
Yui mengangkat tangannya dan mengeluarkan sebuah air dari telapak tangannya, dia membersihkan setiap inchi tubuh Zhukai yang terkena darah.
Setelah itu, Yui mengganti pakaian Zhukai dengan yang baru, sedangkan Yi hanya duduk diam menunggu.
"Kakak, aku duluan.." Yui memberikan senyuman nakal kemudian mulai melakukan hubungan intim dengan Zhukai.
"Kamu adik nakal, kamu seharusnya membiarkan kakakmu melakukannya terlebih dulu.." Yi mengetuk kepala Yui pelan, dan berganti berciuman dengan Zhukai.
Sementara itu, Kai perlahan mendapatkan kembali kesadarannya. Matanya sedikit terbuka dan melihat Yi dan Yui sedang melakukan hal itu dengannya.
Sayangnya, karena rasa sakit selama pendarahan tadi, Kai kembali tidak sadarkan diri dua detik setelah itu.
"Eh, apakah Kai Gege baru saja bangun?" Yui berkata sedikit khawatir.
"Siapa yang peduli, dia mungkin mengira itu hanya mimpi.." Yi seolah tidak peduli dan berganti posisi dengan Yui
Mereka berdua melakukan hal itu untuk beberapa waktu, Hanya ketika Yi dan Yui merasakan waktu mereka diluar akan segera berakhir. Mereka berdua segera berhenti dan memakaikan pakaian untuk Zhukai.
"Selamat tinggal sayang, kami mencintaimu..." Yi dan Yui memberikan ciuman selamat tinggal setelah itu berjalan pergi.
Portal transparan terbuka secara tiba-tiba, Yi dan Yui segera masuk kedalam portal itu.
Sementara itu, dari dalam tenda yang sedikit terbuka. Terlihat Biao Jian dengan wajah memerah sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"I–Itu tidak mungkin kan? Aku pasti mimpi.. Kenapa Kakak Yi dan Kakak Yui melakukan hal seperti itu diluar sana dengan kakak.."
Meski ingin memahami apa yang mereka lakukan, pikiran polosnya sama sekali tidak dapat mencerna apa yang telah dia lihat.
"D–Dan.. Kenapa tubuhku begitu panas melihat mereka bertiga melakukan hal itu.." Tanpa dapat Biao Jian sadari, salah satu tangannya telah menyentuh dada serta tempat terlarang nya.
"T–Tidak.. Apa tang baru saja aku lakukan.." Dia terlihat sangat malu sampai-sampai menutupi seluruh wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Biao Jian membuka pintu tenda dan mendekat ke Zhukai, begitu terkejut dia ketika melihat bahwa Kai saat ini sedang tidak sadarkan diri.
"Kakak kakak... Apa kamu baik-baik saja.." Biao Jian menggunakan Qi miliknya untuk memeriksa kondisi Zhukai.
"Huuuhhh.. Syukurlah, ternyata kakak baik-baik saja." Biao Jian bernafas lega, dia memapah tubuh Zhukai dan masuk kedalam tenda.
Malam hari tiba.. Sinar cahaya bulan yang bersinar keperakan menyinari kedalaman hutan yang begitu gelap.
Dia tas kasur, Kai mulai terbangun. Dia merasakan seluruh tubuhnya sakit ketika dia baru saja membuka mata.
"Arghhh..." Kai merasakan rasa nyeri di sekujur tubuhnya apalagi di sekitar dadanya.
"Kenapa tubuhku rasanya sakit sekali.." Kai memejamkan kedua matanya, dengan kesadarannya, dia mulai menelusuri seluruh bagian tubuhnya.
"Tidak ada yang aneh, tapi kenapa ini rasanya sangat sakit.." Kai memegangi dada sebelah kiri dan merintih kesakitan.
Kai menoleh kesamping dan melihat bahwa Biao Jian sedang tertidur sambil memegangi lengan Zhukai dengan tangan mungilnya.
"Ha Ha Ha.. Aku yakin pasti Jian'er kesulitan merawatku.." Kai menghela nafas dan mengelus rambut Biao Jian sambil menahan rasa sakit yang di alaminya.
Ketika Kai berdiri dan memakaikan selimut di tubuh Biao Jian, dia tiba-tiba teringat akan kubus hitam yang dia keluarkan siang tadi.
"Eh, dimana kubus itu?" Kai membuka Inventory dan sangat terkejut ketika melihat bahwa Kubus Hitam tidak ada di Inventory nya.
Bahkan setelah dia mencoba mengingat untuk beberapa kali, dia sama sekali tidak ingat bagaimana kubus hitam itu bisa menghilang.
"Ha, Aku menghilangkan harta berharga itu.."
Kai berhenti sebentar, dia duduk di atas batu yang berada tepat di bawah pohon. Ketika dia mencoba berlatih meningkatkan Kultivasi, dia menjadi sangat terkejut.
"Ada apa ini? Kenapa energi spiritual disekitar sini sangat sulit dimurnikan!!.."
Kai mencoba lagi, lagi, dan lagi. Sayangnya, entah berapa kali dia mencoba hasilnya tetap sama.
Kai memejamkan matanya dan mulai menggunakan kesadarannya untuk memeriksa seluruh tubuhnya. Tetapi tidak ada hal aneh yang terjadi di dalam tubuhnya kecuali...
"Mungkinkah ini!!.."
Di dalam tubuh Zhukai, tepatnya di samping Dantian nya, terlihat seperti sebuah bola hitam yang memancarkan Aura Kematian yang begitu mengerikan.
Bahkan Death Aura yang telah Kai kumpulkan selama ini sama sekali tidak berguna jika dibandingkan dengan bola itu.
"Sejak kapan aku memiliki hal seperti ini di dalam tubuhku?" Ketika Kai mencoba masuk menggunakan kesadaran spiritualnya, dirinya terhalang oleh sebuah segel yang tidak memungkinkan dia untuk masuk lebih dalam.
Kai berhenti untuk melanjutkan dan memutuskan untuk kembali kedalam tenda. Sayangnya, ketika dalam perjalanan kembali, Kai dihadang oleh sekumpulan babi hutan dengan dua tanduk di kepala mereka.
Babi hutan tersebut memiliki basis Kultivasi Peak God Realm, jelas saja mereka bukanlah lawan yang sebanding dengan Zhukai.
Hanya dengan sekali tebasan pedang, Kai membunuh semua babi hutan itu. Dia mengumpulkan setiap inti dari mayat babi huta..
Ketika Kai sampai di depan tenda, dia membangunkan Biao Jian untuk makan malam.
Kai secepat kilat memotong dan membersihkan daging binatang yang telah berada dalam Inventory nya. Dia kemudian menggunakan daging itu untuk membuat sup makan malam.
Ketika Biao Jian telah keluar dari dalam tenda, dia segera duduk di sebelah Zhukai dan menikmati sup hangat yang telah Kai buat.
Ketika pagi hari menjelang, Kai memasukkan kembali tenda kedalam Inventory nya. Dia dan Biao Jian melanjutkan perjalanan di dalam hutan.
Sebelum itu, Kai menyuruh Biao Jian untuk memurnikan semua inti binatang yang telah dia kumpulan tadi malam.
Saat ini, Kultivasi Biao Jian berada di Ranah Middle God Realm. Akan butuh beberapa tahun lagi baginya untuk menembus Peak God Realm.
Jadi, Kai berfikir mungkin inti dari Binatang Buas akan cukup bagi Biao Jian untuk meningkatkan kekuatannya.
Sayangnya, selain inti binatang buas yang mengandung elemen api, tidak ada yang berguna bagi Biao Jian.
Ketika Kai sudah sampai di kedalaman hutan, dia merasakan hawa yang sangat panas membuatnya mengeluarkan butiran keringat dari dahinya.
Ketika dia menoleh kearah Biao Jian, dia sama sekali tidak melihat Biao Jian tidak terganggu dengan api itu.
"Jian'er, apakah kamu tidak merasakan hawa disekitar sini semakin panas?" Tanya Kai pada Biao Jian sambil mencoba menggunakan Api Neraka dan Api Phoenix untuk meningkatkan ketahanan nya terhadap elemen api.
Tetapi itu tidak bertahan lama, ketika Kai masuk semakin dalam. Dia merasakan bahwa panas api itu semakin meningkat, Kai mencoba menggunakan Mata Ilahinya untuk mencari sumber energi api itu berasal.
Detik berikutnya, senyuman lebar terukir di wajah Zhukai. "Jian'er, cepat ikut aku.. Mungkin aku menemukan harta yang sangat cocok untuk meningkatkan Kultivasimu.." Kai berkata dengan bersemangat, dia menarik tangan Biao Jian dan segera berlari menuju kedalam Goa yang merupakan sumber energi api tersebut.
***
Bersambung...