Re-system

Re-system
Bertemu Elf Queen



"Kenapa ada manusia di wilayah kita!! Dan mengapa pelindungnya tidak memberi alarm.." Gadis peri itu berteriak marah pada seorang pria di belakangnya.


"Anu putri, kami juga tidak tahu. Jangan-jangan manusia ini menggunakan beberapa trik untuk melewati nya." Pria ras peri itu seketika mengambil anak panah di punggungnya dan melepaskan panah itu pada Zhukai.


Slapp!!..


Kai menangkap panah itu dengan mudah dan mematahkannya menjadi dua bagian. Matanya menatap tajam pada sosok pria yang baru saja mengarahkan senjatanya padanya.


Ras peri, itu adalah Ras yang memiliki kehidupan yang abadi. Tidak pernah mengalami penuaan sedikit, tetapi tingkat kelahiran Ras mereka sangat kecil.


Kai tahu hal itu karena dia pernah memainkan sebuah game Mmorpg yang dimana itu tentang pedang dan sihir.


Tetapi hal yang membuatnya bingung adalah tentang bagiamana dirinya, yang merupakan seorang Kultivator bisa sampai di dunia seperti itu.


Dan alasan tipisnya energi spiritual di dunia itu adalah terdapat energi lain sebagai penggantinya.


"Tch, kita akan membicarakan itu dengan ratu nanti. Saat ini kita harus menangkap penyusup ini.." Wanita ras peri itu berkata dengan begitu angkuh dan percaya diri.


Dia sama sekali tidak menganggap Zhukai sebagai lawan yang kuat karena tidak merasakan aliran mana darinya.


"Menangkap ku? Kekeke, batu kali ini aku mendengarnya secara langsung dari mulut seorang wanita.."


Swosshh!!..


Kai menghilang dan kembali muncul di tengah-tengah rasa peri itu, dia berputar-putar sambil mengeluarkan Tarian Pedang Api.


"Menghindar!!.."


Booomm!!..


Ledakan yang sangat keras menghancurkan beberapa pohon dan juga bebatuan yang ada di dalam hutan. Sementara tujuh peri yang menghindar dari serangan Zhukai mulai membalas dengan puluhan anak panah mengarah padanya.


"Wahai Roh Hutan berikanlah aku berkahmu, Panah Ilahi!!"


Panah kayu yang dipegang oleh Wanita ras peri itu mengeluarkan cahaya terang. Titik cahaya itu berkumpul menjadi sayu dan melesat dengan kecepatan tinggi mengarah pada Zhukai.


Whusss!!..


Lintasan panah itu sangat tidak beraturan sehingga membuat Zhukai sedikit kesulitan menentukan arahnya.


"Haaa... Teknik Penguatan Tubuh : Tubuh Dewa."


Booomm!!..


Ledakan yang begitu keras bersamaan dengan berubahnya warna bola mata pada Zhukai membuat atmosfer di sekitarnya ikut berubah.


Kai tidak menghindar, sebaliknya dia menahan serangan itu dengan tubuhnya.


"Mencoba menahan panah Ilahi secara langsung? Betapa bodohnya dia.."


Tepat di detik berikutnya, ketika panah cahaya menghantam tubuh Zhukai, ledakan kembali terdengar.


Setelah kumpulan asap menghilang, semua ras peri itu tercengang dengan mulut terbuka lebar.


"I–Itu tidak mungkin bukan? Bahkan Goldon pejuang terkuat yang dimiliki kerajaan singa akan mengalami luka parah jika menerimanya secara langsung.."


Mendengar ucapan tidak percaya dari para Ras peri membuat Kai terkekeh. Tubuh fisiknya adalah yang terkuat di Alam Dewa, bagaimana mungkin itu bisa dibandingkan dengan fisik orang biasa.


Dan serangan Peri barusan, meski itu memiliki daya ledak yang kuat. Tetapi tidak ada sedikitpun Qi yang terkandung di dalamnya melainkan hal lain.


"Berhenti! Aku tidak ingin membunuh salah satu dari kalian. Sebenarnya aku tersesat sampai disini." Ucap Zhukai sambil menarik kembali tekanannya pada semua Ras Peri yang ada.


Dengan hilangnya tekanan yang membebani tubuh mereka. Meski niat membunuh dari Zhukai sudah menghilang, tidak ada satupun dari mereka yang melepas senjata dari tangannya.


"Taruh senjata kalian.." Ucap wanita ras peri memberi perintah.


"Lakukan saja seperti yang aku katakan!!." Wanita ras peri itu berkata dengan nada tinggi.


Jika dia terus melanjutkan pertarungan dengan Zhukai, ia takut jika mereka melanjutkan pertarungan ini, nyawa rekan-rekan nya mungkin tidak selamat.


Apalagi Zhukai sama sekali belum menunjukkan kekuatannya sedari awal.


"Baiklah, kami sudah meletakkan senjatanya. Bisakah kita bicara baik-baik?" Tanya putri itu sedikit memasang senyum.


Kai tertunduk dengan sedikit senyum kemudian berkata, "Seperti yang kamu inginkan."


Dengan begitu, Zhukai mengikuti puluhan ras peri itu masuk kedalam huta. yang lebih dalam. Dari balik pepohonan yang begitu lebat dan juga besar, terdapat sebuah desa yang begitu indah.


Karangan bunga, aliran sungai dan juga Ir terjun yang menjulang cukup tinggi membuat tempat itu benar-benar sangat indah.


"Whoaa.. Apakah ini desa milik ras peri?" Kai menatap dengan begitu kagum


"Tapi bagiamana aku keluar dari tempat ini dan mendapatkan harta yang Meng Nie maksud? Tidak ada petunjuk sedikitpun mengenai hal ini, Anda saja Yi dan Yui ada disini, mungkin ini akan mudah." Pikir Kai dalam benaknya sedikit frustasi.


Apalagi dia sama sekali tidak tahu bagaiman keadaan Biao Jian, Yu Chi Lan, dan Meng Nie.


Yang paling dia khawatirkan adalah Biao Jian. Diantara mereka berempat, hanya Biao Jian yang memiliki basis Kultivasi terendah.


"Aku harus cepat-cepat pergi dari Dunia ini dan menemukan mereka bertiga."


Setelah berjalan cukup lama, Kai tiba tepat di depan sebuah rumah yang paling besar diantara rumah-rumah yang lain.


Itu berada di atas pohon seolah-olah rumah itu menyatu dengan pohon. Meski begitu, desain rumah itu sangatlah menakjubkan.


Wanita yang dipanggil putri oleh peri lainnya segera memerintahkan semua orang pergi kecuali dirinya dan Zhukai.


"Ratu, saya sudah membawa orang yang berhasil melewati penghalang nya." Wanita itu berlutut dengan sangat sopan hingga suara keluar dari dalam rumah.


"Kamu bisa berdiri Lifa.."


"Baik ratu." Wanita itu berdiri dan berbalik untuk menyuruh Kai masuk.


"Silahkan, Yang Mulia Ratu sedang menunggumu." Wanita itu berkata dengan sangat sopan sambil sedikit menundukkan kepalanya.


Kai diam tidak menjawab, dia mengangkat kakinya dan melangkah maju melewati pintu rumah itu.


Hembusan angin yang cukup segar menbuat rambut hitam panjangnya sedikit terurai. Sementara itu, di dalam rumah tersebut terlihat sosok wanita yang sangat cantik.


Keindahan yang tak terlukiskan, rambut putih panjang, bibir yang sedikit merah dengan lentik matanya yang begitu indah.


Sosoknya yang sedang duduk sambil menatap keluar jendela membuatnya terlihat sangat cantik.


Dia menyesap cangkir teh di tangannya dan segera mengalihkan pandangannya pada Zhukai.


"Ini adalah kali pertamanya kita bertemu. Kami adalah seorang yang pertamakali masuk ke wilayah kami. Biarkan aku menyambut mu secara pribadi." Ratu Peri itu bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Zhukai yang berada di pintu masuk.


"Perkenalkan, aku Wei'er Yunlan. Seperti yang kamu bayangkan, aku adalah Ratu Peri di desa ini." Ucapnya dengan senyuman manis di wajahnya.


Tingginya sekitar 185 cm, hampir menyamai tinggi Zhukai yang mencapai 195 cm. Meski begitu, Kai yang sudah mendapatkan banyak keindahan disisinya tidak begitu terkejut melihat kecantikan Ratu Peri.


Dia dengan lembut menjabat tangan Wei'er dan mengatakan namanya dengan lantang.


"Aku Zhukai!.."


***


Bersambung