
Dua Hari telah berlalu, Seperti yang Kai ucapkan. Ia datang kembali Ke Istana Kaisar Yang.
Di Aula Istana Terlihat Kaisar Yang duduk sambil menutup matanya, terlihat aura kewibawaan keluar dari tubuhnya.
Ia tidak duduk di kuris singgasana melainkan duduk di sebuah kursi yang terbuat dari Kayu di aula Tersebut.
Tiba-tiba Cahaya Perak terlihat di dalam aula itu yang membuat Kaisar Yang membuka matanya, "Dia Sudah Datang!!."
Setelah Cahaya perak itu perlahan menghilang digantikan sosok pemuda yang tampan dan penuh dengan aura kehidupan.
"Yang Mulia... Selamat datang." Ucap Kaisar Yang membungkuk Hormat.
Kai hanya menganggukkan kepalanya, "Kau sudah menerobos!!... Selamat."
"Itu semua berkat Yang mulia, Hamba tidak pantas menerima ucapan selamat anda."
"Sudah.. Sudah.. Bagaimana dengan permintaanku? Apakah kau sudah mendapat seratus anak muda yang umurnya tidak kurang dari 15 tahun, aku tidak peduli mereka jenius atau bukan tapi di mataku mereka semua sama."
"Ah itu... Sebaiknya Yang mulia melihat mereka sendiri."
Kaisar Yang kemudian bangkit dari duduknya dan mulai mengajak Kai menemui Seratus Anak muda yang telah Kai minta.
Mereka berdua berjalan kearah Lapangan Istana yang merupakan Tempat Orang jenius yang Kekaisaran Rekrut.
Lapangan Istana Cukup luas disana terdapat berbagai Pohon, Tempat istirahat, dan tempat Makan.
Saat Kaisar Yang dan Kai sampai disana, Kai melihat ada sebuah Array yang mengelilingi Lapangan istana, Kai tersenyum seraya berkata, "Array Pengumpul Qi tingkat 3, Rupanya di Kekaisaran ini terdapat Seorang Master Array yang telah berhasil menembus Tingkat Ahli."
Kaisar Yang saat itu mendengar Ucapan Kai menjadi semakin Terkejut mengetahui Bahwa Kai dapat melihat Formasi Array yang terpasang di Lapangan Istana Bahkan sampai mengetahui Bahwa Array itu merupakan Array Pengumpul Qi tingkat 3 membuat Kaisar Yang semakin mengaguminya.
"Apakah Yang Mulia juga seorang Master Array?."
Karena penasaran Yang Jihui mulai bertanya.
"Ya."
Kai kemudian mendekat kearah Titik Formasi Array dan mulai sedikit mengubahnya. Proses itu berlangsung sangat cepat dan ketika Kai selesai menggubah Formasinya, Pohon-Pohon dan tanaman herbal yang berada di dalam Lapangan Tumbuh sangat cepat tidak hanya itu Para Remaja muda yang awalnya sedang berlatih Kini satu persatu mulai menerobos Relam masing-masing.
Kaisar Yang kala itu terkejut menjadi semakin terkejut Lagi, "Akhirnya aku bisa mati dengan tenang, di bawah pimpinan Tuan Muda hanya dalam kurun waktu 2 Tahun-.. tidak 1 Tahun kekaisaran Ini Pasti Akan mendominasi seluruh Dataran Dunia Kultivator."
"Siapa yang membiarkan mu mati Pak Tua, Jika kau mati siapa yang akan memimpin Kekaisaran ini... Enak saja."
"Aku hanya bercanda Yang Mulia, Mari kita masuk kesana." Ucapnya sambil tersenyum kecil.
Setelah memasuki Lapangan Istana, Qi yang berada di dalamnya sangat berbeda jauh di bandingkan di Luar Lapangan.
"Yang Mulia... Aku memiliki sebuah permintaan, Kuharap Yang mulia dapat mengabulkannya."
"Katakan!."
"Aku berharap yang mulia dapat membuat Array seperti ini untuk Istana."
"Tentu, Itu hal mudah.. Kita akan bahas nanti saja."
Mereka berdua kemudian menemui Para Remaja yang saat ini sedang berlatih, Saat Kaisar Yang dan Aki memasuki sebuah Ruangan besar terlihat banyak laki-laki dan perempuan Yang usianya tidak kurang dari 15 tahun dengan wajah mereka yang dipenuhi dengan kegembiraan, tapi saat Kaisar Yang mulai memasuki Ruangan itu ekspresi gembira mereka digantikan dengan Ekspresi Serius.
"Hormat Kepada Yang Mulia." Ucap mereka serempak.
"Ehemm... Biar kuperkenalkan... Ini adalah Yang Mulia Shi yang merupakan penguasa Baru Kekaisaran Elang Api dan juga dia merupakan Orang yang akan melatih Kalian secara pribadi... Seharusnya Kalian merasa terhormat mendapat kesempatan untuk di latih sendiri oleh Yang Mulia Shi." Jelas Kaisar Yang.
Deg..
Jantung Pada Remaja Muda disana berdetak Kencang, jika bukan Kaisar Yang sendiri yang mengatakannya mereka semua tidak akan percaya apa ya g baru saja mereka dengar.
"Salam Hormat Pada Yang Mulia Shi."
"Tidak perlu terlalu gugup, Pertama-tama Kalian coba tunjukan kekuatan Kalian masing masing."
Setelah Kai melihat dengan teliti, ia tahu bahwa Para Remaja muda yang berada di depannya kini rata-rata hanya beeada di ranah Pejuang Perunggu, hanya beberapa dari mereka yang telah berasa di ranah Pejuang Perak dan hanya satu Orang saja yang telah mencapai ranah Pejuang Emas.
Kai memerintahkan merak unyuk menunjukkan teknik masing-masing Karena Kai tidak tahu teknik apa yang telah mereka olah.
Di antara para Remaja itu ada seorang Gadis Muda dengan Rambutnya berwarna merah kehitaman, Gadis itu orang yang pertama kali maju dihadapan Kai.
" Saya Ling Sa.. Putri tertua dari Keluarga Ling, memberi hormat pada Yang Mulia."
"Baik... Silakan dimulai."
"Ohoo... Gadi ini adalah satu-satunya orang yang telah mencapai Ranah Pejuang Emas diantara Para Remaja itu... Biar kulihat bagaimana kemampuannya." Batin Kai
"Haa!!"
Gadis Muda itu mulai mengeluarkan berbagai Jurus miliknya dan diakhiri dengan sebuah gerakan menebas yang memunculkan sebuah hembusan angin tapi tidak cukup Kuat.
"Silakan di nilai Yang mulia." Ucap Gadis itu penuh percaya diri.
"Lumayan, Tapi dasar Fondasi Kultivasimu terlalu Rapuh dan juga dalan gerakan mu terlalu banyak memakan Qi di dalam dirimu, sehingga membuatmu merasa lelah hanya dalam beberapa jam saja. Untuk yang lainnya kurasa cukup Bagus... Oh ya satu lagi, Pedang besar ini tidak terlalu cocok denganmu." Menghela nafas sebentar Kai melanjutkan perkataannya, " Ini!! Mintalah seorang pandai besi istana untuk membuatkan mu pedang seperti ini." Kai memberikan sebuah Kertas dengan gambar sebuah pedang panjang mirip Katana.
"Terima Kasih Yang mulia.."
"Baik, Kau boleh pergi. Selanjutnya!!."
Kai mengevaluasi Para Remaja di depannya Hingga matahari terbenam, Sekarang Kai tahu bahwa rata-rata Para remaja yang Kaisar Yang pilih memiliki dasar Fondasi yang rapuh, serta kemampuan Fisik meraka kurang bahkan Tulang mereka terlaku lemah.
Kai memberikan sebuah nasehat dan memberikan mereka masing-masing 3 butir Pil, yang masing-masing memiliki Khasiat seperti. Meningkatkan tulang, Memperkuat darah, dan juga Memperkuat Fondasi Kultivasi.
Selesai memberi mereka semua nasehat, Kai Perlahan berubah menjadi gumpalan cahaya dan kemudian lenyap.
Yang Emperor yang sudah terbiasa dengan sikap yang kai lakukan hanya menghela nafas panjang, "Hahaha, biar kutebak di alam rendah ini tak mungkin ada seseorang yang mengalahkan jenius seperti tuan muda... Mungkin julukan Monster lebih pantas untuknya."
...----------------...
Kai yang tiba-tiba menghilang dati sana kini muncul disebuah Penginapan Yang berada di pusat kota. Ia juga telah memasang Array pengumpul Qi seperti yang telah Kaisar Yang minta.
Kai mengambil posisi Duduk dan mulai memasuki Dunia Jiwa. Di dalam Dunia Jiwa yang sekarang tak sama seperti Dulu Kini Dunia Jiwa milik Kai terlihat banyak sekali binatang Roh dan juga beberapa Tumbuhan Herbal yang dulu pernah Kai tanam
Kai memasuki Rumah yang cukup besar di dalam Duni Jiwanya dan mulai mencari Anak-anak dan juga Bibi Yao.
Sudah 6 Bulan Kai tak pernah mengunjungi Bibi Yao dan Anak-anak, di dalam rumah yang besar itu terdapat tempat latihan, Kamar mandi, Kamar tidur dan sebagainya.
Si tempat Latihan Kai melihat Lin Zhilian dan lin Hao sedang berlatih tanding. Kai cukup terkejut dengan perkembangan yang Hao dan Zhilin tunjukan. Di Usia 9 tahun Zhilian telah berhasil menembus ranah Pembentukan Core Puncak sedangkan Lin Hao berada di Ranah Pembentukan Core Awal.
"Haha... Kalian berdua mengejutkanku, di Usia kalian ini mungkin rata-rata seseorang hanya berada di ranah Pembentukan Qi Awal. Sedangkan kalian berdua telah mencapai Ranah Pembentukan Core hanya dalam waktu 6 bulan." Ucap Kai mengejutkan Mereka berdua.
Lin Zhilian dan Lin Hao mengentikan Latihan mereka dan menoleh mencari sumber suara, Saat tatapan mereka tertuju pada seorang Pemuda Tampan yang berdiri didepan pintu sambil tersenyum hangat kearah mereka membuat mereka berdua bahagia.
"Paman Yan.." Teriak mereka berdua serempak.
mereka berdua langsung bergegas berlari kearah Kai berada dan kemudian memeluknya, Kalian berdua sudah berjuang keras." Ucap Kai sambil mengelus-elus kepala mereka berdua.
"Kenapa Paman baru datang sekarang... Apa Paman tahu, Zhilin sangat rindu pada paman." Ucap Lin Zhilian sambil menangis bahagia.
"Ha.. Hao juga rindu pada Paman."
Setelah mereka berdua melepas pelukan dari Kai. Kai kemudian bertanya, "Dimana Bibi Yao dan anak anak lain?"
"Ah, Bibi Yao sedang di dapur untuk menyiapkan makan malam, Sedangkan para anak-anak lain sedang berada di hutan untuk bermain dengan hewan-hewan."
Kai Menganguk paham dan mulai berjalan ke dapur untuk mengagetkan Bibi Yao. Di dapur bibi Yao terlihat sedang memotong daging dan sayur untuk membuat makan malam.
Kai berjalan dengan pelan kearah bibi Yao dan kemudian mengagetkan nya.
"Waa!!!"
Teriak Bibi Yao membuat Kai tertawa lepas, "Haha... Yao, wajahmu saat kaget tadi terlihat lucu."
"**- Tuan muda.." Tanpa sadar Bibi Yao dengan cepat memeluk Kai yang berada di depannya.
"Sudah kubilang berkali-kali Panggil Aku Kai.. Aku tidak terlalu suka kamu panggil dengan sebutan tuan muda." Ucap Kai sedikit marah.
Ia juga pernah memberitahu Yi untuk memanggilnya dengan Kai tapi Yi tetap Bersikukuh memanggilnya dengan sebutan Tuan. Mau tidak mau Kai hanya menerima memanggil dirinya begitu.
"Mm- Maaf Kai.. " Jawab Bibi Yao dengan rona merah terlihat di wajahnya..
"Haha... Aku hanya bercanda, mari aku bantu kamu memasak untuk anak-anak."
Kai mengambil Pisau dan mulai membantu Bobi Yao memotong daging.
Dan setelah masakan Matang Kai menyuruh Lin Hao untuk memanggil saudaranya untuk makan malam Kai juga menggunakan kesadarannya untuk memanggil Yi dan mengajaknya untuk makan.
Setelah mereka semua berkumpul Kai melihat suasana bahagia di depannya ini dan membuat hatinya merasa nyaman.
...----------------...
...----------------...