Re-system

Re-system
Hamil?



Sebelum Kai meninggalkan Persimpangan Dimensi, dia memasuki Dunia Jiwa untuk menemui para Istrinya.


Rumah mereka sekarang sudah bertambah besar sedangkan halaman mereka telah diperluas beberapa kali lipat.


"Istriku.. Aku pulang." Kai membuka pintu gerbang dengan senyum berseri-seri di wajahnya.


Tetapi, tepat ketika dia masuk. Kai sama sekali tidak mendengar sambutan dari Istrinya. "Kemana mereka semua? Jarang sekali mereka meninggalkan rumah."


Kai memejamkan kedua matanya dan mulai menggunakan Persepsi ilahinya untuk mencari keberadaan ke-tujuh istrinya.


"Ah, mereka disana.." Kai berubah menjadi titik-titik putih kecil dan muncul kembali di pinggiran danau yang sangat luas.


Di dalam danau, Ke-tujuh Istri Zhukai sedang mandi sambil bermain air satu sama lain.


"Kyaa~.. Adik Yui, kamu.." Xue Yu berteriak sambil menatap Yui yang saat itu memercikkan air danau kearahnya.


"Bwlee.. Hehe, Kakak Yu wajahmu penuh dengan air hahaha.." Yui berkata sambil menjulurkan lidahnya.


Xue Yu menyelam dan kembali muncul dibelakang Yui, "Hehe, tertangkap kamu Adik Yui.."


"Ahhh~ >//< Kakak Yu, jangan disana." Yui mendesah pelan sambil mencoba melepaskan dirinya pada pelukan Xue Yu.


Meski begitu, Xue Yu masih dengan bersemangat menggelitik perut Yui hingga membuatnya tertawa terbahak-bahak.


Melihat hal itu, Yi dan yang lainnya tertawa kecil sampai mereka mendengar suara sesuatu dari semak-semak.


"Siapa disana?"


Whuss!!


Dari arah semak-semak, sosok siluet hitam terbang begitu tinggi dan terjun dengan sangat kearah kedalam danau.


Byuurr!!


Ketika sosok itu mulai muncul dari dalam air, mereka semua bernafas lega.


"Kai Gege, kamu membuat kaget saja.. Jadi, apa alasan kamu datang kemari?" Yi bertanya sambil membasuh tubuhnya yang dipenuhi dengan busa.


"Eh, apakah aku perlu alasan untuk datang menemui para istriku yang cantik? Hahaha.." Paras Zhukai setelah sepuluh tahun kemudian sangat berbeda, selain wajahnya yang semakin tampan, dia juga terlihat sangat dewasa.


"Hmph.. Alasan saja.." Jiang Lin mendengus sambil berkata dingin.


Seketika, seringai dingin muncul di wajah Zhukai, dia segera menghilang tepat di hadapan semua orang dan muncul kembali di belakang Jiang Lin.


"Hehe, Jiang'er apakah kamu sungguh tidak sabar melakukan itu denganku." Kai terkekeh sambil menggenggam erat kedua tangan Jiang Lin.


"Lepaskan aku suami bodoh.." Jiang Lin berteriak marah sambil mencoba melepaskan diri dari genggaman Zhukai.


"Ck ck ck ck... Jiang'er, jangan terlalu dingin seperti itu pada suamimu.." Kai mengigit telinga Jiang Lin dan mulai menjilatinya, dia kemudian berbisik pelan.


"Apakah kamu ingin melakukannya?"


Wajah Jiang Lin yang merona merah karena Kai yang terus-menerus menjilati telinganya, dia tanpa sadar memberi anggukan kecil.


Dengan anggukan dari Jiang Lin, Kai dengan bersemangat segera memasukkan anunya kedalam area terlarang Jiang Lin.


"Ahh~ Sayang..." Jiang Lin mengeluarkan erangan lembut dengan wajahnya yang sudah sangat merah.


Mata semua orang segera terfokuskan pada Kai dan Jiang Lin yang melakukan hal itu di dalam danau. Segera, ke-enam istri Kai yang lain merasakan aliran rasa panas dari dalam tubuh mereka.


Dengan cepat, mereka sudah berada di samping Zhukai sambil menunggu bagian masing-masing tiba.


****


Ke-esokan harinya, Kai keluar dari rumahnya dan mengganti pakaiannya dengan baju kasual yang sering dia pakai ketika di bumi.


"Baju ini masih sangat pas untukku, Aku masih ingat ketika Yan'er membelikannya padaku sebagai hadiah kelulusan SMP.."


Ketika mengingat kembali masa lalunya, entah kenapa ekspresi nya menjadi sangat sedih.


"Hah, sudahlah! Lupakan masa lalu, kini aku harus menatap masa depanku."


Kai berdiri dan mulai berlari kecil menuju kearah Kota. Rumah tempat tinggalnya adalah wilayah terlarang, selain atas ijinnya tidak ada siapapun yang boleh masuk kesana.


Tak berselang lama, Kai berhenti tepat di pintu gerbang. Dia menatap lurus kearah kota Zhukai yang saat ini semakin besar..


"Kota ini semakin hari semakin besar saja.." Kai tersenyum tipis dan mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam Kota.


"Whoa.. Kakak disana, apakah kamu mau mengajariku beberapa teknik berpedang." Anak itu adalah laki-laki berusia sekitar 7-8 tahun, tetapi dari pancaran matanya, Kai dapat melihat tekad yang begitu kuat darinya.


"Adik kecil, siapa namamu dan juga kenapa kamu ingin berlatih seni beladiri?" Kau bertanya sambil tersenyum lembut.


"Namaku Han Feng, Alasanku ingin belajar seni beladiri adalah ingin menjadi seperti kakakku, dia bisa terbang dan menghancurkan batu hanya dengan satu tebasan pedangnya.. Kakak, bukankah itu sangat keren.." Anak itu berkata dengan penuh semangat yang berapi-api.


"Hahaha, Baiklah-baiklah, kakak akan mengajarimu sebuah teknik pedang.."


Kai mengambil ranting kecil yang berada tak jauh darinya dan mulai mengalirkan sedikit Qi miliknya, dia menebas pelan keudara dan membentuk sebuah bunga yang begitu indah.


Hal itu disaksikan oleh semua orang yang ada di kota, mereka semua memberikan tatapan kagum dan penuh hormat.


"Jika kamu bisa mempelajari teknik itu, kakak akan mengajarimu teknik yang lain." Kai mengelus-elus kepala anak kecil itu sebelum pergi kearah Gudang penyimpanan kota.


Di gudang penyimpanan kota, Kai membuka penghalang yang melindungi gudang itu. Tepat ketika sebuah penutup yang terbuat dari besi mulai terbuka, Kai berjalan masuk.


Dia melihat-lihat persediaan sumber daya bagi para Kultivator mulai menipis, Kai kemudahan membuka Toko System. Dengan Poin System yang dimilikinya saat ini, Kai membeli persediaan sumber daya selama seratus tahun Kedepan.


"Setelah ini aku akan mengunjungi ayah mertua dan murid-murid ku.."


Setelah Kai selesai mengunjungi Patriak Ming dan murid-muridnya, dia berhenti tepat di depan sebuah rumah yang cukup sederhana.


Dia mengetuk pintu sebanyak tiga kali hingga perlahan pintu terbuka.


"Siapa?" Dari dalam rumah itu, terdengar suara dari seorang gadis yang cukup enak di dengar.


"Ahh..." Tepat ketika mata gadis itu dan Kai saking bertatapan, dia berteriak dan segera masuk untuk memanggil Ayah dan Ibunya.


Kai tertawa kecil dan menunggu dengan sabar di depan pintu. Tak berselang lama setelah itu, dari dalam rumah terdengar suara yang cukup familiar.


"Bboosss.."


Itu adalah suara milik Gu Nan dan Bai Hu. Mendengar suara itu, Kai tersenyum kecil dan mulai berjalan masuk kedalam rumah Gu Nan.


"Gu Nan, Bai Hu lama tidak bertemu." Ucap Kai sambil tersenyum.


"Iya, sudah sepuluh tahun bos.." Jawab Gu Nan.


Sementara itu, Bai Hu berjalan dari arah dapur sambil membawa dua cangkir teh. "Bagiamana Kultivasi mu saat ini?" Kai bertanya sambil meminum teh yang teh disajikan Bai Hu.


"Emm, tidak terlalu baik. Aku masih terjebak di Dewa Hitam Tahap Akhir Bos.." Ujar Gu Nan.


"Ini ambillah, gunakan untuk Kultivasimu serta Bai Hu. Dan ini untuk anakmu." Kai mengambil dua buah cincin ruang dari Inventory nya dan menyerahkannya pada Gu Nan.


"T–Tapi bos..." Gu Nan sedikit enggan menerimanya.


"Ambillah.. Ini perintah ku."


Tubuh Gu Nan bergetar, dia buru-buru berdiri dan membungkuk pada Zhukai. "Terimakasih Bos.. Aku berjanji akan menerobos dengan cepat dengan Sumberdaya yang bos berikan."


Mendengar kata-kata Gu Nan yang penuh tekad, Kai mengangguk puas. Setelah teh yang di sajikan Bai Gu habis, Kai pamit pulang.


Kai menghilang menjadi cahaya putih dan muncul kembali tepat di depan rumahnya. Dia melangkah dan memasuki rumah, tepat ketika dia hendak pergi ke kamar mandi, dia mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi.


"Siapa disana? Apa yang terjadi."


Kai buru-buru membuka pintu dan melihat bahwa Chiyan jongkok sambil muntah-muntah di lantai kamar mandi.


"Ah, Suamiku–... Hoeekk..." Belum sempat Chiyan menyelesaikan kalimatnya, dia kembali muntah sekali lagi.


"Yan'er, apa yang terjadi padamu.." Kai berkata dengan penuh khawatir sambil mendekat dan membantu Chiyan berdiri.


"Aku baik-baik saja Sua–... Hoeekk.." Chiyan kembali muntah, dan itu mengenai baju yang Kai kenakan.


"Jangan berkata seperti itu.. Yi'er analisis.."


Ding


[Melihat dari kondisi Kakak Chiyan saat ini, Yi menyimpulkan bahwa dia Hamil..]


"Hamil? Eeehhhhh!!!!....."


****


Bersambung..