
Selesai memberikan Pemakaman yang layak Pada kedua penjaga Istana yang telah Tiada, Kai memerintahkan seseorang untuk memanggil keluarga Dari kedua penjaga yang telah meninggal.
Satu menit berlalu akhirnya muncul 2 Anak kecil berumur 6 Tahun memakai Baju yang kurang layak di pakai, yang satu tubuhnya sangat Kurus dan juga wajahnya pucat, Yang satunya memiliki Tubuh yang sama kurusnya bedanya Ia selalu tersenyum.
"Dimana Ibu kedua anak itu?" Kai Bertanya Pada Petinggi Istana yang berdiri tepat disampingnya.
"Ibu dari kedua anak itu telah meninggal Yang Mulia." Jawabnya.
Kai berjalan mendekat Kearah Kedua anak itu dan memeluknya, "Hai... Apa Kalian mau menjadi anak angkat Paman?" Tanya Kai tersenyum ramah.
"Maaf Paman, dimana ayah Kami? Kenapa hari ini dia belum Pulang padahal ia telah berjanji akan bermain bersamaku malam ini." Ucap Anak kecil itu dengan polosnya.
"Sebenarnya...."
Kai menceritakan Bahwa Ayah kedua Anak itu telah pergi ke tempat ibu mereka berada. Kai berbohong pada mereka bahwa Ayah mereka berdua berpesan pada Kai untuk menjadi ayah angkatnya.
"Ke Tempat Ibu? Bukankah tempat itu sangat Jauh!! Kenapa ayah pergi ke tempat itu, Jika ayah ingin pergi ke tempat ibu seharusnya dia mengajak ku pergi bersamanya." Anak yang berwajah pucat mulai berbicara.
Kai bingung harus menjawab apa akhirnya ia memutuskan untuk berbicara jujur pada kedua anak itu.
Dan setelah Kai selesai berbicara kedua anak itu akhirnya menangis, Kai paham apa yang mereka rasakan karena dulunya dia hanya tinggal bersama ibunya dan Kai tidak pernah mengingat wajah ayahnya sama sekali.
"Jadi Maukah kalian berdua menjadi Anak Angkat ku."
Mereka berdua hanya menggangukkan kepala dengan wajah yang masih berlinang air mata. sesudah itu Kai mengajak mereka berdua Makan siang.
Tapi sebelum itu Kai menyuruh Pelayan istana untuk memandikan Kedua anak itu dan mengganti Pakaian yang tidak layak pakai menjadi pakaian yang layak pakai.
Setelah berbincang selama Makan siang Kai mengetahui nama kedua anak itu, Yang berwajah Pucat bernama Mun, Sedangkan yang selalu tersenyum bernama Kun.
Mereka berdua kenyang setelah menghabiskan 3 Piring yang berarti nafsu makan kedua anak itu sangat besar.
"Apa Kalian sudah kenyang?"
"Ya Paman.." Jawab mereka berdua secara bersamaan.
"Paman? Panggil Aku Ayah sekarang."
"Ayah!!.."
Awalnya mereka berdua belum terbiasa dengan sikap yang Kai miliki tapi kini mereka berdua sudah sangat akrab dengan Kai seperti mereka menganggap Kai sebagai ayah mereka sendiri.
"Ah, Maaf Aku belum memperkenalkan Kalian pada Ibu dan juga saudara baru kalian." Kai membuka Portal Dunia Jiwa yang membuat kedua anak itu terpesona.
"Waahhh... Mun Lihat itu Keren sekali!!."
"Benar Kun, Ayah baru kita sangat hebat!!" Walaupun mereka berdua terlihat bahagia sekarang tapi di dalam hati kedua anak itu masih sangat terluka atas kematian Ayahnya.
"Mari masuk..."
Kai menggandeng Tangan kedua Anak itu dan bersama-sama memasuki Dunia Jiwa.
***
Benua Tengah~
Berita tentang kekalahan Dari Kekaisaran 6 Cahaya telah menyebar luas ke seluruh Dunia, Bahkan dalam perang melawan Benua tengah Kaisar Huo yang merupakan salah satu Tokoh terkuat di Dunia Kultivator juga terbunuh.
Sekarang Situasi di Benu tengah sedang tidak Baik, Keadaan ekonominya terus menerus merosot setiap harinya.
Para Petinggi Istana juga banyak yang telah melakukan Korupsi sehingga membuat Keadaan Kekaisaran 6 Cahaya semakin memprihatinkan.
Banyak Bandit yang telah membunuh dan memperkosa Warga Biasa tetapi apa yang dilakukan oleh Kekaisaran? Mereka hanya diam saja.
Leluhur kaisar Benua Tengah saat ini sedang dala kondisi Kritis mencoba menerobos Ke Ranah Kaisar Dao.
Sedangkan Anak Kaisar Huo yaitu Tian Chen saat ini sedang berada di Rumah bordil menghabiskan kekayaan Keluarganya selagi masih tersisa.
Para Rakyat yang tinggal Di Benua Tengah satu per satu mulai pergi meninggalkan Benua tengah Karena pajak yang tidak masuk akal dan juga biaya hidup yang semakin mahal Disana..
Peringkat Benua Tengah masih bertahan di Peringkat 2 Karena di sana masih tersisa beberapa Kultivator Kuat yang bersembunyi di Sekte Atau Klan Benua Tengah.
"Hei, Apa kau tidak ingin Pindah ke Benua Barat dari informasi yang kudapat dari saudaraku yang ada di sana, Benua Barat sangat Maju sekarang Karena Kaisar Baru mereka sangat Cerdas dan juga kaya raya..." Ucap Pedagang 1 Ke Pedagang 2.
"Tapi Bagaimana kita bisa kesana sedangkan Portal Teleportasi saja telah tertutup sekarang dan hanya Kaisar dari Benua tengah yang bisa membukanya." Jawab Pedangan 2 Mengeluh.
***
Di dalam Dunia Jiwa Kai bersama dengan kedua anaknya berjalan ke sebuah Rumah Mewah yang merupakan tempat tinggal Kai dan juga Para Keluarganya.
"Tok... Tok... Tok..." Kai mengetuk Pintu sebanyak 3 Kali hingga pintu terbuka.
Saat Pintu terbuka terlihat Yi yang sedang selesai mandi dan hanya memakai sebuah Kain tipis untuk menutup tubuh nya.
Lekuk tubuh Yi yang sangat seksi dengan dua buah dada nya yang menonjol membuat Adik Kecil Kai terbangun.
"Hei adik kecil siapa yang menyuruhmu bangun, Cepat kembali tidur." Bisik Kai pada dirinya.
"Kai Gege? Kenapa kau disini bukankah saat ini seharusnya kau menaklukan Benua Tengah." Ucap Yi Penasaran.
"Ahh... Sebelum itu sebaiknya Kau memakai Baju terlebih dahulu..." Kai mendekati Telinga Yi kemudian berbisik Pelan, "Adik Kecil ku ini bangun karena mu."
Wajah Yi memerah Ia berlari ke dalam Rumah sambil Berteriak, "Kai Gege Kau Mesum!!"
"Ttt.. Tidak Yi kau salah paham." Ucap Kai.
"Ayah... Apa Bibi cantik tadi akan menjadi ibu kita?" Tanya Kang pada Kai.
"Iya Itu merupakan Ibu pertama kalian nanti kalian akan memiliki 3 Ibu." Jelas Kai.
Kedua anak ibu bingung tapi mereka tidak bertanya lagi dan mengikuti Kai masuk kedalam rumah.
Di dalam Rumah ada Ling Hao dan anak-anak sedang berlatih Kultivasi Kai menujuk mereka dan menjelaskan bahwa mereka adalah Saudara Batu Mun dan Kun.
"Lihat Mereka!! Itu merupakan Saudara baru Kalian, Terus Wanita Cantik yang sedang memasak di dapur itu adalah Ibu Kedua Kalian." Seru Kai sambil menunjuk Bibi Yao yang sedang memasak di Dapur.
Terus saat Kai mengelilingi Rumah Ia bertemu dengan Luo Lan yang sedang Menyembuhkan Luka nya.
"Lan, Dimana Lin'er?"
"Master? Dia sekarang sedang berada di luar, Katanya ingin bersantai sebentar." Saat Luo Lan melihat Kedua anak di belakang Kai ia langsung bertanya, "Emm... Siapa Kedua anak kecil ini?"
"Oh mereka berdua Anak Angkat ku."
Kai Kemudian membawa Kedua Anak Angkat nya keluar untuk mencari Jiuyang Lin. setelah mencari selama 30 Menit Kai masih belum menemukannya.
"Ayah, Aku sudah tidak kuat berjalan lagi." Ucap Mun yang tubuhnya telah berkeringat yang berlebihan, Ternyata setelah Kai memeriksa tubuhnya Ia menyadari Mun memiliki Suatu penyakit, Yaitu Penyumbatan Meridian.
Kai sekarang Paham kenapa Mun selalu memasang Wajah Pucat ternyata Meridian di tubuhnya tidak bekerja yang membuatnya kekurangan Energi.
Setiap Orang di Dunia Kultivator memiliki Energi Qi sejak Mereka Lahir, Tapi energi Qi itu sangat kecil sehingga mereka tidak bisa menggunakannya.
Kai mengambil Beberapa herbal dari Cincin Ruangnya, Ia menerbangkan Semua herbal di tangan nya ke udara dan mulai membuat Sebuah Pil.
Proses itu terjadi sangat cepat tapi juga sangat hebat hingga membuat Kedua Anaknya menganga.
"Keren Sekali!! Jika aku sudah besar Nanti aku akan meminta Ayah mengajariku teknik ini.." Ujar Kun dengan Semangat.
"Aku Juga." Mun yang juga memperhatikan Kai juga ingin menjadi sepertinya.
Satu menit Berlalu dan Terbentuklah sebuah Pil berwarna Biru Laut, Kai langsung meminta Mun untuk menelan Pil di tangannya dan mengambil sikap Lotus.
Karena Mun bukan seorang Kultivator jadi Kai akan membantunya menyerap Pil yang telah Mun telan.
Proses itu berlangsung selama 5 Menit dan selama 5 menit itu juga Mun mengalami Rasa sakit yang luar Biasa di seluruh tubuhnya, Seakan seluruh Pembuluh darahnya di paksa melebar.
Selesai Proses Penyerapan Pil Mun memuntahkan sebuah darah Hitam dari dalam tubuhnya.
Kai memberi Mun sebuah air minum dari Cincin Ruangnya, Mun pun meminum air Itu hingga habis tak bersisa kemudian perlahan-lahan Wajah Pucat nya menghilang di gantikan dengan Wajahnya yang semakin tampan dan mempesona.
"Aaa.... Kenapa Jantungku Berdetak kencang Setelah melihat Wajah Mun Berubah." Gumam Kun dengan wajahnya yang sudah menjadi merah.
Note: Mun disini Laki-laki sedangkan Kun itu Perempuan Ya.
Saat Kai hendak melanjutkan Mencari Jiuyang Lin ternyata ada suara yang memanggilnya, "Kai? Kenapa Kau disini." Kai berbalik dan melihat bahwa itu adalah Jiang Lin yang sedang memakan sebuah Mangga di tangannya.
Jiuyang Lin juga melihat Kedua Anak Kecil itu dan menjadi penasaran, "Siapa Kedua Anak ini, Jangan-jangan.. "
"Mereka Berdua Anak Angkat ku," Kai melihat Mun dan Kang dan memberitahu nya, "Lihat Wanita yang sedang memakan Buah itu, Itu Ibu ketiga Kalian... Kuharap Kalian semua Bisa Akrab."
Kai berjalan Kembali Kerumah dan memperkenalkan Kedua Anak nya pada Semua orang yang ada di rumah Itu dan meminta Ketiga Kekasihnya untuk merawat Mun dan Kun.
Setelah Makan Di sana Kai pamit pada semua keluarganya dan Meninggalkan Dunia Jiwa...