Re-system

Re-system
Terobosan Ke Ranah Baru



Ding!


[Kai Gege berhasil membunuh enam dewa perang kuno, menghitung poin...]


[Selamat Kai Gege mendapatkan 600 Triliun Poin Takdir dan 1,2 Kuadriliun Poin Pengalaman]


[Godhood ??? terlalu banyak menyerap energi, memasuki mode hibernasi selama tiga bulan]


Kai mengabaikan notifikasi barusan dan lebih fokus terhadap notifikasi yang ia dengar beberapa saat yang lalu.


"Mahkota penguasa surgawi? Apa itu, mengapa aku tidak pernah mendengarnya..."


Tepat setelah ucapannya berkahir, Kai merasa energi spiritual bergejolak di dalam tubuhnya. Jika Zhukai tidak cepat-cepat mengalirkan energi itu, tubuhnya akan meledak.


"Sial, mengapa pada saat ini..."


Kai gerakan cepat mengambil sikap lotus dan mulai memejamkan kedua matanya.


Karena di sekitarnya banyak terdapat jutaan mayat manusia, Kai tidak khawatir akan adanya bahaya saat dia mengontrol amukan energi spiritual di dalam tubuhnya.


Kai menggertakkan giginya menahan rasa sakit dari energi spiritual yang mendobrak pintu di dalam garis Meridian nya.


"Tsk, kenapa ini begitu sakit..."


Sebelumnya, Kai sama sekali tidak pernah merasa rasa sakit seperti itu saat mencoba mengontrol amukan energi spiritual nya.


Tapi sekarang, kejadian yang Kai alami benar-benar aneh. Sambil menahan rasa sakit yang terus menusuk setiap kali Kai mencoba mengendalikan energi spiritual nya, tak terasa satu hari berlalu dengan sangat cepat.


Di tengah-tengah jutaan mayat manusia yang tergeletak di atas tanah, terlihat seorang pria muda yang duduk bersila dengan energi spiritual yang terus berputar-putar menyelimuti tubuhnya.


Tak berselang lama setelah itu, pria muda itu perlahan membuka kedua matanya dengan pacaran energi aneh yang keluar dari kedua matanya.


"Grraaa....."


Boomm!! Boomm!!


Duarr!!


Kenaikan tingkat, Holy Lord Lapisan Pertama.


Ledakan besar terdengar begitu pria muda itu melepaskan energi spiritual di dalam tubuhnya. Terlihat aura berwarna perak keemasan mengitari tubuh pemuda itu sambil membawa tekanan yang sangat kuat.


"Hmm, ini sangat mengejutkan. Siapa sangka aku akan kembali menerobos."


Sambil memperhatikan energi yang mengalir di seluruh tubuhnya, Kai merasa benar-benar menjadi orang yang berbeda...


"Jadi ini kekuatan di ranah di atas God of Creation? Sungguh perbedaan kekuatan yang begitu besar."


Saat Kai tengah memperhatikan energi yang terus merembes keluar dari tubuhnya, dia melihat sebuah bukit kecil tak jauh dari tempat ia berdiri.


"Hehe, ini cocok untuk menguji kekuatanku saat ini."


Kai mengepalkan salah satu tangannya sambil mengumpulkan Qi di satu titik.


Tepat setelah Kai melepas pukulannya, hembusan angin besar bersamaan dengan ledakan terdengar memekakkan telinga.


Duarr!!


Bukit kecil itu meledak hingga menyisakan puing-puing bebatuan yang berserakan di atas tanah.


Melihat daya ledak yang Kai lihat setelah menguji kekuatannya, ia benar-benar sangat kagum..


"Ini aneh? seharusnya aku menerima kesengsaraan ilahi setelah menerobos. Tapi mengapa ..."


Begitu ucapannya berkahir, sambaran petir turun menghantam tubuh Zhukai secara tiba-tiba.


"Oi, apa ini ... Aku bahkan belum bersiap.."


Meski sambaran petir itu tidak begitu kuat, tetapi itu masih memberi Zhukai sedikit rasa sakit..


Kai menatap ke atas langit dan melihat sambaran petir kedua hendak turun. Zhukai mengepalkan tangannya dan memukul tinggi keatas langit.


Boomm!!


Petir itu dan tinju Zhukai saling berbenturan hingga menciptakan gelombang ledak sejauh tiga mil jauhnya.


Tak berhenti sampai di situ, sambaran petir ketiga turun hingga berhenti saat sambaran petir kelima.


Berdiri di antara tumpukan mayat, terlihat tubuh Zhukai dipenuhi dengan luka bakar dan juga pakaiannya yang ikut terbakar data menerima kesengsaraan ilahi.


"Hmm, sudah bagiku untuk pergi dari dunia ilahi ... Tapi sebelum itu, ada satu hal yang perlu aku lakukan..."


Kai berjalan kearah mayat Fire God, Water God, dan Wind God untuk mengubah mereka menjadi pasukan Undead nya.


Karena tubuh dewa perang lain telah menjadi abu, Kai tidak bisa mengubah mereka menjadi pasukan Undead nya.


"Huhh, sayang sekali. Aku harusnya lebih menahan diri tadi..." Tapi Kai sama sekali tidak menyesal, sebaliknya dia sangat puas setelah membunuh semua dewa perang kuno dan membalaskan dendam masa lalunya.


Kai kemudian mensummon Undead sebanyak yang ia bisa dan jumlah maksimum yang bisa ia summon adalah 10 juta.


"Apa ada danau di sekitar sini?" Karena tubuh nya sangat kotor dengan bercak darah. Kai berniat mandi dan mengganti pakaiannya yang sudah rusak.


Dia kemudian mengedarkan persepsi ilahinya untuk mencari danau terdekat. Untungnya, tak jauh dari Kai berada saat ini, dia menemukan sebuah kolam kecil dengan air kolam itu yang sangat jernih.


Setelah Kai selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, dia pergi meninggalkan Alam Air dan menuju ke Alam Neraka, tempat dimana reruntuhan Shura berada.


***


Di Alam Surgawi, terjadi perang antara kelompok Xia Bing Yao dan kelompok Xia Wen.


Karena rencana Xia Wen untuk menculik kekasih Sun Wukong berakhir gagal, itu membuat Sun Wukong marah dan memulai serangan terhadap kelompok Xia Wen.


Sementara itu, Xia Bing Yao yang sudah memutuskan pilihannya untuk membunuh Xia Wen dengan tangannya sendiri mulai membantai habis para tetua Klan yang berkolusi dengan Xia Wen.


Perang di Klan Xia berlangsung kurang lebih selama satu minggu. Karena kelompok Xia Wen kalah dalam hal kekuatan, mereka akhirnya memutuskan untuk menyerah.


Tetapi Xia Bing Yao sama sekali tidak memiliki niatan untuk mengampuni nyawa mereka.


Di alun-alun depan banyak orang, Xia Bing Yao memberikan hukuman gantung untuk kelompok Xia Wen. termasuk para murid yang berpihak terhadap nya.


Dalam perang itu, kekuatan Klan Xia menurun drastis. Mereka hampir kehilangan setengah dari murid Klan, dan kehilangan puluhan tetua Klan.


Di halaman bangunan utama, Xia Bing Yao duduk menyendiri dengan wajah sedih penuh dengan air mata.


"Haaa, apakah dengan ini Kai Gege akan memaafkan ku?" Xia Bing Yao menggeleng pelan.


"Itu tidak mungkin, dia pasti sangat kecewa denganku saat ini. Aku juga tidak tahu ada di mana Kai Gege saat ini, kuharap dia baik-baik saja sekarang."


Karena Xia Bing Yao tidak memiliki satupun teman, dia hanya memendam rasa sedihnya seorang diri.


Hingga akhirnya Sun Wukong datang menghampirinya.


"Yao kecil, apa yang kamu lakukan sendirian disini?"


Mendengar suara lembut Sun Wukong, Xia Bing Yao dengan cepat menghapus air mata di wajahnya dan memasang senyum ceria.


"Aaa.. Aku hanya ingin menyendiri sebentar paman, bukankah paman seharusnya menemani bibi Lu."


Sun Wukong menghela nafas pelan, "Tidak perlu memaksakan senyum Yao kecil, jika kamu ingin menangis maka menangislah.."


Dengan ucapan Sun Wukong barusan, Xia Bing Yao masih menang senyum sebentar. Tetapi tak lama, tangisannya akhirnya tidak terbendung.


Karena hanya dia satu-satunya dari Klan Xia yang masih hidup, Xia Bing Yao sudah tidak memiliki tujuan lain lagi setelah Kai meninggalkannya.


Tapi tubuhnya bergetar begitu mendengar suara lembut Sun Wukong, "Kakak, sebenarnya dia yang memerintahkan untuk memberimu sebuah pilihan. Karena kau memilih untuk membunuh Xia Wen dengan tanganmu sendiri, kakak sebenarnya sudah memaafkan mu."


Begitu mendengar itu dari Sun Wukong, tangis kesedihan Xia Bing Yao segera berubah menjadi tangisan kebahagiaan..


"B–Benarkah itu paman?"


Sun Wukong mengangguk, "Ya, itu benar... Lalu dia juga memberiku ini, ini adalah giok untuk membuka portal ke dalam dunia jiwa milik Kakak. Kamu hanya perlu mengalirkan Qi milikmu untuk mengaktifkannya."


Meski Xia Bing Yao merasa senang, tetapi dia kemudian menjadi diam.


"Ada apa?"


"Aku adalah Matriak Klan Xia, apakah aku bis meninggalkan tanggung jawabku dan pergi bersama Kai Gege?"


Sun Wukong menepuk kepala gadis itu dengan lembut, "Jangan memikirkan hal itu lagi, kau harus mencari kebebasan mu sendiri. Aku akan mengambil tanggung jawabmu selama kau tidak ada, jadi ... pergilah."


Seolah Xia Bing Yao ingin kembali menangis, dia memeluk Sun Wukong dengan penuh terimakasih.


"Terimakasih paman ... Lalu, aku akan pergi..."


****


Bersambung....