
"Kesengsaraan Ilahi tingkat Legenda? Ini aneh, bukankah setiap aku naik satu Realm, aku akan menerima Kesengsaraan Ilahi tingkat Asura.."
Kai duduk sambil merenung, secara tiba-tiba notifikasi System terdengar jelas di kepalanya.
[Itu tidak aneh Kai Gege, fakta bahwa bakat Kai Gege terlalu menentang surga, jadi langit akan memberikan Hukuman / Kesengsaraan Ilahi yang cocok dengan Kai Gege saat ini]
[Apakah Kai Gege tahu, seorang jenius di Alam Dewa saja membutuhkan 3.000 Tahun untuk mencapai Peak God Realm, sedangkan Kai Gege? itu bahkan belum mencapai 5 tahun ketika Kai Gege tiba di Alam Dewa]
Mendengar penjelasan dari Yi yang begitu jelas dan detail, Kai mengangguk Paham. Ia juga begitu senang dengan peningkatannya yang begitu cepat. Jika bukan karena berbagai bahaya yang dia temui dan juga waktu saat dia terlempar ke Persimpangan Dimensi.. Mungkin saat ini basis Kultivasi nya masih berada di Ranah Middle God.
"Haaahh... Karena aku sudah berhasil membalaskan dendam Lin'er, sudah tidak ada gunanya bagiku untuk menetap disini.."
Kai berdiri sambil menepuk-nepuk kedua pundaknya yang dipenuhi dengan debu.. Dia menatap langit yang saat ini telah berubah menjadi hitam legam tanpa terlihat setitik Cahaya sedikitpun.
[Peringatan!! Kesengsaraan Ilahi tingkat Legenda akan turun dalam.. 10.. 7.. 4.. 3.. 2.. 1.. 0]
Sambaran pertama turun!!..
Ssrrttt!!
Ctarr!!
Jdeerr!!
Petir itu berwarna perak dengan tekanan yang mampu membuat tubuh Kai bergidik ngeri.. Tepat ketika petir perak itu menghantam tubuh Kai, Dia merasa seolah-olah jiwanya telah terputus dari tubuhnya..
Beberapa detik setelah kejadian itu, Kesadaran Kai kembali kedalam tubuhnya. Aliran rasa hangat dapat Kai rasakan di tenggorokannya, tepat ketika dia membuka mulut. Darah segar segera mengalir deras dari sana.
"Uhuk!! Uhukk!!.."
"Apa-apaan jenis rasa sakit ini.." Kedua alis Zhukai berkedut, dia menyeka noda darah di sekitar mulutnya kemudian merasakan bahwa Sambaran kedua akan segera turun.
Benar saja, tak berselang lama setelah itu. Sambaran petir turun dari langit dan menghantam tubuh Zhukai hingga membuat tubuhnya hancur tanpa menyisakan satu gumpalan daging pun.
Tanah yang baru saja dia pijak kini berubah menjadi kawah yang sangat dalam dengan lautan lahar panas mengalir disekitar kawah itu.
Tubuh Kai yang baru saja hancur sekarang mulai berkumpul kembali, "Ha Ha Ha.. Sial, bahkan setelah tubuhku hancur, aku masih dapat merasakan rasa sakit yang luar biasa hebat..."
Kai memberanikan diri untuk melihat keatas langit, terlihat disana awan hitam semakin berkumpul dan berkumpul membuat langit menjadi semakin gelap.
Melihat hal itu, instingnya merasakan bahwa tidak akan ada hal baik yang terjadi setelah Kai terkena Sambaran petir itu.
"Sial.. Mati Aku!!.."
Sambaran Ke-tiga turun!!..
Jjrrrrtt...
Jdeerr!!!
Sambaran petir berwarna perak turun disertai dengan badai angin yang begitu kencang menumbangkan ratusan pohon yang berada di sekitar Zhukai.
Kilatan petir perak segera menghantam Zhukai menghasilkan sebuah ledakan yang sangat keras dan mengguncang tanah.
Sementara itu, Tubuh Kai yang terkena Sambaran petir perak seketika hancur.. Titik biru yang merupakan jiwa dari Zhukai segera berkelap-kelip membentuk kembali tubuh Zhukai yang telah hancur.
Bahkan setelah tubuh Kai kembali utuh, wajahnya pucat pasi dengan tulangnya yang masih sakit karena terkena hantaman Kesengsaraan Ilahi..
"Hahh Hahh.." Kai menarik nafas untuk beberapa saat, tak lama setelah itu dia tergeletak di sekitar kawah tak sadarkan diri.
Satu hari berlalu..
"Hmm, Tubuhku sepertinya sudah sembuh sepenuhnya. Setelah aku menembus Peak God Realm, penyembuhan diriku meningkat sebanyak 5 kali lipat."
Sebelum Kai pergi meninggalkan Dataran Xuan, dia membuka sebuah portal putih yang merupakan portal menuju Dunia Jiwa.
Segera, setelah Kai memasuki portal putih itu, tubuhnya lenyap bersamaan dengan hilangnya portal putih.
Whuss!!
Tepat ketika Kai membuka mata, hembusan angin sepoi-sepoi segera membuatnya bernostalgia..
"Huff.. Udara di Dunia Jiwa memang sangat segar, bahkan Qi disekitar sini hampir menyamai kepadatan Qi di dataran Gao."
Tak berselang lama ketika Kai menikmati udara di sekitarnya, dia mendengar suara seorang gadis memanggil dirinya.
"Sayang? Apakah itu kamu?"
Kai segera berbalik untuk melihat siapa orang itu, ketika matanya dan wanita itu saling bertatapan. Aliran rasa hangat dapat Kai rasakan di hatinya.
"Yan'er sayang.. Apakah kamu tidak ingin memberiku sebuah pelukan " Ucap Kai sambil membuka tangannya lebar.
Wanita cantik itu yang tak lain adalah Chiyan segera berlari meninggalkan barang bawaannya di tanah.
Dia segera memeluk Zhukai dan menikmati sensasi hangat itu..
"Eh, kamu sudah berada di Ranah Kaisar Dao? Kecepatan mu ini terlalu cepat bukan?" Kai sedikit terkejut melihat perubahan Chiyan sehingga melupakan bahwa Chiyan memiliki tubuh Yin murni yang sangat membantu menaikkan kecepatan Kultivasinya.
"Emm, mungkin ini karena Pil dan harta yang kamu berikan pada kami semua sehingga tingkat Kultivasi kami meningkat dengan sangat cepat." Jelas Chiyan sambil tersenyum manis.
"Begitukah? Kalau begitu ayo kita menemui saudari perempuan mu yang lain." Kai tersenyum sambil menggenggam erat tangan Chiyan, mereka berjalan bersama layaknya sepasang kekasih yang sangat bahagia.
Tak berselang lama, Kai dan Chiyan sampai di depan sebuah rumah yang cukup besar. Kai berhenti tepat di depan pintu rumah itu dan bergumam pelan.
"Hampir 5 tahun berlalu, tetapi rumah ini masih terlihat sama seperti dulu.."
Kai melangkahkan kakinya berniat masuk kedalam rumah. Tetapi langkahnya terhenti ketika melihat pintu terbuka.
Dari balik pintu itu, dapat terlihat Yi, Yui, Xue Yu, Jiuyang Lin, dan Yola yang menyambut Zhukai dengan senyuman manis di wajah mereka.
"Selamat Datang Kai Gege..." Ucap mereka semua dengan serempak.
Xue Yu yang pada awalnya tidak begitu akrab dengan panggilan Kai Gege kini sudah mulai membiasakan diri bersama Yi dan yang lainnya.
Kai tertegun sesaat kemudian segera tersenyum kecil dan berjalan maju, sudut mulutnya sedikit terbuka dan dia bergumam pelan.
"Aku Pulang.."
Mereka semua berjalan masuk kedalam Rumah yang cukup besar itu dan mengadakan Pesta untuk menyambut kedatangan Kai dan merayakan keberhasilan Kai saat memasuki Peak God Realm.
Yi dan yang lain sangat senang ketika melihat kedatangan Jiuyang Lin beberapa hari yang lalu, walaupun ada dari mereka yang belum akrab tetapi sekarang mereka semua terlihat begitu gembira.
Di depan api unggun, Kai duduk sambil menatap ke-lima istrinya. Melihat Kai yang menatap tajam kearah mereka, tidak ada satupun dari mereka yang berani menatap balik.
Kai tersenyum hangat kemudian berkata dengan keras..
"Kalian semua.. Mari kita menikah besok!!"
***
Bersambung..