Re-system

Re-system
Aku Menolak!!



Yan Gege?, entah sudah berapa lama Kai tidak mendengar kata-kata itu. Shi Yan adalah nama samaran yang ia pakai untuk menyembunyikan identitas aslinya, Hanya saja saat ini, ia tidak perlu lagi menutupi Identitas aslinya. Jadi ketika Xue Yu memanggil nya Yan Gege, Dia sedikit terkejut.


"Xiao Yu, lama tak bertemu." Ucap Kai dengan senyuman manis di wajahnya.


Mendapat respon dari pemuda di depannya, Xue Yu segera berlari dan melemparkan dirinya ke dalam pelukan Kai.


Itu terasa begitu hangat sehingga membuat Xue Yu begitu nyaman, tanpa ia sadari sudah banyak orang yang memfokuskan pandanga mereka kearah sepasang orang yang saling berpelukan itu.


Kai kemudian mengangkat tangannya dan dengan lembut mengelus rambut panjang Xue Yu.


"Xiao Yu, apakah kamu tidak malu? semua orang sedang memperhatikan kita." Kai berbisik di dekat telinga Xue Yu dengan nada bercanda.


Melepas dirinya dari pelukan Zhukai, wajah Xue Yu memerah dan segera menjauh dari sisi Zhukai.


Mereka semua tertawa melihat tingkah lucu Xue Yu, tiba-tiba seorang pria berambut hijau datang mendekat dengan ekspresi dingin diwajahnya.


Pria itu terlihat berumur sekitar 40 tahun-an dengan dua pasang sayap dibelakang punggungnya.


Dia adalah salah satu dari 5 Tetua Istana, Xue Yanghai. Dia memiliki posisi yang sama dengan Xue Tian dan juga seorang Naga Azure.


"Putri Yu, Patriak Long memintaku untuk memanggilmu, katanya dia memiliki sesuatu untuk dikatakan." Ucap Xue Yanghai dengan acuh tak acuh, bahkan ia tidak menaruh sedikit rasa hormat pada Xue Yu.


Mendengar hal ini, tubuh Xue Yu bergetar dengan tangan kanannya mengepal membentuk sebuah pukulan. Dia menatap Xue Yanghai dengan tatapan marah, ketika ia akan membuka mulutnya, sebuah tamparan keras terdengar secara tiba-tiba.


"Kau siapa? apakah kamu tidak tahu dia seorang putri? dan kamu memperlakukan nya seperti itu?" Dia adalah Zhukai, ketika dia mendengar nada merendahkan keluar dari mulut pria itu, Kai tanpa sadar bergerak dan memberikan sebuah tamparan keras.


Semua orang tercengang, sementara itu, Xue Yanghai yang terkena tamparan dari Zhukai. Tulang pipinya retak dan juga beberapa giginya copot.


Dia berbalik dan menatap Kai dengan penuh niat membunuh, tangannya berubah menjadi sebuah cakar tajam dan panjang.


"Keparat, apakah kau tahu siapa aku? masih tidak mau bersujud?"


"Kau mau aku bersujud padamu? maaf itu tidak ada dalam kamusku!" Jawab Kai dengan tenang, segera setelah itu pandangannya menjadi tajam dan menatap kearah Xue Yanghai.


"Oh, kau ingin bertarung denganku? Haha.. mari biar kulihat apakah omong kosong mu sebanding dengan kekuatan mu." Xue Yanghai tertawa dengan keras sambil mengejek Zhukai.


"Hump.." Kai memberikan sebuah dengusan dingin, menghadapi musuh seperti Xue Yanghai tidak perlu bagi dirinya untuk mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Tetapi sebelum Kai dapat bergerak, ada sebuah sentuhan lembut yang memegang lengan kirinya, "Yan Gege, sudah cukup, tidak perlu melanjutkan ini lagi." Ucap Xue Yu dengan rasa khawatir.


Xue Yu menolah kesamping dan menatap Xue Yanghai dengan tatapan membunuh, "Kau juga tetua Yang, apakah kamu menganggap ku sebagai orang rendahan sehingga kau bisa memperlakukan ku seperti itu.. Aku akan memberitahu ayah apa yang terjadi hari ini."


Setelah itu, Xue Yu pergi menuju Aula Istana diikuti oleh Kai dan Xue Tian dibelakangnya.


***


Di sebuah ruangan yang sangat besar di dalam Istana Naga, ada seorang pria patuh baya duduk diatas kursi yang terbuat dari emas dengan ukiran Naga di setiap sisinya.


Sementara itu, di kursi yang lain. Terlihat juga seorang pria muda yang sedang duduk ia terlihat berusia sekitar 30 tahun-an, tetapi jangan hanya melihat dari wajahnya. Dia sebenarnya berusia lebih dadi 2.000 tahun.


Dia adalah Xue Chun, ayah dari Xue Yu. Kaisar saat ini dari Kekaisaran Naga. Dia juga seorang Realm Demigod, Dewa Tingkat Empat Awal.


Xue Chun mendongak menatap ayahnya, ia menggertakkan giginya kemudian berkata, ,"Ayah.. Apakah kita tidak meminta pendapat Xue Yu tentang masalah ini."


Apa yang dimaksud Xue Chun tentang masalah ini adalah masalah lamaran Bai Wang, sebenarnya pernikahan itu diatur langsung oleh kakek Xue Yu dengan Kakek Bai Wang.


"Chun'er, maafkan aku, aku sudah menjanjikan pernikahan ini pada saudara Bai Chen 3 tahun yang lalu." Xue Long menjawab dengan rasa bersalah.


Xue Chun hanya bisa menghela nafas, setelah itu, Pintu aula perlahan terbuka dan memperlihatkan sosok wanita yang begitu indah dan menawan.


Dia adalah Xue Yu.


"Salam Ayah, Salam Kakek." Ucap Xue Yu sambil membungkukkan badan memberi hormat.


"Ah, Yu'er kamu sudah datang." Xue Chun Tersenyum hangat melihat kedatangan putrinya.


Tetapi, perhatian Xue Chun segera beralih kepada pemuda berjubah hitam yang berdiri di depan Xue Tian. Bukan hanya itu saja, dia juga tidak dapat merasakan tingkatan Kultivasi dari pemuda tersebut. Akhirnya rasa penasaran semakin bertambah besar ketika ia mendengar Xue Tian memanggilnya Tuan muda.


"Tuan muda, dia adalah Ayah Yu kecil, Kakak Chun, sedangkan yang ada disampingnya adalah Patriak Long."


Kai mengangguk paham, setelah itu ia juga maju dan memberikan sebuah salam tetapi ia tidak membungkuk seperti Xue Yu.


Melihat sikap yang ditunjukkan oleh Zhukai, Alis Xue Long sedikit berkedut, ini adalah kali pertama bagi dirinya untuk mendapat perlakuan seperti ini.


"Jelas pemuda ini bukanlah orang biasa.." Pikir Xue Long dalam hatinya.


"Menarik!!.." Xue Long berkata sambil mengeluarkan seringai.


Melihat sikap yang Kai tunjukkan, Xue Yu takut itu akan membuat Kakeknya menjadi marah, jadi ia buru-buru berdiri dan bertanya tentang alasan mereka memanggil dirinya.


"Ah, Sebenarnya ini tentang kedatangan pangeran Bai Wang yang akan sampai disini beberapa saat lagi, Aku harap kamu dapat menerimanya dengan baik." Ucap Xue Chun bermaksud membujuk Putrinya.


"Maaf Ayah, aku..."


"Kamu ingin menolaknya?" Sebelum Xue Yu dapat menyelesaikan kata-katanya, Xue Long menyela dan memberikan sebuah tatapan dingin. Itu membuat tubuh Xue Yu bergetar sesaat, ia tidak berani untuk berbicara lagi.


Melihat hal itu, Kai datang dan menepuk pundak Xue Yu sembari memberikan energi Qi miliknya untuk menenangkan suasana hati Xue Yu.


Merasakan aliran hangat yang mengalir keseluruh tubuhnya, Hati Xue Yu perlahan menjadi tenang dan ia juga bisa bernafas dengan lega.


Dia menatap Kai yang telah membantunya dan memberikan sebuah senyuman manis, Setelah itu ia kembali berbalik dan menatap Xue Long. Ia menarik nafas panjang setelah itu ia dengan tegas berkata, "Aku menolak!!."