Re-system

Re-system
Memurnikan Bulu Raja Phoenix



"Apaa!!.." Sontak Kai terkejut mengagetkan semua orang.


Yu Chan menatap dengan curiga kearah Kai tetapi ia tidak ingin melakukan itu lebih lama karena takut suasana hati Kai akan terganggu olehnya.


"Ada apa? apakah ada yang salah dengan Peninggalan leluhur?" Tanya Yu Chan dengan khawatir, ia menggertakkan giginya.


"Tidak.. Tidak ada apa-apa."


Tanpa butuh waktu lama, dihadapan semua orang. Kai langsung memurnikan Bulu Raja Phoenix, dengan Api Phoenix nya yang dangat panas dan juga Api Neraka nya yang begitu ganas, tak butuh lama bagi Kai untuk memurnikan itu.


Ketika semua orang melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa Kai memiliki Api Phoenix, Sontak seluruh aula menjadi berisik karena keterkejutan.


Sementara itu, Mata Yu Chan menyala melihat nyala Api berwarna biru dan juga tingkat kepanasan saat ini, tidak ada keraguan lagi dalam hatinya.


"Api Raja Phoenix!!.." Seru Yu Chan kaget ketika ia memfokuskan pandangannya pada Api biru yang berkobar di telapak tangan Kai.


"Eh, kau tahu ini? Benar-benar layak menjadi seorang Matriak Ras Phoenix.." Kai terkekeh pelan sambil terus-menerus memurnikan Bulu Raja Phoenix.


Perlahan Bulu yang begitu tebal itu menipis dan akhirnya berubah menjadi sebuah energi yang diserap habis oleh Tubuh Kai.


Ketika kedua mata Kai terbuka, itu tidak memperlihatkan sebuah pupil melainkan sebuah Bola Api berwarna Putih menyala-nyala..


Ding


[Peningkatan Atribut, Api Biru <\=> Api Putih]


[Gege berhasil memurnikan Bulu Raja Phoenix, mendapatkan Sayap Phoenix.. Garis keturunan ber-evolusi dari Phoenix King menjadi Holy Phoenix]


Duarr!!


Aura yang tertahan dalam diri www segera meledak, segera seluruh Ras Phoenix dibuat berlutut oleh tekanan dari seorang Holy Phoenix.


Mereka tercengang merasakan tekanan yang begitu kuat menimpa tubuh mereka, bahkan mereka tidak dapat menggerakkan satu jari pun.


"Yang Mulia.. Phoenix Suci!!.." Yu Chan yang memiliki pengetahuan ya g lebih luas dari pada yang lain segera mengenali garis tekanan ini.


Sementara itu, Zhukai yang telah menahan tekanan auranya segera menatap semua orang dengan ekspresi datar.


"Hmph.. Bahkan jika aku memiliki darah Phoenix sama seperti kalian, aku tidak akan pernah Sudi mengakui kalian sebagai salah satu dari Ras Phoenix.." Kai melemparkan pandangan jijik kepada semua orang setelah itu sebuah sayap berwarna merah menyala dan begitu cantik keluar dati punggungnya.


Dengan begitu, Kai pergi meninggalkan Ras Phoenix dan menuju kearah Utara...


"Ibu.. Kurasa kita membuat pilihan yang salah." Ucap Yu Ling'er setelah melihat bayangan Kai yang sudah menghilang.


"Apa yang bisa kita perbuat Ling'er.. Nasi sudah menjadi bubur, cepat bersiap-siap, kita akan pergi menuju Kekaisaran Naga dan menyatakan Kepatuhan kita pada mereka."


***


Malam itu, tepat ketika kabar musnahnya Kekaisaran Macan Putih dan Tunduk nya Kekaisaran Phoenix menyebar luas di seluruh Alam Immortal.. Ras Naga begitu gembira dan melakukan perayaan besar-besaran selama satu Minggu penuh.


Sedangkan Kai, dia berada di Tanah Terlarang untuk membunuh seluruh Binatang Buas yang kuat yang berada disana.


Di tanah terlarang, Zhukai bersandar di batang pohon sambil memandang semua mayat dari binatang buas yang telah ia bunuh.


"Masalah di sini sudah selesai, Saatnya pergi mencari Lin'er.. Sedangkan untukmu Yao'er, kamu sama sekali tidak meninggalkan petunjuk bagiku untuk mencari mu."


"Yi'er.. Status..."


Nama : Zhukai / Shi Yan.


Umur : 29 Tahun.


Ras : Manusia.


Title : Dewa Bintang, Sang Penakluk.


Kultivasi : (Early God) Dewa Putih Akhir (???)


Profesi : Alkemis, Master Array, Necromancer.


Bloodline : Dewa Naga, Holy Phoenix, Macan Putih(?), Kera Suci.


Tubuh : Tubuh Naga, Tubuh Dewa Kematian, Tubuh Roh, Tubuh Elemen, Tubuh Kaisar Petir.


Teknik : Teleportasi, Langkah Bayangan, Telapak Dunia, Tarian Pedang Api, Seribu Pedang Roh, Raungan Naga, Ratapan Kematian.


Atribut : Api Neraka, Api Phoenix, Mata Ilahi.


Poin System : 80,78 Triliun Poin.


Poin Keterampilan : 200 Milyar Poin.


Kekayaan : Unlimited.


Inventory : ???


Gacha System : 0


Toko System : ???


Ruang Latihan : (Level Easy Completed)


Pohon Poin : (1 Milyar Poin <\=> Belum Ambil)


System Versi (2.0)


"Sebelum aku meninggalkan Alam Immortal sebaiknya aku berpamitan pada Ayah mertua dan Kakek."


Kai berjalan keluar dari Tanah terlarang dengan santainya sambil bersiul sepanjang jalan.


Ketika sampai di Kekaisaran Naga tidak banyak hal dapat ia lakukan, setelah menginap selama beberapa hari disana, Kai segera membeli Gulir Perpindahan Alam tingkat Tinggi.


Gulir Perpindahan Alam tingkat Tinggi :


Sebuah benda yang dibuat oleh 13 Master Array Legendaris yang berfungsi untuk melakukan perpindahan Alam tingkat tinggi tanpa mengalami Dao Ruang dan Waktu.


Harga : 10 Triliun Poin System.


Kai tanpa ragu membeli Gulir Perpindahan Alam tingkat tinggi, kemudian ia segera pergi memasuki Dunia Jiwa...


Hari ini adalah pernikahan Mun dan Kun yang akan diselenggarakan di Alun-alun kota. Sebagai orang tua angkatnya, bagaimana mungkin Kai tidak datang?


Seperti yang sudah ia duga, tepat ketika ia telah memasuki Dunia Jiwa, terdengar suara keramaian di alun-alun.


"Dimana mereka?." Kai melihat kearah kerumunan tetapi tidak menemukan dimana Mun dan Kun berada.


"Ayah.. "


Kai berbalik ketika mendengar sebuah suara memanggilnya, ia melihat sosok pria dan wanita yang sudah tumbuh dewasa, Kun terlihat begitu cantik dengan gaun merah muda yang ia pakai, sementara Mun juga terlihat tampan dengan jubah hitamnya.


Mun dan Kun berjalan mendekat kearah Zhukai, tanpa berlama-lama, mereka berdua segera bersujud sebanyak beberapa kali sebagai bentuk penghormatan untuk Ayahnya.


"Kalian berdua..." Kai memeluk mereka erat, butiran air mata mulai menetes di wajahnya


*Waktu begitu cepat berlalu, hanya dalam sekejap mata kalian sudah tumbuh menjadi orang dewasa... Aku sebagai ayah kalian berharap hubungan kalian akan terus terjaga untuk selamanya.."


Mun masih memeluk erat Kai sementara Kun bahkan tidak mau melepaskan pelukannya, "Ayoo.. Cepat pergi kesana.. Pernikahan kalian akan berlangsung."


Mereka berdua mengangguk dan berjalan menuju panggung yang terletak di tengah-tengah alun-alun.


Pernikahan itu dihadiri oleh semua orang, mereka turut bahagia atas pernikahan Mun dan Kun. Teman masa kecil mereka berdua seperti Lin Zhilian, Lin Hao, dan Anak-anak lainnya juga datang memberikan selamat.


Mereka juga telah tumbuh besar apalagi Lin Hao yang dulunya begitu cengeng sekarang sudah menjadi sodok yang dewasa.


Setelah Proses pernikahan selesai, Mun dan Kun dibawa kesebuah tempat yang hanya terdapat mereka berdua. Ini adalah cara untuk mempererat hubungan dalam berkeluarga.. Yaitu Bulan madu.


Malam hari itu, untuk yang pertama kalinya, Mun dan Kun melakukan sesuatu yang biasa orang dewasa lakukan.


Kai sedang berbaring diatas rerumputan menatap kearah Langit sambil, Bayang-bayang Jiuyang Lin dan Xia Bing Yao terus-terusan muncul di benaknya.


Tak lama waktu berlalu fajar telah tiba, Kai bangkit dan segera berjalan menuju rumah untuk mendiskusikan beberapa hal bersama dengan para Istrinya.


Sampai di rumah, Kai telah mendiskusikan hal yang berkaitan tentang dirinya yang akan pergi menuju Alam dewa untuk mencari Xia Bing Yao dan juga Jiuyang Lin.


"Aku mohon kalian tetap berada di sini karena ini adalah satu-satunya tempat aman yang paling aku yakini." Ucap Kai dengan khawatir sambil menatap keempat Istrinya penuh harap.


"Baiklah, kami berjanji akan berada di tempat ini, tetapi berjanjilah satu hal pada kami semua.. Bertahanlah hidup apapun yang terjadi."


Setelah itu, Keempat istrinya memberikan sebuah ciuman selamat tinggal pada Zhukai.


Kai tersenyum bahagia, memiliki para Istri yang sangat mencintainya pria mana yang tidak akan bahagia dengan itu.


"Yao'er, Lin'er.. kalian berdua tunggu aku..."


***


Bersambung