
Setelah resmi menikah dengan Jiang Lin, Kai menghabiskan satu minggu berada di Dunia Jiwa. Selain menghabiskan waktunya dengan Jiang Lin dan Para Istrinya yang lain.
Kai juga menemukan sebuah Budidaya yang menarik di Toko Systemnya.
"Budidaya Kultivasi Keluarga? Kenapa namanya aneh sekali."
Meski begitu, hal yang membuat Kai tertarik dengan Budidaya itu adalah karena deskripsi nya.
...Budidaya Kultivasi Keluarga...
Sebuah Teknik Kultivasi yang sangat aneh, dengan menyatukan pikiran dengan pasangan. Kecepatan Kultivasi akan meningkat sebanyak beberapa kali lipat. Tetapi, pengguna tidak akan mendapatkan manfaat dari Budidaya tersebut.
Harga : 1 Kuadriliun Poin System.
Kai membelinya tanpa ragu dan segera memanggil Ke-tujuh Istrinya. Dia segera menggunakan Budidaya Kultivasi Keluarga.
Kesadaran Kai, Yi, Yui, Xue Yu, Jiuyang Lin, Yola, Chiyan, dan Jiang Lin segera terbawa ke sebuah tempat berwarna hitam legam tanpa ada sedikitpun cahaya.
Kesadaran mereka yang berwarna biru laut saling berkomunikasi dari sama lain.
"Hubby.. Apa yang baru saja kamu lakukan? Dan tempat apa ini, kenapa begitu gelap?" Jiang Lin berkata dengan nada sedikit takut.
"Haha, Aku juga tidak tahu.. Yang pasti, kita semua akan berkultivasi bersama disini.."
Kai menatap kearah Yi dan Yui yang saat ini sudah mulai berkultivasi terlebih dulu. "Yi'er, Yui'er.. Apakah Kultivasi semacam ini juga berpengaruh pada kalian berdua. Mengingat Kultivasi Kalian yang sangat misterius, aku merasa Kultivasi semacam ini tidak begitu berpengaruh pada kalian berdua."
Tak berselang lama, Kai mendengar transmisi dari Yi dan Yui. "Itu tidak benar Kai Gege, Kultivasi Aku dan Adik Yui memang beberapa kali lebih tinggi dari kamu dan Saudari yang lain. Tetapi karena Energi Kai Gege yang mengandung sebuah energi misterius, itu sangat membantu Kultivasi kami berdua."
Kai mengangguk paham dan memulai mengeluarkan hampir seluruh Energi di dalam Tubuhnya, itu membentuk sebuah bola raksasa yang terbang tinggi diantara mereka bertujuh.
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Bola Raksasa itu mengecil dan akhirnya menghilang.
Sementara itu, tubuh setiap Istri Zhukai mengeluarkan cahaya putih yang begitu silau. Dengan cepat, Ke-tujuh Istrinya menyerap energi itu.
Qi dalam Dantian Kai kembali terisi kembali, melihat keadaan Ke-tujuh Istrinya yang masih menyerap Energi dari bola raksasa, Kai memutuskan untuk berlatih.
"Meski Kultivasi ku tidak meningkat, tetapi ini memungkinkan semua Istriku berkultivasi dengan cepat." Ujar Kai sambil tersenyum lega.
Dia terus menghabiskan Energi di dalam tubuhnya untuk membentuk beberapa bola raksasa lagi hingga energinya benar-benar habis.
"Kurasa ini batasku." Kai berkata sambil menatap keatas, terlihat ada puluhan bola raksasa yang melayang. Dia memperkirakan itu akan cukup selama sebulan.
Setelah cahaya putih di tubuh semua orang habis, satu bola raksasa akan secara otomatis terserap kedalam tubuh semua orang.
Kai kembali ke tubuhnya dan segera memberikan sebuah ciuman manis pada setiap istrinya. Dia mengambil satu buah kertas dan pena. Dia menulis pesan tentang kepergiannya kembali ke Persimpangan Dimensi.
Setelah Kai tiba di Persimpangan Dimensi, dia di sambut oleh sekelompok beruang berwarna hitam. Masing-masing dari mereka memiliki Kultivasi yang cukup tinggi. Peak God, Dewa Ilahi Tahap Langit.
"Hehehe... Aku bisa mengamuk dengan bebas Sekarang.."
Whuss!!
Kai melesat dengan senyum beringas diwajahnya. Dia secara terus menerus menebas dengan daya ledak yang sangat kuat..
****
Waktu berlalu dengan begitu cepat, Hari berganti Minggu, Minggu berganti Bulan, Bulan Berganti Tahun.. Sepuluh tahun telah berlalu semenjak Kai mulai membunuh Binatang Buas yang ada di Persimpangan Dimensi.
Dulu sekali, Kai kerap kali menemukan Binatang Buas tahap Peak God Realm, tetapi kini... Hampir satu hari, Kai tidak dapat menemukan satupun Binatang Buas yang ada Disana.
Selain membunuh Biantang Buas, Kai juga akan kembali ke Dunia Jiwa untuk membuat kembali Bola-bola energi raksasa untuk Istrinya berlatih.
Ketika Kai sedang bosan, dia juga kembali ke Dunia Jiwa untuk melakukan hal itu dengan para Istrinya. Kadang dia akan melakukannya dengan mereka bertujuh sekaligus, kadang juga satu persatu.
Di sebuah tanah yang sudah sangat hancur, terlihat sosok pria yang sangat tampan dengan aura penuh dengan wibawa dan kebijaksanaan.
Terlihat pemuda itu sedang bertarung dengan seekor Naga, Phoenix, Ular berkepala dua, dan Macan Putih.
"Hoi Hoi.. Apakah ini kekuatan dari Penguasa Persimpangan Dimensi? Jika memang benar, kalian membuatku kecewa."
Pemuda itu dengan tenang mengambil sebuah Pedang Besar dari Inventory. Pedang itu berwarna Hitam legam dengan Aura pembunuh yang sangat kuat mengelilinginya.
"Sudah sepuluh tahun, Akhirnya aku bisa mengendalikan Aura pembunuh dari pedang ini dan membuatnya menjadi kekuatan ku."
Whuss!!
Tepat ketika pemuda itu menggenggam erat pedang hitam di tangannya, dia tersenyum kecil. Cahaya hitam segera mengitari tubuhnya tetapi itu tidak lagi melahapnya.
"Sial, siapa pria ini!! Bahkan dengan kekuatan Godhood yang aku miliki, itu tidak mampu melukai tubuhnya sedikitpun." Ucap Seekor Naga Azure dengan sangat kesal dan juga ketakutan.
"Bukan hanya itu saja, Bahkan Api Phoenix yang aku miliki tidak dapat melukainya." Sahut Phoenix dengan api membakar di sampingnya.
"Sudah cukup!! Jangan berkata omong kosong, cepat pikiran cara agar kita bisa keluar hidup-hidup dari situasi saat ini." Ular berkepala dua berkata sambil mengerutkan kening, dia menatap Tajam kearah Pria didepannya sambil memikirkan cara untuk melawannya.
"Kita tidak memiliki Cukup kekuatan untuk melawannya dari jarak dekat, Kau dan Phoenix serang dia dari jarak jauh, sedangkan aku dan Lun Wei (Nama ular berkepala dua) akan bertarung dengannya dari jarak dekat." Ujar seekor macan putih memberi saran.
Mereka semua mengangguk setuju, Macan Putih dan Ular Berkepala dua segera melesat maju kearah Pria dengan Pedang Hitam disana.
"Segel Domain : Pedang Dewa.."
Whuss!!
Pedang Hitam di tangan Pria itu mengeluarkan sinar cahaya hitam yang kemudian membentuk Cetakan pedang yang begitu besar di udara.
Dengan sekali tebasan dari Pedang Raksasa itu, Ke-empat Hewan Mistis yang ada dalam area serangannya hancur menjadi abu. Bahkan Jiwa mereka juga seketika hancur dihantam oleh Pedang Besar itu.
Ding
[Kai Gege berhasil membunuh 4 Binatang Mistis, True God Realm, Chaos God Tahap Prajurit. Mendapatkan 800 Kuadriliun Poin System, mendapatkan 1,6 Kuantiliun Poin Pengalaman]
[Karena Kai Gege telah membunuh habis semua Binatang Buas yang ada di Persimpangan Dimensi. Mendapatkan Title 'Pembantai Gila']
...Pembantai Gila...
Meningkatkan Kekuatan fisik sebanyak sepuluh kali lipat, semakin banyak musuh yang dihadapi semakin kuat si pengguna. Semua serangan juga akan dinaikkan satu Ranah keatas.
Efek samping : Tidak ada.
"Tch, membosankan.." Pria itu tidak lain adalah Zhukai, pengalaman sepuluh tahun di Persimpangan Dimensi benar-benar mengubah sifatnya sepenuhnya.
Belum lagi Kultivasinya saat ini...
Nama : Zhukai.
Umur : 50 Tahun.
Ras : Manusia (???).
Title : Dewa Bintang, Sang Penakluk, Pembantai Gila.
Kultivasi : True God Realm, Dewa Purba Ordo Ke-dua.
Profesi : Alkemis, Master Array, Necromancer.
Bloodline (Garis Keturunan) : Dewa Naga, Holy Phoenix, Macan Putih (?), Kera Suci.
Tubuh : Tubuh Naga, Tubuh Dewa Kematian, Tubuh Roh, Tubuh Elemen, Tubuh Petir Abadi.
Teknik : Teleportasi, Seribu Pedang Roh, Langkah Bayangan,Telapak Ilahi, Tarian Pedang Api. ?????
Budidaya : Pelahap Bintang, Budidaya Kultivasi Keluarga.
Atribut : Api Neraka, Api Phoenix, Mata Ilahi.
Poin System : 5,67 Kuantiliun Poin.
Poin Percepat : 1,2 Milyar Poin
Poin Keterampilan : 2,6 Milyar Poin.
Kekayaan : Unlimited.
Inventory : ???
Gacha System : Hapus!!
Toko System : ???
Ruang Latihan : (Level Hard Completed)
Pohon Poin : (???)
System (Versi 3.0)
"Hmm.. Sudah saatnya aku kembali ke Alam Dewa. Dengan kekuatan ini, akan aku pastikan menemukanmu Yao'er.."
****
Bersambung..
Tingkatan Kultivasi :
(Dewa)
– Demigod (Setengah Dewa)
• Dewa Tingkat Lima : 1-3
• Dewa Tingkat Empat : 1-3
• Dewa Tingkat Tiga : 1-3
• Dewa Tingkat Dua : 1-3
• Dewa Tingkat Pertama : 1-3
– Early God (Dewa Awal)
• Dewa Kuning : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Hitam : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Putih : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Emas : Awal, Tengah, Akhir.
– Middle God (Dewa Tengah)
• Prajurit Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Jenderal Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step
• Raja Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Kaisar Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Dewa Suci : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
– Peak God (Puncak Dewa)
• Dewa Kuno : Bumi, Langit, Surga.
• Dewa Ilahi : Bumi, Langit, Surga.
• Saint God : Bumi, Langit Surga.
• Quasi God : Bumi, Langit, Surga.
– True God (Dewa Sejati)
• Dewa Purba : Ordo Pertama, Ordo Ke-dua, Ordo Ke-tiga.
• Chaos God : Prajurit, Jenderal, Raja, Kaisar.
• Dewa Surgawi : Kehancuran, Kekacauan, Tribulasi.
• ????
Kultivasi :
Zhukai : Dewa Purba Ordo Ke-dua