Re-system

Re-system
Teknik Bintang Agung Penghancur



Apaaa!!? Guru, apakah kami tidak salah dengar." Zhen Lun berkata pada Zhukai sedikit tidak percaya.


"Tidak! Karena kalian berdua saling mencintai, ini adalah teknik terbaik yang aku miliki." Ucap Zhukai pada mereka berdua.


Kai sebenarnya memiliki teknik yang lebih baik, tetapi itu sudah dia gunakan sendiri bersama dengan Istrinya..


Zhen Lun dan Bai Ling saling memandang satu sama lain, pandangan mereka saling bertatapan untuk waktu yang lama hingga mereka berdua saling mengalihkan pandangan satu sama lain.


Wajah mereka berdua memerah, "T–Tapi mengapa guru tidak mengajari kami sedikit lebih lama lagi?"


Mengalihkan pertanyaan Zhukai, Zhen Lun kembali bertanya.


"Karena tujuan kita berbeda, aku berpetualang untuk mencapai puncak kekuatan dan unt melindungi Istriku."


"Sedangkan kau berlatih untuk membalas dendam. Aku juga hanya menetap sebentar di Kota Yaochi."


Zhen Lun paham betul apa yang Kai katakan, memang benar tujuannya berlatih adalah untuk membalas dendam kematian kedua orang tuanya yang terbunuh secara tidak adil oleh Sekte Dongwen yang ada di pusat benua.


Kota Ashura..


Zhen Lun menunduk tidak bisa memberi jawaban lain. Sementara itu, Bai Ling yang berdiri di sampingnya tiba-tiba bersujud dan berterima kasih atas apa yang telah Kai berikan pada mereka berdua.


Dia juga berterimakasih tentang bagaimana Zhukai membuat hubungannya dengan Zhen Lun menjadi lebih dekat.


"Tidak perlu berterimakasih seperti itu Bai Ling, aku juga berhutang Budi padamu."


Meski Bai Ling tidak paham apa maksud perkataan Kai barusan, ia tidak bertanya lebih lanjut.


"Ini terimalah, lagipula kalian berdua saling mencintai bukan? Aku juga tidak bisa memberi kalian latihan lebih lanjut."


Mereka berdua diam tidak menjawab, meski waktu yang dia habiskan dengan Zhukai hanya satu hari tetapi ia tahu bahwa Kai membantu mereka dengan tulus.


Zhen Lun melangkah maju dan menerima teknik itu dengan hormat sambil memberi Zhukai penghormatan terakhir untuk Zhukai.


"Terimakasih guru atas ilmu yang anda berikan, aku akan menjadi yang terkuat dan membuat seluruh Alam Dewa tahu nama guru."


Kai benar-benar sangat senang dengan perkataan muridnya, dia mengangkat tangannya dan menepuk kepala dua muridnya itu.


"Haha, aku akan menunggu itu dimasa depan."


Setelah itu, Kai berbalik dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


Dia kembali ke kamarnya dan melihat bahwa Xiao Hu sedang bermalas-malasan sambil menghabiskan banyak batu spiritual diatas kasur.


Ketika dia melihat Zhukai datang, dia segera berdiri dan berlari kearah Zhukai dengan senang.


"Huu... Huu..."


Dia terus mengelus-elus kan kepalanya pada kaki Zhukai. Kai berlutut dan mengangkat tubuh Xiao Hu.


"Oh kau kotor sekali, maaf aku tidak menemani mu bermain dua hari ini."


Seolah paham apa yang Kai katakan, Xiao Hu mendekatkan mulutnya dan menjilati Zhukai memberitahunya bahwa tidak perlu khawatirkan itu.


"Ayo memandikanku sekarang karena kita akan sampai di kota selanjutnya."


"Huu.. Huu.."


Mereka berdua berjalan menuju ke kamar mandi dengan Kai yang sudah telanjang sebagian.


Xiao Hu dengan patuh merendam dirinya di dalam air sambil menikmati Kai membersihkan setiap bagian tubuhnya.


"Huu.. Huu.."


Mereka berdua akhirnya sampai di pesisir laut, terlihat ada sebuah jembatan kecil dipinggir laut.


Kai dan Xiao Hu turun dari kapal setelah mengucapkan salam perpisahan dengan kedua muridnya.


Kai juga memberikan beberapa teknik pertempuran dan juga banyak sumber daya dan uang.


***


Waktu itu adalah malam hari dimana bulan dan bintang bersinar dengan sangat terang.


Jauh di puncak gunung tertinggi diantara gunung lainnya, terlihat seorang pria duduk di sebuah lahan kosong sambil menatap keatas langit.


"Cahaya bintang yang begitu terang, ini adalah waktu yang tepat untuk melatih Teknik Bintang Agung Penghancur.."


Kai memejamkan kedua matanya dengan posisi duduknya bersila. Ia menyatukan kedua tangannya lalu meletakkan diatas lutut kanan dan kiri.


Tepat di samping Dantian nya, energi bintang terus bergejolak dan berputar-putar tak terkendali seolah ingin melahap cahaya bintang di luar.


Kai mengatur nafasnya dan mulai mengolah keterampilan Bintang Agung Penghancur.. Cahaya bintang yang menyinari tubuhnya dengan cepat terserap masuk melewati pori-pori kulitnya.


Ia menghirup energi spiritual dan membiarkannya mengalir melewati garis meridian yang ada di tubuhnya.


Energi Spiritual dengan cepat masuk ke pusat Dantian sementara cahaya bintang yang telah di olah dan di murnikan telah berkumpul menjadi satu dan memasuki ruang lain di sebelah meridiannya.


Kai menyebut pusat itu sebagai Star Lord (Bintang tuan). Untuk saat ini, Kai hanya memiliki sedikit kekuatan bintang di dalam star lordnya. itu juga merupakan sisa dari kehidupan keduanya.


Agar dia bisa membuka lapisan kedua dari teknik Bintang Agung Penghancur, setidaknya ia harus memiliki kekuatan bintang seluas danau.


Sinar bulan perlahan memudar digantikan oleh cahaya matahari yang mulai terbit. Zhukai menghentikan latihannya, berdiri dan meregangkan otot-otot nya.


"Xiao Hu, ayo pergi cari makan di kota.."


"Huu... Huu..."


Kai menghilang menjadi kumpulan asap hitam dan muncul kembali di sebuah kota yang sangat besar. Itu merupakan kota dimana istana kekaisaran berada, Kota Han.


Zhukai sendiri sudah sampai disana kemarin siang, tetapi ketika malam hari tiba, Kai mencari tempat dimana cahaya bintang bersinar paling terang.


Di sebuah rumah makan besar dan juga terkenal, Zhukai masuk dengan pakaian sederhana dengan Xiao Hu di pundaknya.


Ia duduk di salah satu meja dalam rumah makan itu sambil memesan satu kendi arak dan juga beberapa makanan.


Xiao Hu yang turun dari pundak Zhukai duduk diatas meja sambil memakan batu spiritual yang Kai berikan padanya.


"Hei, apa kau sudah mendengar berita tentang tuan muda ketiga dari keluarga Xiong?"


"Tentu saja, itu telah menyebar luas di seluruh kota dimana dia dipermalukan dalam kompetisi antar keluarga."


"Haha, dia begitu sombong hanya karena dia berkultivasi lebih cepat dari yang lain tetapi lihat sekarang.."


Suara gelak tawa memenuhi rumah makan itu, Kai sendiri tidak peduli dengan apa yang mereka bicarakan hingga sesuatu terdengar di telinganya.


Jauh di pojok ruangan, Kai melihat dua orang misterius dengan topi bambu menutup wajah mereka.


Mereka juga memakai sebuah jubah hitam legam dengan motif tengkorak disetiap sisinya.


"Hei, aku batu saja mendapat kabar bahwa salah satu cabang organisasi di desa hanluo telah dihancurkan oleh seseorang."


"Kudengar orang yang menghancurkannya juga mengambil barang yang organisasi inginkan."


Mendengar itu semua, Kai masih dengan santai menikmati arak dan juga makanan yang dia pesan.


"Desa Hanluo? Bukankah itu desa dimana Nei Yan tinggal. Jangan-jangan barang yang mereka maksud adalah pecahan Sovereign of Heaven.."


"Hmm, ini membuatku penasaran dan ingin bertemu dengan pemimpin mereka. Aku akan mencari informasi dari mereka berdua."


Ketika Kai selesai menghabiskan makanannya, dia keluar dari dalam rumah makan dan mengikuti dua orang misterius itu ke markas mereka.


***


Bersambung..