
Di sebuah Goa yang besar, terlihat sosok gadis cantik yang duduk bersila sambil menutup kedua matanya.
Pusaran energi spiritual berputar-putar di sekitar Dantian nya dan mulai mengisi kolam Qi yang kosong.
Waktu berlalu dengan cepat, ketika malam hari tiba, Wanita itu membuka matanya.. "Qi di dalam Dantian ku telah terisi kembali. Aku harus secepat mungkin mencari Kai atau aku sendiri yang akan terbunuh di sini."
Jiang Lin berdiri dan menepuk-nepuk pakaiannya yang dipenuhi debu. "Terlalu berbahaya kemarin, jika saja Kelinci itu tidak meremehkanku, mungkin aku yang akan mati sat itu."
Jiang Lin berjalan mengambil pedangnya yang berada tak jauh darinya, setelah itu dia berjalan keluar dari dalam Goa.
Hembusan udara yang cukup segar dapat dia rasakan disana. Entah kenapa di sekitar hutan, Jiang Lin tidak dapat mencium bau busuk dari bangkai binatang.
"Haru kemana aku mencarimu Kai?" Jiang Lin berkata dengan raut wajah yang cukup sedih.
Tetapi dia tidak berputus asa, dia melemparkan pedangnya ke udara dan segera menaikinya. "Aku tidak tahu dimana kamu saat ini, tetapi firasat ku mengatakan bahwa kamu berada di Barat.." Jiang Lin bergumam pelan pada dirinya sendiri.
Whuss!!
Dia melesat mencipta sebuah hembusan angin yang cukup kencang, "Eh apa itu?"
Jiang Lin menyipitkan matanya sambil menatap lurus kearah Kilauan Cahaya yang berada cukup jauh darinya saat ini.
Ketika jaraknya dan sinar cahaya itu semakin mendekat, Jiang Lin dapat merasakan Qi yang begitu murni dari tempat itu.
"Ah itu.. Bunga Kristal Alam.."
Jiang Lin berkata tanpa menutupi perasaan terkejut dalam hatinya. Dia segera turun dari atas pedangnya dan berjalan mendekat kearah Bunga Kristal Alam itu.
"Tunggu dulu, jika ada harta yang sangat langka seperti ini. Seharusnya akan ada banyak binatang buas yang mengincarnya."
Tepat ketika Jiang Lin menyelesaikan kata-katanya, terdengar suara tawa yang begitu menakutkan dari balik pepohonan.
"Hehehe, Gadis cantik kamu sangat cerdas. Memang benar banyak yang mengincar harta ini, tetapi mereka semua telah mati di tanganku." Sosok yang keluar dari balik pepohonan bukanlah seekor monster, tetapi seorang manusia dengan wajah rusak.
Bekas luka yang begitu banyaknya membuat wajahnya terlihat begitu menyeramkan, apalagi seringai jahat di wajahnya membuat orang mengira bahwa dia bukan manusia.
"Jika kamu memang sekuat itu untuk membunuh mereka, lantas kenapa kamu tidak memurnikan harta ini tetapi malah menunggu binatang lain berdatangan." Jiang Lin masih terus bertanya dengan keringat dingin di punggungnya.
Hanya dengan merasakan atmosfer yang berubah di sekitarnya, Jiang Lin sangat tahu bahwa orang itu sangatlah kuat.
"Heh.. Hehehe, memang benar aku bisa saja memurnikan harta ini bertahun-tahun yang lalu. Tetapi.." Seringai jahat di wajah orang itu semakin melebar.
"Bunga Kristal Alam memanfaatkan energi Alam untuk tumbuh, Energi Spiritual dan jiwa manusia juga termasuk. Aku telah membunuh ribuan Kultivator yang datang untuk mengambil harta ini, dengan jiwa dan energi spiritual yang mereka hasilkan, Bunga Kristal Alam akan berada di kondisi puncaknya dan memiliki khasiat ratusan kali lebih kuat dari pada aslinya..."
Manusia dengan wajah rusak itu menatap Jiang Lin dengan penuh ***** membunuh. Dia mengeluarkan sebuah belati kecil dari balik bajunya, setelah itu melesat maju kearah Jiang Lin dengan sangat cepat.
Whuss!!
Gerakannya yang sangat cepat membuat Jiang Lin sedikit terlambat untuk bereaksi. "Sial.."
Jiang Lin mengangkat pedangnya untuk menahan serangan dari orang itu, sayangnya perbedaan kekuatan diantara mereka berdua bukanlah sesuatu yang dapat Jiang Lin atasi.
Meski dia sudah menahan serangan itu dengan pedang panjangnya, dia masih terpental begitu jauh hingga menabrak beberapa pohon.
"Uhuk.." Jiang Lin meludahkan darah, di menatap lurus dan segera memasuki Wujud Iblisnya..
Duarr!!
Momentum yang Jiang Lin keluarkan sedikit lebih kuat beberapa kali lipat dari yang tadi. Dia mengangkat Pedangnya tinggi dan mulai menebas lurus Kedepan..
Swosshh!!
Whuss!!
Tetapi, gerakan orang aneh itu begitu cepat sehingga dengan mudah menghindari serangan Jiang Lin.
"Gadis cantik, kenapa kamu tidak menyerah saja dan menjadi persembahan terakhir untuk Bunga Kristal. Mungkin aku akan memberimu kematian cepat.." Manusia dengan wajah rusak itu terkekeh sambil menghindari serangan Jiang Lin..
Whuss!!!
Tiba-tiba dia berhenti menghindar dan segera menerjang maju kearah Jiang Lin.. Tepat ketika jaraknya dan Jiang Lim hanya terpaut beberapa meter, Orang itu segera menusukkan belatinya kearah perut Jiang Lin.
Dentang!! Ting!! Ting!!
Suara benturan besi terdengar begitu jelas dari pertarungan Jiang Lin dengan Orang aneh itu.
"Seni Pedang Iblis.. Bunga kematian!.."
Jiang Lin mundur beberapa langkah kebelakang untuk mencari jarak, dia segera meneteskan beberapa tetes darah kedalam pedangnya.
Segera, pedang yang Jiang Lin genggam mengeluarkan cahaya biru keperakan. "Hiaa..."
Dia menebas lurus secara vertikal membuat sebuah bunga yang penuh duri berwarna merah dengan aura kematian yang begitu pekat.
Duarr!!
Ketika teknik yang Jiang Lin keluarkan dan Orang aneh itu berbenturan, Ledakan keras kembali terjadi yang mengakibatkan are disekitar hancur.
Asap hitam hitam yang begitu tebal menutupi jarak pandang Jiang Lin. Tepat ketika asap tebal itu mulai menghilang, tawa dari orang aneh itu kembali terdengar.
"Apa..!!?"
Jiang Lin tersentak kaget sekaligus gemetar. Tak berselang lama, Pria dengan bekas luka tiba di depannya dan mencekik lehernya dengan sangat kuat.
"Aku sebenarnya ingin bermain denganmu lebih lama, sayangnya itu akan memberimu ruang untuk melarikan diri, jadi.. Selamat tinggal.."
Duarr!!
Tubuh Pria berwajah rusak itu meledak menjadi kabur darah, bahkan jiwanya juga ikut hancur bersamaan dengan tubuhnya yang meledak.
"Haahh... Uhuk Uhuk!!"
Jiang Lin terbatuk dan menarik nafas dalam-dalam, dia berbalik untuk melihat orang yang baru saja menyelamatkannya.
"Terima kasih–"
Jiang Lin berhenti berkata, sekujur tubuhnya bergetar dibawah tatapan dari orang yang baru saja menyelamatkannya.
Sudut mulutnya terbuka, dia berkata dengan suara pelan dan penuh ketakutan. "A–Ayah.."
***
Bersambung..
Tingkatan Kultivasi :
(Dewa)
– Demigod (Setengah Dewa)
• Dewa Tingkat Lima : 1-3
• Dewa Tingkat Empat : 1-3
• Dewa Tingkat Tiga : 1-3
• Dewa Tingkat Dua : 1-3
• Dewa Tingkat Pertama : 1-3
– Early God (Dewa Awal)
• Dewa Kuning : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Hitam : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Putih : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Emas : Awal, Tengah, Akhir.
– Middle God (Dewa Tengah)
• Prajurit Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Jenderal Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step
• Raja Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Kaisar Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Dewa Suci : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
– Peak God (Puncak Dewa)
• Dewa Kuno : Bumi, Langit, Surga.
• Dewa Ilahi : Bumi, Langit, Surga.
• Saint God : Bumi, Langit Surga.
• Quasi God : Bumi, Langit, Surga.
– True God (Dewa Sejati)
• Dewa Purba : Ordo Pertama, Ordo Ke-dua, Ordo Ke-tiga.
• Chaos God : Prajurit, Jenderal, Raja, Kaisar.
• Dewa Surgawi : Kehancuran, Kekacauan, Tribulasi.
• ????
Kultivasi Kai saat ini : Dewa Ilahi Tahap Bumi.
Kultivasi Jiang Lin : Dewa Suci Tahap Awal