
Dewa Iblis! dia bukanlah salah satu dewa perang kuno, tetapi kekuatan miliknya bahkan lebih mengerikan dibandingkan dewa perang kuno.
Ketika orang mendengar nama dewa iblis, itu adalah kabar buruk bagi mereka.
Pasalnya, tidak ada seorangpun Kultivator yang berhasil selamat ketika berhadapan dengan dewa Iblis.
Bahkan untuk Zhukai sendiri, keberadaan Dewa iblis merupakan suatu hal yang sangat mengerikan.
Saat Zhukai masih memiliki basis Kultivasi God of Creation Langit Ke-tiga. Dewa Iblis waktu itu juga memiliki basis Kultivasi yang sama dengan miliknya.
Kai sangat membenci Dewa iblis karena sikap buruknya yang membunuh jutaan orang tak bersalah hanya untuk memuaskan hasratnya.
Kai yang sudah tidak tahan dengan sikap dewa iblis waktu itu memutuskan untuk datang dan bertarung dengannya.
Bahkan setelah Zhukai mengerahkan seluruh kekuatan, ia masih kalah telak oleh Dea Iblis.
"Kau dewa bintang bukan? Aku dengar dari dari beberapa orang bahwa kau adalah seorang yang kuat, tetapi apa ini? Sangat lemah, bahkan tidak membuatku tertarik sedikitpun."
Dewa Iblis tertawa mengejek. Alasan mengapa dia bisa menang dari Zhukai adalah karena Godhood miliknya, yang mana itu bisa menetralkan setiap serangan yang Kai berikan.
Dalam pertarungan, Kai sendiri tidak diuntungkan karena kekuatan fisiknya lebih lemah di bandingkan dengan dewa iblis.
Pertarungan mereka berdua terus berlanjut hingga dimana Kai akhirnya mengeluarkan sebuah artefak yang ia temukan di reruntuhan Shura.
Itu adalah artefak yang sangat kuat, Sayanganya itu sudah rusak dan Zhukai hanya bisa menggunakannya sebanyak dua kali.
Kai sudah menggunakan artefak itu satu kali dan hanya terisa satu, tetapi hanya dengan satu serangan dari artefak itu. Tubuh Dewa iblis hancur menjadi banyak kepingan.
Saat itu, Zhukai mengira bahwa Dewa Iblis sudah terbunuh setelah menerima serangan itu, tetapi apa yang ia harapkan tidak terjadi.
Ketika dia melihat ingatan milik Water God, sosok dewa iblis benar-benar membuatnya bergidik ngeri.
Ia tahu seberapa kuatnya kekuatan dari dewa iblis, jika bukan karena bantuan dari artefak, mungkin waktu itu Zhukai lah yang terbunuh.
Sebenarnya, selain dewa iblis, ada dua sosok lain yang memiliki kekuatan yang sama atau bahkan lebih kuat dibandingkan dengan dewa perang kuno.
Mereka berdua adalah Sun Wukong dan Dewi Roh.
Untuk Sun Wukong, dia adalah sahabat dekat Zhukai, saudara yang baik yang bahkan rela membantu Zhukai melawan sebelas dewa perang kuno.
Sedangkan untuk Dewi Roh, tidak ada yang tahu dimana dia sebenarnya. Dewi Roh sudah lama tidak terlihat semenjak kebangkitan Zhukai.
Ada yang mengatakan bahwa Dewi Roh sedang berkultivasi tertutup, ada juga yang mengatakan bahwa Dewi Roh saat ini sedang hidup dengan tenang di dunia kecil.
"Hahhh, jika dia benar-benar Demon God. Ini akan menjadi semakin sulit..." Zhukai menghela nafas.
Setelah gambaran itu menghilang, dia berjalan keluar dari dimensi Mutiara Roh Air. Ketika ia keluar, Kai kembali kedalam danau dimana dia terseret masuk.
Kai dengan gerakan cepat mengambil Mutiara Roh Air dan berenang pergi ke permukaan.
"Haahh, kurasa aku harus menunda rencanaku untuk saat ini. Dengan adanya Demon God di pihak mereka, kesempatan ku untuk menang sangatlah kecil."
Zhukai keluar dari danau, dan berniat pergi meninggalkan tempat itu. Tetapi setelah melihat banyak herbal langka yang tumbuh disana, ia berfikir.
"Bukankah akan sia-sia jika aku meninggalkan herbal ini, Mwehehe.."
Ide buruk terbesit di dalam benaknya, Zhukai dengan gerakan cepat mulai memetik semua herbal yang ada di sekitar danau dan hanya menyisakan herbal sampah.
"Mwehehe, Water God ... Jangan salahkan aku jika terlalu kejam." Zhukai terus tertawaan dengan keras. Ia tidak menyisakan satupun herbal untuk Water God, bahkan ia juga menghancurkan kebun herbal miliknya.
Kai perlahan menghilang, sosoknya berubah menjadi asap hitam dan hilang seketika.
***
Water God datang seperti yang telah Kai perkirakan.
Tetapi ketika dia sampai di danau, tubuhnya mematung, ia tidak bisa berkata apa-apa melihat tanaman herbal yang ia tanam telah rusak.
"Bajingan!! Siapa yang melakukan ini." Water God berteriak marah.
Dia menghancurkan apa yang ada disekitarnya hingga membuat hutan itu sangat rusak.
Ketika dia berjalan menuju ke danau, energi dari Mutiara Roh Air telah menghilang. Melihat itu semua terjadi padanya, kedua kaki Water God menjadi lemas.
Dia tiba-tiba terjatuh dengan amarahnya yang meluap-luap.
"Aku pasti tidak salah merasakan waktu, pencuri sialan! Aku pasti akan menemukanmu dan membunuhmu dengan cara yang paling kejam." Water God mengeram marah.
Aura membunuhnya bahkan membuat tumbuhan-tumbuhan yang ada disekitarnya menjadi layu.
Dengan kemarahannya yang meluap-luap, Water God memerintahkan seluruh murid sekte air untuk menemukan pencuri itu.
Tetapi bagaimana Water God bisa menemukannya, dia bahkan tidak tahu wajah orang yang mencuri hartanya.
Dalam keadaan itu, Water God hanya bisa pasrah dengan keadaan, reputasinya akan hancur jika dewa perang kuno mengetahui hal seperti itu terjadi padanya.
"Sialan! sialan! sialan!... Kau, cari kambing hitam untuk situasi saat ini. Bunuh dia dengan cara terburuk yang pernah ada." Teriak Water God pada salah satu Tetua sekte.
Water God tidak pernah se-frustasi ini seumur hidupnya, bahkan ia sendiri tidak pernah membayangkan bahwa ada seseorang yang berani mencuri harta berharganya. Bahkan merusak kebun herbal yang telah ia rawat ribuan tahun lamanya.
Dengan begitu, seseorang yang tidak bersalah akhirnya menjadi korban menggantikan Zhukai.
Mayatnya begitu buruk, kulitnya dikelupas habis, tubuhnya digantung dengan wajah hancur.
Orang akan merasa sangat mual hanya dengan melihat betapa buruknya kondisi mayat itu.
Sementara itu, jauh dari tempat sekte Air berada, terlihat sosok pemuda dengan pakaian serba hitam.
Rambutnya hitam panjang terurai, dia berdiri tepat di antara empat pilar yang berdiri tegak.
"Sudah kuduga dia akan melakukan hal kejam seperti itu." Meski Zhukai saat ini berada di tempat yang jauh dari sekte air, tetapi ia masih mendengar informasi dari orang sekitar.
Ia merasa bersalah pada orang yang dijadikan sebagai kambing hitam oleh Water God. Untuk reputasinya, bahkan seorang dewa kuat seperti dirinya akan melakukan hal kejam seperti itu.
Zhukai menghela nafas panjang, dia duduk di tengah-tengah keempat pilar besar dan mulai mengalirkan Qi miliknya.
Perlahan, keempat pilar itu mengeluarkan cahaya emas yang akhirnya menyatu dan menembakkan sebuah sinar emas keatas langit.
Ledakan cahaya itu mengejutkan Water God dan juga para Kultivator yang ada di Alam Air.
"Tuan, seseorang mengaktifkan lorong dimensi secara paksa. Dia pasti orang yang telah mencuri harta dan menghancurkan kebun tuan." Seorang tetua datang dengan wajah panik dan cemas berkata pada Water God.
"Apaa!!?" Water God berusaha mengejar dengan kecepatan tercepatnya, tetapi karena jarak yang sangat jauh, ia sedikit terlambat.
Zhukai sudah masuk terlebih dulu kedalam lorong Dimensi yang terbuka karena sinar cahaya pilar.
Lorong Dimensi itu tertutup tepat setelah Water God sampai disana.
"Sial!! Aku pasti akan membunuhmu pencuri sialan!!."
***
Bersambung.