Re-system

Re-system
Bintang Agung Penghancur Lapisan Kedua



Di masa lalu sebelum Zhukai menjadi seorang dewa bintang, dia hanyalah seorang Kultivator pengembara yang senang berpetualang.


Pada suatu waktu, Zhukai secara tidak sengaja menemukan sebuah reruntuhan kuno di sebuah tanah mati yang ada di Alam Neraka.


Alam Neraka merupakan sebuah alam terkutuk yang tidak dapat dimasuki oleh seorang Kultivator, bahkan untuk seorang dewa perang kuno sekalipun.


Tetapi untuk Zhukai, ia tidak tahu apakah itu hanyalah sebuah kebetulan atau takdir, dia bisa melewati penghalang Alam Neraka dan memasukinya.


Tidak ada satupun tanda kehidupan disana, bahkan untuk tanah sekalipun, itu sangat keringat bahkan sulit bagi seseorang untuk menemukan tumbuhan disana.


Alam Neraka dijuluki oleh banyak Kultivator sebagai Alam terkutuk karena selain mereka tidak bisa masuk kesana, Alam lain yang ada di sekitarnya juga tercemar dan akhirnya hancur dalam waktu dekat.


Apalagi aura kematian yang sangat pekat di seluruh alam neraka membuat Kultivator bergidik ngeri.


Salah satu dari dua belas dewa perang kuno, God of Darkness dengan sombong mengatakan bahwa dia bisa masuk dan keluar dari Alam Neraka sesuka hatinya.


Tetapi bahkan sebelum ia bisa mendekat, God of Darkness sendiri sudah terluka hanya karena Aura kematian disekitar Alam Neraka.


Jauh di Alam Neraka, Zhukai yang sedang tersesat menemukan sebuah reruntuhan secara tidak sengaja.


"Hahaha, bahkan God of Darkness tidak bisa masuk ke Alam Neraka. Tetapi bagiku, halangan seperti ini tidak ada artinya." Zhukai tertawa dengan sombongnya.


Dia masuk kedalam reruntuhan kuno itu dan segera disambut oleh dua roh dengan masing-masing memiliki basis Kultivasi God of Destruction Langit ke-lima.


Untuk Zhukai yang saat itu berada di Ranah Celestial God Langit ke-empat, jelas dia bukanlah tandingan untuk dua roh tersebut.


"Apa!? Ini hanya lantai pertama, tetapi mengapa musuh disini begitu kuat!." Zhukai berdecak kesal, ia tidak tahu seberapa banyak lantai yang ada di reruntuhan itu.


Tetapi karena lantai pertama saja dia harus berhadapan dengan dua roh di ranah God of Destruction, maka lantai selanjutnya mungkin akan lebih sulit lagi.


Zhukai dengan gerakan cepat melarikan diri dan secara tidak sengaja memasuki sebuah ruangan yang ada di lantai pertama reruntuhan kuno.


Tepat di ruangan itu, Zhukai bisa melihat sebuah ruang dengan banyak buku berserakan. Diantara banyaknya buku itu, hanya terdapat satu buku yang masih utuh.


"Bintang Agung Penghancur?" Kai mengambil buku itu dan melihat bahwa di sampulnya terdapat tulisan yang cukup jelas.


Dengan begitu, ketika Zhukai membawa buku itu dan keluar dari reruntuhan, dia meninggalkan Alam Neraka bersama dengan buku di tangannya.


Saat itulah, ketika Zhukai mempelajari teknik yang terdapat di dalam buku itu, Kultivasinya melambung dengan sangat cepat.


Hanya dalam waktu kurang dari lima puluh ribu tahun, Zhukai mengalami kebangkitan dan menerima berkah ilahi.


Tetapi saat ketika Zhukai ingin kembali kesana dengan kekuatannya yang sudah sangat kuat, keberadaannya seolah di tolak oleh Alam Neraka yang membuat dia terluka akibat serangan balik dari Aura Kematian yang ada disana.


"Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama kali ini, dengan adanya Yi'er dan Yui'er di sisiku, kurasa melewati penghalang Alam Neraka bukanlah masalah besar." Kai berkata dengan bersemangat.


Apalagi Kai memiliki tubuh dewa kematian yang bisa menahan aura kematian entah seberapa kuat itu.


Kai juga bisa meminta Qi Yue untuk menyerap aura kematian untuk memperkuatnya, tetapi kainjugabharus membersihkan energi jahat yang terkandung di dalam aura kematian itu, mungkinndia akan menghabiskan banyak Poin Takdir.


"Tidak, itu terlalu sia-sia." Zhukai menggeleng kepalanya.


Dia membuka portal menuju ke Alam Air setelah itu meminta Yui untuk merubah penampilannya.


***


Saat Kai pertama muncul, itu adalah dimana ia menghilang. Karena saat ini Kai transparan karena teknik lapisan tak terlihat, orang yang berkumpul disana tidak bisa merasakan kehadirannya.


Kecuali satu orang!


"Siapa kamu!!.."


Orang itu adalah seorang pria jangkung kurus dengan wajah sedikit pucat. Tetapi tekanan yang keluar dari tubuhnya sangat kuat bahkan hampir setara dengan seorang Kultivator dinranah God of Destruction Langit pertama.


"Aku? Aku hanya seorang Kultivator biasa." Jawab Zhukai acuh tak acuh.


"Berhenti berbohong! Lalu mengapa kau menggunakan teknik seperti tadi!?" Pria itu sekali lagi bertanya dengan kasar.


"Kenapa aku harus menjawab pertanyaan mu?" Kai sedikit mengerutkan keningnya kesal.


Dia bisa saja membunuh pria di depannya, tetapi setelah Kai melihatnya lebih dekat, dia melihat adanya tato berbentuk simbol air di belakang lehernya.


Utusan Water God!


Seperti itulah orang-orang menyebutnya.


Kai juga harus tahu bahwa tidak baik untuk menyingung Water God sebelum kekuatannya pulih, jadi dia memutuskan untuk diam.


"Kurang ajar! Beraninya kau bersikap seperti itu!.."


Tepat ketika pria jangkung itu hendak memukul Zhukai, salah seroang rekannya datang untuk menghentikannya.


"Senior, kami telah mendapatkan jejak dari orang yang tuan maksud. Ayo pergi, jangan buang waktu kita yang berharga di tempat ini."


Pria jangkung itu mengangguk dan menatap Zhukai dengan sedikit kemarahan, "Kau beruntung."


Setelah melihat dua siluet utusan Water God pergi, Zhukai menghela nafas panjang. Jika dia benar-benar harus berhadapan dengan utusan tadi, itu akan menarik perhatian yang tidak perlu.


Setelah itu, para Kultivator yang berkumpul juga membubarkan diri meninggalkan Zhukai seorang diri disana.


"Sekarang, haruskah aku pergi kesana terlebih dulu." Zhukai menyeringai, sosoknya peralihan menghilang tanpa seorangpun sadari.


Tempat yang ia maksud sebenarnya adalah dimana Water God berkultivasi. Kai tahu tentang itu karena dia pernah datang kesana dua kali saat pertama kali dia menerima berkah ilahi.


Saat itu juga, Kai menemukan sebuah harta aneh yang terdapat jauh di dalam danau tempat Water God berkultivasi.


Tetapi tempat itu cukup jauh dari kota pandai besi, bahkan dengan kecepatan Tao Tie, Kai merasa bahwa akan butuh waktu seminggu penuh untuk sampai disana.


"Water God, kau sungguh salah karena membiarkanku mengetahui rahasiamu waktu itu."


Zhukai bergumam pelan, dia menaiki Tao Tie sambil menatap lurus kedepan, melihat banyaknya pohon dan bebatuan besar yang menghalangi jalan.


Waktu itu adalah malam hari, Kai menyuruh Tao Tie dan Xiao Hu untuk beristirahat sementara dirinya mulai berlatih mengolah teknik Bintang Agung Penghancur.


Kai merasa bahwa malam itu dia akan bisa menerobos tingkat kedua dalam teknik Bintang Agung Penghancur.


Lebih cepat dari yang ia kira.


Sama seperti yang biasa Kai lakukan, ia mencari tempat yang tinggi agar mendapatkan cahaya bintang yang paling terang.


Setelah dia duduk dan menutup kedua matanya, Kai mulai menghirup energi spiritual bersamaan dengan masuknya energi bintang melalui pori-pori kulit nya.


Tanpa henti, energi binatang itu masuk tanpa halangan. Karena Kai saat ini sudah membangkitkan tubuh dewa bintang, penyerapannya terhadap energi bintang juga semakin besar.


Hingga saat pagi hati tiba, suara ledakan terdengar dari star lord sebelah yang kemudian menggema di seluruh hutan.


Boomm!!


Lapisan kedua dari Bintang Agung Penghancur.


***


Bersambung..