
Benua Ashura!! sebagai benua terkuat sekaligus penguasa Alam Dewa, tidak ada seorangpun yang berani menentang kekuasaannya.
Benua Ashura tidak seperti dua benua lainnya yang ada di Dataran Luo, energi spiritual yang ada disana dua kali lebih padat dibandingkan dengan Benua Xuanzhen dan Benua Awan cerah.
Dengan kelebihan itu, para Kultivator di Benua Ashura berkultivasi dua kali lebih cepat di bandingkan dengan dua benua lainnya.
Bukan hanya itu saja, Benua Ashura juga memiliki banyak herbal langka dan juga harta-harta di era kuno.
Benua Ashura terbagi menjadi empat wilayah dengan satu pusat yaitu Gerbang Ashura dimana penguasa Alam Dewa tinggal.
Kai sendiri saat ini ada di wilayah utara, yang tepatnya berada di bawah pimpinan Kekaisaran Han.
Setelah dia keluar dari hutan, apa yang menunggunya adalah padang rumout yang sangat luas dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi.
"Udara disini begitu segar, mungkinkah ada desa disekitar sini."
Kai berdiri tepat diatas sebuah tebing, itu begitu tinggi dan ketika ia menatap kebawah setidaknya itu berada 1 mil dari atas tanah.
Bahkan di samping kanan dan kirinya Kai melihat banyak awan tertiup angin datang padanya.
Kai melompat dari ketinggian itu dan menciptakan ledakan ketika tubuhnya menghantam tanah.
Ledakan itu menghancurkan tanah disekitarnya dan menciptakan sebuah retakan yang cukup besar.
Whusss!!
Tubuhnya melesat dengan cepat menyusuri Padang rumput itu, hanya ketika malam hari telah tiba, ia sampai di sebuah kota yang begitu besar. Bahkan bisa dibandingkan dengan kota besar di Benua Xuanzhen.
Meskipun kota itu sangat dekat dengan hutan, namun tidak ada sedikitpun kerusakan di tembok kota. Seolah tidak ada satupun binatang buas yang pernah menyerangnya.
Sama seperti hal yang biasanya Kai jumpai, terlihat dua pria dengan pedang di tubuh mereka menjaga gerbang di kota itu.
Meski itu adalah malam hari, masih terdapat beberapa pedagang yang masuk kedalam kota.
"10 batu raja! kau bisa masuk."
Kai mengambil batu raja yang ada di sakunya dan memberikannya pada salah satu penjaga itu sebagai biaya masuk.
Ketika dia memasuki kota, cahaya di sekitar kota terlihat cukup terang. Ada banyak lampu di sepanjang jalan membuat kota itu begitu hidup.
Kai datang pada salah satu penginapan dan memesan makanan sekaligus kamar disana.
Ia menghabiskan hampir 40 batu raja untuk menginap selama satu minggu sekaligus membayar biaya makan.
Resepsionis di penginapan itu juga merupakan orang yang ramah. Tidak seperti yang ia temui di Benua Xuanzhen, mayoritas penduduk di kota merupakan orang yang ramah.
Di dalam kamar penginapan, Kai membaringkan tubuhnya diatas kasur sambil mencoba memejamkan matanya.
"Hehehe, besok adalah Lelang Semesta dimulai, aku menjadi tidak sabar menunggu itu."
Hanya memikirkan hal itu sudah membuat Zhukai sangat bersemangat hingga membuatnya kesulitan untuk tidur.
Hingga ketika esok paginya tiba, Kai terbangun setelah mendengar notifikasi dari Systemnya.
Ding.
[Lelang semesta akan dimulai dalam 1 jam lagi, mohon Kai Gege segera mempersiapkan diri]
Kai yang baru saja terbangun dari tidurnya segera membersihkan diri dan segera turun kebawah.
"Oh, pria tampan yang kemarin.."
"Halo tampan."
Dia seketika menjadi pusat perhatian diantara para gadis karena wajah tampannya, itunjuga menimbulkan perasaan iri diantara pelanggan pria lainnya.
"Hahaha, apakah aku memang setampan itu." Kai tertawa kecil sembari menunggu makanannya datang.
Setelah Kai menghabiskan makanannya, ia berjalan kbalinke kamar dan membuka layar Hologram.
"Berapa lama lagi?"
[Lelang Semesta akan dimulai dalam, 5.. 4.. 3.. 2.. 1..]
Blinkk!!
"Hei, apakah kau orang baru?" Seorang pria di sampingnya yang wajahnya tertutup sebuah topeng bertanya.
"Ya.." Jawab Zhukai acuh tak acuh.
Dia sebenarnya sudah tahu itu karena terdapat perbedaan antara para pendatang baru dan yang sudah lama mengikuti pelelangan.
Untuk mereka yang baru saja ikut lelang, mereka memiliki aura berwarna hijau kekuningan sementara untuk mereka yang sudah mengikuti lelang setidaknya lebih dari tiga kali. Aura yang keluar dari tubuh mereka berwarna ungu kehitaman.
"Hahaha, jangan terlalu dingin seperti itu. Ngomong-ngomong darimana asalmu?"
Kai menatap tajam pria disampingnya. dari belakang topeng, suara yang keluar darinya begitu dingin.
"Apakah kau orang bodoh? Identitas dari tamu lelang adalah rahasia. Semua orang tahu itu, lantas kenapa kau masih bertanya hal itu padaku."
Pria tadi seketika ketakutan dan berkata pada Zhukai dengan marah.
"Tch, dasar pendatang baru yang sombong."
Kai mengabaikan itu dan fokus pada pelelangan kali ini. Tiba-tiba setitik cahaya tiba-tiba bersinar terang tepat di tengah panggung.
Sosok wanita dengan pakaian yang seksi ditambah dengan topeng cantik membuat nafsu semua pria meningkat hanya dengan melihatnya.
"Oh, dia... Jadi bahkan setelah ratusan ribu tahun berlalu dia masih menjadi seorang pembawa acara dalam lelang ini."
Kalau Kai tidak salah mengingat nya, nama wanita itu adalah Murong Xin. Ketika Kai mencoba menggunakan analisis padanya, sebuah tekanan besar seketika menghantam tubuhnya.
Ketika dia kembali menatap ke atas panggung, ternyata Murong Xin memberinya sebuah tatapan tajam.
[Kultivasinya terlalu tinggi Kai Gege, dengan kekuatanmu saat ini. Kamu tidak bisa menganalisis kekuatannya]
"Hahaha, maaf aku ingin tahu apa serangan balik ketika aku mencoba menganalisis musuh dengan kekuatan yang lebih kuat diriku."
Kai tidak berani bersikap gegabah lagi, dia hanya berdiam sambil terus melihat jalannya lelang.
Apalagi identitas dari pemilik Lelang semesta sangat misterius, itu setidaknya berasal dari Dunia Atas dengan status tinggi disana.
Sementara itu Murong Xin, dia mengumumkan sebuah kata-kata yang begitu pelan.
"Ternyata ada orang mesum yang berani menggunakan serangan mental padaku, aku akan memberinya pelajaran nanti."
"Halo semuanya, aku Murong Xin yang akan menjadi pembawa acara dalam lelang kali ini. Maafkan aku karena tadi ada beberapa masalah yang menganggu." Ucapnya dengan senyuman pada semua orang.
Teriakan dari para tamu lelang segera memenuhi Pelelangan Semesta, bahkan suara orang berfikiran mesum terdengar dengan begitu keras.
"Ohhhh... Murong Xin!! lihatlah tubuhnya, apalagi ******* nya itu begitu besar. Aku ingin sekali meremasnya."
"Hehe, tentu saja lihatlah pantatnya yang begitu besar itu. Aku hampir mengira bahwa dia adalah wanita dari tempat pelacuran."
Meski ada banyak yang meneriakkan kata-kata yang tidak sopan tentang itu, Murong Xin sama sekali tidak terlihat terganggu sama sekali.
"Baiklah, untuk barang pertama pelelangan kali ini.."
Sebuah kotak tiba-tiba muncul dan melayang tepat di samping Murong Xin, ketika kotak itu perlahan terbuka. Cahaya yang begitu terang segera menyinari seluruh tempat lelang dan berlangsung kurang dari dua detik.
"Ini adalah barang pertama lelang, Giok Mandat Jiwa..."
"Ini berisi peninggalan dari seorang Kultivator kuat yang menaruh mandat jiwanya dalam batu giok ini. Untuk seseorang yang merasa energi mentalnya masih sangat lemah, giok ini sangatlah berguna."
"Untuk harga awalnya adalah 100 Poin Angkasa, setiap peningkatan bebas tanpa batasan." Ucap Murong Xin.
Banyak orang yang memulai tawaran nya hingga mencapai 500 Poin Angkasa. Ketika semua orang menganggap bahwa itu adalah tawaran maksimalnya, kau mulai menawar.
"1.000 Poin Angkasa."
***
Bersambung..
Authornya lagi gak ada kuota, jadi update nya tiap malam yah dan insyaallah beberapa hari ini bakal up empat ch sehari
Terimakasih buat yang sudah membaca