
Di sebuah tempat yang gelap gulita, setitik sinar matahari bahkan tidak dapat terlihat disana. Itu merupakan tempat yang dipenuhi dengan Qi jahat yang dapat membuat seorang Kultivator kehilangan akal sehatnya.
Tetapi untuk seseorang yang berlatih Qi gelap, tempat seperti ini merupakan harta Karun yang tak ternilai.
Sebuah Portal berwarna putih di ikuti oleh sebuah cahaya keperakan mulai muncul di tempat itu. Dari dalam sebuah portal, 4 orang muncul, itu adalah seorang laki-laki yang gagah dan tampan dan dibelakangnya terlihat 3 keindahan yang dibalut gaun indah yang berbeda warna.
Mereka semua tertutup sebuah kerudung untuk menutupi wajah masing-masing orang, ini karena jika seseorang melihat wajah mereka, itu mungkin akan menimbulkan sebuah masalah yang tidak perlu.
"Yola, Chiyan. Kalian berdua cepat genggam tanganku!!" Kai berkata pada dua orang istrinya, sedangkan Yi akan secara otomatis mengikutinya.
Setelah cahaya putih melahap tubuh Kai, itu benar-benar membuatnya menghilang.
Di tempat yang begitu jauh dari portal tempat Kai muncul, ada sebuah desa yang sangat tenang dan damai. Desa ini berada sangat jauh di sebelah Utara pegunungan, udara Disana begitu sejuk tanpa polusi dan yang terpenting ialah terdapat sebuah pemandangan yang sangat mempesona. Itu cukup untuk menarik minat semua orang untuk berkunjung ke sana.
Tak jauh dari hutan yang berada di sekitar desa itu, muncul sebuah tubuh di udara kosong, itu adalah Kai dan ketiga istrinya yang telah pergi meninggalkan tempat gelap dimana portal mereka terbuka.
"Sayang!! apa ini adalah Alam Kultivator? udaranya begitu sejuk dan juga aliran Energi disini begitu padat. Ini berkali-kali lebih baik daripada bumi."
Pemandangan indah itu memikat,nada banyak sekali pohon yang berbuah, itu mengeluarkan aroma harum. Tiba-tiba terdengar suara dari perut Yola.
"Kruutt!! Kturrkk!!."
Melihat bahwa semua orang memandang, Yola tersipu malu dan menggunakan kedua tangannya untuk menutupi matanya yang memerah.
"Haha.." Semua orang tertawa melihat sikap lucu Yola.
"Kalian semua jahat!!" Yola berkata dengan suara pelan, ia benar-benar malu untuk saat ini dan segera menarik lengan baju Kai dan menatapnya dengan penuh harap.
"Sayang, aku lapar!" Yola terlihat seperti kucing kecil yang sangat lucu.
"Haha, baik-baik." Kai mencubit pipi Yola dan segera terbang mengambil beberapa buah yang sudah matang. Ia segera mengajak ketiga istrinya untuk beristirahat dan memakan buah-buahan untuk menutup rasa lapar.
Ke empat orang itu begitu bahagia, angin sepoi-sepoi membuat suasana di sana begitu hidup.
Setelah puas makan, Kai berencana untuk segera pergi ke Kekaisaran Elang Api, ia juga khawatir tentang Jiuyang Lin Dan Xia Bing Yao. ia tidak tahu bagaimana keadaan mereka sekarang.
Kai sekali lagi menggunakan Skill Teleportasi untuk memindahkan dirinya dan tiga istri nya ke Kekaisaran Elang Api.
Sampai di pintu gerbang Istana, berbagai emosi bergejolak di kepala Kai, ada perasaan tak terlukiskan dalam hatinya.
Ketika ia dan tiga istrinya hendak masuk kedalam pintu gerbang, ia dicegah oleh penjaga gerbang menggunakan pedang nya.
"Berhenti!! siapa kamu? selain para bangsawan dan pendekar hebat lainnya, orang lain tidak di Izinkan memasuki istana." Penjaga itu berada di Ranah Pendekar Raja.
Kai mengambil sebuah plakat emas dari Inventory miliknya dan menyerahkan itu kepada penjaga. "Bagaimana sekarang?"
Penjaga itu terlihat sangat bingung, setelah lebih teliti melihat plakat emas, ia tangannya bergetar dan menatap Kai dengan pandangan penuh ketakutan.
Kai mengangguk dan segera masuk kedalam Istana, setelah berada hampir sebulan di bumi, seharusnya di Alam Kultivator sudah 3 tahun berlalu.
Taman, Tempat latihan, Ruang Alkimia, dan beberapa tempat lainnya tidak memiliki perubahan sedikitpun.
Kai tidak langsung masuk kedalam Istana, sebaliknya ia segera ke tempat lain ya g berada di sisi paling belakang istana, itu juga merupakan tempat termewah di Istana. Bahkan ruangan kaisar tidak bisa di bandingkan dengan tempat itu.
Itu adalah tempat dimana Kai menghilangkan Keperjakaan nya 3 tahun lalu, Ia tidak sabar dan segera masuk kedalam bangunan, pintu terbuka tetapi apa yang Kai dapatkan adalah suasana' hening, banyak perabotan rumah yang cukup berdebu. Ini berarti tempat ini sudah tidak pernah di tinggali selama hampir 2 tahun.
Kai merasakan rasa sakit di dalam hatinya, tepat ketika ia ingin berbalik dan menuju ke istana sebuah suara yang familiar terdengar di telinganya.
"Paman Yan?"
Orang itu adalah seorang gadis remaja yang baru tumbuh, ia berusia 13 tahun tetapi dadanya sudah tumbuh terlalu besar, walupun wajahnya belum terlalu matang. Ia cukup cantik jika dibandingkan dengan gadis lainnya.
"Zhilian?"
Mendengar suara akrab dan hangat dari orang itu, Lin Zhilian segera berlalu ke dalam pelukan Kai dan menangis dengan sangat kencang.
"Huu.. Paman Yan, aku kira kamu!! kamu!!.. Huu.." Lin Zhilian dengan erat memeluk Kai dan membiarkan kepalanya tenggelam di dada Kai yang besar dan hangat.
"Sudah! Sudah! kamu sudah besar, tidak perlu menangis. Ceritakan apa yang terjadi selama Aku tidak ada."
Lin Zhilian mengangguk dan berhenti menangis, ia kemudian menceritakan seluruh kejadian yang terjadi. Tentang dimana leluhur Benua tengah menyerang istana, dia sudah menembus Ranah Emperor.
Ia seharusnya dapat dikalahkan oleh Jiuyang Lin, tetapi ada seorang pria patuh baya yang sangat kuat di belakang Tian Wei.
Dia bernama Qin Ke.
Lin Zhilian juga menceritakan tentang dimana Jiuyang Lin dikalahkan hanya dalam sekali serang, dan Long We benar-benar telah ditekan sepenuhnya.
Tetapi ada kejadian tak terduga, itu adalah Bibi Yao yang sebenarnya menyembunyikan identitas nya sebagai seorang Kultivator. dan mengalahkan Pria itu hanya dalam sekali serang.
Setelah itu dia menghilang dan sampai saat ini masih belum ditemukan. Sekitar satu tahun yang lalu, Jiuyang Lin juga sudah memulihkan kekuatannya sepenuhnya, ia berpesan pada Lin Zhilian untuk memberikan surat ini ketika Kai datang kembali ke Alam Kultivator.
Lin Zhilian kemudian menyerahkan sepucuk surat yang dibungkus oleh Qi, dan itu hanya dapat dibaca oleh Kai.
Kai membuka surat dan membacanya secara perlahan, dalam surat itu tertulis jelas sebuah kalimat yang menyatakan bahwa, Jiuyang Lin saat ini sudah kembali ke Alam Dewa dan juga peringatan untuk Kai agar tidak mencari Bibi Yao sebelum ia benar-benar menerobos ke ranah Dewa.
Rasa kecewa yang begitu besar menusuk ke dalam hati Kai, tetapi ini juga sesuatu yang memotivasi dirinya agar lebih giat berlatih dan segera mencapai Ranah Dewa.
Kai akhirnya memutuskan tujuannya, sebelum ia mencari Bibi Yao, Kai berniat membantu Jiuyang Lin membalaskan dendam dengan Ke empat Klan yang telah menghancurkan Klan nya.
"Haha, setelah menjadi wanitaku satu kali, kalian akan menjadi istriku dimasa depan!! Aku Zhukai berjanji kepada langit. Dalam waktu 1 tahun aku akan segera menerobos ke Ranah Dewa dan mencari mu Yao'er."
Surat itu akhirnya terbakar menjadi abu, ia berbalik tersenyum dan menyuruh Lin Zhilian untuk membawa dirinya menemui kedua anak angkatnya dan anak-anak lainnya.