Re-system

Re-system
Tao Tie



Sebuah tempat yang bernama Alam Cahaya, seorang pria muda tampan dengan rambut emas panjang terikat di atas duduk sambil menyesap secangkir teh yang masih hangat.


Ketukan pintu terdengar dari luar, Pria itu membuka mulutnya dan berkata rendah, "Masuk."


Klak!


Pintu terbuka, sosok pria setengah baya dengan mata terpejam berjalan maju. Dia membungkuk memberi hormat setelah hingga menunggu pria muda bertanya.


"Ada apa, apakah ada hal yang ingin kau katakan?"


"Ya tuanku, kami kehilangan kontak dengan Ling Lung, kurasa dia terbunuh saat mencari murid kesayangan anda."


Tepat setelah pria tadi berkata seperti itu, suara kaca pecah terdengar keras membuat tubuhnya bergetar.


"Apa katamu." Pria muda tadi mengeluarkan tekanan yang begitu kuat hingga membuat pria setengah baya tidak bisa bernafas.


"M–Maafkan hamba tuan, saya akan mengirim murid yang lebih kuat untuk mencarinya."


Pria muda yang tak lain adalah Dewa Matahari mengeram marah, dia berdiri dan berjalan menuju ke jendela tanpa sedikitpun menarik tekanannya.


"Hmph, aku baru saja tahu beberapa hari yang laku bahwa giok jiwa milik muridku telah hancur."


Ekspresi pria setengah baya tadi semakin pucat, dia sangat cemas dan tidak tahu bagaimana menenangkan Sun God jika dia marah.


"M–Maafkan saya tuan, bawahan ini tidak kompeten." Dia tahu dengan baik tempramen dari Sun God.


Semenjak kekalahannya dari sekte milik Martial God dalam Turnamen dewa ribuan yang lalu, Sun God menjadi sangat pemarah.


Bahkan yang lebih parahnya lagi, Sun God selalu melampiaskan rasa kesalnya pada para bawahannya.


"Kapan turnamen dewa akan diadakan lagi?" Sun God berbalik, dia menatap lurus pada pria paruh baya di depannya sambil bertanya.


"Turnamen Dewa akan diadakan sepuluh tahun lagi tuanku."


Mendengar jawaban pria paruh baya itu, seringai muncul di wajah Sun God. Dia tertawa seperti orang gila untuk waktu yang lama hingga menyuruh pria paruh itu pergi.


"Tunggu sebentar, bagaimana dengan pergerakan sekte itu?" Sun God menghentikan langkah pria paruh baya itu sambil bertanya.


Pria paruh baya itu segera sadar apa yang dimaksud oleh Sun God, "Jangan khawatir tuanku, sekte bintang primordial masih bersembunyi dan tidak menunjukkan taringnya."


"Itu bagus, kau boleh pergi."


Meskipun saat ini sekte bintang primordial terus menurun, tetapi Sun God masih takut dengan ancaman mereka.


Jika bukan karena bantuan dari sekte dewa perang yang lain, akan mustahil untuk menekan sekte bintang primordial yang dipenuhi dengan ahli yang sangat kuat.


Apalagi dengan harta dan sumber daya yang ditinggalkan oleh dewa bintang, mereka bisa bangkit kapan saja dan hanya tinggal menunggu waktunya tiba.


"Dewa Bintang sialan, bahkan setelah kau tiada, orang yang berhubungan dengan mu masih membuat masalah denganku."


Tepat setelah Sun God menyelesaikan kalimatnya, dia berjalan pergi keluar dari ruangannya.


***


Sebuah alam diantara ribuan dunia ilahi, sosok pria muda memegang pedang hitam di tangannya dan terus membunuh semua binatang buas yang ia temui jauh di dalam hutan.


Pakaiannya saat ini penuh dengan darah segar, bahkan pedang hitam itu telah berubah merah karena darah.


"Haahhh.. Leveling disini cukup memuaskan, bintang buas yang hidup di dalam hutan tidak kuat tetapi juga tidak lemah." Kai bergumam, dia duduk dibawah sebuah pohon sambil meneguk arak untuk menghilangkan rasa haus.


Blinkk!!


Sebuah kabut hitam tebal muncul tepat di hadapannya, dari kabut hitam yang mengumpul itu, muncul sosok wanita dewasa yang begitu cantik dengan senyum menggoda di wajahnya.


"Hubby, kamu minum tanpa mengajakku? Kamu jahat tahu." Qi Yue berkata cemberut.


Melihat kemunculan Qi Yue yang tiba-tiba, Kai mengerutkan keningnya. "Ha? apakah seorang roh pedang juga meminum alkohol?" Pikirnya sedikit terkejut.


Dia menghela nafas, menyuruh Qi Yue untuk duduk di sampingnya. "Ini, aku tidak tahu jika kamu juga menyukai alkohol."


Qi Yue tersenyum, dia mengambil alkohol itu dan meneguknya.


Melihat alkohol yang menetes melewati leher Qi Yue yang begitu putih dan halus, Kai tidak dapat mengalihkan pandangannya darinya.


"Ah..." Setelah Qi Yue menatap balik Zhukai dengan bingung, "Hubby, apakah ada sesuatu di wajahku?"


Kai dengan cepat kembali ke akal sehatnya, dia menggelengkan kepalanya, berdiri dan mengambil pedang hitam yang tergeletak tepat di sampingnya.


"Ha, waktu istirahat sudah habis.."


Kai berdiri, berjalan maju untuk melanjutkan Leveling nya.


Qi Yue juga mengikuti langkah Zhukai Deo belakangnya sambil terus meneguk arak yang Kai berikan.


Waktu berlalu, matahari berganti digantikan oleh cahaya bulan keperakan yang bersinar malam itu.


Zhukai mengistirahatkan tubuhnya, dalam sehari leveling secara gila, dia mendapatkan hampir 1 Milyar Poin Takdir.


Saat malam hari Kai memutuskan untuk melatih teknik Bintang Agung Penghancur. Itu adalah latihan yang dia lakukan setiap malam hari.


Dia duduk diatas sebuah batu, memandang langit berbintang sambil menghela nafas panjang.


Kai memejamkan kedua matanya, membuka semua garis Meridian yang ada di tubuhnya dan mulai menghirup energi spiritual.


Bintang Agung Penghancur bukan hanya sebuah teknik Kultivasi yang digunakan untuk mengisi dan meningkatkan energi bintang.


Tetapi itu juga bisa di gunakan untuk berkultivasi dan meningkatkan kecepatan Kultivasi seseorang lebih cepat dari pada umumnya.


Cahaya bintang yang terserap masuk kedalam tubuh Zhukai segera di murnikan dan memasuki star lord.


Kai terus berkultivasi sampai tidak sadar bahwa ada sesosok monster datang untuk mengincarnya.


Swosshh


Siluet hitam dari balik bayangan melesat dengan cakarnya yang sangat tajam.


Kai secara tiba-tiba membuka kedua matanya, mengeluarkan pedang hitam dari Inventory dan menghunuskan pedangnya maju.


Dentang!


Suara bunyi benturan logam terdengar ketika pedang hitam dan cakar itu saling berbenturan.


Zhukai berdiri diam sementara siluet tadi terhempas beberapa meter kebelakang.


Ketika sosoknya terkena cahaya bulan, itu memperlihatkan sebuah binatang mirip seperti singa tetapi kepalanya hampir terlihat seperti naga.


Zhukai membelalakkan matanya sedikit terkejut, dia menatap monster itu sambil bergumam pelan.


"Tao Tie.."


Itu adalah monster yang sangat langka untuk ditemui, karena seluruh tubuhnya sangat berharga, Tao Tie menjadi buruan hampir semua Kultivator di dunia.


Tetapi karena kecepatannya yang sangat tidak masuk akal, itu membuat Tao Tie sangat susah untuk di tangkap.


Kai sendiri pernah menjumpai mereka di kehidupan keduanya, tetapi bahkan setelah mengejarnya selama beberapa hari, Zhukai tidak dapat menyentuh atau bahkan menggores mereka.


"Hehehe, untungnya hewan satu ini belum dewasa jadi dia belum membangkitkan konstitusi nya."


Zhukai menyeringai, dia memasukkan kembali pedang kedalam Inventory dan menggunakan skill Teleportasi untuk berpindah tempat tepat di belakang Tao Tie.


Whuss!


Seakan sadar akan bahaya, Tao Tie itu tiba-tiba melesat sebelum Zhukai dapat menangkapnya.


Kai terperangah sambil tersenyum kecut, "Bahkan saat remaja dia sudah secepat ini? Kurasa ini akan membutuhkan Sedikit usaha."


***


Bersambung..