Re-system

Re-system
Pembalasan Chu Ming



Qi Yue hanya mengatakan taruhan itu secara asal, tetapi dia tidak menduga bahwa Zhukai akan benar-benar menciumnya di depan banyak orang.


Ini membuat Qi Yue sangat senang sekaligus malu.


Semua orang juga seketika mengalihkan pandangan mereka pada dua pasangan yang sedang berciuman itu.


"Wah-wah, sungguh indahnya masa muda."


"Haa, anak muda era sekarang sungguh tidak bisa menahan diri hahaha."


Mereka semua tertawa melihat itu, tetapi ada juga diantara mereka yang menunjukkan tatapan iri pada Zhukai.


"Sialan, pria itu sangat beruntung memiliki kekasih yang sangat cantik sepertinya."


"Hmph, apakah kau tidak melihatnya. Pria itu juga sangat tampan, jelas dia layak memiliki keindahan seperti itu." Sahut yang lainnya.


Zhukai yang tengah menikmati ciuman dengan Qi Yue tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang mengigit perutnya.


"Ah, apa itu."


Ketika dia menunduk, terlihat tangan Qi Yue yang tengah mencubit perutnya dengan cukup kuat.


Dia segera menatap Qi Yue, tetapi alangkah terkejutnya Zhukai ketika melihat Qi Yue dengan ekspresi malunya.


"Sangat cantik."


"S–Suamiku, a–ayo kita pergi terlebih dulu." Qi Yue dengan wajah memerah padam menarik Zhukai untuk pergi meninggalkan rumah makan.


Kai menggaruk kepalanya sedikit bingung, "Bukankah kamu sendiri yang memintaku, mengapa sekarang kamu sekarang memintaku untuk berhenti."


Zhukai berkata dalam benaknya, detik berikutnya ketika Qi Yue mencoba pergi keluar dari rumah makan bersamanya. Zhukai sama sekali tidak bergerak.


Kai menarik tubuh Qi Yue dengan menarik pinggang belakangnya, dia menyentuh dagu Qi Yue dengan jarinya yang sudah menyentuh bibi Qi Yue yang sangat merah.


"S–Suamiku ... t–tunggu dulu, kamu tidak mungkin akan menciumku lagi bukan?"


"Kau sendiri yang memintanya, mengapa menyuruhku berhenti." Zhukai menyeringai lebar.


Dia menggenggam erat telapak tangan Qi Yue dengan salah satu tangannya memegangi kepala belakang Qi Yue.


Tetapi ketika Zhukai hendak kembali menciumnya, dia tiba-tiba berhenti.


Blinkk!!


Mereka berdua menghilang, Zhukai dan Qi Yue muncul kembali tepat di bawah sebuah pohon besar dengan kebun bunga disekitar mereka.


Hanya dengan melihat sekilas, orang akan tahu bahwa itu merupakan sebuah tempat yang sangat indah.


Qi Yue yang sudah memejamkan matanya Sedati awal tidak menyadari bahwa mereka telah berpindah tempat.


Karena sudah tidak ada orang lain disekitarnya, Zhukai juga tidak menahan dirinya lagi untuk mencium Qi Yue.


Bibirnya dan bibir indah Qi Yue saling bersentuhan, salah satu tangan Zhukai tanpa sadar mulai meraba seluruh bagian tubuh Qi Yue hingga berhenti di bagian bawah.


"Ahnn... S–Suamiku, berhenti!!.."


Qi Yue yang sangat terkejut tiba-tiba menghentikan apa yang sedang Kai lakukan.


Jika dia sedikit saja terlambat, akan ada hal buruk yang terjadi pada Zhukai.


"Ha."


Kai yang sudah kembali ke akal sehatnya sedikit terkejut, dia menatap wajah Qi Yue dan meminta maaf padanya.


"Maaf Yue'er."


Qi Yue menghela nafas panjang, dia menggeleng kepalanya. "Tidak apa-apa, tapi ... dimana kita saat ini?"


Qi Yue sangat terkejut ketika dia melihat disekitarnya bukanlah sebuah rumah makan dengan banyak orang melainkan sebuah padang bunga yang sangat besar.


"Kita berada di Alam Zhenia, tempat ini juga disebut sebagai tempat terindah di dunia ilahi sekaligus tempat dimana aku melamar istriku dimasa lalu."


Ketika Zhukai mengingat kenangan tentang satu-satunya istrinya di masa lalu, rasa sakit di dalam hatinya kembali muncul.


"Ha, kenapa juga aku mengatakan hal ini padamu."


Qi Yue yang melihat ekspresi sedih di wajah Zhukai segera mendekat untuk membuat Zhukai kembali ceria.


Dia menyerahkan bola itu pada Zhukai sambil berkata, "Ini adalah bola jiwa, jika kamu mengalirkan Qi sekaligus membayangkan orang yang ingin kamu lihat, bayangan orang itu akan muncul di dalam bola ini."


Qi Yue berbalik, ketika dia mencoba pergi untuk membiarkan waktu sendiri untuk Zhukai, tiba-tiba Kai memeluknya dari belakang.


"Terimakasih Yue'er."


Qi Yue tersenyum, "Sama-sama.."


Perlahan, bayangan tubuh Qi Yue menghilang seketika menyisakan Zhukai sendirian di sana.


Zhukai duduk bersandar di sebuah batang pohon besar, kenangan tentang masa-masa bahagia bersama istrinya di masa lalu kembali muncul.


Zhukai mengalirkan Qi miliknya kedalam bola jiwa sekaligus membayangkan wajah cantik istrinya dimasa lalu.


Benar saja seperti yang Qi Yue katakan, sosok wanita cantik dengan pakaian sederhana tersenyum manis memandang Zhukai dari dalam bola jiwa.


Melihat sosok gadis itu, tubuh Zhukai bergetar. Mulutnya bergetar beberapa kali dan ingin mengucapkan satu hal, tetapi air matanya sudah mengucur terlebih dulu.


"Zhi'er, ini benar-benar kamu!.."


Zhukai terus memandang sosok wanita cantik yang keluar dari dalam bola jiwa, tetapi Zhukai tidak bisa memeluknya ataupun berbicara padanya.


Dia hanya bisa memandangi wajah istirnya.


Walau begitu, Zhukai merasa sudah sangat puas dengan hal itu. Setelah dia ratusan ribu tahun, Zhukai akhirnya bisa melihat wajah istrinya kembali walaupun itu hanyalah sebuah jiwa.


Karena itu hanya sebuah jiwa, itu tidak bisa bertahan lama. Beberapa detik setelah Zhukai melihat wajah istrinya, bola jiwa perlahan mengalami keretakan hingga hancur dan berubah menjadi debu.


Bayangan istri Zhukai juga menghilang bersamaan dengan hancurnya bola jiwa.


Melihat bahwa bayangan istrinya menghilang, Zhukai tidak merasa rasa sakit lagi seperti tadi.


Dia kini menjadi lebih bersemangat untuk menemui roda reinkarnasi untuk membangkitkan istirnya kembali.


"Zhi'er tunggulah sedikit lebih lama, aku berjanji akan menemukan roda reinkarnasi untuk membangkitkan mu."


Zhukai juga ingin mengucapkan terimakasih pada Qi Yue karena bola jiwa itu. Jika tidak, Kai mungkin tidak akan bisa melihat wajah istrinya seperti tadi.


"Ha, sudah cukup untuk sekarang. Aku harus segera kembali."


Tubuh Zhukai perlahan menghilang, dia menggunakan super Teleportasi untuk kembali ke sekte Ling Tian.


***


Saat ini di sekte langit cahaya, seorang pria berambut pirang bersama dengan puluhan orang dibelakangnya sedang bersujud di depan seorang pria tua.


"Jadi apa yang kau katakan tadi adalah seorang ketua sekte kecil berani menghina sekte kita, bahkan melukaimu?" Pria tua itu menatap tajam pada Chu Ming.


Dia tidak lain adalah kakeknya sekaligus salah satu tetua sekte langit cahaya, Chu Zhen.


Karena statusnya sebagai seorang tetua sekte, Chu Zhen memiliki banyak dukungan dari tetua murid dalam dan murid luar.


Kultivasinya juga tidak rendah, God of Destruction Langit Ke-lima.


"Y–Ya itu benar kakek, jika kamu tidak percaya. Kamu bisa bertanya pada mereka semua."


Chu Ming berbalik dan menatap pada puluhan bawahannya. Mereka semua mengangguk dan mengatakan hal yang sama seperti yang Chu Ming katakan.


Mereka sebenarnya sudah merencanakan ini ketika berada di dalam hutan. Dengan alasan itu, sekte langit cahaya memiliki alasan untuk menghancurkan sekte Ling Tian.


"Baiklah, aku akan mengirim tiga murid inti dan juga puluhan murid dalam untuk menghancurkan sekte kecil itu. Kau bisa pergi sekarang."


"Baiklah kakek, maksudku tetua.. Kalau begitu cucu ini pamit."


Ketika kelompok Chu Ming pergi keluar, seringai menghiasi wajahnya.


"Karena kau berani mempermalukan ku seperti itu, inilah balasannya." Chu Ming tersenyum kemudian berjalan keluar ruangan.


Achooo~...


"Haa, siapa yang membicarakan ku malam-malam seperti ini?" Zhukai mengusap ingus yang keluar dari hidungnya kemudian melanjutkan melatih Bintang Agung Penghancur.


***


Bersambung..