
"Baiklah, karena tidak ada yang menawar lagi, barang ini akan menjadi milik tamu lelang dengan nomor LS-9781 dengan harga tawaran 15.000 Poin Angkasa." ucap Murong Xin.
"Kita akan lanjut ke barang selanjutnya."
Murong Xin berbalik untuk mengambil sebuah kotak perak yang di bawa oleh seorang berjubah yang baru saja datang.
Saat Murong Xin membuka kotak perak itu, sebagian dari tamu lelang membuka lebar mata mereka untuk melihat barang itu dengan lebih jelas.
Tekanan dan juga kebencian yang keluar dari dalam kotak perak itu dengan cepat membuat beberapa tamu lelang kesulitan bernapas.
Tetapi karena Murong Xin menggunakan auranya untuk menekan kebencian itu, suasana di pelelangan telah kembali normal.
"Barang keempat yang akan di lelang adalah jantung naga primordial. Aku akan menjelaskannya sedikit, ini adalah sebuah jantung dari raja naga. Setelah kematiannya, kebencian dari raja naga masih tertanam di jantung ini."
"Jika seseorang mencoba memurnikan ini secara langsung, dapat di pastikan tubuh orang itu meledak seketika."
"Oleh karena itu, aku menyarankan kalian untuk memurnikannya secara perlahan." jelas Murong Xin.
Tanpa menunggu lama lagi, Murong Xin mulai menjelaskan harga jantung naga primordial itu pada seluruh tamu lelang.
"Harga awal adalah 100.000 Poin Angkasa, setiap peningkatan tidak boleh kurang dari 10.000 Poin Angkasa." Begitu Murong Xin menyelesaikan ucapannya, keributan terjadi diantara para tamu lelang.
"150.000 Poin Angkasa." seorang dengan nomor lelang LS–5496 mengatakan tawarannya.
"Tch, dasar kau miskin 300.000 Poin Angkasa." seorang tamu lelang dengan nomor tiga digit berkata dengan penuh kebanggaan.
Sementara itu, tamu lelang dengan nomor LS–4123 mulai melontarkan ejekan kepada Zhukai setelah melihat pria itu hanya duduk diam sedari awal tanpa menyuarakan harga tawarannya.
"Hahaha, apakah kau datang hanya untuk melihat lelang ataukah ... kau telah kehabisan poin. Hahaha..."
Mendengar ejekan itu, Zhukai hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ia benar-benar tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh orang lain padanya.
Melihat Zhukai hanya diam saja, seorang wanita dengan nomor lelang LS–31 mengerutkan keningnya tidak senang.
"Apakah pria itu memang sepengecut ini... Hah, kurasa aku telah salah dalam menilai seseorang."
Tetapi ketika harga untuk jantung naga primordial telah naik hingga mencapai 500.000 Poin Angkasa. Zhukai menyeringai dari balik topeng nya, "Satu juta Poin Angkasa!!.."
Tepat setelah Zhukai menyuarakan tawarannya, suasana di antara tamu lelang menjadi sangat hening. Keheningan itu masih terjadi hingga suara dari Murong Xin memecah keheningan.
"Ekhem, satu juta Poin Angkasa, apakah ada yang berniat menawar lebih tinggi?"
Pria yang baru saja melontarkan ejekan pada Zhukai berdecak kesal sambil menatap Zhukai dengan penuh kebencian.
Kai menghiraukan tatapan itu dan menenggelamkan fokusnya pada pelelangan.
Sementara itu, seorang tamu lelang dengan nomor LS–18 tersenyum tipis dari balik topengnya wajahnya.
"Hmm, menarik..."
Sedangkan untuk Zi Lin Yue, dia menatap menatap Zhukai penuh ketidakpercayaan. "K–Kai, apakah kamu benar-benar memiliki jumlah poin sebesar itu?" .
Dia sendiri jelas tahu bahwa untuk mengumpulkan Poin Angkasa tidaklah mudah. Bahkan untuk dirinya sendiri, Zi Lin Yue hanya memiliki Poin Angkasa sekitar 25,4 juta.
"Heh, apa kamu tidak percaya padaku."
"Apa!? tentu saja aku percaya padamu." Zi Lin Yue menjawab dengan cepat.
Begitu dia melihat ekspresi percaya diri di wajah Zhukai, kekhawatirannya hilang seketika.
"1,2 juta Poin Angkasa." teriak seorang tamu lelang dengan nomor LS–634.
Bahkan tanpa memberikan tamu lelang lain menyuarakan tawaran mereka, Kai sudah terlebih dulu meningkatkan harta tawarannya menjadi 2 juta Poin Angkasa.
Saat seorang tamu lelang hendak menyuarakan tawarannya, Zhukai sudah terlebih dulu meningkatkan harta tawarannya menjadi tiga juta Poin Angkasa.
Karena tidak ada tawaran lain setelah itu, jantung naga primordial akhirnya menjadi milik Zhukai dengan tiga juta Poin Angkasa.
"Selamat kepada tamu lelang dengan nomor LS–334570, dengan ini jantung naga primordial secara otomatis menjadi milik anda."
Tepat di hadapannya, sebuah kotak berwarna perak muncul secara tiba-tiba. Pada saat yang sama, tiga juta Poin Angkasa juga telah di kurangi secara otomatis.
Kai menatap kotak perak itu sekilas kemudian memasukkan kotak perak itu kedalam Inventory.
"Barang selanjutnya yang akan di lelang adalah giok zamrud es."
"Ini adalah satu-satunya giok yang dihasilkan oleh Phoenix Es setelah 300 ribu tahun lamanya."
"Saat seseorang memurnikan giok zamrud ini, ada kesempatan bagi mereka untuk berkomunikasi dengan Phoenix Es. Selain itu juga, orang yang berhasil memurnikannya juga mendapatkan berkah dari Phoenix Es." jelas Murong Xin.
"Harga awal adalah 250.000 Poin Angkasa, tidak ada batasan setiap peningkatannya."
Para tamu lelang segera menyuarakan tawaran mereka. Tidak seperti jantung naga primordial yang membutuhkan waktu lama dan sulit untuk di murnikan.
Giok zamrud es dapat dimurnikan lebih mudah, sleian itu juga, efek yang di hasilkan oleh giok zamrud es beberapa kali lebih kuat dibandingkan dengan jantung naga primordial.
"260.000 Poin Angkasa!."
"290.000 Poin Angkasa!."
Harga untuk giok zamrud es terus naik dengan kecepatan yang sangat cepat. Bahkan hanya dalam waktu sekejap mata, harga untuk giok zamrud es telah mencapai 2,4 juta Poin Angkasa.
Saat ketika harga untuk giok zamrud es berhenti di angka 4,5 juta Poin Angkasa. Zhukai akhirnya menyuarakan tawarannya.
"5 juta Poin Angkasa!."
Begitu Kai selesai menyuarakan harga tawarannya untuk giok zamrud es, ia akhirnya menjadi pusat perhatian dari para tamu lelang.
"Dia lagi!? Sebenarnya seberapa banyak Poin Angkasa yang dia miliki." gerutu seorang tamu lelang dengan angka 5 digit.
Tak hanya itu saja, beberapa tamu lelang juga sedikit kesal dengan harga yang Zhukai tawarkan.
Untuk giok zamrud es, harga maksimal untuk membelinya adalah 4 juta Poin Angkasa, tetapi siapa yang menyangka bahwa ada seseorang yang menawar dengan harga 5 juta Poin Angkasa.
Karena mereka tidak ingin rugi terlalu banyak, tidak ada lagi yang berani menaikkan harga tawarannya.
Dengan begitu, giok zamrud es akhirnya menjadi milik Zhukai setelah membayar 5 juta Poin Angkasa.
"Lin Yue, berikan tangan mu."
Meskipun Zi Lin Yue sedikit bingung, ia dengan patuh memperlihatkan telapak tangannya pada Zhukai.
Tepat saat itu juga, Zhukai memberikan sebuah giok berwarna biru tua di telapak tangan Zi Lin Yue. Batu giok itu tidak lain adalah giok zamrud es.
"Eh, kenapa kamu memberikan ini padaku?" Zi Lin Yue berkata dengan ekspresi bingung.
"Ya, karena aku membelinya untukmu." jawab Zhukai sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Hmm, begitu..." Zi Lin Yue berhenti berkata, ia mendekatkan bibirnya pada pipi Zhukai kemudian memberinya sebuah ciuman lembut.
Sontak saja, itu membuat Zhukai terkejut sesaat. Tetapi keterkejutan itu segera menghilang ketika Zhukai mendengar ucapan dari Murong Xin yang berdiri di atas panggung.
"Barang selanjutnya... Kristal Yin–Yang."
***
Bersambung..