
Pagi harinya, Kai bersiap dengan memakai pakaian mewah layaknya seorang bangsawan. Sementara itu, Biao Jian dan Yu Chi Lan berjalan di belakangnya dengan pakaian yang sama persis.
Sebuah cadar menutup wajah cantik mereka berdua, meski begitu bentuk tubuh mereka berdua sangatlah bagus.
Pinggang yang langsing dengan rambut merah panjang membuat mereka berdua tampak seperti Dewi.
"Whooa ibu, kamu sangat cantik dengan pakaian itu. Anda saja ibu tidak memakai cadar, ibu akan terlihat sama persis seperti Dewi." Biao Jian tersenyum lebar dari balik cadar, dia berkata sambil memuji kecantikan ibunya.
"Hihi kamu bisa saja memuji ibu, kamu juga terlihat cantik dengan pakaian itu.."
Sementara itu, Kai memakai sebuah topeng untuk menutupi wajahnya tetapi mulutnya masih terbuka.
"Kailan sudah siap?"
Kai menoleh kebelakang dan bertanya.
Melihat anggukan dari kedua gadis itu, Kai menggandeng tangan mereka berdua dan berjalan keluar penginapan
Tidak seperti hari biasanya, jalanan kota saat ini sangat ramai. Ada berbagai ras berdatangan dengan banyak Kultivator kuat lain memenuhi jalanan kota.
Dari ratusan ribu orang, ada beberapa yang menarik perhatian Zhukai. Karena banyaknya orang yang berdatangan dari luar, Zhukai dan kedua gadisnya terlihat seperti orang biasa.
Jarak antara penginapan dan Rumah Lelang Huang hanya terpaut beberapa mil, Zhukai tidak langsung pergi kesana melainkan mengajak dua gadis disampingnya untuk jalan-jalan.
Di toko kecil pinggir jalan, ada seorang Pria tua yang menjual beberapa perhiasan giok yang sangat indah.
Kai mengambil dua kalung dan juga sebuah cincin kecil.
"Kalian berdua, pakailah ini.."
Ucapnya sambil memberikan kalung itu pada Biao Jian dan Yu Chi Lan.
"Tidak mau, Kakak~ Pakaian itu untukku oke.." Seperti biasanya, Biao Jian masih bersikap sangat manja.
Ketika Kai tidak ada di sekitarnya, Biao Jian berlatih sangat keras. Tetapi di hadapan Zhukai, Biao Jian menjadi sangat manja.
Kai tersenyum sambil menghela nafas, dia menyuruh Biao Jian untuk menggenggam rambutnya yang panjang agar Kai mudah untuk memakaikan kalung pada lehernya.
Melihat sikap kedua orang itu, sedikit rasa iri muncul di hati Yu Chi Lan. Dia tidak tahu kenapa, ketika Kai dekat dengan wanita lain, rasa kesal memenuhinya hatinya dan itu membuatnya marah.
"Kakak, kenapa tidak memakainya pada ibu juga.." Senyuman manis terukir di wajah cantik Biao Jian, dia berkata ketika Zhukai selesai memakaikan kalung pada lehernya.
Kai tertawa kecil dan berkata, "Ahaha, anu bolehkah aku?.."
"Hmph, terserah padamu.." Yu Chi Lan dengan sedikit dingin memberikan kalung di tangannya pada Zhukai.
Kai yang sudah terbiasa dengan sikap Yu Chi Lan hanya tersenyum kecil. Dia menyuruh Yu Chi Lan untuk menggenggam rambut panjangnya untuk mempermudah Kai dalam memakaikan kalung pada lehernya.
Ketika Kai selesai memasang kalung, dia sedikit membeku di tempat. Ini karena kalung yang dia belikan sangat cocok di tubuh Yu Chi Lan.
"Ibu, kamu sangat cantik~.." Biao Jian berlari untuk memeluk ibunya, hubungan mereka sudah sangat dekat setelah cukup lama bersama.
"Benarkah?"
"Ya, kamu sangat cantik. Itu sangat cocok untuk mu.." Sahut Zhukai tanpa menutupi rasa kagumnya.
"Terimakasih." Yu Chi Lan berkata pelan, karena wajahnya saat ini tertutup oleh cadarnya. Kai tidak menyadari bahwa kedua pipi wanita itu memerah.
"Baiklah, pelelangan akan dilakukan beberapa saat lagi. Kita harus cepat.."
Kai menggenggam tangan kedua gadis itu dan melesat dengan cepat setelah mengubah fisiknya menjadi Tubuh Petir Abadi.
Hanya dalam beberapa tarikan nafas, Kai dan dua gadisnya sampai di Rumah Lelang Huang.
Rumah Lelang Huang merupakan sebuah bangunan dengan tujuh lantai. Itu sangat besar dan cukup untuk menampung ratusan orang lainnya.
Ketika Kai sampai, lantai satu sudah penuh dan membuatnya naik ke lantai dua. Sama seperti sebelumnya, lantai dua juga sudah penuh dengan orang.
"Hmm, ini lebih ramai dari dugaan ku." Kai bergumam pelan setelah itu memutuskan untuk naik ke lantai tiga.
Tetapi ketika dia mencoba untuk naik ke lantai empat, langkahnya terhenti oleh sosok pria bertopeng yang merupakan seorang Kultivator.
"Maaf tamu lelang, lantai empat dan keatas nya hanya untuk tamu terhormat Rumah Lelang.."
"Hmm, adakah cara lain untuk naik kesana?" Kai bertanya, karena lantai ketiga cukup sesak Kai memutuskan untuk pergi ke lantai berikutnya.
Hembusan nafas panjang keluar dari hidung Zhukai, dia membuka Inventory dan mengeluarkan sebuah harta yang cukup langka. Tetapi itu tidak berguna baginya.
"Bagaimana dengan ini?" Kai menunjukkan sebuah piringan besi, meski terlihat usang, sebenarnya ada Array Kuno di dalamnya.
"Tunggu dulu, biar aku tanyakan pada tuan.."
Penjaga lantai itu mengambil piringan besi usang dari Zhukai dan berlari menaiki tangga. Tuan yang dimaksudkan tadi adalah manager Rumah Lelang.
Tak berselang lama, penjaga lantai turun menghampiri Zhukai dengan begitu terburu-buru.
"Tamu terhormat..."
"Ada apa?"
"Anu, Tuan memanggilmu untuk datang menemuinya.."
Kai mengangguk, dia mengajak dua gadisnya untuk ikut bersamanya.
"T–Tapi, tuan hanya.."
"Biarkan saja.." Sebuah suara samar seperti telepati terdengar dengan sangat jelas di telinga Zhukai.
"Hoh, jadi manager Rumah Lelang ini cukup kuat juga."
Dengan begitu, Kai dan kedua gadisnya berjalan naik keatas mengikuti penjaga lantai tepat di belakangnya.
Di lantai kelima, terdapat sebuah ruangan kecil. Kai membuka pintu kayu ruangan itu dan apa yang di lihat adalah sosok pria tua dengan senyuman berseri-seri di wajahnya.
"Tuan, dia adalah pria yang melelang piringan besi itu.." Penjaga lantai dengan hormat memperkenalkan Zhukai.
"Oh, silahkan duduk kalian bertiga."
Kai mengangguk dan segera duduk di depan kursi tak jauh dari pria tua itu.
"Ada apa memanggilku?" Tanya Kai acuh tak acuh.
"Haha, tidak apa-apa.. Hanya saja, darimana tamu terhormat mendapat harta ini?"
"Kenapa aku harus memberitahu mu hal itu? Apakah ada keuntungan untukku? Jika tidak aku akan segera pergi.."
"Tunggu dulu!!" Pria tua itu menyela.
"Apa?" Kai sedikit menyipitkan matanya tidak senang.
"Bagaimana jika aku membayar mu? Bagaimana dengan harta? Atau kekayaan? Berapa yang kau inginkan?"
"Heh.." Kai terkekeh pelan, dia datang kemari berharap untuk mencari barang yang bagus. Tetapi siapa yang menyangka bahwa pria tua di depannya menawarinya harta secara gratis.
"Maaf tetapi aku harus menolak, selamat tinggal.."
Kai keluar dari ruangan bersama dengan dua gadisnya, dia duduk di salah satu kursi yang terletak di lantai empat.
Di samping kanan kirinya, ada Biao Jian dan juga Yu Chi Lan. Mereka berdua menatap kebawah dimana gadis pembawa acara muncul.
"Kakak, kenapa belum dimulai juga?" Biao Jian bertanya dengan sedikit tidak sabar.
"Mungkin mereka masih menunggu kedatangan dua tamu terhormat." Jawab Kai.
Tak lama setelah itu, dari lantai bawah ada seorang pria muda dengan pakaian yang begitu mewah. Dia tidak lain adalah Pangeran ke-17 Kekaisaran Xuanzhen.
Selanjutnya muncul sosok gadis yang begitu cantik dengan ekspresi dingin di wajahnya, dia terlihat seperti berumur 17 tahun-an tetapi itu bukanlah umur aslinya.
Gadis cantik itu adalah perwakilan dari Akademi Kekaisaran, murid jenius sekaligus tunangan putra mahkota, Shen Yue.
Mereka berdua di kawal oleh beberapa Kultivator kuat dengan basis Kultivasi Dewa Surgawi.
Setelah dua tamu tersebut datang, gadis pembawa acara dengan pakaian terbuka memulai pelelangan.
"Baiklah, karena dua tamu terhormat telah datang, tanpa menunggu lebih lama lagi. Pelelangan akan dimulai!!.."
***
Bersambung..