
"Gila... Pendatang baru itu sangat gila. Bagaimana dia bisa memiliki banyak sekali Poin Angkasa."
"Dia sialan, benar-benar mempermalukan ku yang sudah lama menghadiri pelelangan tetapi tidak pernah memiliki Poin Angkasa sebanyak itu."
Seorang gadis dengan aura berwarna merah dengan nomor diatas kepalanya adalah LS-30 tertawa sambil menatap Zhukai penuh rasa penasaran.
"Hehe, dia pria yang menarik.. Aku akan meminta Paman untuk mencari siapa identitasnya sebenarnya."
Karena tidak ada yang berani menawar dengan harga yang lebih tinggi pada Zhukai, Murong Xin dengan tubuhnya yang begitu seksi secara perlahan-lahan merubah pandangannya pada Zhukai.
"Meski dia adalah orang mesum yang berani menyerangku dengan kekuatan mentalnya, tetapi aku harus mengakui bahwa dia adalah pendatang baru paling menarik selama aku bekerja disini."
Dia menatap Zhukai dan berkata dengan keras, "Terjual! Selamat pria disana, Batu Meteroid ini akan menjadi milik anda."
Pelelangan masih berlanjut, seiring berjalannya waktu. Barang yang dilelang oleh Lelang Semesta semakin langka dan harga untuk setiap barangnya juga naik secara signifikan.
Bahkan Kai dengan 10 juta Poin Angkasa sama sekali tidak bisa bersaing dengan para tiran yang ada di pelelangan.
Apalagi mereka dengan nomor lelang satu sampai seratus, mereka semua adalah tiran dalam setiap pelelangan semesta.
"Haahh... Meskipun ada banyak barang yang ingin aku beli, tetapi dengan Kultivasiku saat ini mereka hanya jadi sampah yang tidak berguna. Aku harusnya cukup puas dengan Lelang Semesta kali ini dan untuk berikutnya..."
Ketika Pelelangan Semesta telah berakhir, bayangan Zhukai perlahan menghilang dan juga pandangannya semakin menghitam. Ketika ia membuka kedua matanya, ia ternyata sudah kembali ke tempat dimana ia pergi ke pelelangan tadi.
Ding
[Kai Gege menghabiskan total 200.000 Poin Angkasa untuk membeli tiga barang yang ada di pelelangan. Sisa Poin milik Kai Gege saat ini : 9.8000.000]
Di dalam kamar, Zhukai menghela nafas pelan sambil mengeluarkan Giok Mandat Jiwa. Dia memegang Giok itu dan melihatnya dengan sangat teliti dan menemukan sebuah Array kuat disana.
"Sudah kuduga, terdapat Array di Giok ini."
Kai mengigit jarinya dan menggunakan darah yang menetes dari jarinya untuk mengukir Rune-rune kuno dalam giok itu.
Proses penghancuran Array membutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah berselang beberapa jam, Array dalam giok itu hancur dengan Zhukai yang penuh dengan keringat.
Dia beristirahat untuk beberapa waktu sambil mengatur nafasnya, setelah ia memasang Array pelindung di setiap sudut ruangan, Kai duduk dengan sikap lotus bersamaan dengan melonjaknya Qi dalam tubuhnya dengan jumlah besar.
Giok Mandat Jiwa yang ada di depannya perlahan melayang diatas udara, aura kuning keemasan keluar dari dalam Giok itu bersamaan dengan sebuah bayangan seseorang disana.
Kai menyatukan kedua tangannya sambil menggertakkan giginya menahan serangan mental dari Giok Mandat Jiwa.
Seluruh Meridian di tubuhnya terbuka dengan Qi yang dengan gila mengalir menuju ke pikirannya.
Akhirnya setelah malam hari tiba, cahaya yang keluar dari giok tersebut perlahan meredup dan pecah menjadi banyak kepingan.
Kai yang tengah duduk, perlahan membuka kedua matanya dengan lonjakan energi spiritual dari dalam tubuhnya.
Sementara itu, cahaya kuning keemasan yang berasal dari Giok Mandat Jiwa berputar-putar di sekitar kepala Zhukai yang akhirnya terserap masuk melewati pori-pori kulitnya.
Duarr!!
Ledakan keras di ruangan itu tercipta setelah Kai telah selesai memurnikan esensi murni dari Giok Mandat Jiwa.
Kekuatan Jiwanya saat ini juga telah di meningkat yang awalnya berada di tingkat ketiga menjadi tingkat keempat.
"Hufftt..." Kai menghembuskan nafas panjang dari dalam tubuhnya.
Dia berdiri dan menatap sekeliling yang sangat rusak karena ledakan tadi.
"Bintang Agung Penghancur!!.."
Itu adalah nama teknik Kultivasi di kehidupan keduanya. Teknik itulah yang membuat Kultivasi Zhukai meningkat dengan pesat saat dirinya pertama kali menerima gelar 12 Dewa Perang Kuno.
Bintang Agung Penghancur merupakan teknik Kultivasi yang Kai temukan dulu sekali di reruntuhan kuno.
Dalam terknik itu, terdapat 10 tingkatan yang dimana semakin besar tingkatan yang bisa dipahami, semakin besar juga manfaat yang akan di dapatkan.
Di kehidupan keduanya sebagai Dew Bintang, Kai hanya bisa memahami sampai di tingkat ke-delapan, tetapi itu sudah bisa membuatnya jenius tak tertandingi di Dunia Ilahi.
"Kali ini, aku pasti akan mengolah teknik itu hingga tingkat teratas."
Setelah dia merapikan pakaiannya dan mengganti perabotan kamarnya dengan yang baru, Kai turun kebawah untuk menyapa beberapa kenalannya sekaligus untuk makan malam terakhir disana.
"Kalian semua, karena besok aku akan pergi ke kota selanjutnya. Malam ini aku akan mentraktir kalian."
"Benarkah itu!? Kalau begitu aku tidak akan bersikap sopan, Long'er bawakan aku tiga kendi arak dan makanan terenak hingga aku kenyang."
Melihat sikap pria setengah baya tanpa malu itu, Kai sama sekali tidak marah. Sebaliknya, dia tertawa bersamaan dengan para pria dan wanita yang sedang makan di penginapan itu.
Ketika esok paginya, Zhukai yang sudah berkemas mengucapkan selamat tinggal pada semua orang yang ada di penginapan.
Meski waktu yang dia habiskan dengan mereka sangat sebentar, tetapi itu adalah pengalaman yang cukup baik baginya.
"Kota selanjutnya ada diseberang lautan sana, jika aku terbang mungkin hanya butuh satu hari untuk sampai tetapi aku ingin memanfaatkan satu hati itu untuk berlatih."
Karena itu, Kai memutuskan untuk naik kapal bersama dengan beberapa Kultivator lain yang berniat pergi ke kota yang lebih besar untuk memasuki sekte yang terkenal disana.
Ketika dia hendak masuk kedalam kamarnya, suara seorang pria terdengar dari belakangnya.
"Halo teman sekamar, apakah kamu juga ingin pergi ke ibukota untuk memasuki sekte Yunhai?"
Kai berbalik dan melihat sosok pria berwajah cantik datang padanya, "Tidak, dan juga siapa kau?"
"Oh, maaf-maaf.. Aku Bai Mun, hanya seorang pria yang mencoba beberapa keberuntungan di Kota Yuan."
"Hmm.." Kai terus memandang pria di depannya dari setiap sudut dan lekukan tubuhnya.
"Tch, dia seorang pria rupanya."
Kai mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya, "Aku Zhukai... Semoga kita bisa akrab selama tiga hari kedepan."
Pria itu menjabat tangan Zhukai dan menjawabnya dengan senang, "Iya.."
Kapal yang Kai naiki merupakan kapal terbaik yang ada di kota itu, kecepatannya juga setara dengan seorang Kultivator diranah Immortal God.
Di dalam kamar, setelah merasakan bahwa Bai Mun telah tertidur. Zhukai duduk diatas kasurnya sambil mengeluarkan sebuah telur yang bercahaya dalam kegelapan.
"Ini waktu yang tepat untuk menetaskan ini, telur Qi Lin Suci."
***
Bersambung.
Mumpung lagi ada Tethering, dua chapter sisanya nanti malam oke.