
Melihat kepala seorang tetua yang baru saja terbunuh, ketua sekte dan para tetua lain menelan ludah mereka ketakutan.
Tubuh mereka bergidik dengan getaran yang cukup hebat. Mereka melihat sosok Zhukai yang tersenyum bagaikan malaikat kematian yang siap mencabut nyawa mereka kapanpun itu.
"Selanjutnya, itu adalah saat di mana kalian mati!." Ucap Kai sambil mengibaskan pedang hitam yang dipenuhi dengan darah.
Sosoknya yang menyeringai perlahan memudar dan hilang seketika, melihat bahwa hawa keberadaan Zhukai benar-benar menghilang, detak jantung mereka semua terus berdegup semakin cepat.
Boomm!!
Beberapa detik kemudian, kepala seorang tetua wanita menggelinding di tanah. Tubuhnya sudah hancur menjadi kabut darah dengan banyak organ dalamnya yang berceceran.
Ding.
"Kekeke... Apa hanya ini kekuatan sekte pedang besar? Kalian sungguh mengecewakan." Zhukai menyeringai lebar dan kembali menghilang.
"Sial, aku tidak mau mati dengan konyol!.." Seorang tetua mengeluarkan dua bilah pedang kembar dan menggenggam kedua pedang itu dengan erat di tangan kanan dan kirinya.
"Jangan jadi seorang pengecut, jika kau berani tunjukkan wujudmu." Tetua itu berteriak keras.
Jika Zhukai tidak berniat menunjukkan wujudnya, mereka sama sekali tidak bisa melakukan apapun. Hanya tinggal menunggu saja samai mereka semua terbunuh.
"Seperti yang kau inginkan."
Swoshh!!
Kai muncul tepat di belakang tetua itu, pedang hitam yang ada di genggaman tangannya secara langsung menusuk tubuh tetua itu tepat di jantung nya.
Bahkan sebelum tetua itu menoleh, tubuhnya sudah tergeletak lemas di tanah.
"Hehe, tiga mati, hanya sembilan lagi yang tersisa."
Saat kesembilan orang yang masih hidup mendengar itu, mereka bisa merasakan hawa dingin di leher mereka.
"Ketua sekte! cepat lakukan sesuatu.." Seorang tetua wanita mendesak ketua sekte saat melihat Zhukai kembali menghilang.
Ketua sekte pedang besar yang terus mendengar ocehan dari para tetua benar-benar merasakan kepalanya ingin meledak.
"Kalian semua diam!!.."
Ketua sekte mengeluarkan sebuah token giok yang berkilau dari balik sakunya. Zhukai yang sedang menghilang saat itu sedikit terkejut melihat token giok yang indah itu.
Dia sangat familiar dengan benda itu di kehidupan keduanya karena dialah yang membuat benda itu.
"Oh, jadi mereka bahkan memiliki Giok teleportasi?" Ucap Zhukai saat menatap token giok itu.
Meskipun Giok Teleportasi bukanlah sebuah artefak langka, tetapi di masa lalu hanya sekte bintang primordial yang memilikinya.
"Bajingan busuk itu benar-benar membuatku semakin marah."
Kai tidak menggangu apa yang coba mereka lakukan, dia hanya berdiam diri sambil menunggu ketua sekte itu mengeluarkan kartu trufnya.
Karena sekte pedang besar hanya memiliki Kultivator di ranah Celestial God, Zhukai sedikit bosan karena tidak ada hal yang menantang saat melawan mereka.
Merasa bahwa Zhukai belum melakukan serangan, ketua sekte lihat bahwa itu adalah kesempatan nya.
"Pria bodoh! Hidupmu sudah berakhir saat orang itu datang!." Ketua sekte pedang besar tertawa seperti orang gila, dia mengalirkan Qi kedalam giok teleportasi kemudian menghancurkannya.
Whus!
Cahaya hijau terang muncul setelah giok itu hancur, hingga setelah beberapa detik berlalu dan cahaya hijau itu semakin memudar. Sosok wanita muncul secara tiba-tiba.
Dia adalah sosok wanita cantik dengan ekspresi dingin. Dia memakai gaun berwarna hijau dengan belahan dadanya yang terlihat jelas.
"Apa yang terjadi!? Eh–...." Wanita itu segera menyadari situasinya saat melihat banyak kepala yang tergeletak di tanah.
Dengan bau darah yang sangat pekat disana, dia segera tahu bahwa pertarungan baru saja terjadi. Tetapi jika dilihat sekilas, itu bukanlah pertarungan melainkan pembantaian sepihak.
"N–Nona muda!! Cepat tolong kami.." Ketua sekte pedang besar tiba-tiba bersujud pada wanita itu.
Meskipun dia adalah ketua sekte, tetapi jika dibandingkan dengan wanita di depannya, dia sama sekali tidak layak disebut.
Tetapi setelah ucapannya berakhir, ketua sekte dan delapan tetua yang masih hidup tiba-tiba meledak menjadi kabut darah.
Saat itu juga, seorang pria muda tampan muncul secara tiba-tiba. Matanya menatap wanita itu dipenuhi dengan niat membunuh.
"Oh, jadi kau yang membantai seluruh tetua sekte ini!?" Ucap wanita itu menatap Zhukai dengan tajam.
Dia sedikit tidak senang saat merasakan niat membunuh yang Zhukai arahkan padanya.
Dia ingin memeriksa tingkat Kultivasi Zhukai saat ini dengan mata rohnya. Sayangnya, Kultivasi Zhukai tidak akan bisa diketahui dengan mudahnya hanya dengan beberapa keahlian khusus.
Bahkan musuh yang beberapa kali lebih kuat darinya sama sekali tidak bisa melihat tingkat Kultivasi Zhukai dengan mudah.
"Bukankah sudah jelas, tentu saja aku yang membunuh mereka semua. Dan untukmu, aku punya ide lain..." Zhukai menyeringai.
Dia sebenarnya sudah tidak sabar untuk menyiksa wanita di depannya saat ini, tetapi dia menemukan sebuah ide yang lebih baik.
Wanita di depannya tidak lain adalah istri Martial God, Yan Qing. Meskipun dia terlihat seperti wanita biasa yang sangat cantik, tetapi dibalik kecantikan itu, sifatnya benar-benar seperti wanita ******.
Kai masih mengingat dengan jelas bagaimana wanita itu menggodanya dulu padahal dia memiliki Martial God sebagai suaminya.
"Hmph, karena kau berani membunuh mereka tepat di depanku, aku tidak punya pilihan lain selain membunuhmu." Wanita itu mendengus dingin, dia mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin ruang kemudian melesat kearah Zhukai.
Melihat kecepatan wanita itu, Zhukai sedikit melebarkan matanya karena terkejut. Dia tahu bahwa Yan Qing adalah seorang Kultivator kuat, tetapi dia tidak menyangka bahwa pertumbuhannya akan secepat ini.
"Kekeke... Biarlah, ini mungkin akan menjadi semakin menyenangkan."
Dentang!!
Suara benturan dua benda logam terdengar saat Zhukai mengangkat pedang hitam untuk menahan serangan Yan Qing.
Setelah benturan singkat itu, Zhukai mundur beberapa langkah sementara Yan Qing terus menyerang dengan gerakan yang semakin cepat.
Ting! Ting!
Zhukai yang terus menahan serangan Yan Qing tidak bisa melakukan serangan balik, ini karena Yan Qing sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk menyerang.
"Ini sepertinya sedikit merepotkan..."
"Penguatan Tubuh : Tubuh Dewa!!.."
Duarr!!
Ledakan besar saat Zhukai mengaktifkan tubuh dewanya membuat Yan Qing terpental cukup jauh.
Saat ledakan berakhir, bola mata Zhukai berubah warna menjadi emas menyala.
Tidak hanya itu saja, kecepatannya juga meningkatkan dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Swoshh!!
Tanpa membiarkan Yan Qing untuk menyerang kembali, Zhukai sudah terlebih dulu melesat dan menangkap tangan kanan Yan Qing.
"Apa!!." Yan Qing yang tidak menyadari bahwa Zhukai sudah ada disampingnya segera berteriak.
Dia ingin melepaskan tangan kanannya dari genggaman Zhukai, tetapi Kai sudah terlebih dulu membanting tubuhnya.
"Ahh..." Yan Qing menjerit kesakitan.
Meskipun dia kuat, tetapi tubuhnya sangat rapuh dibandingkan dengan Kultivator pada umumnya.
"Cih, cepat lepaskan aku!! Suamiku adalah Martial God, jika kau berani melukaiku sedikit saja, dia tidak akan melepaskanmu."
Mendengar itu dari Yan Qing, Zhukai masih bersikap acuh seperti sebelumnya.
"Sepertinya kau masih sama seperti dulu ya ... dasar wanita ******!!."
***
Bersambung..