
"Permisi, bisakah aku bertanya sesuatu pada kalian?" Zhukai berkata pada kelompok empat wanita yang memakai pakaian mewah.
Mereka jelas bukan dari kalangan orang biasa, mungkin dari seorang bangsawan ataupun seseorang dari keluarga besar.
Mereka berempat berbalik, saat tatapan mata mereka menatap Zhukai, mereka sedikit terkejut bahwa Zhukai adalah seorang pria yang sangat tampan.
"Ya, apakah kamu ingin mengetahui sesuatu?" Seorang wanita yang memakai gaun merah terang bertanya.
"Emm, bisakah kalian menunjukkan telapak tangan kalian?"
Mendengar perkataan Zhukai, mereka berempat mengerutkan kening sedikit bingung.
"Apakah pria ini adalah orang mesum? Kenapa juga dia ingin melihat telapak tangan kami." Salah seorang wanita berpakaian hitam berfikir dalam benaknya.
Meskipun begitu, masing-masing dari mereka memutuskan untuk menunjukkan telapak tangan mereka.
Ketika Zhukai melihat telapak tangan mereka, hampir diantara mereka berempat memiliki telapak tangan yang sangat halus tetapi tidak untuk satu orang.
Dan wanita tersebut adalah orang yang Qi Yue katakan padanya.
"Gadis kecil, siapa namamu?" Zhukai berjalan mendekat pada seorang wanita yang memakai gaun hijau.
Di memiliki paras cantik dengan sebuah pita yang mengikat rambut panjangnya.
"Emm.. Aaa, a–anu, aku Li Bi." Jawab gadis itu sedikit gugup.
Dia tidak terbiasa berbicara dengan orang yang tidak ia kenal, apalagi itu laki-laki, Li Bi sangat tidak terbiasa berbicara dengan mereka.
Zhukai yang melihat reaksinya cukup terkejut, dia kemudian sedikit tersenyum kemudian menawarkan sesuatu pada Li Bi.
"Maukah kamu masuk kedalam sekteku?"
Deg–
Seolah jantung Li Bi berhenti berdetak, ia sangat terkejut bahwa ada sebuah suara di kepalanya. Dia menatap ke sekitarnya dan akhirnya tatapannya berhenti di Zhukai.
"Bagaimana?"
Setelah mengkonfirmasi, Li Bi akhirnya menyadari bahwa suara itu memang berasal dari Zhukai.
Ini adalah pertama kalinya bagi Li Bi dapat melihat Telepati secara langsung, tetapi setelah mengingat kembali apa yang Zhukai katakan padanya, Li Bi menjadi sedikit bingung.
"Emm, teman-teman ... Bisakah aku berbicara dengannya sebentar?" Li Bi berdiri dan memberanikan dirinya untuk berkata.
Teman-temannya cukup terkejut dengan perkataan Li Bi, tetapi detik berikutnya mereka tersenyum.
"Tentu saja."
Mereka semua sangat senang melihat bahwa Li Bi memberanikan dirinya untuk berbicara pada orang yang tidak dikenalnya.
Mereka sangat tahu tentang sifat pemalu Li Bi sejak mereka berteman dulu. Karena sikap pemalu nya itulah Li Bi hanya memiliki sedikit teman.
Setelah Zhukai dan Li Bi berbicara secara empat mata, Zhukai juga mulai menjelaskan tentang Sekte Ling Tian padanya.
Untuk para bangsawan biasanya hanya mengandalkan sebuah pil untuk berkultivasi. Mereka juga sangat malas untuk melakukan latihan berat.
Tetapi berbeda untuk Li Bi, ketika Zhukai melihat bekas telapak tangannya yang kasar sekaligus memiliki banyak bekas luka, ia tahu bahwa Li Bi tidak seperti para bangsawan pada umumnya.
"Jadi, apakah kamu sudah memikirkannya?" Zhukai menatap Li Bi dan bertanya.
Li Bi terlihat sedikit berfikir, tetapi setelah mendengar semua yang Kai ucapkan dia mengangguk tanpa sadar. Dan entah mengapa, Li Bi melihat Zhukai berbeda dari pria pada umumnya.
Biasanya Li Bi akan takut ketika berhubungan dengan mereka. Sebaliknya, dia sama sekali tidak merasakan itu dari Zhukai.
"Baiklah, karena kamu sudah menjadi bagian dari sekte Ling Tian, ini adalah hadiah pertamamu."
Zhukai tersenyum lalu memberinya sebuah kantung yang sudah tertutup rapi. Li Bi tidak tahu apa isinya dan hanya mengucapkan terimakasih.
Sebelum dia pergi, Li Bi bertanya satu hal pada Zhukai.
"A–Anu tuan, apakah aku bisa mengajak teman-teman ku?"
Zhukai mengangguk, dia juga memberikan tiga kantung lainnya pada Li Bi.
"Baiklah, kamu bisa datang nanti ke Gunung Ling Tian, itu berada tidak jauh dari kota ini."
Zhukai berdiri dan beranjak pergi, melihat bahwa Zhukai pergi, Li Bi membungkuk memberi hormat.
Dia juga kembali bergabung dengan teman-teman nya dan mengatakan semua yang ingin dia katakan.
"Li Bi, apakah kamu yakin ingin masuk kedalam sekte pria tadi? Dengan bakat mu, kamu seharusnya bisa masuk ke sekte cahaya." Seorang wanita bergaun merah berkata sedikit tidak setuju dengan pilihan Li Bi.
Sebagai teman, dia sangat menginginkan yang terbaik untuk Li Bi. Dia tidak pernah mendengar Ling Tian Sect, jadi dia sedikit meragukan aoa yang pria Li Bi katakan.
"Ayolah teman-teman, pria tadi bahkan sudah memberikanku hadiah ini, dia juga memberikan masing-masing satu pada kalian."
Li Bi mengeluarkan sebuah kantung yang Kai berikan tadi dan menyerahkannya pada teman-teman nya.
"Apa isinya?" Salah satu temannya bertanya.
"Aku juga tidak tahu?" Li Bi menggeleng.
Karena dia belum membuka kantung itu, Li Bi tidak bisa memastikan apa isi di dalamnya.
"Sudahlah, aku juga akan tahu setelah membukanya."
Gadis yang memakai gaun hitam itu membuka ikatan yang menutup kantung, saat itu juga ketika kantung itu terbuka, mulut mereka terbuka karena terkejut.
"A–Apakah ini sungguhan?" Li Bi melebarkan matanya sedikit tidak percaya melihat isi kantung itu.
Dia menduga bahwa di dalam kantung itu hanya terdapat pil dan juga sedikit uang. Sebaliknya, di dalam kantung itu ada sebuah ruang sendiri yang memiliki lebih dari seribu pil, ribuan batu dewa, dan sebuah pedang yang yang kualitasnya sangat bagus.
Mereka memperkirakan bahwa isi kantung itu sudah setara dengan kekayaan sebuah keluarga bangsawan kecil.
"L–Li Bi ... Sebenarnya siapa pria tadi?" Seorang temannya berkata dengan penasaran sekaligus terkejut.
Li Bi menggeleng, "Entahlah, aku juga tidak tahu, tetapi satu hal yang aku tahu. Dia adalah ketua sekte Ling Tian."
Jauh dari tempat mereka, sosok Zhukai berjalan kembali ke tempat dimana Qi
Yue berada.
Tetapi setelah lihat ada beberapa pria yang menggodanya, itu membuat Zhukai menjadi sangat marah.
"Apa yang coba kalian lakukan pada istriku."
Zhukai berjalan mendekat, aura intimidasi yang keluar dari tubuhnya seketika menakuti dua orang yang berniat menggoda Qi Yue.
"Aaaa... Ayo kita pergi." Mereka yang ketakutan segera berlari dengan kedua kaki mereka yang sudah lemas.
Sementara itu, Qi Yue hanya tertawa melihat mereka ketakutan karena Zhukai, dia juga senang karena Zhukai baru saja menyebutnya sebagai istrinya.
"Bagaimana suamiku, apakah aku menenangkan taruhan ini?" Qi Yue menatap Zhukai dengan senyuman lebar di wajahnya.
Melihat ekspresi yang Qi Yue tunjukkan, Kai sedikit mengerutkan keningnya.
"Gadis ini, dia sudah menduga bahwa dia akan menang sedari awal."
Zhukai menghela nafas beberapa kali sambil tersenyum.
Dia menarik lengan Qi Yue dan menarik tubuh indah Qi Yue.
Deg–
Jantung Qi Yue seakan berhenti berdetak ketika dia merasakan bahwa ada sesuatu yang menyentuh bibirnya.
Wajahnya seketika menjadi merah merona, pikirannya juga menjadi kosong. Qi Yue memejamkan kedua matanya dan menikmati bagaimana Zhukai menciumnya di depan banyak orang.
****
Bersambung.