Re-system

Re-system
Persiapan



Ding


[Tubuh dewa bintang berhasil dibangkitkan, Kai Gege bisa menggunakan beberapa teknik di masa lalu tanpa tekanan]


Tidak hanya di seluruh Alam Air, bahkan hampir di antara ribuan alam yang ada di dunia ilahi dapat merasakan getaran kekuatan yang sangat kuat.


Monster-monster tua yang telah menyembunyikan dirinya untuk waktu yang lama bergetar sangat terkejut merasakan aura itu.


"Itu dari Alam Air? ... Kekeke, aku tidak menyangka akan lahir seorang monster yang lebih mengerikan dari dewa bintang."


Secara umum banyak orang yang telah menyaksikan bagaimana kebangkitan dari dewa bintang.


Tetapi untuk getaran aura yang baru saja terjadi, itu bahkan lebih kuat dibandingkan kebangkitan dewa bintang ratusan ribu tahun yang lalu.


Raut wajah dari sebelas dewa perang kuno benar-benar pucat ketika merasakan getaran yang begitu kuat saat itu.


Water God, keluar dari ruangannya dan menatap keatas langit yang terus mengeluarkan cahaya perak tak henti-hentinya.


"Kalian, cari orang yang baru saja menerima berkah ilahi itu. Jika dia tidak mau menjadi sekutu kita, bunuh saja." Ucap Water God dengan tegas.


Dia tidak mau mengambil resiko dengan terus membiarkan monster seperti itu tumbuh. Akan baik jika orang itu berniat menjadi sekutunya, tetapi jika tidak mau ... Water God tidak punya pilihan lain selain dengan membunuhnya.


Sosok wanita yang sedang berlatih pedang di halaman istana, bergetar tak terkendali ketika merasakan getaran kuat yang berasal dari Alam Air.


Wanita itu tersenyum cerah, benar-benar sangat cantik.


"Itu pasti kamu ... Kai Gege."


Sementara itu, dari toko Ling Chen yang telah berubah menjadi reruntuhan, sosok Zhukai telah menghilang sebelum disadari oleh banyak orang.


Dia telah memindahkan ruangan dimana Ling Chen sedang menempa bersamaan dengan dirinya kedalam Dunia Ilahi.


Kai tahu bahwa kebangkitannya barusan akan menarik banyak perhatian yang tidak perlu. Meski Kultivasinya telah melambung tinggi, tetapi untuk berurusan dengan dewa perang kuno, Kai masih butuh banyak kekuatan.


Kai menatap satu-satunya ruangan yang tersisa dari toko Ling Chen, dia merasa bersalah atas hancurnya tokonya.


"Yi'er, bisakah kamu memperbaiki toko itu menjadi seperti semula?"


[Bisa Kai Gege, tetapi 100 Poin Takdir akan dikurangi. Apakah Kai Gege yakin?]


"Ya, lakukan dengan cepat."


Tepat setelah Zhukai menyelesaikan ucapannya, toko yang menyisakan satu ruangan telah kembali seperti semula.


Bahkan Kai sedikit terkejut melihat itu.


Ketika ia membuka toko Ling Chen yang baru saja diperbaiki, ia melihat bahwa pedang dan senjata hasil penempaan Ling Chen telah dikembalikan seperti semula.


"Hmm, kurasa dia akan membutuhkan beberapa hari lagi untuk menyelesaikan penempaan nya." Kai bergumam.


Karena batu meteorit sangat sulit untuk di cairkan, akan membutuhkan waktu yang lama untuk menyatukan batu itu dengan pedang hitam Zhukai.


"Baiklah, karena aku juga sudah disini, sebaiknya aku mengunjungi istriku."


Zhukai berjalan keluar toko, ketika dia sampai di rumahnya, ia disambut oleh istrinya dengan sedikit keterkejutan.


Dengan begitu, setelah berselang tiga hari, Zhukai berpamitan pada semua istirnya dan mengunjungi toko Ling Chen.


Terlihat di depan toko, seorang pria tua duduk bosan dengan pedang hitam yang telah terbungkus kain disana.


Ling Chen menoleh dan melihat bahwa Zhukai berjalan kearahnya, "Akhirnya kau datang juga, sebenarnya ini dimana?"


Long Chen berkata dengan sedikit marah, setelah dia bekerja sangat keras, ia bisa beristirahat.


Tidak seperti kota pandai besi yang penuh dengan bau pembakaran, udara di dunia itu sangat bersih dengan banyak hewan-hewan langka beterbangan di udara.


"Dimana ini!? Ini jelas bukanlah di Alam Air, tetapi bagiamana aku bisa ada disini."


Karena Ling Chen sama sekali tidak mengenal dunia itu, ia memutuskan untuk menunggu. Akhirnya setelah hampir satu hari, Kai akhirnya datang kesana.


Setelah Zhukai mendengar pertanyaan dari Ling Chen, dia menggaruk-garuk kepalanya terlihat seperti merasa bersalah.


"Maaf, ada beberapa masalah saat di kota pandai besi, jadi aku terpaksa memindahkan tokomu di dunia jiwa milikku."


"Apa!? Dunia jiwa ... Apakah ini dunia jiwa yang legendaris itu." Ling Chen melebarkan matanya terkejut sambil menatap ke sekitarnya.


Meski dia adalah seroang pandai besi, tetapi Ling Chen juga tahu tentang dunia jiwa. Sangat sedikit orang yang bisa mbuat dunia jiwa di Alam Ilahi.


Seseorang harus tahu bagaimana sulitnya untuk membuat dunia jiwa, bahkan jika mereka bisa, itu hanyalah seukuran sebuah rumah berlantai dua.


Tetapi Dunia Jiwa yang Kai miliki benar-benar berbeda, selain itu sangat mirip seperti dunia aslinya, itu bahkan terdapat energi spiritual di dalamnya.


Ini benar-benar membuka pandangan Ling Chen tentang dunia.


"Ekhem, Kai ... Aku tidak akan menarik bayaran untuk penempaan pedang, tetapi aku memiliki permintaan."


"Bisakah aku menetap disini?" Ling Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berucap.


Jika Ling Chen tinggal disini, dia merasa bahwa skill penempaan nya akan meningkat. Selain itu, Ling Chen benar-benar sangat puas melihat pemandangan di dalam dunia jiwa.


Sementara Zhukai yang mendengarnya, dia mengepalkan tangannya bersemangat. Jika Ling Chen bergabung dengannya, itu akan sangat membantu.


Apalagi skill milik Ling Chen saat ini masih bisa berkembang, Kai bahkan yakin bahwa Ling Chen mungkin bisa menjadi pandai besi terbaik di seluruh dunia ilahi. Lebih hebat dari kakeknya.


Kai tersenyum ringan, "Baiklah, kau bisa tinggal."


"Benarkah? Terimakasih kalau begitu."


Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Ling Chen masuk kedalam tokonya dan mulai kembali meningkat skill penempaan nya.


Setelah melihat Ling Chen telah pergi, Kai membuka ikatan pada kain yang menutup pedangnya.


Ketika kain yang menutup pedang telah terlepas, terlihat sebuah pedang hitam yang mengkilap dengan sedikit corak putih disekitar gagang pedang dan juga di bagian ujung pedang.


"Ini lebih baik dari dugaanku."


Kai tersenyum tipis, ia mengalirkan Qi dari Dantian nya menuju kedalam pedang.


Sesaat ketika pedang hitam mengeluarkan cahaya, Kai dengan cepat menebas maju dan menciptakan sebuah bentuk tebasan yang membelah tanah menjadi dua bagian.


"Bagus! Dengan ini seharusnya aku bisa pergi ke tempat itu."


Zhukai menyarungkan kembali pedang hitam kedalam Inventory, pandangannya semakin gelap ketika dia mencoba intim mengingat sebuah tempat yang sangat mengerikan dalam ingatannya.


Tetapi di tempat itu juga Kai bisa mendapatkan teknik Bintang Agung Penghancur yang membuatnya bisa berkembang dengan cepat.


Karena saat itu kekuatannya masih sangat lemah, Kai tidak berani untuk masuk lebih dalam.


Tempat itu terletak di sebuah Alam yang letaknya sangat jauh diantara alam-alam lainnya dalam lingkup dunia ilahi.


"Alam Neraka, reruntuhan kuno milik Shura!!.."


***


Bersambung.