Re-system

Re-system
Rencana dengan Klan Rubah



Hari demi hari telah berlalu, di sebuah halaman yang memiliki ukuran tidak cukup besar, terlihat seorang pria muda sedang mengayunkan ranting dan secara terus-menerus mengulangi hal yang sama.


Setelah berlatih beberapa jam ia akan segera beristirahat dan setelah istirahat untuk waktu tertentu, ia akan kembali melanjutkan latihan.


Tepat satu Minggu semenjak Kai mulai berlatih Keterampilan Tujuh gerakan pemecah batu, ia akhirnya telah mencapai tahap sempurna dari teknik tersebut.


Sebenarnya ia berhasil mempelajari, semua gerakan hanya dalam waktu 2 hari, Tetapi Kai masih terus berusaha untuk mencapai tingkat sempurna dalam keterampilan.


Ia mengelap tubuhnya yang penuh dengan keringat, setelah menghabiskan satu botol air. Ia segera masuk kedalam rumah dan membersihkan tubuhnya.


Ia berganti dengan pakaian kasual, lalu ia segera pergi keluar untuk pergi melihat klan rubah, sudah satu Minggu semenjak ia memberikan Pil Kultivasi kepada seluruh anggota klan fox, Kai ingin tahu bagaimana perkembangan mereka sekarang.


Sampai di depan pagar rumah, ia melihat Chiyan sedang menunggu kedatangan nya sambil bermain dengan beberapa kupu-kupu yang terbang.


Kai memperlihatkan giginya sambil tersenyum, "Ayo pergi!!"


Sebagai jawaban, Chiyan mengangguk dan dengan senang hati berjalan bersama Kai sambil menikmati perjalannya.


Kai dan Chiyan duduk di halte bus menuju ke pusat kota, Hutan tempat klan fox berada sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Ia bisanya berlari menuju ke kediaman klan fox tetapi saat ini ia bersama Chiyan dan menikmati perjalanan bersama-sama.


2 Jam telah berlalu, Kai dan Chiyan segera turun dari dalam Bus. mereka berdua memasuki hutan yang tak jauh dari pusat kota.


Kai yang sudah akrab dengan jalanan hutan dengan cepat memimpin di depan dengan Chiyan yang mengikuti di belakangnya.


Sama sepeti waktu itu, ketika Kai sampai di depan sebuah sungai yang tidak cukup besar, ia membaca beberapa mantra kuno.


Whengg!!


Sebuah dinding tipis transparan muncul, Kai menarik lengan Chiyan dan segera memasuki dinding tipis itu.


Pemandangan di desa rubah cukup bagus untuk di jadikan wisata dengan udara Disana yang begitu murni tanpa polusi.


Setelah berjalan beberapa menit, Kai dan Chiyan sampai di desa rubah, setelah Kai masuk ia di sambut oleh anggota klan rubah.


Hanya dengan melihat sekilas, Kai tahu bahwa orang di depannya kini sudah bertambah kuat beberapa kali lipat dari pada seminggu yang lalu.


Ia dan Chiyan berjalan menuju pusat desa, yang merupakan tempat tinggal Patriak Klan rubah.


Ia mengetuk pintu beberapa kali, Pintu terbuka memperlihatkan seorang gadis muda yang cantik. Itu adalah Yola.


"Eh, Sayang kamu datang!!."


Yola berkata dengan ekspresi senang lalu berubah menjadi cemberut ketika melihat seorang wanita cantik yang berdiri di samping Kai.


"Sayang siapa Kakak perempuan cantik ini?" Yola bertanya dengan nada lembut walupun hatinya menyimpan sedikit rasa tidak senang.


"Ehemm... Biar kuperkenalkan, ini Chiyan, saudara perempuanmu. Kuharap kalian bisa akrab dimasa depan." Kai berkata sambil tertawa canggung setelah itu ia membiarkan Yola dan Chiyan saling bicara satu sama lain sementara dirinya mencari Patriak Ming.


Belakang rumah Yola terdapat halaman kecil, hampir seukuran lapangan bola, Patriak Ming dan beberapa tetua lainnya sedang berlatih bersama disana.


Peng!! Peng!! Tinju dan tinju saling beradu, Tubuh Patriak melesat cepat meninju tubuh lawannya sementara lawannya hanya bisa bertahan.


Pertarungan itu terjadi untuk beberapa waktu hingga Tetua yang melawan Patriak Ming terjatuh ketika perutnya terkena tinju dari Patriak Ming.


"Haha.. Kemapuan saudara Ron telah meningkat pesat.." Patriak Ming menuju kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Tetua Ron berdiri.


Beberapa tetua lainnya juga sudah selesai berlatih, mereka memutuskan untuk istirahat sebentar tetapi terdengar sebuah suara tertawa yang menguat mereka semua berbalik.


"Haha.. Sudah satu Minggu sejak terlahir kali aku mengunjungi kalian, kekuatan kalian sudah meningkat pesat.". Kai tertawa, dan dengan tubuhnya yang ringan. Ia turun dari dahan pohon.


"Salam Kai muda." Patriak Ming membungkuk di ikuti oleh tetua lainnya untuk menyambut kedatangan Zhukai.


"Tidak perlu terlalu sopan Paman Ming." Kai menjawab dengan nada senang. Para anggota klan rubah ini sepenuhnya berbakat.


Ketujuh orang itu memutuskan untuk mencari tempat istirahat yang nyaman untuk saling berbicara satu sama lain, Akhirnya Patriak Ming mengajak mereka semua untuk datang kerumahnya sekalian makan.


Sampai di rumah, Patriak Ming menyuruh istrinya untuk membuat makanan lebih banyak.


Sementara itu, Kai juga mencari Yola dan Chiyan, untuk memeriksa bagaimana perkembangan nya.


Di dalam kamar Yola, Kai dapat mendengar suara dua gadis yang saling tertawa satu sama lain, dan memutuskan untuk melihatnya.


Ia membuka pintu dan melihat Yola dan Chiyan sedang duduk diatas kasur dan saling tertawa satu sama lain. Kai cukup terkejut melihat perkembangan hubungan dua orang ini, Ia tahu bahwa awalnya Yola tidak menyukai kedatangan Chiyan bersamanya.


Tetapi saat ini mereka berdua saling tertawa bersama, tapi dalam hatinya ia juga senang dua calon istrinya di masa depan bisa akur seperti ini.


Ketika memikirkan itu, sebuah gambaran muncul di kepalanya, itu adalah wajah Bibi Yao dan Jiuyang Lin.. Setelah ia kembali ke bumi, Ia tidak mengetahui bagaimana nasib mereka berdua.


Ia mengepalkan tangannya dan bertekad untuk segera mencapai tanah Pendekar Raja secepat mungkin.


Ia menutup pintu Kamar Yola dan segera kembali ke ruang tamu untuk mendiskusikan beberapa hal dengan Patriak Ming dan tetua lainnya.


"Dari hasil pembicaraan ini, Kai mengetahui bahwa sebagian anggota klan rubah telah mencapai Ranah pejuang perunggu awal, sedangkan setengah lainnya masih terjebak di ranah pembentukan Core puncak.


Untuk tetua klan, mereka sudah sampai di Ranah Pejuang perunggu Menengah, dan Patriak Ming telah menerobos ke ranah Perunggu Puncak, yang sebentar lagi akan menerobos ke ranah Pejuang Perak.


Kai mengangguk puas dan membicarakan tentang memusnahkan Klan Cheng sebelum ia kembali ke Alam Kultivator.


Mendengar tentang Keluarga Cheng, ekspresi para tetua berubah menjadi aneh, sedangkan Patriak Ming sedikit terkejut.


"Enn.. Kai muda, apa kamu memiliki dendam dengan Keluarga Cheng?" Patriak Ming tidak dapat menahan rasa ingin tahunya.


"Ya.." Jawab Kai singkat, ia tidak mau memberikan penjelasan yang lain.


"Aku mungkin kan menyerang mereka besok, aku hanya ingin meminta klan kalian untuk membersihkan cabang-cabang, sedangkan aku akan menghancurkan kediaman utama Keluarga Cheng."


"Baik Kai muda.." Patriak Ming menjawab tanpa ragu-ragu, Kai adalah penyelamat klan nya dan juga ia telah membantu meningkatkan kekuatan Klannya berkali-kali lipat. Bahkan jika Kai menyuruh seluruh klan rubah untuk mati, mereka akan melakukannya tanpa ragu-ragu.


"Bagus!! Aku akan membalas kebaikan mu di masa depan."


"Haha, tidak perlu Kai muda, kamu adalah penyelamat klan kami.. bantuan seperti ini tidak cukup untuk membalas seluruh kebaikan kamu." Patriak Ming berkata di ikuti oleh anggukan seluruh tetua yang ada.


Setelah mendengar perkataan Patriak Ming, hati Kai sedikit bergerak, Mulai hati ini. "Aku Zhukai akan menganggap Klan rubah sebagai keluarga." Ucap Kai dalam hatinya


Kai memutuskan untuk tinggal di Klan rubah malam ini, setelah itu ia berjalan kearah kamar Yola dan melihat pemandangan yang memabukkan mata.


"Mwehehe... Aku adalah pria yang beruntung."