Re-system

Re-system
Sebuah Permintaan



Sementara itu di Klan Xia, Xia Wen tidak berhenti tertawa setelah mendengar kabar dari God of Darkness.


"Hahaha... Tuan Dewa sudah memutuskan perintahnya, tak lama lagi, kita akan mengambil alih Klan Xia bersamanya." Xia Wen tertawa keras sambil memberitahu kabar yang ia dapat dari God of Darkness pada tetua lainnya.


Mendengar berita itu, wajah para tetua menunjukkan senyuman berseri-seri.


"Benarkah itu!? Hahaha, aku sudah muak dengan sikap wanita ****** itu. Setelah kita berhasil menguasai Klan Xia, biarkan aku yang pertama kali menikmati tubuhnya." Seorang tetua gemuk berkata dengan ekspresi cabul.


Xia Wen melihatnya dengan jijik, tetapi ekspresinya segera menghilang digantikan oleh suara tawa.


"Hahaha, baiklah kau bisa menjadi yang pertama menikmatinya saudara Qing."


"Lalu saudara Wen, apakah kamu sudah menemukan pria yang telah mempermalukan putramu?"


Mendengar pertanyaan itu, wajah Xia Wen menjadi suram. Ia benar-benar tidak ingin mengingat kejadian memalukan itu.


Tidak hanya reputasinya yang menurun, tetapi posisinya di Klan Xia juga semakin goyah.


Melihat wajah Xia Wen yang tampak aneh, tetua itu segera menyadari bahwa apa yang ia tanyakan telah menyingung Xia Wen.


"Hahaha, jangan terlalu dipikirkan saudara Wen. Tak lama lagi kita pasti akan menemukan orang itu."


Tetua wanita yang duduk diam sedari awal. mulai berkata, "Hei, apa kalian tahu perubahan yang terjadi pada Wukong? Bukan hanya penampilannya saja yang berubah, aku merasa bahwa dia juga telah menerobos ranah yang lebih tinggi."


Xia Wen mengerutkan kening setelah mendengar perkataan itu. Kabar tentang Sun Wukong yang telah merubah penampilannya benar-benar mengejutkan semua orang.


Semua orang jelas tahu bahwa sun Wukong tidak bisa merubah penampilannya dikarenakan Bloodline miliknya yang terlalu kuat.


Siapa yang menyangka bahwa Sun Wukong akan benar-benar bisa merubah penampilannya sama seperti manusia pada umumnya.


"Tidak peduli seberapa kuat Sun Wukong, dia tidak mungkin menang melawan banyak orang seperti kita. Apalagi God of Darkness juga mengatakan bahwa dia sendiri yang akan menahan Sun Wukong." jelas Xia Wen.


Sementara Xia Wen dan para tetua lainnya terus berbicara satu sama lain, di waktu yang sama, Zhukai telah sampai di gerbang masuk murid luar.


Karena disana terdapat seorang murid yang menjaga gerbang, Kai sangat malas untuk berurusan dengan mereka.


Dia memutuskan untuk terbang melewati gerbang luar dan murid dalam hingga akhirnya Kai sampai di bangunan utama milik Klan Xia.


Disana, Kai bisa melihat Xia Bing Yao sedang melatih kemampuan berpedang nya seorang diri tanpa seorangpun yang mengajarinya.


Zhukai menatap Xia Bing Yao yang sedang berlatih dengan senyuman lembut di wajahnya.


Setiap gerakan yang Xia Bing Yao lakukan terlihat sangat anggun dan indah. Mungkin itu terjadi karena gaya bertarung Xia Bing Yao yang lebih mengandalkan kecepatan dan juga kelincahan.


"Kai Gege, aku tahu kamu disana. Kenapa tidak turun untuk menyapaku."


Mendengar ucapan Xia Bing Yao, Kai cukup terkejut karena Xia Bing Yao bisa merasakan keberadaannya.


"Kau benar-benar telah tumbuh sangat kuat ternyata... Yao'er."


Kai muncul tepat di depan Xia Bing Yao, ia membuka pelukannya untuk membuatkan Xia Bing Yao memeluknya.


Xia Bing Yao meletakkan pedang di tanah, ia mulai berlari dan memeluk Zhukai dengan erat.


"Kai Gege, apakah kamu akan pergi lagi besok pagi?" Wanita itu mendongak keatas dengan mata berkaca-kaca.


Melihat Wajah sedih Xia Bing Yao, Kai awalnya tidak ingin berubah pikiran. Tetapi itu tidak mungkin, "Maaf Yao'er, tetapi keputusan ku sudah bulat."


Ketika ia menyadari bahwa tidak mungkin bagi Zhukai untuk berubah pikiran, Xia Bing Yao tidak menjawab dan menenggelamkan kepalanya di pelukan kekasihnya.


Di sebuah kamar di dalam bangunan utama, Zhukai berdiri di depan salah satu pintu ruangan dan menegtuknya beberpa kali.


Ketika pintu ruangan itu terbuka, terlihat seorang wanita cantik berjalan keluar sambil mengusap matanya yang masih tertutup.


Saat Wanita itu lihat wajah pria yang sangat tidak asing baginya, matanya segera terbuka lebar.


"Kai!–..."


Sebelum Zi Lin Yue selesai berbicara, Kai segera menutup mulut wanita itu dan membawanya masuk kedalam kamar.


"Bodoh, apa yang coba kau lakukan dengan berteriak seperti itu." ucap Zhukai sambil melepas tangannya yang menutup mulut Zi Lin Yue.


"Hehehe, maaf-maaf.. Tapi Kai, apa yang akan kau lakukan padaku ku? bukankah posisi ini terlihat..."


Zi Lin Yue berhenti berbicara, bahkan tanpa berbicara lagi, Kai pasti mengerti apa yang ia maksudkan.


Saat ini, ia berbaring di atas kasur dengan Zhukai yang berada tepat di atasnya. Orang akan salah paham jika melihat situasi itu.


"Hmph, kau terlalu banyak berpikir." Kai mengalihkan wajahnya yang memerah dan berkata sambil menjauh dari Zi Lin Yue.


Melihat bahwa Kai tidak melakukan apapun padanya, Zi Lin Yue sedikit kecewa. Tetapi ia juga tahu bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal itu.


"Jadi, kapan kamu pulang? lalu alasan kamu bertemu dengan ku saat ini pasti... Kau ingin aku membantumu menyerang God of Darkness bukan?" Zi Lin Yue tersenyum manis.


"Ha!? Bagaimana kau tahu?" Kedua alisnya berkedut sambil menatap Zi Lin Yue.


Memang benar bahwa alasan dia datang untuk menemui Zi Lin Yue adalah untuk memintanya membantunya menyerang Sekte Kegelapan.


"Aku memang bisa membantumu, tapi apa yang aku dapatkan setelah itu?"


Mendengar itu dari Zi Lin Yue, Kai memutar otaknya untuk menemukan apa yang bisa ia berikan pada Zi Lin Yue.


Ia jelas tidak bisa memberikan teknik ataupun sumber daya karena Kultivasi Zi Lin Yue sendiri jauh di atasnya.


Karena ia tidak bisa menemukan apa yang bisa ia berikan pada Zi Lin Yue, Kai mengedipkan matanya sebentar kemudian menatap Zi Lin Yue dan berkata.


"Lalu, katakan apa yang kamu inginkan."


Tepat setelah Kai menyelesaikan ucapannya, ia bisa melihat seringai di wajah Zi Lin Yue seolah dia sudah merencanakan hal ini.


"Hehehe, kalau begitu, biarkan aku menjadi kekasihmu."


"Apa!!"


Kai menatap Zi Lin Yue sambil menunjukkan wajah ketidak percayaan. "Apa gadis ini bercanda?"


"Dia bisa saja meminta yang lebih baik daripada ini bukan?"


Meski Zi Lin Yue tidak memintanya, Kai sudah menganggap nya sebagai teman dekat. Tetapi untuk kekasih... Kai masih belum mengetahuinya secara jelas.


Melihat Zhukai yang terus diam, wajah Zi Lin Yue perlahan berubah menjadi sedih.


"Hah, jadi dia tidak menerimanya... Baiklah, bahkan jika dia tidak menerimanya aku masih akan membantunya." gumam Zi Lin Yue dalam hatinya.


Saat dia hendak berbicara, Kai sudah berada tepat di hadapannya dengan sebuah cincin di tangannya.


"Baiklah, kamu akan menjadi kekasihku mulai sekarang." ucap Kai kemudian memeluk gadis itu dengan erat.


Dalam pelukan Zhukai, Zi Lin Yue bisa merasakan kehangatan yang sudah sangat lama tidak ia rasakan.


Tanpa ia sadari, air mata mulai mengucur di wajahnya, "Terimakasih sudah menerimaku.."


***


Bersambung..