Re-system

Re-system
Rencana Sekte DuanJin dan Keluarga Nalan



Di dalam kamar, Kai sudah memasang sebuah Array Penghalang agar energi dingin dari Lotus Es Abadi tidak merembes keluar.


Kai memejamkan kedua matanya, dia berkonsentrasi penuh pada pemurnian Lotus Es Abadi.


Dia menyatukan kedua tangannya dan mulai membuka seluruh titik Meridian yang ada di dalam tubuhnya.


Energi Dingin yang begitu menusuk perlahan-lahan terserap masuk kedalam tubuh Zhukai melalui aliran Meridian yang kemudian berkumpul di Dantian nya.


Seketika, Kai merasakan energi dingin yang menusuk kedalam tulang, otot, serta organnya. Dia menggertakkan giginya mencoba menahan rasa sakit yang di alaminya saat ini.


Meski sudah melindungi organ dalamnya dengan Qi miliknya, Energi dingin dari Lotus Es Abadi masih tetap dapat menembus penghalang Qi tersebut.


"Aku harus bisa bertahan..." Ucap Zhukai dengan setengah dari tubuhnya hampir membeku.


***


Di sebuah tempat yang berada di lembah yang cukup besar. Aliran sungai dan juga beberapa gunung serta pegunungan terdapat di lembah itu.


Lembah itu adalah wilayah Sekte DuanJin, sedangkan untuk sekte mereka berada tepat di kaki gunung.


Di sebuah bangunan bertingkat yang berada di puncak gunung, terlihat seorang pria tua sedang duduk diatas kursi dan menikmati teh yang ada di depannya.


Pria tua itu memiliki rambut coklat panjang dengan janggut serta kumis yang cukup tebal. Dia sedikit membuka matanya dan melirik kearah kanannya.


"Sepertinya tamuku sudah datang.."


Tak berselang lama, terlihat sebuah kapal yang cukup besar diatas udara. Kapal itu terus bergerak lurus kearah puncak gunung dimana pria tua itu berada.


Ketika mereka sampai, pria tua yang sedang menikmati tehnya berdiri dan berjalan pelan kearah kapal itu.


"Saudara Han, lama tidak bertemu.." Ucap pria tua itu yang tidak lain adalah Ketua Sekte DuanJin, Wei Chu.


"Hahaha, Saudara Wei lama tak bertemu juga.. Bagaimana kabarmu sekarang?" Pria setengah baya turun dari atas kapal sambil tersenyum cerah.


"Silakan duduk terlebih dulu. Aku akan memanggil pelayan untuk menyiapkan beberapa kendi arak untuk kita berdua."


Orang yang di panggi Saudara Han mengangguk. Dia memiliki wajah yang begitu familiar, Paras wajah, tatapan mata dan juga senyumannya sangat persis seperti orang yang hampir membunuh Kai beberapa tahun yang lalu.


Itu adalah Nalan Han.


Nalan Han segera berjalan kearah Wei Chu dan menjabat tangan satu sama lain. "Oh, Apa yang ingin saudara Wei bicarakan? Kau tahu aku sangat sibuk belakangan ini karena pernikahan putriku akan dilaksanakan beberapa bulan lagi."


"Putri? Apakah itu si cantik yang dingin atau yang satunya lagi?" Wei Chu bertanya dengan penuh rasa penasaran.


"Tentu saja itu Nalan Xing.. Mau bagaimana lagi, Nalan Yu sama sekali tidak memiliki niatan untuk menikah. Dia hanya tertarik pada seorang pria yang jauh lebih kuat darinya." Nalan Han menghela nafas panjang.


"Jika saudara Han memang sibuk, aku akan langsung ke intinya saja. Saat ini aku hampir menerima ke Ranah Dewa Surgawi dan aku membutuhkan Garis Keturunan untuk menghancurkan penghalang itu."


"Tetapi kamu tahu kan seberapa langkanya Garis Keturunan. Selain Kerajaan Xumeng, hanya Istana Es dan Sekte Kera Suci yang memilikinya."


Nalan Han tetap diam sambil mendengarkan kata-kata Wei Chu dengan mata terpejam, dia menikmati hembusan angin sepoi-sepoi dan pemandangan indah dari atas gunung.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, Wei Chu yang sudah menceritakan situasinya kini menatap Nalan Han dengan tatapan penuh harap.


Sementara itu, Nalan Han yang menyadari tatapan dari Wei Chu hanya bisa menghela nafas panjang.


"Kamu tahu kan hubunganku dengan si tua itu sangat buruk, apalagi Bloodline adalah harta tak ternilai. Siapa orang yang begitu bodoh hingga menyerahkan harta mereka kepada orang lain?" Wei Chu menjawab sambil menghela nafas panjang.


"Kalau aku membantumu apa hang akan Keluarga Han ku dapatkan? Meski kita adalah teman dekat tetapi aku juga tidak ingin mengambil resiko hingga menyinggung Iblis Pedang."


"Hehe, aku tahu kamu akan menjawab seperti itu. Baiklah mari kita buat kesepakatan, Jika kamu membantuku menekan Sekte Kera Suci, aku akan memberimu imbalan berupa Inti Naga Api.."


Deg–


Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Wei Chu, Jantung Nalan Han seolah-olah berhenti berdetak. Tubuhnya bergetar tidak terkendali, tetapi di detik berikutnya Raut wajah Nalan Han kembali seperti semula.


"Bah, Saudara Wei jika itu adalah candaan, itu sama sekali tidak lucu." Nalan Han mencibir dan berkata penuh ketidakpercayaan.


Wei Chu terdiam, dia segera mengetuk Cincin Ruang nya sebanyak beberapa kali hingga keluar sebuah benda berwarna putih mengkilap. Jika dilihat lebih dekat, benda itu terlihat seperti sebuah bola yang cukup besar.


"S–Saudara Wei, I–Ini..."


Melihat reaksi dari Nalan Han, Wei Chu terkekeh kemudian menjelaskan benda itu. "Seperti yang Saudara Han pikirkan, ini adalah Inti Naga Api yang aku maksudkan tadi."


"Apaaa..."


Inti Naga Api berasal dari Naga Api tang memiliki Basis Kultivasi Dewa Surgawi Tahap Tribulasi. Hanya dengan fakta itu saja dapat membuat siapapun tergila-gila untuk mendapatkan nya.


Sayangnya Inti dari Naga Api hanya dapat dimurnikan boleh seseorang yang mengolah Fisik Api atau memiliki ketahanan Api yang setara dengan Inti Naga Api.


Sedangkan saat ini Nalan Han sangat membutuhkan Harta seperti itu untuk mengolah fisiknya ke tingkat yang lebih tinggi.


"Baiklah kalau begitu Saudara Wei, aku akan membantumu Sekte mu untuk menekan Sekte Kera Suci." Malam Han mengangkat tangannya dan mencoba menjabat tangan Wei Chu.


"Terimakasih Saudara Han." Wei Chu berkata dengan antusias dan menjabat tangan Nalan Han.


"Hehe, dasar orang tua bodoh! Jika aku telah memurnikan Inti Naga Api, aku akan menghancurkan Sektemu dan merampas semua harta yang kamu miliki.." Nalan Han terkekeh dan berkata dalam benaknya.


"Dasar Pak Tua idiot, Setelah aku membangkitkan Bloodline ku dan menerobos ke Ranah Dewa Surgawi. Itu akan menjadi hari terakhir untukmu Kekeke, Siapa yang peduli tentang teman baik..." Batin Wei Chu yang juga terkekeh.


Setelah berbincang-bincang untuk waktu yang cukup lama, Nalan Han memutuskan pergi untuk mengurus hal yang lain.


Sementara itu, Wei Chu yang menatap Sosok Nalan Han yang pergi mulai tertawa seperti orang gila. "Huahaha.. Hahahaha Hahaha..."


***


Di Kamar yang berada tepat di puncak gunung, terlihat seorang pemuda yang sedang duduk bersila. Dia membuka kedua matanya dan berteriak keras..


"Grraaa...."


Duarr!!


Ding


[Selama karena Kai Gege berhasil memurnikan Lotus Es Abadi.. Kultivasi telah meningkat hingga Chaos God Tahap Prajurit]


***


Bersambung...