Re-system

Re-system
Pertarungan Dengan Tang Ye



Sementara pemuda itu berada di Ranah Quasi God, kelima pengawalnya memiliki basis Kultivasi di Ranah Chaos God tahap Raja.


Hanya dengan sekilas, Kai dapat tahu bahwa pemuda itu memiliki latar belakang yang tidak biasa.


Tetapi Kai tidak begitu peduli, karena dia hanya menetap sebentar di Kota Awan. Setelah memenuhi janjinya dengan Tang Ye, Kai akan segera melanjutkan perjalanan nya menuju Benua Ashura.


"Apa yang kalian tunggu, cepat serang dia." Pemuda yang sudah tidak dapat menahan amarahnya lagi segera menyuruh kelima pengawalnya untuk menyerang Zhukai.


Para pedagang dan juga orang-orang lain yang sedang mengantri masuk kedalam kota awan segera berlari menjauh tidak ingin mencampuri urusan Zhukai dengan pemuda itu yang tidak lain adalah putra walikota.


Swosshh!!..


Lima orang segera mengayunkan pedang mereka menuju tubuh Zhukai, dengan kecepatan mereka akan sangat mudah untuk membunuh musuh yang memiliki basis Kultivasi yang sama.


Dentang! Whuss!!..


Kai menghindari serangan itu dengan cukup mudah, salah satu tangannya membuka Inventory dan mengambil sebuah pedang berwarna biru.


Itu adalah Pedang Thunderbird!!


"Hei, sudah sangat lama sejak aku menggunakan mu kembali..."


Sosok burung elang berlapis petir muncul di udara kosong, burung itu menatap Zhukai sambil menunjukkan rasa hormat nya.


"Ya tuan, dengan kekuatanmu saat ini. Aku sama sekali tidak dapat menahan 50 persen dari kekuatan aslimu..." Roh Thunderbird berkata dengan sedikit sedih, tetapi di detik berikutnya Roh Thunderbird berubah menjadi Kilatan petir dan masuk kembali kedalam pedang.


Zzzrrtt!!


"Tarian Pedang Api!!..."


Tubuh Zhukai mengeluarkan bara api dan segera merambat menuju mata pedang, itu bergabung dengan Kilatan Petir yang menghasilkan sebuah tekanan kuat yang menghempaskan kelima pengawal putra walikota.


Kai mengangkat pedangnya tinggi kemudian dia menebas secara vertikal badan membuat sebuah tebasan lurus dengan hawa panas dalam tebasan itu.


Zhhnggg!! Duarr!!


Kelima pengawal putra walikota berubah menjadi kabut darah tanpa menyisakan sedikitpun bagian tubuh mereka.


Tubuh putra walikota bergetar dan dia segera terjatuh dengan celananya yang sudah basah.


Melihat sosok Zhukai bagaikan malaikat maut baginya, putra walikota ketakutan dan berjalan mundur menggunakan kedua tangannya.


"Berhenti!! Beraninya rakyat rendahan sepertimu menyerang ku, ayahku adalah walikota disini. Jika kau berani melukaiku bahkan sedikit pun, ayah tidak akan memaafkan mu.." Seru putra walikota memberikan sebuah ancaman dan menunjuk kan tekanannya sebagai putra walikota.


Swosshh!! Cratt!!!..


"Arghh..."


Mata pedang Thunderbird menusuk salah satu paha putra walikota hingga membuatnya menjerit dengan keras.


Aliran darah menetes keluar dari tempat dimana Kai menancapkan pedangnya.


"Dengarkan ini orang bodoh, sebaiknya kau perbaiki sikapmu yang kurang ajar itu. Meski dirimu adalah putra walikota, aku sama sekali tidak takut pada statusmu itu." Kai berkata dengan tegas sambil mencabutnya pedang yang tertancap di paha Putra walikota.


Dia dan Kedua wanita bercadar segera masuk kedalam kota sambil menerima pandangan dari orang-orang lainnya.


Sementara itu, putra walikota terlihat begitu marah, dia seolah-olah tidak peduli dengan apa yang Kai katakan barusan. Semua yang Kai katakan padanya lenyap seketika.


"Bangsat!! Setelah aku memberitahu ayahku, kau pasti akan mati bajingan.." Dia menggertakkan giginya menahan rasa sakit yang membekas di paha kanannya.


Dia berdiri dengan sekuat tenaga kemudian berjalan masuk kedalam kota.


Di dalam kota, tepatnya di depan sebuah rumah bordil. Zhukai berdiri tegak dengan kedua wanita cantik di belakangnya.


"Kakak, rumah bordil? Apa itu.." Biao Jian bertanya dengan polos, bahkan pertanyaan itu terdengar oleh beberapa orang disekitarnya hingga membuat mereka menahan tawa.


"Ah itu–..." Ketika Kai ingin menjelaskan, dia menerima tatapan tajam dari Yu Chi Lan.


"Ahahaha, Jian'er sebaiknya kamu tanyakan saja itu pada ibumu.."


Mendengar itu, Biao Jian segera beralih menatap ibunya dengan tatapan polos.


Yu Chi Lan mengeluarkan keringat di dahinya, dia menatap Zhukai dan menyalahkannya karena membuat Putrinya bertanya sesuatu yang cukup cabul pada putrinya.


"Kamu masih terlalu kecil putriku, tunggu jika kamu sudah cukup besar. Ibu akan menjelaskannya untukmu." Yu Chi Lan tersenyum, dia mengangkat tangannya dan mulai mengelus-elus kepalanya putrinya.


"Tapi aku ingin tahu sekarang b–..."


Belum sempat Biao Jian menyelesaikan ucapannya, terdengar syara seorang pria yang cukup akrab di telinganya.


"Saudaraku, lama tidak bertemu. Bagiamana kabarmu.."


Sosok pria tampan yang baru saja keluar dari rumah bordil melambaikan tangannya untuk menyapa Zhukai.


Terlihat di wajahnya, ekspresi bahagia bercampur dengan kesenangan memenuhi pikirannya.


"Haha lama tak bertemu saudara Ye, aku baik-baik saja.. Apakah kamu masih ingat tentang hal itu?"


"Tentu saja, apakah kau ingin bertarung disini atau di tempat lain? Eh.."


Tang Ye. cukup terkejut ketika mendapati Aura yang begitu kuat memancar dari tubuh Yu Chi Lan.


"Saudaraku, siapa wanita ini?" Tang Ye berbisik pelan.


"Oh, aku lupa memperkenalkannya padamu. Dia Ibu Jian'er. Kamu bisa memanggilnya Chi Lan."


Tang Ye mengangguk, dia mendekat dan memperkenalkan dirinya.


"Cantik... Aku Tang Ye, salam kenal." Tang Ye tanpa malu-malu memperkenalkan dirinya dan menatap dengan tajam wajah Yu Chi Lan, dia begitu penasaran dengan wajah Yu Chi Lan di balik cadarnya.


Melihat sikap Tang Ye yang mencoba akrab dengannya, Yu Chi Lan menunjukkan sedikit ketidak senangan.


Dia mendekat ke Zhukai dan memeluk lengannya seolah-olah menyatakan bahwa dia adalah milik Zhukai.


"Jadi begitu, maaf saudaraku..." Tang Ye tersenyum dengan canggung dan berkata.


Melihat sikap aneh yang Yu Chi Lan tunjukkan, Kai sedikit mengerutkan keningnya.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Hmph, dasar bodoh!!..." Yu Chi Lan cemberut, dia kemudian mengajak putrinya pergi ke rumah makan sementara menunggu Kai selesai bertarung.


"Eh, apakah aku membuat kesalahan?" Melihat sosok Yu Chi Lan yang pergi dengan marah, Kai menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Kurasa kamu memang tidak begitu baik berhubungan dengan wanita saudaraku.." Tang Ye terkekeh sambil mengejek Zhukai.


"Berhentilah mengoceh, aku sudah memiliki istri sementara kau tidak!!.."


Mendengar kata-kata Kai barusan, sebuah kerutan muncul di tengah-tengah alis Tang Ye.


"Tch, aku tidak akan menahan diri di pertarungan nanti, jadi bersiaplah.."


"Aku juga tidak akan menahan diri.."


Dengan begitu, kedua orang itu segera berubah menjadi asap hitam dan muncul kembali di sebuah halaman kosong dengan banyak pepohonan di sekitarnya.


Itu adalah hutan yang berada tepat di samping Kita Awan. Tang Ye dengan tombak panjang nya mulai bersiap-siap dengan merenggangkan otot tubuhnya yang kaku.


Sementara itu, Zhukai mengeluarkan Pedang Phoenix Surga dari Inventory nya dan mulai mengambil kuda-kuda.


"Kau sudah siap saudaraku?" Tang Ye berkata dengan senyuman penuh percaya diri diwajahnya.


"Ya..."


Whuuss!!


Kai dan Tang Ye sama-sama melesat dengan kecepatan tinggi dan memulai pertarungan.


***


Bersambung..