Re-system

Re-system
CHAPTER 60



Akkk..." Kai bersendawa Kencang selesai makan.


Setelah Kai makan Malam Ia membantu Bibi Yao mencuci Piring di dapur.


"Tuan Muda itu tidak perlu, Aku bisa mencucinya sendiri." Tolak Bibi Yao sambil tersenyum.


"Tidak Apa-apa Yao'er, Biar aku saja kau sebaiknya duduk Disana menemani Anak-anak bermain."


Karena Bibi Yao tidak bisa membujuk Kai akhirnya Ia menuruti apa yang Kai katakan. Selesai mencuci Piring Kai tidak langsung ke tempat Tidurnya melainkan Berjalan keluar untuk menanam sebuah benih yang Ia dapat 1 Bulan yang lalu.


Kai menggali Tanah di depannya Untuk sedalam 10 Cm dan memasukan Benih itu kedalam tanah kemudian menguburnya.


"Aku tidak tahu asal-usul dari Benih ini, untuk saat ini mari kita lihat akan menjadi seperti Apa benih ini akan tumbuh."


Kai kembali masuk kedalam Rumah dan berjalan dengan cepat menuju Kamarnya, "Brukk!!..." Suara Kai yang telah terbaring di kasur.


"Aku lelah sekali!!... Ternyata menjadi Kaisar itu tidak semudah kelihatannya."


Ia mengingat Kembali Proses ketika bertindak tegas saat menjadi Kaisar, Dulu waktu di Bumi Kai Hanyalah Seorang Siswa SMA dari keluarga sederhana, Ibunya merupakan Seorang pemilik kedai makan di pinggir jalan.


Kai dulu sering membantu Ibunya menjaga kedai bahkan memasak untuk para pelanggan ketika ibunya tidak ada di rumah.


Tapi saat ini dirinya merupakan Seorang Kultivator yang memiliki tanggung jawab yang sangat berat di pundaknya.


Kai setiap malam Terus merenung, Apa yang akan terjadi 2 Tahun kemudian, Apakah itu merupakan bencana terbesar yang pernah di terjadi di Dunia Kultivator? Ia kadang merasa Takut, Tidak Kuat untuk mengemban tanggung jawab yang sangat besar.


Tapi Alasan Kai terus berjuang Hingga saat Ini adalah Yi, Para kekasihnya, dan juga anak-anak Panti yang Ia anggap seperti adik sendiri. Mungkin Tujuan Kai saat ini adalah untuk melindungi mereka dan untuk dapat melindungi mereka Kai harus memiliki kekuatan untuk itu.


Kai menyadari Betapa lemahnya dirinya, jika bukan Karena Bantuan dari System nya Ia pasti sudah mati Ketika melawan Iblis Wanita saat itu.


"Hahh... Lebih baik aku tidur."


***


Esok Harinya, Kai membersihkan diri dan mengecek Benih yang ia tanam kemarin, Saat Ia melihat Benih yang ia tanam kemarin Kain jadi terkejut.


"Kemana Benih yang Ku tanam Kemarin, Seingat ku, Aku menanamnya disini Tapi Kenapa tidak ada bekas Tanaman sama sekali disini." Kai menoleh Ke Kanan dan Ke kiri sembari mengingat dengan jelas dimana dia menanam Benih misterius itu.


Di tengah kebingungan nya,Nakai tidak menyadari ada sesuatu yang mendekatinya.


"Puchuu.... " Terdengar Suara Imut di belakang Kai.


Kai menoleh dan melihat Sebuah hewan aneh, Dari depan Ia terlihat Seperti Tupai tapi badan nya sangat Gemuk dengan ekor yang menyerupai kelinci, juga terdapat sebuah Tumbuhan Aneh diatas Kepala Tupai itu.


"Puchuu... Puchuu..." Tupai itu langsung menaiki tubuh Kai dan tertidur di Pundaknya.


"Eh, Ada apa dengan hewan ini.... Sudahlah Lebih Baik aku kembali ke rumah, Kurasa Benih itu juag tidak mungkin tumbuh."


Saat Sampai Di Rumah Kai di sambut Oleh para Kekasihnya sedangkan Anak-anak masih tertidur.


"Tuan Muda, Hewan apa itu yang ada di Pundak mu..." Bibi Yao mendekat dan mulai mengelus-elus Badan tupai, "Hehe lembutnya.. tapi apa ini? Kenapa ada tumbuhan diatas kepala Hewan ini." Tanya Bibi Yao Penasaran.


"Aku juga tidak tahu, Seingat ku dulu aku tidak pernah mengambil Hewan sejenis Ini di Dunia Kultivator."


"Kai Gege! Bibi Yao! Apa yang sedang Kalian bicarakan?"


Kai menoleh Kepada Yi dan menceritakan Kejadian yang terjadi Kemarin dan munculnya Binatang Aneh ini di Dunia Jiwanya.


Yi mendengar Cerita Kai dengan cermat kemudian melihat Kembali binatang di Pundaknya dengan teliti.


"Ah.... Ternyata Begitu!! Aku sudah tahu apa yang terjadi Gege. Sebenarnya Benih yang Gege tanam Kemarin malam itu telah tumbuh dan menghasilkan Binatang Mungil ini... Kalau Yi tidak salah ingat ini adalah sejenis Binatang Kuno yang keberadaannya Sangat Langka Bahakan bisa menyaingi Binatang Legenda Tingkat atas... Tuan Lihat Tumbuhan di Atas kepalanya? Itu merupakan Nutrisi untuknya karena dari Kecil Hewan ini tidak dilahirkan melainkan terbentuk dengan sendirinya."


Kai mengganguk Paham dan Ia juga teringat Anak Ayam yang keluar dari Telur yang Ia tetaskan 1 Bulan yang Lalu... Karena Saat itu dirinya terburu-buru Ia dengan gegabah nya memasukan Binatang Itu kedalam Cincin Ruang yang telah Ia modifikasi sehingga dapat menyimpan Makhluk Hidup.


Saat Kai menggunakan Kesadaran Spiritual nya untuk mengeluarkan Anak Ayam itu dari Cincin Ruang dirinya terkejut, Semua herbal dan juga Pil yang berada dalam cincin Ruang itu menghilang tak bersisa dan menyisakan sebuah Binatang Raksasa dengan Kedua sayapnya yang membentang Gagah.


"Chip?" Seakan Binatang Itu tahu bahwa Kai sedang mengawasi dirinya.


"Chipp!! Chipp!!.." Kai tidak bisa memahami Apa yang Bintang Itu katakan dan mengeluarkannya dari Cincin Ruang.


Saat Anak Ayam itu telah keluar dari Cincin Ruang ternyata Anak Ayam itu telah berubah menjadi seekor Burung Elang yang sangat Besar.


"Chip!!!..." Elang itu mendekati Kai dan mengelus kan Kepalanya ketubuh Kai.


"Kai Gege... Darimana Kau mendapatkan Burung ini? Jika aku tidak salah menebak Burung Ini usianya Belum sampai 3 Bulan." Ujar Yi menjelaskan.


Jiuyang Lin yang baru tiba juga mendengar Percakapan Antara Ketiga orang itu dan menjadi Penasaran.


"Eh Burung Ini!!... Kai darimana Kau mendapatkan nya?"


Jiuyang Lin yang baru saja datang, tiba-tiba bertanya..


"Eh, Apa kau juga mengenali Anak Ayam ini." Jawab Kai sambil menunjuk Kearah burung Elang di sampingnya.


Seakan Mengerti apa yang Kai katakan Elang itu menjadi marah, "Chipp!!!... Chipp!!! (Beraninya Tuan memanggil ku Anak Ayam, Aku ini elang yang Perkasa tahu)."


"Sebenarnya Burung ini merupakan Binatang Legenda tapi Bagaimana bisa di Alam rendah seperti ini memiliki Binatang Legenda? Bahkan Di Alam dewa Binatang seperti ini sangat lah langka."


"Apa!! Anak Ayam ini sebenarnya Binatang Legenda... " Ucap Kai tak percaya.


"Chip!!.." Elang itu membusungkan dadanya dengan bangga Karena mendapat Pujian dari Jiuyang Lin.


"Baiklah, Aku serahkan Tupai dan Anak Ayam ini pada kalian semoga kalian bisa menjaganya dengan Baik." Ucap Kai tersenyum.


Kai meninggalkan Dunia Jiwa dan mulai mengambil Dekorasi yang baru Ia beli dari Toko System Kemarin.


Ia juga menyuruh Para Koki Istana untuk memasak Daging Binatang Buas yang selama ini Ia bunuh untuk disajikan pada Perayaan nanti.


"Saatnya Bekerja!!"


...----------------...


...----------------...