
Kai merasakan rasa sakit di dalam Dantian nya, itu seperti dirinya dicabik-cabik oleh ratusan gigi yang tajam yang bahkan dapat merusak sepotong besi. Ini karena tubuh Kai telah menjadi sekuat besi.
Tubuh Kai di tempa habis-habisan, dimulai dari kulitnya, setelah itu berganti ke Tulang, tendon, Otot, Sumsum, Darah, dan Organ. Proses itu begitu sakit, tubuh Kai mengeluarkan sebuah cairan Hitam yang merupakan Kotoran dari kulit nya, kemudian cairan berwarna putih keluar, ini merupakan Kotoran dari tulang.
Proses yang begitu menyakitkan terus berlanjut, Setelah dua jam menahan rasa sakit yang luar biasa, Kai akhirnya bisa bernafas lega. Berarti efek Pil telah berakhir.
Kai berdiri dan merasakan Dantian nya telah bertambah besar, meridian nya juga begitu, itu bertambah luas. Sedangkan tubuhnya yang telah ditempa kini sangat luar biasa kuat, itu Mampun menyaingi tubuh seorang Pendekar Kaisar awal.
Kultivasinya Juga meningkat pesat menjadi Pejuang Emas Tier 6, setengah langkah lagi Kai akan menerobos Ke Ranah pejuang emas Tier 7.
Kai kembali meramu Pil dan menelannya, lagi dan lagi. Itu terus berlanjut hingga dirinya berhasil menerobos Ke Ranah Pejuang Emas akhir. Setengah langkah menuju Ranah Pendekar Raja.
"Huff, Seperti yang aku duga, hanya dengan herbal dari Keluarga Cheng tidak cukup bagiku untuk menembus Ranah Pendekar Raja." Jika itu orang biasa itu mungkin saja mampu menembus Ranah Pendekar Raja dengan herbal Keluarga Cheng, tetapi tubuh Kai membutuhkan energi dua kali lebih banyak dari Kultivator biasa yang membuatnya mampu bertarung dengan musuh yang lebih kuat darinya.
"Hoekk... Baunya busuk sekali, aku harus segera mandi." Kai melepas bajunya yang penuh dengan cairan berbeda warna.
Di kamar mandi, Kai sudah menyuruh Chiyan untuk memasak air untuknya, Ia kemudian segera ke kamar mandi untuk mandi air hangat.
Bak mandi itu cukup besar yang mampu menutupi tubuh Kai sampai pinggangnya. Ia bersandar dan menutup matanya menikmati aliran hangat yang mengalir ke seluruh tubuhnya.
"Sangat nyaman!." Setelah mandi Kai, segera datang ke kamarnya, dan tidur bersama dengan kedua istrinya.
**
Di Alam Kultivator, situasi Disana tidak begitu baik. Setelah Kai berhasil membunuh Ratu Nyamuk darah, dirinya menghilang tanpa jejak. Hilangnya Kai membuat Ke empat benua merasa panik, mereka telah bersedia menjadi bawahannya dan mengikuti setiap perintahnya.
Sebelum Kai Menghilang ia telah menghancurkan Benua Tengah tetapi ia tidak dapat menemukan persembunyian dari Leluhur Benua Benua Tengah.
Jika Leluhur Benua Tengah berhasil menerobos Ke ranah Emperor itu akan menjadi situasi yang sangat bahaya di Alam Kultivator. Walupun tanpa adanya Kai, seluruh Benua Kultivator akan aman, ini karena adanya Long We dan Juga Jiuyang Lin.
Long We adalah Phoenix yang berhasil memasuki Ranah Emperor saat ini sedangkan Jiuyang Lin juga berhasil memulihkan kekuatannya sampai Ranah Kaisar Dao.
Dua Istrinya yang masih disana, yaitu Jiuyang Lin dan Xia Bing Yao merasa sangat khawatir. Tempat dimana Kai dan Ratu Nyamuk Darah bertarung kini menjadi sebuah tanah mati tanpa sedikitpun kehidupan disana.
Bahkan jika itu Kaisar Yang, ia tidak dapat menempatkan kakinya Disana karena masih terkandung niat membunuh dari dua Kultivator hebat di tanah mati itu.
Jiuyang Lin yang sangat keras kepala memaksakan dirinya untuk pergi kesana tetapi ia di halangi oleh Bibi Yao.
"Kakak Yao apa yang coba kamu lakukan, kenapa kamu menghentikan ku pergi kesana?" Jiuyang Lin dengan marah berkata pada Bibi Yao.
"Itu hanya buang-buang waktu saja Adik Lin, Kai sudah tidak berada di dunia ini lagi." Bibi Yao dengan ekspresi tenangnya berkata.
Jiuyang Lin menjadi sangat marah dan dengan dingin berkata, "Apa maksudmu berkata seperti itu, bagaimana kamu tahu bahwa Kai sudah tidak ada di dunia ini lagi. Jadi dimana dia sekarang?"
Walupun Jiuyang Lin ingin marah, tetapi ia tetap menghormati Bibi Yao sebagai saudari yang lebih tua.
Jiuyang Lin terkejut, bagaimanapun dia tahu bahwa Xia Bing Yao adalah orang biasa dan bukan seorang Kultivator. Ini karena ia sama sekali tidak bisa merasakan Qi dari tubuh Bibi Yao.
"Bibi Yao jangan katakan kamu..." Jiuyang Lin dengan tergagap menunjuk bibi Yao seraya berkata.
"Ya, aku sama sepertimu, seorang Kultivator." Bibi Yao menjawab dengan senyuman lembut.
Kata-kata bibi Yao membuat Jiuyang Lin semakin terkejut, ia telah bersama dengannya hampir dua tahun dan ia sama sekali tidak menyadari bahwa dia adalah seorang Kultivator!! tetapi itu dapat di maklumi, bahkan Kaibyang memiliki System di sisinya tidak bisa merasakan bahwa bibi Yao merupakan seorang Kultivator, bagiamana Jiuyang Lin bisa merasakannya?.
"Tetapi kenapa kamu menyembunyikannya identitas mu?"
Bing Yao terdiam, ia menatap Jiuyang Lin dan berkata pelan, "Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin menikmati hidupku saja, siapa yang tahu bahwa takdir mempertemukan aku dengannya. Dan aku menjadi sangat mencintai nya.".
Walupun di permukaan bibi Yao tidak begitu mengungkapkan ekspresi nya di depan Kai, tetapi Kai sangat tahu bahwa Bibi Yao sangat mencintainya.
Bang!!
Di dalam Rumah, Jiuyang Lin dan Xia Bing Yao mengerutkan kening, sebenarnya Istana sedang diserang dan getarannya sampai di tempat Jiuyang Lin dan Xia Bing Yao berada.
Jiuyang Lin segera keluar dari ruangan dan melihat keluar. Di udara 2 sosok laki-laki paruh baya mengungkapkan ekspresi dingin.
"Yang Jihui keluar kamu.." Teriak pria paruh baya yang berada di depan, sambil memasukkan sedikit Qi kedalam suaranya.
Itu sebenarnya adalah Tian Wei, leluhur Kekaisaran 6 Cahaya. dan dibelakangnya terlihat seorang Pria paruh baya dengan ekspresi dingin.
Yang Jihui keluar dengan para jendral dan Long We dibelakangnya, ia menatap Tian Wei dengan tatapan penuh amarah.
"Tian Wei!! beraninya kamu menyerang istanaku!"
"Jadi kenapa jika aku berani, hari ini Kekaisaran Elang Api akan menghilang dari Alam Kultivator."
Tian Wei menyerang dan kekuatan destruktif melesat ke dada Yang Jihui, membuatnya terpental jauh ke tanah dan membuat sebuah lubang yang cukup dalam.
"Uhuk!! Garrr!!.." Yang Jihui meludahkan banyak darah dari mulutnya, tubuhnya terasa sangat sakit dan 5 tulang rusuknya patah.
Dia menatap Tian Wei sambil menggertakkan giginya, "Kamu Sudah menerobos Ke Ranah Emperor!!."
Tian Wei tersenyum melihat reaksi dari Yang Jihui dan ia sudah menduganya, "Ya kamu benar! hari ini Kekaisaran anjing kamu akan menjadi reruntuhan!."
"Hahaha..." Yang Jihui tertawa kencang, dan menatap kembali Tian Wei berkata keras, "Apa kamu memiliki kekuatan untuk itu."
"Kita Lihat saja!."