
Jalanan di Kota Naga Azure sangat padat, entah itu remaja muda, pria paruh baya dan banyak Lansia lain sedang berjalan-jalan sambil saling menyapa.
Di antara kerumunan orang, terlihat tiga orang memakai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka.
Pemuda yang paling depan berbalik dan bertanya pada dua orang dibelakangnya, "Gu Nan, apakah kau tahu dimana istana Naga?"
"Sejauh yang saya tahu, Istana Naga berada di puncak gunung ini, untuk selebihnya saya tidak tahu." Jawab Gu Nan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kai mengangguk paham, ia kemudian mulai mengedarkan persepsi Ilahinya untuk menemukan letak lokasi Istana Naga. Tetapi naas, bahkan setelah ia mengedarkan persepsi Ilahi, Kai masih belum juga dapat menemukan letak Istana Naga.
"Seharusnya, jika Istana Naga berada di kota ini aku bisa merasakan auranya, tetapi bahkan dengan persepsi ilahi ku, aku tidak merasakan apapun." Batin Kai dalam hati.
Kai mendongak ke atas langit ketika merasa ada sesuatu yang menghalangi sinar matahari.
"Apa itu?" Ucap Kai ketika matanya terfokus pada sebuah bayangan hitam raksasa yang terbang diatas langit.
Dia melihat ke samping kanan kiri dan menyadari bahwa semua orang sedang bersujud dan melakukan gerakan aneh.
Tiba-tiba cahaya Hitam di atas langit menghilang, itu berganti menjadi seekor Naga raksasa berwarna Biru langit dengan dengan sisik-sisiknya yang berkilauan.
Naga itu adalah Naga Azure yang saat ini menjabat sebagai pelindung Kota Azure, Kemunculan nya yang secara tiba-tiba membuat rasa khawatir di hati semua orang.
"Salam Tuan Xue Tian!!"
Semua orang mengatakannya secara serempak.
Mendengar hal itu, sebuah kerutan muncul di antara alis-alis Kai yang cukup tebal, ia memandang kearah Naga Azure sekali lagi dan tanpa sadar sebuah senyuman muncul di sudut bibirnya.
"Paman Tian? jadi dia adalah seorang Naga Azure.."
Setelah semua orang mengucapkan salam, Naga Azure yang terbang diatas langit mengeluarkan sebuah cahaya perak yang begitu indah dan membuat semua orang silau.
Perlahan-lahan, tubuh Naga Azure itu mengecil dan berubah menjadi sosok manusia. Dia laki-laki dengan kumis tipis di wajahnya, tetapi itu tidak menutupi jejak ketegasan darinya.
"Salam para penduduk kota, Kali ini Pangeran ketiga dari Kekaisaran Macan Putih akan melakukan kunjungan pada Kekaisaran Naga kita."
"Bermaksud untuk melamar Putri Xue Yu, aku harap kalian semua menyambut mereka dengan baik sebelum utusan Istana datang untuk mengantar mereka." Ucap Paman Tian menatap tegas kearah semua orang, tiba-tiba pandangannya terhenti pada seorang pria berjubah hitam diantara kerumunan.
Walaupun wajah pria itu tertutup oleh jubah yang dipakainya,tetapi Xue Tian merasa seolah-olah aura yang pria itu keluarkan terasa familiar.
Selang beberapa detik berlalu, mata Xue Tian menyala dan dengan cepat turun ke tanah berjalan mendekat kearah pemuda itu berada.
"Kukira siapa, ternyata ini adalah tuan muda.." Ucap Xue Tian sembari memberikan sebuah senyuman pada pria berjubah itu.
"Hehe.." Pria muda itu tertawa kemudian melepas kerudung yang menutupi kepalanya, "Sudah lima tahun berlalu tetapi Paman Tian masih bisa mengenali ku.. Apa kabar Paman?"
Melihat wajah pemuda yang sudah sangat lama tidak bertemu, aliran rasa hangat mengalir di sekujur tubuhnya.
Ia dengan buru-buru mendekat dan memeluk Zhukai, "Sudah sangat lama kita tidak bertemu tuan muda, bukan hanya kamu sudah sangat kuat tetapi wajahmu juga semakin tampan. Aku yakin Yu kecil akan tergila-gila padamu."
Tepat setelah Xue Tian mengucapkan nama Xue Yu, matanya meredup dengan rasa kecewa dalam hatinya.
"Tentang Xue Yu ini..."
Kai menghela nafas, melihat wajah Xue Tian yang dipenuhi rasa bersalah, dia tetap tersenyum tetapi sebuah ide licik terbesit di kepalanya.
Gu Nan dan Bai Gu masih tetap diam dibelakang Kai, Sedangkan reaksi para warga kota lebih heboh.
Mereka sangat tahu siapa itu Xue Tian, dia adalah pelindung Kota Naga Azure dan seorang Kultivator Realm Demigod, Dewa tingkat Lima akhir.
Membuat orang seperti itu mengucapkan kata-kata Tuan Muda pada seseorang yang tidak mereka kenal, mereka semua bertanya-tanya. Siapa sebenarnya identitas pemuda itu.
"Haha, aku tahu tuan muda. Kalau begitu mari ikut denganku pergi ke Istana Naga, biarkan aku secara pribadi untuk menyambut kedatangan mu." Ujar Xue Tian sambil membuat tawa, dia sangat tahu tentang sifat alami Zhukai. Jika dia ingin melakukan sesuatu, dia pasti akan melakukannya tidak peduli tentang resiko yang akan ia hadapi.
"Baik kebetulan juga aku ingin bertemu Xiao Yu."
Mereka bertiga akhirnya terbang keatas langit dan pergi menuju kearah Utara.
***
Di sebuah bukit kecil diatas gunung, terlihat sebuah Istana megah dan sangat besar. Disekitar istana itu terlihat sebuah cahaya perak tipis yang mengelilingi seluruh Istana.
Pintu masuk Istana dibuat sangat mewah dengan ukiran Naga yang terbuat dari batu Roh berkualitas tinggi.
Di langit yang biru, terlihat empat bayangan terbang dengan kecepatan tinggi menuju Ke arah Istana. Dia adalah Kai, Xue Tian, dan yang lainnya.
"Jadi begini.. Pantas aku tidak dapat merasakan keberadaan nya." Kai bergumam pelan ketika melihat lapisan pelindung tipis yang mengelilingi seluruh Istana Naga.
Pada akhirnya dengan kecepatan mereka hanya butuh 5 menit untuk sampai di Istana Naga. Di pintu masuk, ada dua orang bertubuh kekar sedang berdiri tegak.
Kedua penjaga itu melihat kedatangan Xue Tian dan buru-buru membungkuk dan memberi hormat.
"Mereka bertiga adalah temanku, ada masalah?" Xue Tian berkata dengan nada tegas.
"Tidak-tidak, silakan masuk Tetua Tian."
Setelah itu, mereka berempat akhirnya masuk. Ketika Kai melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam Istana, betapa terkejutnya dia ketika melihat banyaknya batu Roh dan juga Array tingkat tinggi yang ada di dalam istana.
Selain itu, desain Istana Naga benar-benar berbeda dengan yang lain. Itu terlihat begitu sederhana.
Xue Tian berjalanan di depan sementara Kai dan dua lainnya mengikuti dibelakang, Setiap kali Kai melihat kedalam Istana, semakin kagum dia.
Xue Tian akhirnya berhenti tepat di depan sebuah ruangan, Dia mengetuk pintu beberapa kali sebelum pintu itu terbuka.
Klak!!
Ketika pintu terbuka, sebuah suara imut terdengar dari dalam.
"Siapa itu?"
Jantung Kai berdetak sedikit lebih cepat, Suara yang begitu imut ini sudah sangat lama tidak ia dengar. Berawal dari Turnamen Alkemis yang akhirnya menjadi teman baik, Kai benar-benar sudah menganggap dia sebagai adik kecilnya.
"Ini Paman Yu kecil.." Ucap Paman Tian dengan nada hangat sembari memberikan sebuah senyuman.
"Jika Paman datang kesini untuk membujukku menerima lamaran itu... Jangan pernah datang kesini lagi!" Xue Yu membalas dengan sangat marah, tetapi ketika pintu sepenuhnya terbuka. Ia melihat wajah pemuda tampan yang sangat familiar.
Jantungnya berdetak semakin cepat setelah itu dia berteriak, "Yan Gege..."