Re-system

Re-system
Mengunjungi Raja Kerajaan Xiaoli



Terjadi ledakan yang cukup keras hingga dapat terdengar oleh semua orang yang berada di lantai satu sampai lantai tiga.


Sementara itu, Pria botak yang terkena pukulan Zhukai langsung tak sadarkan diri dengan kepalnya yang bersimbah darah.


Meski Kai hanya mengeluarkan sedikit dari kekuatannya, kerusakan yang di timbulkan oleh pukulannya sangatlah besar.


"Mungkin aku harus mencoba menahan diri untuk kedepannya.." Kai berjalan menuju kearah pria botak itu dan berniat untuk memberikannya sebuah Pil penyembuh.


Karena dia memang sedari awal tidak memiliki permusuhan dengan pria botak itu, Kai merasa sedikit bersalah.


Belum sempat Kai memberikan Pil Penyembuh itu, suara teriakan dari seorang pria terdengar dengan begitu jelas dan penuh kemarahan.


"Kau bajingan, apa yang telah kau lakukan pada putra mahkota.."


Kai berbalik dan melihat bahwa orang itu adalah pria patuh baya berambut cokelat dengan wajah dipenuhi bekas luka.


Pria paruh baya itu menatap Zhukai dengan penuh kemarahan sambil mengeluarkan tekanannya.


"Ini salah paham, jika kau ingin mengalahkan seseorang. Salahkan saja dia." Kai berkata acuh tak acuh sambil menunjuk Meng Yudie.


"Jahat~ Teganya kau memperlakukan ku seperti itu.." Ucap Meng Yudie pelan sambil meneteskan beberapa air mata di wajahnya.


"Sial, wanita licik ini!!..."


"Sudahi main-main nya! Kau tahu, aku sangat benci seseorang seperti itu!.." Kai menatap tajam kearah Meng Yudie sambil mengeluarkan sedikit aura miliknya.


Deg..


Bukannya takut, tetapi entah mengapa dibawah tatapan Zhukai yang tajam, detak jantung Meng Yudie semakin meningkat.


"K–Kamu.. Siapa kamu.." Karena sangat penasaran, Meng Yudie mengabaikan pria paruh baya itu dan menatap Zhukai dengan tatapan serius.


"Haa? Siapa aku? Bukankah aku sudah memberitahumu kemarin!" Salah satu alis Kai naik dan berkata tidak paham.


"Kalian berdua!! Apakah kalian menganggapku tidak ada? Cepat ikut aku ke aula hukuman untuk menerima hukuman kalian berdua karena telah melukai putra mahkota." Pria patuh baya itu berteriak marah dan mengambil pedang panjangnya dari sarung pedang.


"Diam!!.." Dengan sekali kibasan tangan dari Meng Yudie, pria terhempas hingga menabrak dinding rumah makan dan tidak sadarkan diri. Sama seperti pria botak tadi.


"Khhhiiii...." Prajurit yang dibawa oleh pria paruh baya tadi ketakutan dan segera melarikan diri keluar dari rumah makan.


Kini, di lantai empat hanya ada Zhukai dan Meng Yudie. Sementara itu, putra mahkota dan penjaganya tadi tidak sadarkan diri.


"Cepat beritahu padaku siapa sebenarnya dirimu!!.." Raut wajah Meng Yudie menjadi semakin dingin, dia tanpa ragu mengeluarkan tekanannya pada Zhukai.


Sementara itu, dengan acuh tak acuh Kai menghela nafas panjang.


Tanpa bisa Meng Yudie sadari, Kai sudah berada tepat di depannya. Dirinya sama sekali tidak bisa bergerak karena tekanan dari Zhukai yang mengunci dirinya.


"Kau tahu, aku paling tidak suka dipaksa oleh seseorang. Dan juga, tidak ada alasan bagiku untuk memberitahumu.. Kukira kita bisa menjadi teman, kurasa aku salah.. Selamat tinggal!!.."


Kai berjalan pergi keluar dari Rumah makan Hea tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Setelah Kai pergi, tekanan yang mengunci tubuh Meng Yudie seketika menghilang.


Brukk!!!


Tubuh Meng Yudie segera terjatuh ketika tekanan yang menguncinya menghilang, setelah mendengar perkataan Kai barusan. Entah mengapa ia bisa merasakan rasa sakit di hatinya.


"Ha Ha Ha.. Siapa sebenarnya dia? Aku tidak mungkin salah, aura itu sangat mirip dengan tuan. Mungkinkah tuan memiliki saudara? Tidak, tidak.. Pertama-tama aku harus minta maaf dulu pada Kai."


Meng Yudie segera berdiri dan berjalan menuruni tangga untuk mengejar Zhukai. Sayangnya, Kai sudah menghilang dari pandangannya, bahkan aura milik Kai sudah menghilang.


"Kurasa dia benar-benar kecewa padaku.."


***


Di dalam kamar di penginapan bulan sabit, Zhukai terbaring diatas kasur sambil mengingat kembali apa yang terjadi sewaktu di rumah makan Hea tadi pagi.


"Apa maksud dari ucapan Yudie tadi? Apakah dia menganggap ku orang lain?" Meski Kai sedikit tidak suka dengan sikap Meng Yudie yang selalu bermain-main. Bagaimana pun dia adalah orang pertama yang dekat dengannya ketika tiba di Dataran Luo.


"System juga masih dalam peningkatan. Aku harus berburu untuk memperbanyak Death Aura di dalam tubuhku."


Kai berjalan turun kebawah dan bertanya pada resepsionis wanita disana. "Permisi..."


"Bolehkah aku bertanya?... Apakah kamu tahu dimana tempat dengan Death Aura yang sangat pekat di sekitar kerajaan ini?"


"Maaf tuan, aku tidak pernah sekalipun meninggalkan Kerajaan Xiaoli. Aku sangat minta maaf..."


"Haha, tidak apa-apa.. Tidak perlu merasa bersalah seperti itu."


Karena Kai sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun dari resepsionis itu, dia memutuskan untuk mencari informasi dari orang lain.


Setelah menghilangkan aura tubuhnya, Kai berjalan keluar dari penginapan bulan sabit sambil menggunakan sebuah jubah yang menutupi wajahnya.


"Kai berjalan keseluruh Kota Xiaoli untuk mengunjungi berbagai tempat yang ramai di kunjungi."


Hampir dari seluruh tempat yang Kai kunjungi, dia sama sekali tidak menemukan informasi tentang tempat yang penuh fengan Death Aura.


Di perjalanan pulang menuju penginapan bulan sabit, Kai menghela nafas panjang.


"Haa, sudah tidak ada alasan lagi bagiku untuk menetap di kerajaan ini.." Ketika Kai sampai di penginapan bulan sabit, dia melihat banyaknya keramaian yang ada disana.


"Apa yang sedang terjadi." Tanya Kai pada seorang pria tua yang sedang berada tak jauh darinya.


"Oh anak muda, sebaiknya kau jangan kesana. Putra Mahkota kerajaan Xiaoli datang kesana dengan sangat marah." Ucap Pria tua itu.


"Kenapa?"


"Hmm, aku mendengar bahwa kekasih dari Nyonya Meng Yudie tinggal disana. Kurasa dia ingin membalas dendam dengan membawa banyak pasukan kerajaan.."


"Eh, Jadi singkatnya. Dia datang kesana untuk membalas dendam?"


"Ya..."


Kai menghela nafas panjang. Jika dia menyeret penginapan bulan sabit pada masalahnya. dia akan merasa sedikit bersalah.


"Hmm, kurasa ini tidak akan selesai jika aku terus memukuli pria botak itu." Gumam Kai pelan.


"Terimakasih pak tua.." Kai berkata setelah itu melesat pergi ke Utara.


Karena putra mahkota masih sangat muda dan sangat sulit mengendalikan emosinya, Kai akan secara terang-terangan menunjukkan tekanannya pada Raja Xiaoli.


Dengan kecepatan Zhukai saat ini, tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di Istana kerajaan.


Itu adalah bangunan yang sangat besar dan sangat luas. Kai melayang di udara sambil menatap istana kerajaan Xiaoli di depannya.


"Buka Mata Ilahi.."


Dengan berubahnya warna bola mata Zhukai, dia menatap lurus kebawah dan terus mencari dimana keberadaan raja Xiaoli sekarang.


"Ketemu.."


Whuss!!


Dengan kecepatan yang sangat cepat, Kai melesat menuju ke ruangan raja tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya.


Klakk!!


Suara pintu terbuka sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar.


Tepat ketika pintu terbuka, Kai mendengar suara yang begitu memalukan.


"Ah~ Ah~ Ahhh~... Suamiku, ini sangat enak.."


Pandangan Kai lurus kearah dua orang berbeda jenis kelamin yang telanjangnya dengan selimut menutupi bagian bawahnya.


"Siapa itu!!.." Karena Kultivasi dari raja kerajaan Xiaoli cukup tinggi, dia secara langsung dapat merasakan keberadaan Zhukai setelah masuk ke ruangannya.


***


Bersambung..