Re-system

Re-system
Xiao Hu



Telur Qi Lin suci yang berada tepat di depan Zhukai terus-terusan mengeluarkan Cahaya berwarna putih yang sangat terang.


Bahkan di ruangannya yang cukup terang karena lilin menjadi semakin terang dengan adanya telur Qi Lin suci.


"Jika aku tidak salah mengingat, harusnya seperti ini caraku untuk menetaskan nya."


Kai memejamkan matanya dan memeluk telur itu sambil mengalihkan energi spiritual my kedalam telur Qi Lin.


Telur Qi Lin yang ada dalam pelukan Zhukai semakin mengeluarkan cahaya terang, sementara itu Qi dalam tubuh Zhukai terus berkurang hingga membuat Zhukai sedikit kelelahan.


"Telur ini lebih rakus daripada perkiraan ku, Jika kau memang sangat ingin energi spiritual, aku akan memberikannya sampai kau puas."


Satu jam berlalu, tetapi tidak ada perubahan pada Telur Qi Lin suci. Dua jam, tiga jam, dan akhirnya setelah empat jam terus mengalirkan energi spiritual tanpa henti.


Cahaya dari telur Qi Lin suci menjadi sangat terang hingga terlihat retakan dalam cangkang telurnya.


Keringat mengucur deras di wajah Zhukai, dia menyeka keringat itu dan menaruh telur Qi Lin suci diatas kasurnya.


"Mari kita lihat, sumber keberuntunganku..."


Dari yang Kai ingat di kehidupan keduanya, Qi Lin suci tidak seperti binatang mistis lainnya yang diberkahi dengan fisik kuat dan juga serangan yang mengerikan.


Selaiknya, Qi Lin suci sama sekali tidak bisa menyerang, pertahanannya juga biasa-biasa saja. Tetapi yang membuat mereka sangat dicari adalah karena Qi Lin suci membawa keberuntungan yang tidak masuk akal pada pemiliknya.


Tetapi cara untuk membesarkannya juga bukanlah sesuatu yang mudah, jika itu di kehidupan keduanya sebagai Dewa Bintang, mungkin Zhukai sama sekali tidak memiliki niatan untuk membesarkan Qi Lin suci.


Tetapi karena dia saat ini memiliki System, membesarkan seekor binatang merupakan hal yang mudah.


"Hehe, aku tinggal menyerahkannya pada para istriku. Yi dan Yui pasti tahu cara membesarkan hewan ini."


[Aku bisa mendengarnya loh Kai Gege...]


Suara Yi yang menggema di kepalanya membuat Zhukai mengeluarkan keringat dingin, "Ahaha, aku hanya bercanda Yi'er.."


Krak.. Kratakkk..


Retakan di telur Qi Lin suci semakin banyak bersamaan dengan sinar cahaya yang sangat terang.


Ketika telur Qi Lin suci telah menetas sempurna, terlihat seekor binatang


Panjangnya kurang dari 20 cm, seluruh tubuhnya ditutupi bulu abu-abu, ekor agak pendek, telinga runcing, penampilan keseluruhannya hampir sama persis dengan anak anjing pada umunya.


Tentu saja, ada juga perbedaan, yaitu di dahi bayi Qi Lin ini ada tanduk abu-abu yang panjang. Mau dilihat dari manapun, itu terlihat seperti anak anjing kecil berwarna abu-abu yang sangat lucu.


"Huu... Hu..."


Meski baru saja lahir, Qi Lin itu sudah bisa berjalan dan juga berbicara.


"Apa yang dia katakan?" Kai bertanya pada Yi karena tidak paham.


[Bagaimana aku tahu, mungkin ia ingin Kai gege untuk mengelus kepalanya] Jawab Yi dari dalam Dunia Jiwa.


"Begitukah?.." Kai mengangkat tangannya dan mendekatkannya pada bayi Qi Lin itu.


Tetapi tidak seperti yang ia harapkan, bayi Qi Lin suci tiba-tiba mengigit salah satu jarinya hingga darah menetes dari jari Zhukai yang telah bayi Qi Lin gigit.


Ding.


[Kai Gege berhasil membuat kontrak darah dengan seekor binatang mistis, 10 Milyar Poin Takdir baru saja ditambahkan]


"Apaa..."


Kai sangat terkejut dengan pemberitahuan System nya yang begitu tiba-tiba. Jika ia memperkirakan, 10 Milyar Poin Takdir sama dengan 10 Kuadriliun Poin System.


"Hanya dengan melakukan satu kontrak dengan binatang mistis aku dapat Poin sebanyak ini!? Bagaimana jika aku melakukan dengan sepuluh seratus atau bahkan seribu.. Bukankah aku akan kaya mendadak."


Kai terus tertawa tanpa henti hingga dia menghela nafas panjang, "Hah, tapi Binatang mistis merupakan hewan langka. Jadi aku akan membuang pikiran itu dengan basis Kultivasiku saat ini."


Dia menatap bayi Qi Lin yang sedang bingung melihat sikapnya tadi, Kai kembali mengangkat tangannya mengelus kepala Qi Lin itu.


Qi Lin itu menjadi senang, dia merangkak menuju Zhukai dan melompat kedalam pangkuan nya.


"Mungkinkah si kecil ini menganggap aku sebagai orang tuanya!? Hmm, itu alasan yang masuk akal."


Kai yang juga tidak memiliki hal lain untuk dilakukan juga memutuskan untuk tidur dengan bayi Qi Lin di atas dadanya.


Ketika pagi hari datang, Zhukai terbangun karena cahaya matahari mengenai kulitnya.


"Hoaamm.. Eh, kenapa dadaku basah!?.."


Kai menunduk kebawah dan melihat bahwa bayi Qi Lin itu meninggalkan air liur di dadanya.


"Haahhh, aku sudah menduga ini akan terjadi."


Tak lama setelah itu, Qi Lin suci terbangun dan berjalan ke kepala Zhukai dan menjilatinya.


"Hu.. Huu..."


Kai mengangkat bayi Qi Lin itu dari tubuhnya dan menaruhnya di lantai, Dia berjalan menuju kamar mandi yang ada di ruangannya dengan bayi Qi Lin mengikuti di belakangnya.


"Hu.. Hu...."


Kai tiba-tiba teringat, "Kawan kecil, aku belum memberimu nama... Karena kau selalu mengatakan hu setiap saat. Bagaimana kalau namamu Xiao Hu?"


Seolah senang dengan nama yang Kai berikan, Xiao Hu melompat-lompat senang hingga akhirnya duduk di pundak Zhukai.


"Oh, kau mau ikut mandi bersamaku?"


Seolah mengerti apa yang Kai ucapkan, Xiao Hu mengangguk.


"Baiklah.."


Sembari membersihkan dirinya dan juga Xiao Hu, Kai mengecek apakah dia adalah jantan dan betina.


"Jadi kamu Qi Lin betina.."


Kai tertawa setelah dia selesai memandikan Xiao Hu, dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian hitam legam dan rambutnya terurai dibelakangnya.


"Kai sudah bangun!?"


Tepat setelah keluar dari kamar mandi, apa yang Kai lihat adalah Bai Mun sedang berolahraga di dalam kamar.


Keringat yang membasahi pakaian nya serta suara ******* setiap dia mengayun pedang membuat Zhukai sedikit bernafsu.


"Oi!!.. apa yang coba kau pikirkan, dia laki-laki bodoh.."


Melihat Zhukai yang baru saja keluar dari kamar mandi, Bai Mun menyeka keringat di dahinya dan bertanya.


"Halo teman sekamar, apakah tidurmu nyenyak tadi malam?"


"Ah, ya..."


Kai mengalihkan pandangannya dan berjalan keluar dari kamarnya.


"Ah, apa itu.."


Melihat seekor binatang kecil yang begitu gemuk di bahu Zhukai, Bai Mun berteriak bersemangat.


"Oh, apakah yang kau maksud si kecil ini?" Kai berbalik dengan jarinya yang menunjuk Xiao Hu.


"Ya-ya, bolehkah aku menyentuhnya.."


"Haha, dia Xiao Hu. Dia baru saja menetas kemarin, sentuh lah semaumu." Ucap Zhukai sambil megambil Xiao Hu dari pundaknya.


"Huu.. Huu..."


Seolah enggan turun dari bahu Zhukai, Xiao Hu membuat ekspresi sedih.


"Emm, kurasa dia tidak ingin turun dari pundak ku sekarang. Mungkin lain kali saja."


Meski Bai Mun sedikit kecewa, dia mengangguk dan melihat Zhukai pergi meninggalkan ruangannya.


***


Bersambung.