Re-system

Re-system
Sampai di Sekte Kera Suci



Sekte Kera Suci, salah satu dari 10 kekuatan utama di Dataran Jie. Meski murid mereka berjumlah kurang dari 10.000, tetapi mereka semua adalah seorang Jenius.


Kultivasi paling rendah disana adalah Peak God Realm, sementara tetua mereka sudah mencapai True God Realm.


Hanya dengan mengetahui fakta itu, Sekte Kera Suci mengguncang Dataran Jie, apalagi Garis Keturunan mereka. Tetapi, Garis keturunan hanya diwariskan kepada Patriak Sekte dan Tetua Agung, sementara murid dan Tetua Biasa tidak bisa memilikinya.


Untuk seseorang yang memiliki Bloodline Kera Suci, mereka harus menuju Altar pembangkitan yang berada jauh di dalam Sekte Kera Suci.


Di langit, Zhukai yang sedang terbang menatap lurus kearah Kota yang berada di bawahnya, kota itu sangat besar hingga menyamai ukuran Kekaisaran di Alam Kultivator.


"Menurut Informasi kemarin, Sekte Kera Suci berada di puncak sunung suci. Dari Kecepatan ku saat ini, aku memperkirakan aku akan sampai kurang dari 3 jam."


Kai menambah kecepatannya dan melesat dengan sangat cepat menuju kearah puncak gunung suci yang berada di lembah surga.


Sementara itu, di sebuah ruangan yang berada di dalam Sekte Kera Suci. Seorang Pria paruh baya membuka kedua matanya, dia tersenyum lebar sambil bergumam pelan.


"Akhirnya muridku datang.."


Pria itu adalah Iblis Pedang, Guru Zhukai. Mengetahui kedatangan muridnya menggunakan Persepsi Ilahinya, dia menjadi begitu gembira dan buru-buru menyelesaikan latihannya.


Klakk!!


Pintu ruangan itu terbuka, Iblis Pedang keluar dengan perasaan puas di harinya. Seorang murid yang saat itu sedang bertugas untuk menyapu halaman Ketua Sekte menjadi sangat terkejut.


"Aaa.. Salam Hormat ketua sekte.." Murid itu segera bersujud memberi hormat, tekanan yang Iblis Pedang keluarkan membuat sekujur tubuhnya bergidik ngeri.


"Hmm.. Siapa Kau? Apa yang kau lakukan di sini?"


"M–Murid ini bernama Tian Yun, Murid ini mendapat tugas dari tetua untuk membersihkan Halaman ketua sekte selama berlatih."


Iblis Pedang terus menatap murid yang membawa sapu itu, dia kemudian tertawa terbahak-bahak. "Karena suasana hatiku sangat bagus, ini hadiah untuk mu."


Iblis Pedang melemparkan botol yang berisi Pil Kultivasi untuk murid itu, "Beritahu semua tetua untuk berkumpul di pintu depan sekte! Jika ada yang tidak datang, aku sendiri yang akan menghukum nya."


Murid itu mengangguk dan memberi hormat sebelum pergi. Melihat siluet murid itu pergi, Iblis Pedang juga menghilang dari tempatnya saat ini.


Setelah melewati kota yang amat sekali besar, Kai merubah fisiknya menjadi Tubuh Petir Abadi.


Seketika kecepatannya melonjak beberapa kali lipat hingga pada akhirnya dia hampir memasuki Wilayah Sekte Kera Suci.


"Itulah gunung tempat sekte guru berada?" Kai berucap sambil memperhatikan sekelilingnya. Selin gunung itu, gunung lainnya tidak cukup besar dan hanya berukuran setengah gunung tadi.


Kai pada akhirnya menggunakan Persepsi ilahinya untuk mencari Jejak Qi dari gurunya, tak berselang lama, Kai tersenyum lebar.


"Itu memang tempat guru tinggal."


Whuss!!


Kilatan-kilatan petir yang mengelilingi tubuh Zhukai dengan cepat menghilang, dia kembali ke fisik normalnya dan terbang dengan cepat menuju ke puncak gunung.


Beberapa detik telah berlalu, Kai yang sudah sampai di puncak gunung mulai turun ketanah dan berjalan lurus.


"Berhenti! Jika ingin masuk, tunjukkan token muridmu." Seru seorang pemuda sambil mengacungkan tombaknya pada Zhukai.


Kedua alis Kai mengkerut, dai membuka Inventory dan tidak menemukan token yang gurun berikan padanya dulu sekali.


"Hehe, anuu.. Aku kehilangan token ku, bisakah kamu masuk kedalam sekte memberitahu guruku tentang hal itu?"


Pemuda yang merupakan penjaga gerbang sedikit curiga dan mulai bertanya kembali, "Siapa nama gurumu?"


"Emm, kurasa dia bernama Iblis Pedang.."


Ketika Kai menyebutkan nama Iblis Pedang, sontak penjaga gerbang itu terkejut, tetapi tak berselang lama dia menatap marah pada Zhukai.


"Berhenti membicarakan omong kosong, Ketua Sekte tidak pernah mengambil satupun murid. Cepat pergi atau aku akan menganggap mu sebagai seorang mata-mata." Murid penjaga gerbang itu berteriak keras sehingga menarik perhatian para murid lain yang sedang lewat.


"Tunggu sebentar, biarkan aku mengubungi guruku terlebih dulu.." Kai memejamkan kedua matanya dan mulai mengeluarkan Qi di dalam tubuhnya menjadi benang transparan.


"Yoo, murid ku kau sudah datang.."


Suara itu berasal dari dalam sekte dengan beberapa pria tua didampinginya. Wajah pria paruh baya yang merupakan ketua sekte memiliki sebuah senyum yang sangat lebar.


Dia tidak lain adalah Iblis pedang, sedangkan orang tua di belakangnya adalah Tetua dari Sekte Kera Suci.


Kai membuka kedua, matanya menatap lurus kearah Pria tua dengan janggut panjang itu Senyuman lebar terukir di wajahnya, dia bergerak dengan begitu cepat dan tiba di depan Iblis Pedang.


"Murid memberi salam kepada guru." Kai berlutut dan menundukkan kepalanya memberi salam.


Iblis pedang mengangguk dan segera menyuruh Zhukai untuk berdiri, terlihat dengan sangat jelas bahwa Iblis Pedang tidak begitu menyukai mendapatkan rasa hormat seperti itu.


"Tidak perlu bersikap terlalu hormat seperti itu aku tidak terlalu menyukainya, bersikaplah seperti biasanya." Ucap Iblis Pedang sambil menepuk kedua pundak Zhukai.


Detik berikutnya, ekspresi terkejut terukir di wajah tuanya. "Ka–Kamu sudah memasuki True God Realm!!.."


Dengan teriakan keras dari Iblis Pedang, semua tetua juga tersentak kaget.


"Tr–True God Realm? Di usia yang semuda itu?" Salah satu tetua yang berada di belakang Iblis Pedang berkata dengan penuh ketidakpercayaan.


Hal yang sama juga di pikirkan oleh semua orang, "Mustahil mencapai True God Realm di usia semuda itu!" Itulah yang semua tetua pikirkan.


Sedangkan untuk murid penjaga gerbang itu, Tubuhnya bergetar tak terkendali, dia buru-buru berlutut dan meminta maaf pada Iblis Pedang dan juga Zhukai.


Kai juga tidak terlalu memikirkannya dan membiarkannya pergi.


"Itu benar Guru, aku sudah mencapai True God Realm 3 tahun yang lalu." Kai berkata dengan tersenyum, dia tidak mencoba menutupi Kultivasinya pada gurunya. Jika bukan karena gurunya yang menolongnya ketika melawan Ruo Fan, dia mungkin sudah mati waktu itu.


Sementara itu, Kekuatannya bahkan lebih menakutkan lagi. Dengan bantuan tiga Title nya dan juga beberapa Teknik tingkat Mistisnya dia sudah bisa mengimbangi kekuatan dari gurunya.


Dan jika dia menggunakan Pedang Hitam.. Bahkan Iblis Pedang bukanlah lawannya.


Setelah memberi hormat pada tetua lain, Kai sedikit melirik kearah salah satu Tetua wanita yang berada di antara 25 Tetua Sekte. Seringai dingin muncul di wajahnya.


"Baiklah Kai, aku sudah mengatur tempatmu di dalam sekte, kamu bisa pergi kesana sekarang."


"Terimakasih guru.."


Malam harinya, Kai menggunakan Shadow Clone nya untuk membuat 1 Clone lain. Dia menyuruh Clone nya untuk berpura-pura menjadi dirinya yang sedang berlatih sementara Kai pergi keluar.


Kai menggunakan Persepsi Ilahinya seolah-olah mencari seseorang, tak berselang lama Kai sudah mengetahui siapa orang yang sedang dia cari.


"Lapisan tak terlihat!!.."


Dengan mengkoordinasikan Qi miliknya keseluruh tubuh, Kai membuat tubuh serta auranya menghilang.


Dia melompat turun dari atas rumah dan melihat sosok wanita berbicara dengan sosok wanita lain yang menggunakan Jubah.


"Apakah ada informasi penting? Kenapa kamu memanggilku secara tiba-tiba?" Ucap wanita berjubah itu sedikit kesal.


"Diam! Apa kamu ingin ketahuan. Dengarkan ini baik-baik, Iblis Pedang ternyata memiliki seorang murid, dan muridnya sudah mencapai True God Realm di usianya yang masih muda. Ini bisa menjadi ancaman untuk kita." Ucap Tetua wanita pada sosok Wanita berjubah.


Wanita berjubah itu sedikit kaget dan segera mengangguk kecil, dia segera melesat menjadi bayangan hitam dan menghilang.


Tepat ketika wanita berjubah menghilang, Kai keluar dati balik pohon dan menghilangkan Teknik Lapisan tak terlihat nya.


"Kekeke.. Apakah sangat menyenangkan berpura-pura menjadi seorang Tetua? Tetua Lin?"


Dari balik jubah yang menutupi wajahnya, Kai menyeringai lebar.


***


Bersambung..