!!"