Re-system

Re-system
Meng Yudie



"Yah, cantik kurasa..." Ucap Zhukai sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Meski mendapat pujian dari Zhukai, Biao Jian sama sekali tidak terlihat puas. "Hmph, dasar tuan!!.."


Biao Jian sudah terlebih dulu menuju ke kota meninggalkan Kai dibelakangnya. "Hah, gadis ini.."


Dia menghela nafas panjang setelah itu berjalan menyusul Biao Jian, "Jian'er tunggu aku "


Tak berselang lama, Kai dapat melihat sebuah tembok raksasa menjulang tinggi di depannya. Tembok itu terbuat dari gabungan batu roh dan batu raja.


Dengan tinggi puluhan meter, Kai terlihat seperti semut kecil ketika tiba di depan gerbang masuk.


Dia melihat ada banyak sekali orang dan pedagang yang mencoba masuk kedalam kota hingga membuat antrian yang cukup panjang.


"Terlalu lama jika menunggu semua orang selesai mengantri.." Kai menggunakan teknik Lapisan tak terlihat dan mengendong Biao Jian masuk kedalam kota.


Tidak ada yang sadar bahwa Kai sudah masuk kedalam kota. Ketika Kai menghilangkan lapisan tak terlihat, dia segera berjalan mencoba mencari beberapa informasi untuknya.


Tempat yang paling cocok untuk itu adalah rumah makan. "Jian'er apakah kamu lapar? Ayo kita cari rumah makan.."


"Ya tuan." Mendengar tuannya ingin mengajaknya untuk makan, Biao Jian menjadi bersemangat.


Mereka berjalan sambil melihat-lihat kota Kerajaan Xiaoli, meski dari luarnya saja terlihat sangat damai, tetapi Kai dapat mengetahui secara jelas ada banyak terjadi pembunuhan di kota itu.


Karena Kai begitu sensitif terhadap aura pembunuh, dia langsung tahu berapa banyak terjadi pembunuhan di dalam Kota itu.


"Tuan, tuan~ Disana ada banyak sekali orang, mungkin makanan disana enak!.." Ucap Biao Jian dengan air liur mulai menetes dari mulutnya.


"Haha baiklah, sebelum itu bersihkan dulu air liur itu." Kai tertawa kecil sambil menunjuk air liur yang berada di bawah bibir Biao Jian.


"Ah.." Mendengar itu, Biao Jian menjadi malu dan buru-buru mengusap air liur itu..


Mereka berdua segera berjalan masuk kedalam rumah makan. Itu adalah bangunan bertingkat tiga dengan dua orang penjaga di pintu masuk.


"Berhenti!! Apakah kau sudah memesan meja?" Tanya penjaga pada Zhukai dan Biao Jian.


Mereka berdua menggunakan tombak untuk menghalangi pintu masuk.


"Memesan meja? Apakah harus seperti itu?"


"Apakah kau baru saja sampai di Kota Xiaoli?"


Kai mengangguk, "Ya, kami baru saja sampai disini beberapa saat yang lalu."


Salah satu penjaga itu menghela nafas kemudian menjelaskan aturan rumah makan pada Zhukai.


Rumah makan Hea adalah rumah makan terbaik di Kota Xiaoli (Ibukota Kerajaan), jika seorang pelanggan ingin makan disana, mereka harus memesan meja terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya.


Jika ingin tetap makan disana tanpa memesan meja, orang itu harus membayar dua kali lipat.


"Bukankah itu hanya dua kali lipat? Berapa yang harus aku bayar?" Ucap Zhukai dengan santainya.


Sontak kedua penjaga itu kaget, mereka sama sekali tidak pernah menyangka Kai akan mengatakan hal seperti itu.


Selama Rumah makan Hea berdiri, belum pernah ada seorangpun yang berani membayar harga dua kali lipat hanya untuk makan. Juga, hanya seorang dari sekte besar ataupun irang dengan berkedudukan tinggi yang biasa makan disana.


Karena harga setiap makanan disana sangat mahal dan terbuat dari bahan yang berkualitas, satu makanan saja menghabiskan 20.000 batu raja atau setara dengan 2 baru mistis.


"A–Apakah pelanggan ini benar-benar yakin.." Seketika, sifat kedua penjaga itu kepada Zhukai menjadi sangat hormat.


"Tentu saja, kenapa juga aku harus berbohong." Untuk menghabiskan dua batu kecil seperti itu untuk informasi, Kai sama sekali tidak merasa rugi.


Apalagi, dia memiliki kekayaan tak terhingga hingga membuatnya benar-benar bingung bagaimana cara menghabiskan kekayaannya dimasa depan.


"T–Tunggu dulu tuan, aku akan memanggil manager terlebih dulu sebelum menyetujui permintaan tuan." Penjaga itu terlihat gugup dan mulai berjalan masuk kedalam.


Belum sempat Penjaga itu masuk kedalam, suara seorang wanita terdengar dari dalam rumah makan.


"Tunggu..."


Sosok wanita yang cukup tinggi dengan pinggang ramping berjalan keluar, sosoknya dengan wajah yang tertutup oleh cadar menatap Zhukai sambil menunjukkan sebuah ketertarikan.


"S–Salam nyonya.." Kedua penjaga itu berlutut memberi hormat.


Wanita itu tidak lain adalah pemilik rumah makan, orang terkaya di Kota Xiaoli, Meng Yudie.


"Nyonya? Jadi, wanita ini sudah menikah.." Kai tertawa kecil dalam hatinya, sosoknya yang cukup cantik hampir saja membodohi Zhukai.


Dia mengira bahwa wanita itu masih seorang lajang, tetapi tidak pernah dia harapkan jika wanita itu sudah menikah.


Dia menghiraukan kedua penjaga yang memberi hormat padanya dan berjalan mendekat kearah Zhukai.


Dia dan Zhukai hanya terpaut beberapa inci, kedua mata mereka saling bertatapan untuk waktu yang lama hingga Meng Yudie mengungkap sebuah senyum dibalik cadarnya.


"Anak muda, kamu benar-benar menarik. Belum pernah ada seorangpun yang bisa bertahan selama itu bertatapan denganku." Ucap Meng Yudie mengepalkan tangannya memberi salam.


"Sudahi bicaranya, apakah aku bisa makan disana. Kau tidak melihat pacarku saat ini terlihat kelaparan!!.." Zhukai menarik lengan Biao Jian dan merangkulnya dengan cukup dekat.


"Eh? Pacar? Siapa? Aku?..." Biao Jian benar-benar terlihat sangat bodoh ketika Kai mengungkapkan dia sebagai pacarnya.


"Tuan ini–...."


"Ssshhh.. Panggil aku sayang untuk saat ini." Kai berbisik pelan yang hanya dapat di dengar oleh Biao Jian.


Wajah Biao Jian mulai memerah seperti tomat, detik berikutnya dia dan Zhukai memulai aktingnya.


"Y–Ya, beraninya ****** sepertimu menggoda kekasihku.."


Melihat sikap Biao Jian yang benar-benar kaku, Kai tidak dapat menahan diri untuk tidak tertawa.


Sementara itu, Meng Yudie yang mendapatkan kata-kata seperti itu dari Biao Jian sama sekali tidak marah. Dia tersenyum ramah dan membiarkan Kai dan Biao Jian masuk kedalam.


"Ah, maaf maaf. Kalau begitu, tuan dan nona silakan masuk.."


Dengan begitu, Biao Jian memeluk lengan Zhukai dengan cukup erat dan masuk bersama kedalam.


"Hehe, pria tampan! Aku tidak percaya kamu tidak tertarik dengan tubuh indahku.." Meng Yudie mengungkapkan seringai dingin diwajahnya dan berjalan masuk beberapa saat kemudian.


Sementara itu, Kai dan Biao Jian telah duduk di sebuah meja makan yang berada di lantai dua. Ada banyak sekali orang dengan pakaian mewah menatap Biao Jiak dengan pandangan cabul.


"T–Tuan, kenapa aku merasa tidak enak mendapat semua tatapan ini.." Biao Jian mendekat ke Zhukai dan menundukkan kepalanya.


Dia sangat jarang bersosialisasi dengan seseorang ketika di Dunia Jiwa, ketika di mendapatkan tatapan dari banyak orang, Biao Jian menjadi sangat takut.


"Sudah jangan takut, bukankah aku ada disini.." Kai mengelus-elus kepala Biao Jian dengan lembut sambil menyalurkan Qi miliknya kepada Biao Jian.


Merasakan aliran hangat yang secara perlahan mengalir kesekujur tubuhnya, Biao Jian menjadi semakin nyaman.


Tak berselang lama setelah itu, makanan yang Kai pesan telah siap. Pelayan yang membawa makanan segera berjalan ke meja dimana Zhukai berada dan menaruh banyak makanan yang telah Kai pesan.


"Tidak usah merasa sungkan? Cepat makan.." Kai memulai dengan mengambil paha ayam dan makan dengan dangat lahap.


***


Bersambung..