
Setelah Kai menyelesaikan transformasi nya, penampilannya benar-benar berubah total.
Rambut hitam panjangnya secara perlahan mulai memutih bersama dengan perubahan terhadap dua bola matanya.
Tidak hanya itu, tepat di tengah-tengah dahinya, terlihat tanda api putih yang menyala seolah itu hidup..
Saat Light God merasakan energi bintang yang meluap-luap dari tubuh Zhukai, dia bergetar tak terkendali kemudian berkata dengan suara serak.
"D–Dewa Bintang ..."
Dia menatap Zhukai dengan ekspresi ketakutan. Dia sendiri pada awalnya tidak percaya bahwa Dewa Bintang telah bangkit.
Karena tidak mungkin bagi orang yang mati untuk hidup kembali, Light God sama sekali tidak percaya bahwa Dewa Bintang masih hidup.
Tapi di depannya saat ini, seorang pria muda melayang di udara sambil terus mengeluarkan energi bintang yang sangat besar.
Meski pria itu tidak memiliki penampilan seperti dewa bintang, tetapi aura yang keluar dari tubuh Zhukai sangat mirip seperti dewa bintang..
"Tch, bahkan jika kau telah bangkit lalu apa? Setelah bertransformasi, tidak ada seorang dewa perang pun yang dapat mengalahkan ku."
Menekan ketakutannya, Light God tertawa arogan sambil memperlihatkan zirah emas yang melapisi tubuhnya.
Bahkan jika dewa bintang bangkit kembali, Light God enggan mempercayai bahwa Zhukai bisa memulihkan kekuatannya dalam waktu sesingkat itu.
Saat Kai membuka kedua matanya, bola mata berwarna putih itu menatap Light God dengan tatapan merendahkan seolah dia melihat seekor serangga yang tidak layak di matanya.
Swosshh!!
Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Kai segera melesat kearah Light God dengan sebilah pedang hitam di tangan kanannya.
Melihat Kai datang kearahnya, Light God segera bersiap untuk menahan serangan yang datang kearahnya.
Tepat saat serangan Zhukai menghantam pelindung yang telah Light God buat, suara ledakan yang sangat keras menggema di seluruh sekte cahaya.
Sementara itu di halaman murid, pertempuran juga mulai terjadi di setiap tempat. Enam juta murid tetua yang berkhianat mulai membunuh murid sekte cahaya yang lain hingga membuat banyak dari mereka merasa bingung.
"Senior, apa maksudnya ini!! apa aku mencoba mengkhianati sekte cahaya?" Seorang murid luar berkata sambil menahan serangan yang mengarah kepadanya.
"Berkhianat!? ... Ya, itu benar. Aku sudah muak dengan Light God yang hanya mementingkan urusannya sendiri, apa dia pikir kita semua hanyalah bidak catur yang bisa dia manfaatkan kapanpun dia mau."
Murid inti itu menjawab dengan wajah marah, dia memiliki seorang adik yang telah lumpuh karena Light God menghancurkan kedua kakinya setelah kalah dalam pertempuran sekte tujuh tahun yang lalu.
Bagaimana dia hanya diam saja setelah tahu tentang hal itu? Dia terus menyimpan dendam ini selama tuju tahun lamanya, dan akhirnya dia bisa membalaskan dendam adiknya dengan mengkhianati sekte cahaya.
"Matilah!..." Murid inti itu mengerahkan seluruh tenaganya dalam satu tebasan itu hingga membelah tubuh junior di depannya terbelah menjadi dua bagian.
Di tempat lain, pertempuran juga terjadi diantara para tetua sekte cahaya.
Dia belas tetua yang berkhianat menghadang langkah dari tetua lain supaya mereka tidak ikut campur dengan pertempuran murid.
"Kakak, kenapa kamu mengkhianati tuan kita?" Tetua wanita dengan gaun hijau bertanya pada seorang pria yang merupakan tetua yang telah berpihak kepada Zhukai.
"Adik, aku tidak ingin bertarung denganmu. Bergabunglah denganku." Tetua pria itu mengulurkan tangannya pada tetua wanita.
Melihat tangan itu, tetua wanita sekte cahaya menghela nafas pelan dengan wajah sedih.
"Maaf kakak, tapi aku tidak ingin menjadi seorang pengkhianat."
Mendengar jawaban itu, tetua pria yang berkhianat merasakan sedikit rasa sakit. Tapi karena keputusannya sudah bulat, dia tidak akan berhenti di tengah jalan.
"Baiklah, aku juga tidak berniat untuk memaksamu. Tapi, jangan harap kalian bisa melewati kami dan membantu para murid."
Tetua pria itu mengeluarkan sebilah pedang yang telah Kai berikan, dia memimpin sebelas tetua lain yang bersamanya untuk menyerang.
Ledakan demi ledakan terus terjadi di wilayah sekte cahaya. Karena suara ledakan yang sangat keras, itu menarik perhatian dari para Kultivator yang berada di kota terdekat.
"Hei, sebenarnya ada seseorang yang berani menyerang sekte cahaya. Ayo kita lihat..." Seorang Kultivator muda yang dipenuhi oleh rasa penasaran mengajak temannya untuk pergi melihat.
Tapi temannya segera menghentikan langkahnya sambil menggeleng, "Tidak, di sana terlalu berbahaya. Jika orang itu sangat berani menyerag sekte cahaya, maka pertempuran ini akan memakan banyak korban dari kedua belah pihak."
Mendengar perkataan temannya, Kultivator muda itu kembali berpikie ulang.
"Kau benar, seharusnya aku tidak memiliki pemikiran seperti itu."
Di kediaman Light God, area seluas ratusan meter telah hangus terbakar oleh kobaran api yang sangat besar. Di atas udara lepas, terlihat dua siluet hitam yang saling menyerang satu sama lain.
"Hahaha, dewa bintang! Apa hanya sekuat ini kekuatanmu? Kau bahkan tidak sekuat dulu, oh bahkan jika kekuatanmu telah kembali, kau sama sekali bukan lawanku."
Light God tertawa lepas sambil mengangkat tinggi tombak di tangannya. Karena tranformasi nya barusan, Kekuatan Light God telah meningkat sangat pesat.
Jika Kai memperkirakannya, kekuatan Light God saat ini jelas berada di puncak God of Creation.
Apalagi zirah emas yang melindungi tubuh Light God sangat keras dan sulit di tembus.
Tapi, Zhukai memiliki banyak kartu truf di balik sakunya. Ia bahkan bisa membunuh Light God hanya dengan gabungan teknik sword emperor dengan Domain Bintang nya.
Tapi bagaimana bisa Kai memberinya kematian mudah? Tak lama setelah tawa Light God berkahir, Zhukai segera menggabungkan tubuh dewa bintang dengan tubuh dewa kematian kemudian mensummon Long 1, Long 2 dan Undead lainnya.
Ketika melihat jutaan Undead muncul secara tiba-tiba, senyum di wajah Light God menghilang seketika.
"Tch, sepertinya dia sudah mulai serius."
Light God menggenggam erat tombak di tangannya, dia mengangkat tombak itu tinggi ke atas langit hingga memunculkan gelombang angin bersama dengan sambaran petir yang sangat mengerikan.
"Matilah!..."
Light God melempar tombaknya lurus ke arah Zhukai berada, dengan tambahan sambaran petir tadi, kecepatan tombak itu sangat tinggi sampai membuat Kai sedikit kesulitan untuk menghindarinya.
Boomm!!
Ledakan besar terjadi, asap hitam mengumpul di tempat Kai melayang. Begitu asap itu menghilang, terlihat Zhukai masih melayang tegak tanpa terluka sedikitpun.
"Apa!? Bagaimana kau tidak terluka dengan serangan itu?" Melihat serangannya tidak bekerja, Light God mengerutkan keningnya karena bingung.
Dia telah menggunakan seluruh kekuatannya dalam serangan itu, tapi melihat Zhukai tidak terluka sedikitpun saat menerima serangan itu, kepercayaan diri Light God sedikit turun.
"Kekeke... Apa kau pikir serangan lemah seperti itu bisa melukaiku? Lucu sekali.."
Dengan perkataannya, Kai memerintahkan satu juta Undead nya untuk membantu murid tetua membunuh para murid sekte cahaya.
Dengan begitu, Kai bisa berfokus melawan Light God saat ini.
"Sekarang giliran ku untuk menyerang.."
***
Bersambung..