
Klak!!
Pintu terbuka... Kai dan Ling Qingxin segera masuk kedalam rumah.
"Kakek!! Kakek!! Aku pulang.." Teriak Ling Qingxin sambil tersenyum gembira.
Dari balik pintu sebuah ruangan, keluar sosok pria tua dengan rambut dan janggut yang sudah memutih.
Ketika mendengar suara Ling Qingxin, pria tua yang merupakan kakeknya segera berjalan keluar dengan wajah khawatir.
Tetapi, ketika dia melihat Zhukai berada tepat di samping cucunya. Pria tua itu segera menatap Zhukai dengan tajam.
"Kakek!! Hehe, aku menemukan herbal yang kakek maksud.. Oh iya, Kakek, Perkenalkan Paman ini bernama..." Ling Qingxin terdiam, dia segera mendekat ke telinga Zhukai dan membisikkan sesuatu pelan.
"Paman siapa namamu?" Bisik Ling Qingxin pelan.
"Zhukai.."
"Paman ini bernama Zhukai.." Setelah dia selesai mengenalkan Zhukai pada kakeknya. Gadis kecil itu segera berbalik dan menatap Zhukai.
"Paman.. Ini kakek aku, dia bernama Zhang Tian.."
"Halo Kakek Zhang.." Kai membungkuk memberi hormat.
Zhang Tian mengangguk, dia segera menoleh kearah Ling Qingxin dan menyuruhnya untuk masuk kedalam kamar untuk memurnikan Herbal itu.
Setelah Ling Qingxin masuk ke kamarnya, sekarang di ruang tamu hanya menyisakan Zhukai dengan Zhang Tian.
"Emm.. Suasananya menjadi canggung.." Kai berfikir sambil memejamkan kedua matanya.
"Anak muda.. Apakah kamu melakukan sesuatu dengan cucuku!!" Zhang Tian berkata dengan marah sampai-sampai, urat-urat di sekitar lehernya terlihat.
"Ya... Eh maksudku tidak. Kami baru saja bertemu, mana mungkin aku melakukan sesuatu terhadapnya."
"Oh, Baiklah.. Maaf-maaf, apakah barusan aku menakutimu?" Ekspresi wajah Zhang Tian segera berubah dengan cepat, semua kebencian nya pada Zhukai segera menghilang.
Kai menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban, dia sangat terkejut melihat perubahan sikap Zhang Tian yang tiba-tiba.
"Maafkan aku, Ling Qingxin adalah satu-satunya cucuku, jadi ketika aku melihat dia begitu dekat dengan pria lain yang baru saja ditemuinya. Aku sedikit tidak suka.. Tetapi, sepertinya kamu benar-benar tidak memiliki niat jahat pada Cucuku. "
Kai melanjutkan perbincangannya dengan Zhang Tian. Kadangkala, Kai juga bertanya sesuatu tentang Ling Qingxin.
"Kakek Zhang, kenapa kamu bisa berada disini.. Bukankah tempat ini terlalu berbahaya untuk gadis kecil seperti Qingxin?"
"Hmm.. Aku minta maaf anak muda, aku tidak bisa memberitahumu hal itu." Jawab Zhang Tian dengan mata terpejam.
Kai mengangguk dan paham betul apa yang Zhang Tian katakan, setiap orang punya rahasia tersendiri dan Zhang Tian tidak ingin Kai mengetahui rahasia itu.
"Kakek.. Aku telah selesai memasak. Paman, sebelum kamu pergi, mengapa tidak makan terlebih dulu bersama kami?" Ajak Ling Qingxin dengan lembut.
Kai juga tidak punya alasan untuk menolak. Pada akhirnya, setelah menghabiskan makan malam bersama dengan Ling Qingxin dan kakeknya. Kai pamit untuk pergi.
Zhang Tian juga sudah beristirahat di dalam kamarnya, menyisakan Kai dan Qingxin di ruang makan.
"Gadis kecil, terimakasih atas makannya.. Ini hadiah untukmu.." Ucap Kai sambil mengambil sebuah kalung berlian yang begitu indah dari dalam Inventory.
Selain indah, di dalam kalung berlian itu terdapat sebuah Array Pelindung yang mampu untuk menahan serangan Peak God Realm sebanyak 10 kali.
"Whoaa.. Paman, ini kalung yang sangat cantik." Ucap Ling Qingxin terkejut.
"Benarkan.. Hehe, ini aku sendiri yang membuatkannya untukmu. Terimalah!"
"Um.. Paman, bisakah kamu memakaikannya untukku?" Ling Qingxin berkata dengan wajah memerah. Walaupun usia Ling Qingxin masih sangat kecil, dia memiliki paras yang sangat cantik hingga mengingatkan Kai pada seseorang.
"Baiklah.." Kai berkata dengan tersenyum, dia berjalan pelan kebelakang King Qingxin, dia sedikit berlutut dan mulai memakaikan Kalung berlian pada leher Ling Qingxin.
"Hmm.. Wangi sekali!" Kai berkata ketika dia mencium aroma yang begitu harum dari rambut Ling Qingxin.
"Tidak-tidak, apa yang kamu pikirkan tentang gadis kecil ini." Kai menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba menghilangkan pikiran kotor yang ada dalam benaknya.
"Sangat cantik.." Kai terpana melihat penampilan Ling Qingxin bagaikan malaikat kecil yang lucu.
"Paman-paman, Kemarilah.."
"Ada apa.." Ucap Kai sambil berjalan mendekat.
Chuu~
Kai menerima sebuah ciuman secara tiba-tiba, bibir Qingxin yang begitu halus dapat Kai rasakan dari ciuman tadi.
"Apa-apaa–.."
"Sshh.. Itu Ciuman perpisahan Paman.."
Kai hanya menghela nafas melihat sikap yang Ling Qingxin tunjukkan padanya, "Baiklah gadis kecil.. Selamat tinggal.."
Klakk!!
Setelah Pintu terbuka, Kai segera terbang melesat pergi menuju ke barat.
Sementara itu, di dalam rumah. Ling Qingxin mulai meneteskan air mata, sebuah cahaya putih bersinar di sekeliling tubuhnya. Tepat ketika cahaya putih itu menghilang, penampilan Ling Qingxin segera berubah total.
Wujud anak kecil berumur 7 tahun segera menghilang, dia kini terlihat seperti wanita muda yang sangat cantik berumur 20 tahun-an.
Wajah wanita itu tidak begitu asing, terlihat seperti... Xia Bing Yao!!
"Maafkan aku Sayang.. Kamu masih terlalu lemah untuk saat ini, jika kamu tahu identitas ku yang sebenarnya maka.."
Air mata di wajah Xia Bing Yao semakin mengucur deras hingga membasahi pakaiannya. Dia menggenggam erat kalung berlian pemberian Zhukai dengan rasa sakit tak
"Nona.. Kita harus segera pergi." Ucap Zhang Tian yang secara tiba-tiba muncul tepat di belakang Xia Bing Yao.
Bing Yao tidak menanggapi dan terus menangis. "Pergi!! Biarkan aku sendiri." Xia Bing Yao berteriak dengan marah.
Zhang Tian hanya menghela nafas melihat sikap Xia Bing Yao, dia segera berjalan pergi meninggalkan Bing Yao sendirian.
"Anak muda, aku harap kamu bisa tumbuh lebih kuat dan tidak membuat Nona menunggu lebih lama lagi."
***
Di pinggiran sungai tempat dimana Jiang Lin bertarung dengan Induk dari kelinci kecil yang ia bunuh. Tanah disekitar sungai kini sudah sangat hancur karena serangan dari Kelinci Putih.
"Ha.. Ha.. Kelinci ini benar-benar keras kepala.." Jiang Lin mengerutkan kening sambil terus menghindar dari serangan Kelinci Putih.
"Manusia hina!! jangan menjadi pengecut dengan terus menghindari serangan ku!!" Kelinci itu meraung marah sambil menyerang Jiang Lin dengan cakarnya yang tajam.
Swosshh!!
Swosshh..
Jiang Lin tidak bisa menghindari serangan itu secara terus-menerus mulai kelelahan, pasokan Qi di dalam Dantian nya juga perlahan menipis.
"Ah, menyebalkan!!.."
Duarr!!
Jiang Lin segera merubah penampilannya kedalam Wujud Iblisnya. Seketika, wujudnya sama sekali berbeda dengan atmosfer nya saat ini setara dengan Peak God Realm.
Punggungnya mengeluarkan dua pasang sayap yang begitu besar, tanduk juga tumbuh di kepalanya. Matanya berubah menjadi merah tanpa adanya bola mata.
"Kelinci kecil, kamu benar-benar membuatku marah kali ini.."
***
Bersambung..