
Kai sangat terkejut ketika melihat gadis itu ketakutan padanya, "Mengapa kau ketakutan seperti itu?"
Nei Yan dengan tubuhnya bergetar menjawab Zhukai dengan suara terbata-bata.
"I–Itu, aku hanya takut senior juga menginginkan barang ini setelah melihatnya."
Kai mencoba menahan tawa dalam hatinya, dia adalah Dewa Bintang di kehidupan keduanya. Hanya sedikit barang yang berhasil menarik perhatiannya.
"Haha, tidak-tidak aku hanya ingin melihat barang apa itu sampai membuat organisasi pembunuh menghancurkan desa mu."
Nei Yan yang masih ketakutan tidak memiliki pilihan lain selain menunjukkan barang itu pada Zhukai.
Jika Kai benar-benar menginginkan barang yang dimilikinya, dia bisa saja membunuhnya dan merebut barang itu darinya.
Nei Yan mengeluarkan sebuah kotak yang terbuat dari kayu dengan ukiran seperti pedang di setiap sisinya.
Nei Yan kemudian meneteskan satu tetes darahnya untuk membuka kotak kayu itu.
Klak!!
Ketika kotak kayu terbuka, sinar cahaya hijau yang sangat terang memenuhi seisi goa.
Terlihat sebuah logam berkarat di dalam kota kayu itu. Meski tidak ada yang spesial dari bongkahan besi itu, tetapi itu membuat Zhukai terdiam.
"I–Ini... Pecahan dari Sovereign Of Heaven!! Bagaimana itu bisa muncul disini."
Sovereign of Heaven, itu merupakan salah satu kunci untuk membuat gerbang untuk naik ke Dunia Atas (Bukan Dunia Ilahi, melainkan Alam yang lebih tinggi).
Di kehidupan keduanya dulu, Kai memilih untuk naik menggunakan Kesengajaan Ilahi, tetapi ada juga cara lain yang lebih aman.
Yaitu menggabungkan semua Pecahan Sovereign of Heaven untuk membuka gerbang ke Dunia Atas.
Kai sendiri cukup beruntung menemukan benda itu di tempat seperti ini. "Apakah para pembunuh itu mengetahui kegunaan dari benda ini? Tidak mungkin!! Selain diriku, hanya ke 12 Dewa Perang kuno lain yang tahu tentang kegunaan dari benda ini."
Selain bisa digunakan untuk membuka gerbang ke Dunia Atas, Sovereign of Heaven juga bisa meningkatkan bakat seseorang dan meningkatkan Kultivasi mereka tiga kali lebih cepat.
Siapa yang tidak mau dengan harta seperti itu, bahkan jika itu hanya pecahan, itu sudah cukup untuk membuat seorang sampah menjadi jenius beladiri.
"Nei Yan, ini benda berbahaya... Apakah ayahmu tidak mengatakan hal lain sebelum kematiannya."
Nei Yan terdiam dan mencoba dengan keras untuk mengingat kembali.
Selang beberapa waktu, dia menatap Zhukai dan menjawab pertanyaan nya tadi.
"Oh, dia berkata bahwa aku harus memberikan ini ke pemilik aslinya."
"Bagaimana kau tahu siapa pemilik asli nya?" Kai bertanya kembali dengan sedikit bingung.
"Ahh, kurasa ayah berkata bahwa pemilik asli harta ini adalah orang yang bisa membuatnya bercahaya."
Kai tersenyum dia mengalirkan energi bintangnya hingga membuat bongkahan logam itu mengeluarkan cahaya terang yang begitu indah.
"T–Tidak mungkin!! J–Jadi senior adalah pemiliknya?" Nei Yan berkata dengan penuh ketidakpercayaan.
"Ya, itu benar."
Sebenarnya kai bukanlah pemilik asli dari benda itu. Sovereign of Heaven terbuat dari energi Alam yang telah berkumpul untuk waktu yang sama dan memadat membentuk itu.
Hanya 12 Dewa Perang Kuno yang memiliki berkah ilahi yang bisa mengaktifkannya, tentu itu hal yang mudah bagi Zhukai untuk menipunya.
"Maaaf kalau begitu, senior bisa mengambil ini." Gadis itu dengan malu-malu berkata.
Kai menghela nafas melihat kepolosan gadis itu, ia bertanya kembali.
"Jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini?"
"Aku tidak tahu, mungkin aku akan tinggal bersama dengan paman dan bibi di Ibukota Kerajaan."
"Begitu ya, kalau begitu ambillah ini.."
Kai juga memberinya ribuan batu dewa yang cukup untuk bertahan seumur hidupnnya.
"S–Senior, kurasa ini terlalu berlebihan." Nei Yan dengan enggan menolaknya karena dia tahu seberapa berharganya itu.
"Tidak apa-apa, ini adalah harga yang pas. Terimakasih karena mengantarkan ini padaku."
Setelah dia mendapat informasi tentang Benua Ashura darinya, Kai melambaikan tangannya untuk mengucapkan selamat tinggal.
"Kalau begitu, selamat tinggal."
"Selamat tinggal senior."
Dia tiba-tiba menghilang di tempat ia berada dan muncul kembali tepat di bawah sebuah air terjun.
Ding.
[Selamat Kai Gege mendapatkan pecahan dari Sovereign of Heaven, 100 Juta Poin Takdir baru saja ditambahkan. Pecahan yang tersisa : 7 pecahan]
"Hmm, aku tidak menyangka akan menemukan pecahan Sovereign Of Heaven di Alam ini."
"Sovereign Of Heaven telah hancur menjadi delapan bagian setelah perang besar untuk memperebutkannya."
Kai melepas pakaiannya dan terjun kedalam sungai. Meski terlihat dangkal, sungai tersebut memiliki kedalaman lebih dari 10 meter.
Ketika Kai sedang menjernihkan pikirannya sambil berendam, ia tiba-tiba teringat dengan Lelang Semesta.
"Yui'er, berapa lama lagi hingga lelang semesta kembali diadakan?"
[Besok pagi adalah waktu lelang dimulai, apakah Kai Gege ingin menghadirinya?]
Kai mengepalkan tangannya dengan bersemangat, "Tentu saja... Tapi bagaimana caraku mendapatkan Poin Angkasa? Aku dulu bisa mendapatkan nya karena berkontribusi pada misi yang Dunia Atas berikan padaku dulu."
[Hihihi, Kai Gege kenapa kamu khawatir seperti itu. Kamu sangat lucu tahu, apakah kamu lupa bahwa kamu memiliki Artefak terkuat disini? Tentu saja aku tahu cara yang lebih mudah]
[Kai Gege bisa mengubah Poin Takdir menjadi Poin Angkasa. 1 Poin Angkasa membutuhkan 100 ribu Poin Takdir, berapa yang ingin Kai Gege tukarkan?]
Pernyataan dari Yui seketika membuat tubuhnya bergidik ngeri, di kehidupan keduanya dulu ia bersusah payah untuk mendapatkan 100 Poin Angkasa.
Tetapi saat ini Systemnya dapat memberi 1 Poin Angkasa hanya dengan 100 ribu Poin Takdir, seberapa beruntungnya dia dengan itu?
"Hahahaha..."
Kai terus menertawai seberapa bodoh dirinya dulu. sampai-sampai ia dimanfaatkan oleh para Kultivator dunia dan hanya mendapatkan imbalan 100 Poin Angkasa.
"Tunggu saja kalian bajingan, aku akan membunuh kalian ketika waktunya tiba."
Setelah itu Kai menukar 1 Triliun Poin Takdir nya dan mendapatkan 10 juta Poin. angkasa. Itu setidaknya sudah cukup untuk mendapatkan barang bagus di pelelangan.
Kai keluar dari dalam sungai, i mengambil pakaian dari Inventory tetapi Yi muncul secara tiba-tiba untuk memakainya pakaian untuknya.
"Sayang, jangan terlalu sering menggunakan Kekuatan Bintangmu, bajingan Dewa perang kuno itu bisa saja mengetahui bahwa kamu telah bangkit." Yi berkata dengan khawatir sambil mengikat ikatan pada perut Zhukai.
"Terimakasih Yi'er, aku akan berhati-hati mulai sekarang." Kai berbalik dan mencium istrinya itu.
Wajah Yi memerah, "Kalau begitu aku akan kembali oke.."
Yi tiba-tiba menghilang dari tempatnya menyisakan Zhukai sendirian disana.
"Hahaha, reaksinya ketika malu sangat imut. Itu membuatku semakin bersemangat menggodanya."
Zhukai tertawa kecil setelah itu melanjutkan perjalanan ke kota.
***
Bersambung.