Re-system

Re-system
Mantap-mantap



Pandangan Kai tertuju pada Buku Kuno yang baru saja Ia baca, mengalihkan pandangannya pada Jiuyang Lin sebuah Rona merah muncul di Keuda pipinya.


"Anu... Lin'er, Apakah Kau pernah melakukan itu?.." Tanya Kai malu-malu.


"Itu? Apa yang Kau maksud Kai Gege?"


Mengalihkan pandangannya ke samping, Kai menyerahkan Buku Kuno di tangan nya pada Jiuyang Lin.


Melihat Sikap aneh yang Kai tunjukan, Jiuyang Lin mulai penasaran, Ia mengambil Kitab Kuno yang baru saja Kai serahkan dan membacanya.


Halaman Pertama, Jiuyang Lin membaca dengan Tatapan Serius, Lembar demi Lembar terus Ia balik, di Halaman terakhir, Jiuyang Lin menutup Kitab Kuno dan menatap Kai yang berada di depannya.


Ia memandang Tajam Kearah Kai, Mulutnya terbuka tapi ia tidak bisa berkata-kata.


"Apa Yang kau lakukan, Ayo cepat masuk kedalam Kamar!!" Ajak Jiuyang Lin dengan nada serak.


"Eh.." Melihat Sikap Jiuyang Lin yang malu-malu sebuah tembakan panah tepat mengenai Hati Kai dan membuat jantungnya berdetak kencang.


Ia mendekat Kearah Jiuyang Lin, Mengangkat tubuhnya dan Berjalan masuk ke dalam Kamar Jiuyang Lin.


Lilin Menyala, Kai menaruh Tubuh Jiuyang Lin di atas Kasur, Memperhatikan Setiap Lekuk tubuh Jiuyang Lin semakin membuat Kai tak kuasa menahan nafsunya.


"Apa yang Kau lakukan, Cepatlah!!"


"Tapi aku tidak tahu caranya!" Kai menyela.


"Apa Bagaimana Bisa kau tidak tahu." Kedua Alis Jiuyang Lin mengkerut.


"Tunggu Sebentar!!."


Ia membuka Toko System' dan mencari Buku yang mengajarkan tentang Mantap-mantap, Setelah mencari selama 1 menit, Kai menemukan sebuah Buku bertuliskan, Icha Icha Tactics.


Tanpa Ragu-ragu Kau membeli buku itu dan mempelajarinya, Sebuah gambaran muncul di kepala Kai.


"Cepat, Bb.. Baka!!"


Jiuyang Lin mendorong tubuh Kami dan mulai pergi meninggalkan Kamarnya, Ketika ia berdiri sebuah tangan besar menahan dan menariknya kembali kedalam kasur.


"Apa Yang-.." Sebelum selesai berkata, Kai tiba-tiba mencium mulutnya dan mulai meraba-raba P4yudara besar milik Jiuyang Lin.


Sensasi empuk yang baru pertama kali Kai rasakan, Ia membuka Baju dan Celana bagian bawahnya, Terlihat Perut Sixpack dengan Pedang Besar yang menggantung di antara kedua paha Kai.


Note: Buwung ape tu man.


Jiuyang Lin tersentak Kaget melihat Benda besar panjang yang ada di Tubuh Kai, Wajahnya semakin memerah. Menutup mata, Ia membayangkan bagaimana jika benda itu masuk ke dalam tubuhnya.


Kai kemudian dengan Lembut Mulai membuka Baju Jiuyang Lin, Nafsunya yang sudah tidak tertahan membuat Adik Kecilnya berdiri.


Sadar, Jiuyang Lin menutupi dada dan anu nya dengan kedua tangan, "Jangan melihatnya, Aku malu."


"Lin'er.." Nafas Kai terengah-engah, Ia mengangkat Tengkuk Lin'er mengunakan tangannya dan mulai menciumnya.


Sensasi lembut serta Hangat dapat Jiuyang Lin Rasakan, ia dengan Pasrah mulai melemaskan tubuhnya, Ia juga menatap Kai wajah tampan Kai... Hatinya berdegup kencang.


Kai memasukan Otongnya ke dalam Lubang Milik Jiuyang Lin, "Pelan-pelan Kai Gege, Aku masih Perawan."


"Baik Lin'er, aku akan melakukannya dengan Pelan."


Sebuah darah tiba-tiba menetes dari bagian Bawah tubuh Jiuyang Lin.


"Apakah Itu sakit?" Kai bertanya.


"**... Tidak, Aku tidak apa-apa.. Kyaa~."


Desahan manja Jiuyang Lin terus terngiang-ngiang di telinga Kai, Kai juga terus mengikuti apa yang di gambarkan di dalam Buku Icha-icha Tactics yang ia beli dari Toko System.


Keringat Dua orang itu membasahi Kasur, Jiuyang Lin terengah-engah berkata pelan, "Tunggu... Kai Gege, Biarkan aku istirahat sebentar."


Kai Menganguk, Setelah Istirahat selama sepuluh menit, Kai menggenggam Erat tangan Jiuyang Lin, dan terus melakukan Kegiatan Itu hingga Pagi Hari, Tiba-tiba Cahaya Terang terang memasuki Tubuh Kedua orang itu.


Kai duduk bersila di ikuti Jiuyang Lin di depannya, Lonjakan Energi yang luar biasa terjadi di Meridian Kai dan Jiuyang Lin.


Menurut Buku Kuno, Selesai melakukan Mantap-mantap, Kedua pasangan di haruskan mengalirkan Energi Qi satu sama lain agar kekuatan Alam yang telah mereka berdua serap tidak bertabrakan.


Siang Hari, Kai perlahan membuka matanya dan merasa terjadi perubahan besar pada tubuhnya, Dantian nya semakin meluas di ikuti Qi dalam tubuhnya semakin Murni. Ia juga telah berhasil menerobos Ke Raja Dao Realm Tier 5.


"Haa.. Naik 2 tingkatan Sekaligus.."


Melihat tubuh nya, Kai masih tidak percaya dengan peningkatan yang tiba-tiba terjadi, hanya dalam 1 Hari ia telah naik 2 lapisan sekaligus, Jika ia berburu binatang Iblis. Kai setidaknya harus membunuh sekitar Puluhan Ribu Binatang Iblis.


Ia menatap Jiuyang Lin yang terlihat masih kesusahan untuk menyerap Energi Alam, Kai bangkit dan berjalan ke belakang Jiuyang Lin, Kedua tangannya menyentuh Punggung Jiuyang Lin tanpa Busana sama sekali.


Mengalirkan sedikit demi sedikit Qi miliknya, Kai menuntun Jiuyang Lin agar dapat mempercepat penyerapan nya.


Malam Hari Tiba, Jiuyang Lin membuka mata dan merasakan Kekuatannya Telah kembali setengahnya. Jiuyang Lin kesulitan untuk mengembalikan Kekuatannya karena Qi Yang berada di Alam Rendah ini terlalu Tipis, Walaupun Kai juga memberikan banyak Pil kepada Jiuyang Lin itu hanya mengembalikan Kekuatannya Sekitar 10 persen.


Rambut Jiuyang Lin yang hitam perlahan kembali ke bentuk Aslinya, Juga tanda Api Hitam yang ada di dahinya perlahan menghilang.


Menengok Kebelakang Ia melihat sosok Pria tampan berkeringat Deras, Perasaan Bahagia memenuhi tubuhnya ia segera memeluk Pria itu dan mencium Pipinya.


"Chhhuu..."


Kai juga merasa sangat bahagia, Ketika Ia mengingat Kembali desahan Manja yang Jiuyang Lin teriakkan Itu membuat Adik Kecilnya bangun kembali.


Selesai memakai Baju, Zhukai dan Jiuyang Lin mulai keluar dari Kamar, Melihat suasana di Ruang Tamu sangat Sunyi mereka menduga bahwa anak-anak sudah tidur.


Kai pergi Keluar bersama dengan Pon sedangkan Jiuyang Lin kembali ke Kamarnya dan mulai berkultivasi untuk menyerap sisa-sisa Energi yang masih berada di dalam Tubuhnya.


Di Bawah Pohon Mangga tempat Favorit nya beristirahat, Kai memandang Cerah keatas Langit, Terlihat sebuah Bulan bersinar terang menerangi Dunia Jiwa miliknya.


Kai terlentang dan berteriak Keras, "Akhirnya... Di Usia ku yang ke 19 Tahun aku berhasil menghilangkan keperjakaanku... Hahaha."


Ia merebahkan tubuhnya di atas rerumputan, menutup kedua matanya Kai tertidur pulas di ikuti oleh Pon yang ikut tertidur.


Esok Paginya, Sinar matahari Mulai menerangi Dunia Jiwa, Sensasi hangat menjalar ke seluruh tubuh Kai dan membuatnya terbangun.


"Hoaamm!! Sudah Pagi Rupanya.. Sudah saatnya Yi dan yang lainnya keluar dari Sini.. Aku menduga bahwa anak-anak juga telah bosan tinggal di Dunia Jiwa ini."


Ia berdiri di ikuti Oleh Pon yang telah terbangun dan duduk di Pundak kiri Kai, mereka berdua berjalan kembali ke Rumah.


**


Selamat menikmati Mantap-mantap Nya :)