
"Uhuk!! Sial, karena serangannya yang terlalu kuat, aku secara paksa kembali ke wujud manusiaku.." Bi Tie berdecak kesal, dia mencoba bangkit dengan kedua tangannya.
Tetapi beberapa detik selanjutnya, ia tidak bisa merasakan kedua tangannya sama sekali. Ketika dia menatap ke awah, dia dapat melihat dua potongan tangan dengan darah yang mengalir deras.
"Argghh..." Bi Tie menjerit kesakitan, dia menangis sambil mencoba menahan pendarahannya dengan Qi miliknya.
Tetapi itu sedikit sulit karena Qi Hitam yang terkandung dalam serangan Zhukai tadi. Tetapi hanya beberapa detik dia bisa bernafas dengan lega. Kai sudah berada di depannya niat pembantaian yang merembes keluar dari tubuhnya.
Matanya yang hitam legam dan tanpa emosi membuat Kai terlihat sangat menakutkan seperti seorang Malaikat maut.
"T–Tunggu... Ak–.."
Slashh!!
Kepala Bi Tie menggelinding di atas tanah dengan darah mengalir keluar dengan sangat deras. Tebasan Zhukai saat itu bukan hanya memenggal kepala Bi Tie saja melainkan juga melenyapkan jiwanya.
Setelah kematian Bi Tie, rasa haus darah di dalam tubuh Zhukai tidak menghilang, sebaliknya rasa haus darah itu semakin menggila..
Sementara itu, di balik sebuah batu besar yang berada tak jauh dari tempat Kai berada. Terlihat dua sosok wanita yang sangat cantik sedang melihat pertarungan antara Kai dengan Bi Tie.
Merkea berdua adalah Jiang Lin dan Zi Lin Yue.
Sebenarnya, Jiang Lin dan Zi Lin Yue sudah berada di sana semenjak Kai mulai bertarung dengan Bi Tie.
Merek berdua awlanya tertarik karena adanya sebuah energi misterius yang membuat ratusan Biantang berkumpul di satu tempat.
Siapa yang dapat menduga, Ternyata orang yang telah menyebabkan semua itu adalah Zhukai.
"K–Kai!!.." Jiang Lin berteriak dengan tubuh gemetar. Air mata mulai mengucur deras dari wajahnya yang kemudian membasahi pakaian yang dia pakai.
Sudah hampir satu tahun sejak mereka berdua terakhir kali bertemu, Kerinduannya pada Kekasihnya bukanlah sesuatu yang dapat dia tahan selama itu.
Meski begitu, karena suara ledakan dari pertarungan yang sangat keras, Kai hampir tidak dapat mendengar teriakan Jiang Lin.
Sekarang, setelah Kai berhasil membunuh Bi Tie dengan Pedang Hitam nya, Jiang Lin tidak dapat menahan keterkejutan di dalam hatinya.
"Apa? Apakah itu benar-benar Zhukai? Bagaimana bisa dia memiliki Aura Membunuh yang begitu kejam dan jahat, dan juga bagiamana dia bisa begitu kuat sekarang?" Jiang Lin berkata dengan nada penuh ketidakpercayaan.
Terakhir kali dia dan Zhukai bertemu, Kai saat itu masih berada di Ranah Early God, Dewa Emas Tahap Akhir.
Tetapi Kai yang di depannya saat ini memiliki Basis Kultivasi yang sangat tinggi, Dewa Ilahi Tahap Surga. Bukan hanya itu, Kai juga berhasil membunuh Seorang Quasi God Tahap Surga yang mana itu lebih kuat 2 ranah darinya.
"Kamu salah Adik Jiang, Pria itu seharusnya tidak memiliki kesempatan untuk bertarung dengan Pria setengah baya yang baru saja mati disana. Jika bukan karena pedang hitam di tangannya, Pria itu mungkin sudah mati sedari awal." Zi Lin Yue menjelaskan secara cepat apa yang baru saja dilihat.
Tetapi tatapan matanya terfokus pada Pedang Hitam yang ada di genggaman Zhukai, merasakan niat membunuh yang begitu pekat seperti itu, Zi Lin Yue merasakan perasaan tidak enak di hatinya.
"Bagaimana bisa pria itu dapat menahan Aura Kematian yang begitu pekat dari pedang hitam di tangannya? Bahkan jika itu aku, aku sama sekali tidak dapat menahan aura kematian seperti itu." Pikir Lin Yue dalam benaknya.
"Benarkah? Tetapi bagaimana bisa Kai begitu kuat dalam waktu yang sangat singkat?" Jiang Lin sekali lagi bertanya untuk memastikan rasa penasaran di hatinya.
"Jadi pria itu bernama Kai? apakah dia kekasihmu? Hehe, aku tidak dapat mengetahui secara pasti bagaimana pria itu menjadi sangat kuat, tetapi yanng jelas Pria ini sangat abnormal..." Lin Yue terkekeh kecil.
Menyadari senyuman aneh di wajah Lin Yue, sebuah kerutan muncul di antara kedua alis Jiang Lin.
"Kakak Yue, tidak mungkinkan kamu menyukai Zhukai?"
"Ya~ Eh, maksudku Tidak. Bagaimana mungkin aku menyukai pria yang baru saja aku temui, dan juga bukankah dia kekasihmu?"
"Hehe, tentu saja.. Tetapi Kai juga mempunyai beberapa kekasih lain. Jadi tidak masalah jika Kakak Yue juga menyukainya.."
"Kita lihat saja nanti, apakah pria yang kamu bilang kuat ini mampu menggerakkan hatiku atau tidak." Lin Yue tertawa kecil.
"Emm.. Kakak Yue, Apakah Kai akan terus seperti itu?"
"Eh, kurasa tidak.. Mungkin beberapa jam Kedepan setelah dia menghilangkan rasa haus darahnya, kesadarannya akan segera kembali "
Tepat ketika Zi Lin Yue menyelesaikan kata-katanya, Kai sudah terlebih dulu menyadari keberadaan mereka berdua.
"Grrrr..."
Kai melompat begitu tinggi dan menebas dengan kuat kearah sebuah batu yang berada tak jauh darinya.
Duar!!..
Batu itu hancur menjadi puing-puing kecil dengan kabut asap yang begitu tebal. Tak berselang lama, kabut asap perlahan menghilang memperlihatkan sosok dua orang wanita yang sangat cantik yang dilindungi oleh sebuah pelindung tipis.
Dengan mata hitamnya, Kai menatap tajam kearah Jiang Lin dan juga Zi Lin Yue. "Grr..."
Kai meraung dengan keras layaknya seekor Naga, dia kemudian menghilang dan muncul kembali di belakang Jiang Lin dan Lin Yue.
Bangg!!
Sayangnya, tebasan pedang Kai dapat di tahan dengan mudah oleh Lin Yue dengan satu tangannya.
Duarr!!
Lin Yue memberikan sebuah pukulan keras tepat di perut Zhukai hingga membuat Kai terpental begitu jauh dan menabrak sebuah batu hingga pecah menjadi puing-puing kecil.
"Kakak Yue, apa yang kamu lakukan. Dia adalah kekasihku, bagaimana jika dia terbunuh karena serangan mu barusan." Jiang Lin berteriak marah sekaligus khawatir.
Dia sangat tahu seberapa kuat Zi Lin Yue itu, awalanya dia sedikit meremehkan Lin Yue karena penampilan nya yang seperti itu... Tetapi, setelah Zi Lin Yue membunuh Biantang Buas Ranah Quasi God dalam sekali serang, itu membuktikan bahwa Kultivasi dari Lin Yue sangatlah tinggi.
"Kamu terlalu khawatir Adik Jiang. Pria ini sangat kuat, serangan seperti itu seharusnya tidak cukup kuat untuk sampai membunuhnya." Jelas Lin Yue.
Benar saja, di detik berikutnya Kai kembali muncul secara tiba-tiba di belakang Lin Yue. Dengan gerakannya yang sangat cepat, akan mustahil bagi Lin Yue untuk menghindari nya.
"Segel Domain : Time Domain."
"...."
Tubuh Kai berhenti bergerak bersamaan dengan area disekitarnya. Dalam keadaan waktu yang berhenti seperti itu, hanya Lin Yue seorang yang dapat bergerak bebas.
Dia berjalan pelan mendekat kearah Zhukai, tepat ketika jarak antara dia dan Kai hanya terpaut beberapa inchi. Lin Yue dengan lembut mengangkat dagu Zhukai dan menciumnya dengan panas.
(Hehe, Author juga mau dong (っ˘̩╭╮˘̩)っ)
***
Bersambung..
Tingkatan Kultivasi :
(Dewa)
– Demigod (Setengah Dewa)
• Dewa Tingkat Lima : 1-3
• Dewa Tingkat Empat : 1-3
• Dewa Tingkat Tiga : 1-3
• Dewa Tingkat Dua : 1-3
• Dewa Tingkat Pertama : 1-3
– Early God (Dewa Awal)
• Dewa Kuning : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Hitam : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Putih : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Emas : Awal, Tengah, Akhir.
– Middle God (Dewa Tengah)
• Prajurit Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Jenderal Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step
• Raja Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Kaisar Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Dewa Suci : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
– Peak God (Puncak Dewa)
• Dewa Kuno : Bumi, Langit, Surga.
• Dewa Ilahi : Bumi, Langit, Surga.
• Heaven God : Bumi, Langit Surga.
• Quasi God : Bumi, Langit, Surga.
– True God (Dewa Sejati)
• Dewa Purba : Ordo Pertama, Ordo Ke-dua, Ordo Ke-tiga.
• Chaos God : Prajurit, Jenderal, Raja, Kaisar.
• Dewa Surgawi : Kehancuran, Kekacauan, Tribulasi.
• ????
Kultivasi :
• Zhukai :Dewa Ilahi Tahap Surga
• Yi : ???
• Yui : ???
• Xue Yu : Prajurit Dewa Tahap Akhir.
• Xia Bing Yao : ???
• Jiuyang Lin : Raja Dewa Tahap Half Step.
• Chiyan : Dewa Putih Tahap Akhir.
• Yola : Dewa Putih Tahap Akhir.
• Jiang Lin : Dewa Suci Tahap Akhir.
• Zi Lin Yue : ???