
Setelah melihat siluet Yu Hanlong dan juniornya menghilang, Wang Zhong yang duduk diam mulai bertanya.
"Pria itu... Mengapa dia terlihat mirip dengan Light God?"
Karena dulu sekali Wang Zhong pernah bertemu dengan Light God dan juga dewa perang yang lain, dia masih ingat dengan jelas wajah dan aura mereka.
Dan apa yang Wang Zhong rasakan saat melihat Yu Hanlong adalah aura yang dimiliknya cukup mirip dengan Light God. Apalagi paras wajah Yu Hanlong juga memiliki kemiripan dengan Light God.
"Kau cukup teliti ternyata, dia adalah putranya.."
Yu Hanlong sedikit terkejut setelah mendengar jawaban Zhukai, "Dia putra Light God? Tapi mengapa dia membantumu untuk membunuh ayahnya sendiri?"
Senyum tipis terlihat di wajah Zhukai, dia menatap Wang Zhong kemudian berkata.
"Karena...."
Tepat setelah Wang Zhong mendengar jawaban Zhukai, dia menghela nafas panjang dan mulai berdiri.
"Haahh, Light God cukup bodoh ternyata karena membuang seroang berbakat sepertinya." Wang Zhong tertawa keras kemudian berjalan ke meja kasir untuk membayar semua makanan yang telah ia pesan.
Sementara itu, beberapa murid sekte cahaya yang sedang makan di rumah makan tersebut mengerutkan keningnya setelah mendengar Wang Zhong mengejek Light God dengan kata bodoh.
"Hei kau berhenti!!..." Seorang pria dengan baju merah menyala menghentikan langkah Wang Zhong saat hendak kembali.
"Ada apa!!.."
Wang Zhong menatap balik pria itu sambil menunjukkan otot-otot tubuhnya yang sangat kuat.
"Tch, kau baru saja menghina pemimpin sekte kami! Jangan harap kau bisa keluar dari tempat ini dengan selamat."
Pria itu memanggil rekan-rekan yang juga sedang makan di sana. Basis Kultivasi mereka tidak rendah, masing-masing dari mereka sudah mencapai tanah God of Destruction Langit ke-lima.
Setelah rekan-rekannya berdatangan untuk mengepung Wang Zhong, pria itu tersenyum sini dengan tawa ejekan keluar dari mulutnya.
"Hahaha, lalu apa jika kau memiliki tubuh yang kuat, apa kau bisa mengalahkan kami bersembilan!?"
Pertengkaran itu cukup cepat menarik para tamu lain yang makan di rumah makan tersebut..
Sementaranya itu, pemilik rumah makan hanya berdiri diam tanpa menghentikan perkelahian itu.
Bukannya dia tidak ingin menghentikan perkelahian di rumah makannya, tetapi dia tidak memiliki kekuatan untuk itu.
"Lihat ada orang idiot yang berani mencari masalah dengan sekte cahaya." seorang pria muda berkata pada temannya sambil menunjuk seorang pria yang berdiri di antara murid sekte cahaya yang mengepungnya.
"Haha, aku kasihan dengan orang itu. Tapi itu salahnya sendiri karena berani mencari masalah dengan sekte cahaya."
Sementara itu, Wang Zhong menatap sembilan orang yang mengepungnya dengan wajah aneh. Dia tidak dapat menahan diri untuk tidak teratwa.
"Hahaha... Lucu sekali, apakah murid-murid sekte cahaya begitu pengecut hingga membawa rekannya untuk melawan satu orang."
Perkataan Wang Zhong seketika membuat banyak orang yang menonton berpikir ulang. Seseorang diantara banyaknya orang mulai berkata.
"Dia benar! Ternyata murid-murid sekte cahaya hanya seorang pengecut yang membawa rekan mereka untuk mengalahkan satu orang biasa."
Mendengar beberapa kata yang di lontarkan oleh banyak orang, pria itu mengerutkan keningnya sambil menyuruh rekan-rekannya untuk segera membunuh Wang Zhong.
"Cepat bunuh dia! Kalau tidak reputasi sekte kita akan hancur."
Kedelapan rekannya segera memberi anggukan kecil, mereka mengeluarkan sebilah pedang yang tersarung di pinggang masing-masing orang.
Mereka segera menghunuskan pedang di tangan mereka kepada Wang Zhong.
Sayangnya, begitu mata pedang mereka mengenai tubuh Wang Zhong. Terdengar bunyi ledakan yang menggema di seluruh rumah makan.
Saat asap yang menutup pandangan semua orang mulai menghilang, terlihat Wang Zhong yang masih berdiri kokoh sementara murid sekte cahaya mundur beberapa langkah dengan pedang mereka yang telah hancur.
"Apa!!??? ... Apa kau melihat itu, pria itu sama sekali tidak bergerak dan menerima serangan kedelapan murid itu secara bersamaan. Tapi siapa sangka tubuh pria itu menjadi sangat kuat hingga menghancurkan setiap pedang murid sekte cahaya."
Dia yakin bahwa dengan serangan gabungan dari rekan-rekannya itu sudah cukup untuk membunuh Wang Zhong.
Tidak pernah terpikirkan sedikitpun dalam benaknya bahwa orang yang akan di permalukan adalah dirinya dan murid sekte cahaya.
"Tch, kita pergi ..." Karena merasa dia tidak memiliki peluang untuk menang, pria itu segera berbalik pergi untuk meninggalkan rumah makan secepat yang ia bisa.
Sayangnya....
"Siapa bilang kau boleh pergi?" Wang Zhong berdiri tepat di depan pria itu untuk menghentikan langkahnya..
Bagaimana mungkin dia membiarkan para murid sekte cahaya ini dengan mudah?
"Apa aku perlu izinmu untuk pergi? aku adalah murid inti sekte cahaya, jika kau mempermalukan ku disini. Kematian adalah hak yang kau dapatkan."
Pria itu berkata dengan senyum sinis, tetapi...
Berbeda seperti yang dia harapkan, Wang Zhong sama sekali tidak peduli dengan ancamannya.
Wang Zhong meraih kerah baju pria itu dan mengangkat tubuhnya cukup tinggi kemudian membantingnya ke lantai.
Ledakan besar terjadi bersamaan dengan lantai rumah makan yang hancur...
"Senior!!..."
Kedelapan murid lain yang mendapatkan akal sehat mereka segera membantu pria itu berdiri.
"Beraninya kau!!... Akan aku ingat ini."
Dengan tubuh dipenuhi dengan luka memar, pria itu menggertakkan giginya dengan amarah memenuhi kepalanya.
Saat Wang Zhong berniat menghajar pria itu, Kai berdiri untuk menghentikannya.
"Berhenti! cukup sampai di sini. Kita akan pergi sekarang."
Dengan kemunculan Zhukai yang tiba-tiba, dia segera menjadi pusat perhatian.
"Tapi guru–..."
Ucapan Wang Zhong berhenti saat melihat tatapan tajam Zhukai yang diarahkan kepadanya.
Dia akhirnya memilih diam dan mengikut apa yang Kai perintahkan, "Tch, sebaiknya kau manfaat sisa hidupmu dengan baik karena besok adalah hari kematian mu."
Begitu Zhukai menyelesaikan kalimatnya, dia berjalan pergi melewati kerumunan orang yang melihatnya.
Saat Kai dan Wang Zhong sudah berada di luar rumah makan, Wang Zhong berkata. "Kenapa guru menghentikan ku, mereka sangat sombong hingga mengingatkan ku dengan dewa sialan itu."
Mendengar ketidak senanggan yang Wang Zhong keluhkan, Kai menghela nafas panjang.
"Untuk apa kau repot-repot menghadapi para idiot itu, karena besok adalah saat dimana kita menyerang sekte cahaya, kau bisa mengamuk sesuka hatimu."
Kai dan Wang Zhong segera berjalan mencari penginapan terdekat sambil mempersiapkan diri untuk pertempuran besok.
Saat Kai sampai di penginapan, dia memesan dua kamar untuk menginap selama satu malam.
Setelah membayar biaya penginapan, Kai segera pergi ke kamarnya dan melemparkannya dirinya keatas kasur.
Saat Kai memandang langit yang dipenuhi dengan bintang di luar jendela, dia sedikit tersenyum.
"Haahhh, aku sedikit merindukan dia. Apakah dia baik-baik saja saat ini ... Lin Yue.."
***
Bersambung...