
"Kakak, apakah kita akan masuk kedalam? Tapi aku takut..." Biao Jian berkata dengan suara pelan tepat dibelakang Zhukai.
"Tenang saja Jian'er, ada aku dan ibumu disini."
Biao Jian mengangguk senang, dia menggenggam tangan kanan Zhukai dengan erat.
Mereka berempat berjalan masuk kedalam portal, Rune-rune kuno yang melingkari portal itu mengeluarkan cahaya terang, sesaat setelah mereka berempat masuk. Portal itu tiba-tiba menghilang.
Sementara itu, Kai sendiri merasakan genggaman tangan yang begitu kecil tiba-tiba menghilang. "Lan'er, Jian'er, Nie. Dimana kalian..."
Sebuah tempat yang begitu gelap tanpa ada setitik cahaya sedikitpun. Bahkan dengan mata ilahinya, Kai sama sekali tidak dapat melihat dalam kegelapan itu.
"Sial, aku tidak menyangka akan seperti ini." Kai menggerutu dalam hatinya, tubuhnya yang seringan bulu melesat maju.
Kai memejamkan matanya dan menggunakan Kontrak dan untuk mencari keberadaan Biao Jian.
"Tidak mungkin, bahkan jika tempat itu sangat jauh. Aku seharusnya bisa merasakan aura milik Jian'er. Jika begitu, mungkin ini.."
Kai hanya dapat menyimpulkan satu hal dengan melihat apa yang dia alami. Tempat yang dia tempat saat ini mungkin adalah ilusi, sedangkan tubuh aslinya mungkin berada di dalam Goa.
Hingga beberapa saat berlalu, setitik cahaya kecil muncul dan seiring bertambahnya nya waktu, cahaya itu semakin membesar hingga menerangi tempat gelap itu.
"Dimana ini?" Setelah Kai membuka matanya kembali, tempat gelap itu berubah menjadi sebuah tempat dimana terdapat banyak rawa dan juga pepohonan.
Ssshhhsshh...
Suara desisan ular terdengar sangat jelas di telinga Zhukai, itu berasal dari balik pepohonan yang berada sepuluh meter dari Zhukai saat ini.
Kai dengan kecepatan yang luar biasa mengambil sebilah pedang berwarna merah menyala dengan gagang pedang utu berwarna hitam pekat.
Begitu Kai berbalik, puluhan ular sebesar tiga meter melesat kearahnya sambil menunjukkan taringnya yang begitu tajam.
"Ular-ular ini memiliki tingkat Kultivasi Dewa Surgawi? Jika ini benar ilusi, seberapa kuat orang yang membuatnya?"
Kai bergumam sambil memutar pedangnya, dia melepaskan tarian pedang api bersamaan dengan Api Neraka.
Slashhh!!
Beberapa sayatan pedang dengan cepat mengarah pada bagian leher dan kepala puluhan ular itu, tetapi yang membuat Kai terkejut adalah semua serangannya sama sekali tidak menghasilkan luka di tubuh ular itu.
"Apa!? Bagaimana mungkin mereka tidak terluka..." Kai menjauh sambil menarik nafas panjang. Ia membuka mata ilahinya dan mencari titik terlemah dari ular tersebut.
Ia mengeluarkan secarik kertas hitam dari dalam Inventory dan segera merobeknya menjadi dua bagian.
Zzzrrttt!!
Ctarr!!..
Dari atas langit, awan yang menghitam melepaskan Sambaran petir yang cukup kuat di tempat Kai berada.
Itu berubah menjadi sebuah to gak yang cukup panjang dengan kilatan petir berwarna emas di atasnya.
"Di sana!!.."
Swosshh!!
Kai melempar tombak itu kearah leher bagian bawah dari ular yang sedang melesat kearahnya.
Ketika tombak itu menancap tepat di bagian leher ular, ledakan keras bersamaan dengan tubuh puluhan ular itu menjadi beberapa potong. Cairan ungu yang keluar dari tubuh ular itu berceceran di atas tanah dan juga pepohonan.
Sementara itu sendiri, Zhukai terlihat kelelahan dengan banyak keringat di dahinya.
"Ini bukan seranganku yang melemah, Tetapi Kultivasiku ditekan hingga Chaos God Realm." Ucap Zhukai menyeka keringat di dahinya.
Setelah pernafasannya menjadi normal, Kai menghampiri mayat puluhan ular itu dan menemukan sebuah batu kristal berwarna merah.
Tetapi energi yang terkandung di dalam batu kristal itu bukanlah Qi, melainkan sesuatu yang lain.
"Tidak baik jika aku mencoba memurnikan nya saat ini, sebaiknya aku pergi keluar dari hutan dan mencari informasi, dan lagi... Tempat ini bukanlah ilusi.."
Whusss!!..
Kai melompati dahan pohon karena tanah dibawahnya dipenuhi dengan rawa dan beberapa binatang beracun lainnya.
Meski Kai memiliki kekebalan terhadap racun, tetapi itu akan membuang-buang tenaganya.
Kai terus melesat kearah timur hingga seekor beruang raksasa menghadang jalannya.
"Grroaarr!!.." Beruang itu melihat Zhukai penuh amarah seolah melihatnya sebagai musuhnya.
"Kenapa dia marah padaku? Apakah aku melakukan sesuatu yang membuatnya marah." Belum sempat Kai berpikir, beruang itu sudah mengayunkan lengannya yang sangat besar dan penuh bulu pada Zhukai..
Booomm!!
Ledakan keras diikuti oleh tumbangnya beberapa pohon besar menyebabkan burung-burung yang ada di dalam hutan itu terbang berkeliaran.
Kai sendiri mundur cukup jauh sambil bersembunyi di balik pohon yang cukup besar.
Tinggi beruang itu mencapai 10 meter dengan gigi-giginya yang begitu tajam dan juga dua cakar di tangannya yang terlihat menakutkan.
Jika Kai mengukur dari kekuatan yang dikeluarkan oleh beruang itu, setidaknya dia berada di tanah Dewa Surgawi Tahap Kehancuran, sama seperti ular yang Kai lawan tadi.
Karena beruang itu memiliki kekuatan yang begitu besar seperti itu, kelemahannya adalah kecepatan beruang itu yang sangat lambat.
Ada satu hal lagi yang membuat Zhukai sedikit frustasi, itu karena sedikitnya energi spiritual yang ada di sekitarnya.
Hal itu juga membuat Zhukai harus menghemat Qi dalam tubuhnya karena jika Qi miliknya benar-benar habis, Kai hanya bisa mengandalkan kekuatan fisiknya saja.
"Hahh, selain tidak bisa merasakan Aura milik Jian'er, aku juga tidak bisa terhubung dengan Dunia Jiwa. Sebenarnya tempat aneh macam apa ini..."
Duarr!!..
Pohon tempat Zhukai bersembunyi terpotong menjadi dua bagian. Sementara itu, Kai sendiri melayang tinggi di udara sambil memperhatikan tubuh beruang itu.
"Api Phoenix!.." Kai menyelimuti seluruh tubuhnya dengan panas Api Phoenix, setelah itu dia melesat dan bertarung dengan beruang itu murni kekuatan fisik.
Bang! Bang! Bang!!..
Kai memukul kemudian menghindar dan memukul lagi hingga kepala beruang itu hancur menjadi gumpalan daging.
"Hufftt... Untung saja kecepatan beruang ini sangat lambat, jika saja ia bisa bergerak seperti ular tadi. Aku mungkin akan mengalami beberapa luka di tubuhku." Kai berkata sambil memotong tubuh beruang itu dan mengambil dagingnya yang bisa dimakan.
Kai juga menemukan batu kristal di tubuh beruang itu yang ukurannya dua kali lipat dibandingkan dengan yang ada di tubuh ular tadi.
Setelah merasa cukup, Kai melanjutkan perjalanannya keluar dari dalam hutan.
Kai sudah tidak ingat sudah berapa lama dia berada di dalam hutan itu, tetapi ia sama sekali belum menemukan jalan keluar dari dalam hutan hingga akhirnya Kai secara tidak sengaja menginjak sebuah jebakan.
Swosshh!! Slop! Slop! Slop!..
Puluhan anak panah dengan kecepatan tinggi menyerang kearah, Kai menghindar anak panah itu dan menghancurkan beberapa anak panah yang tidak sempat ia hindari.
Kai berdiri tegak dan menatap pohon-pohon besar di depannya, sudut mulutnya terbuka dan sepatah kata keluar darinya.
"Keluarlah! Tidak perlu bersembunyi lagi..."
Dengan ucapannya itu, sesosok wanita yang sangat cantik dengan rambut pirang panjang. dan beberapa rekannya keluar dari balik pohon menatap Zhukai penuh permusuhan.
Tetapi satu hal yang membuat Kai terkejut adalah bentuk telinga mereka yang berbeda dari manusia. Itu begitu panjang dan juga runcing, hanya satu ras yang memiliki karakteristik seperti ini.
"Ras Peri!!.."
****
Bersambung..