
Di Sebuah Pulau yang berada di Tenggara Lautan Darah, Seorang Burung Phoenix Tua sedang tertidur di atas sebuah Bukit.
Bulu merah menyala miliknya sangat indah hingga membuat siapapun terpikat hanya dengan melihatnya.
Di tengah teriknya Matahari, Phoenix muda itu tiba-tiba terbangun, "Hoamm.... Saatnya mencari makan.."
Ia mengibaskan kedua sayapnya yang berwarna merah menyala dan mulai terbang ke atas langit.
"Kwakk!!.. Kwakk!!!.."
Suara Kicauan Burung Phoenix terdengar keras di seluruh Pulau yang membuat seluruh Hewan bergemuruh ketakutan.
Sementara itu Zhukai yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi mengarah ke Tenggara Lautan darah.
Cahaya Bulan keperakan menyinari Gelapnya malam di Lautan Darah, Kai saat ini bahkan belum menempuh setengah perjalanan menuju Tenggara tempat Burung Phoenix berada.
Satu malam berlalu, Kai masih terbang di atas awan dengan kecepatan Stabil, Hingga 3 Hari berlalu sampailah Kai pada sebuah Pulau terapung di tengah Lautan Darah.
Kai turun dari atas langit dan mendaratkan dirinya di Pulau Terapung di sana, Saat Kakinya menyentuh Tanah sebuah Sensasi Hangat mengalir keseluruh tubuhnya.
"Ini... Aura Phoenix, Apakah mungkin darah Phoenix di tubuhku telah sepenuhnya Bangkit?" Ucap Kai tidak percaya.
Saat Kai ingin melanjutkan Perjalanan Di depannya kini terlihat sebuah Burung Raksasa berwarna Merah menyala, Aura yang terpancar dadi burung itu sangat memukau..
"Manusia Bagaimana bisa kau sampai disini?" Tanya Phoenix dengan suara bengis.
Kai tidak menjawab melainkan Menatap Phoenix raksasa di depannya, Ia baru Kali ini melihat Phoenix asli di depan matanya..
Perasaan Kagum dan Gembira terisrat matanya. Burung Phoenix yang merasa di acuhkan menjadi marah.
Tanpa Kai sadari, Burung Phoenix di depannya mulai menyerang Dirinya menggunakan Sebuah Api merah yang sangat panas.
Api tersebut merupakan salah satu dari 7 Api ilahi, Jika di bandingkan dengan Api neraka yang Kai miliki itu jauh lebih kuat.
Kai reflek menghindar, dan membalas burung itu dengan sebuah serangan Pedang yang menusuk.
Ia juga menambahkan Tekanan Dewa naga pada serangan tersebut sehingga membuat Burung Phoenix di depannya kesulitan bergerak.
Karena serangan Kai sangat cepat, Burung Phoenix tidak memiliki pilihan lain selain mengubah wujudnya.
Kai terkejut sehingga serangannya meleset dan mengenai sebuah Pohon hingga meledak, Sebuah Kawah tercipta dari serangan yang Kai lancarkan.
Kai berbalik dan menatap penuh waspada sosok di depannya, Terlihat seorang Pria Tua dengan Bekas luka di lengan kirinya.
Pria Tua itu menatap Tajam kearah Kai tapi ia tidak mengeluarkan niat permusuhan yang ia miliki karena ia tahu bahwa pemuda di depannya sangat kuat.
"Katakan Anak Muda apa tujuanmu kemari?"
Kai tidak menjawab terlebih dulu, Ia memasukan pedang ke dalam satu pedang yang berada di samping pinggang kirinya.
Ia kembali menatap Pria tua di depannya, "Singkat saja, Aku ingin Kau menjadi bawahanku.."
Kai tidak menutupi Tujuannya Kesini, Dan jika Burung Phoenix di depannya menyerangnya sekali lagi, Ia tidak takut karena kekuatan yang ia miliki saya ini sudah cukup untuk mengalahkannya.
Kakek Tua yang merupakan Wujud Manisa Dari Ras Phoenix terdiam, Ia mengepalkan tangannya dan berlari kearah Kai berada..
"Hiyaa..."
Saat jaraknya dan Kai terpaut 3 Meter, Phoenix Tua itu tiba-tiba bersujud, "Ampun Tuan..., Mulai hari ini.. Saya Long We bersedia menjadi bawahan Anda."
"Are~.. Apakah menaklukan Phoenix Semudah itu?" Batin Kai tidak percaya.
Kai kemudian bertanya Kepada System tentang bagaimana Cara membentuk Kontrak dengan Burung Phoenix di depannya.
[Untuk membuat Kontrak dengan Binatang Kuno, Tuan memerlukan sebuah Lembar Kontrak di Toko System..]
Kai membuka Toko System dan menggeser kebawah layar biru di depannya hingga ia menemukan sebuah Lembar Kontrak.
Lembar Kontrak: Dapat Digunakan pada Binatang Buas maupun Pada manusia, tapi Semakin Tinggi Tingkat Kultivasinya Harga yang dibutuhkan juga semakin tinggi.
Harga: 10 Milyar Poin System.
Mata Kai terbelalak Melihat Harga yang di tampilkan Systemnya, 10 Milyar Poin System? Ia akan mendapatkan Jutaan jika membeli Pil Kultivasi.
"Tidak Butuh..." Kai menolak tawaran yang Systemnya ajukan, Ia memilih menundukkan Phoenix Merah di depannya dengan Kekuatannya sendiri.
Ia mengigit jarinya dan meneteskan Darahnya pada Tubuh Phoenix merah yang tengah bersujud di depannya.
Saat darah Kai terkena. Tubuh Phoenix Merah sebuah Kilatan cahaya yang sangat terang terjadi.
Ding
[Selamat Tuan Berhasil menyelesaikan Hidden Quest, Menaklukan Sebuah Binatang Kuno.. Menghitung Reward..]
Reward:
-Api Phoenix
-10 Milyar Poin System
-Satu Buah Kotak Misteri tingkat Emas
-3 Tiket Gacha System.
Kai tidak begitu tertarik dengan hadiah yang ia tera, tapi Kai tertarik dengan Perubahan yang terjadi pada Phoenix Merah di depannya.
Selang 7 Menit berlalu, Putaran Cahaya menghilang di gantingan dengan sebuah Tubuh T3l4nj4ng di depannya..
Kulit Pria itu putih bersinar dengan rambut panjangnya berwarna merah, Pria tersebut menatap Kai dengan penuh kegembiraan.
Ia membungkuk dan berkata, "Terima Kasih Tuan, Saya Long We akan terus setia kepada Tuan..."
Kai Menganguk kemudian bertanya, "Apa yang terjadi padamu, kulihat aura yang terpancar darimu seperti Kau telah menerobos Ke Emperor Realm, Juga Otot serta tubuhmu seperti Kau telah Lahir kembali."
Pria muda yang merupakan Phoenix merah tersenyum, "Menjawab Tuan, Ini semua berkat darah Tuan... Tidak Kusangka seumur hidupku bisa bertemu dengan Tuan... Sang Raja Phoenix."
Pernyataan itu membuat Kai bingung, Ia tidak paham apa yang baru saja di jelaskan Oleh Long We dan juga darah Phoenix di dalam tubuhnya baru saja bangkit.
"Bisa Kau jelaskan Lebih rinci?"
"Jawab Tuan, Darah yang Tuan miliki sebenarnya...."
Long We menjelaskan dengan serius sementara Kai memperhatikan nya dengan seksama.
Setelah Long We selesai berbicara, Kai segera Paham apa yang Long We maksud... Karena Ai juga merupakan Ras Phoenix Long We dapat mengetahui Bahwa darah Phoenix yang ada di dalam tubuh Kai sangat Kuat, Bahkan di bandingkan Dengan Raja Phoenix dahulu setidaknya ratusan Kali lebih kuat.
Setelah itu Kai memberikan sebuah Baju kepada Long We untuk menutupi Tubuhnya, Selesai berganti Baju, Kai dan Long We terbang meninggalkan Pulau yang ada Disana.
Di dalam Pulau semua Binatang Buas yang tinggal Disana bersorak Gembira, "Kwak!!... Haha Akhirnya si Tua yang rakus itu telah pergi dari Pulau ini.." Seru Seorang Binatang Iblis berwujud Piton Raksasa.
"Kau benar D, Si Tua itu benar-benar serakah.. Kau tahu setiap Herbal yang ada di Pulau ini telah habis ia makan.." Sahut Binatang Iblis di sampingnya.
**
Di Atas Lautan Darah, Kai dan Long We saat ini sedang terbang dengan kecepatan Tinggi menuju Benua Barat.
Di perjalanan Kai juga selalu Bertanya Kepada Long We tentang Bagaimana ia bisa berada di Alam Rendah tempat Kai berada..
Ras Phoenix Harusnya tinggal Di Alam dewa Sama halnya dengan Binatang Kuno Lainnya, jadi ketika Kai menemukan Long We dirinya langsung terkejut.
"Jawab Tuan, Ceritanya Sangat Panjang apakah tuan ingin mendengarkannya sekarang?"
"Ya.."
Akhirnya Selama Perjalanan Menuju Benua Barat Kai terus menerus mendengar Cerita dari Long We tentang Bagaimana Ia bisa ada disini dan Juga tentang bekas Luka di tangannya.