
Kekuatan yang merembes keluar dari Ling Lung membuat tubuh Zhukai sedikit bergetar. Tekanan itu dan aura yang kuat dari tubuhnya berbanding terbalik dengan Ling Lung yang satunya.
Lengan Ling Lung yang baru saja Kai potong beberapa saat yang lalu mulai beregenerasi dan tumbuh kembali seperti semula.
"Hmm, jangan kau berfikir provokasi mu akan berpengaruh padaku.."
Swosshh!!
Tepat setelah ia menyelesaikan kalimatnya, Ling Lung melesat dengan salah satu tangannya yang sudah membentuk kepalan.
Booomm!!
Kai yang tidak sempat bersaksi terkena pukulan dari Ling Ling hingga membuatnya terpental begitu jauh.
Uhuk!! Uhuk!!
Seteguk darah segar mengalir melalui mulut Zhukai. Pukulan yang Ling Lung berikan padanya sangat kuat sampai-sampai menembus pertahanan fisik dari Tubuh Dewanya.
"Tch..." Kai meludahkan darah di mulutnya dan menyeka noda darah itu dengan tangan kiri.
Ia menggenggam pedang hitam dengan kedua tangan sambil mengalirkan Qi kedalam pedangnya.
Sesaat setelah Qi terserap masuk kedalam pedang, pedang itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya hitam yang begitu gelap.
Diatas langit, awan yang awalnya cerah tiba-tiba berubah menjadi gelap dengan kilatan-kilatan petir menghantam kelaut.
"Oh, sepertinya kau memiliki teknik yang cukup hebat." Ling Lung terkekeh sambil menatap Zhukai penuh kewaspadaan.
Meski Kai memiliki basis Kultivasi jauh di bawahannya tetapi serangan yang Kai lepaskan sudah dapat melukai tubuhnya yang merupakan seorang Original God puncak.
Tiba-tiba, energi yang terkumpul masuk kedalam pedang hitam yang Kai pegang dengan cepat menghilang.
Ling Lung sendiri dibuat kebingungan dengan tindakan Zhukai yang tiba-tiba.
"Tch, terlalu sia-sia jika aku menggunakan teknik itu."
Kai mengigit jarinya dengan keras, seketika darah menetes keluar dari jarinya yang Kai gigit.
Darah itu terus menetes kebawah laut yang telah berubah menjadi lautan darah. Kai menggunakan darah itu untuk mengukir sebuah rune kuno di udara kosong.
Tepat setelah Rune kuno itu selesai dibuat, kau menyerang Ling Lung dengan Rune kuno itu.
Tetapi seperti yang Kai harapkan, itu sama sekali tidak berpengaruh pada Ling Lung.
"Aku sebenarnya tidak ingin menggunakan cara ini, tetapi setelah melihat kau bisa beregenerasi oleh cahaya matahari, itu membuatku berubah pikiran."
Duarr!!
Ledakan dari dalam laut mengejutkan Ling Lung yang sedang melayang di udara.
Sebenarnya itu, terlihat sebuah cahaya yang begitu terang bersinar di sekeliling tubuh Zhukai.
"Yi'er... Gabungkan semua tubuh spesial yang aku miliki."
Ding.
[Karena Kai Gege tidak memiliki keterampilan penggabungan, 50 juta Poin Takdir secara otomatis dikurangi. Apakah Kai Gege tidak masalah]
Kai menyeringai, "Tidak masalah!!.."
Duarr!!
Ledakan keras sekali lagi terjadi menghempaskan Ling Lung hanya dengan tekanannya saja.
Ketika dia mendapatkan kembali keseimbangannya, sekujur tubuhnya bergidik ngeri melihat sosok yang begitu tidak terduga di depannya.
Pria yang awalnya terlihat lemah tadi, kini aura di sekitar tubuhnya berubah total dengan perubahan mendalam terhadap tubuh fisiknya.
Dalam mulutnya, sebuah taring yang begitu panjang tiba-tiba muncul. Mata hijau tanpa sedikitpun pupil mata, otot-otot nya yang semakin membesar dengan rambut Zhukai yang memendek secara tiba-tiba.
Di tengah-tengah dahinya, terlihat sebuah tanduk panjang lancip berwana merah darah.
"Khe khe khe... Tak kusangaka aku akan menggunakan teknik di kehidupan keduanya untuk melawan cecunguk sepertimu."
Pedang yang ada di genggaman Zhukai tiba-tiba menghilang dan secara otomatis masuk kedalam Inventory.
Ia menyatukan kedua telapak tangannya, ketika sedikit celah terbuka di antara kedua telapak tangannya. Terlihat sebuah dimensi yang sangat hitam, hening, dan sangat kosong.
Deg–
Seolah waktu berhenti berjalan, Ling Lung sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Rasa takut, keputusasaan, ketidakberdayaan dengan cepat memenuhi pikirannya.
Tubuhnya terserap masuk kedalam celah dimensi kecil yang dilihatnya dari celah kedua tangan Zhukai.
Tanpa ia sadari, tepat ketika ia sadar, apa yang dia lihat hanyalah kegelapan tak berujung.
"Dimana ini?... Qi, aku tidak bisa menggunakan Qi... T–Tidak, aku kesulitan bernafas.. Arghhh."
Rasa sakit yang begitu hebat memenuhi kepala Ling Lung. Ia terus menggeliat tak berdaya dengan kedua tangannya yang memegang kepala.
Rasa sakit itu membuat kepalanya serasa mau meledak, tetapi sekeras apapun ia menahan rasa sakit itu. Itu malah semakin kuat hingga membuatnya gila.
"Siapapun... T-o-l-o-n-g..."
Saat ini, diatas lautan yang begitu luas. Kai menghela nafas ketika selesai mengeluarkan Absolute Domainnya.
Salah satu teknik terkuat dan teekejam yang Kai miliki sepanjang hidupnya. Itu juga merupakan alasan mengapa sebelas Dewa perang takut pada dirinya.
Kehampaan Abadi! Seperti namanya, itu megunci jiwa dan tubuh seseorang dalam.sebuah dimensi yang begitu kosong.
Tekanan pada jiwa dan tubuh akan di alami musuh yang telah terkunci dalam Absolute Domain itu selamanya.
Kai mengepalkan tangan kanannya dengan sedikit kemarahan, dia mendongak keatas dengan seringai menghiasi wajahnya.
"Kalian para dewa biadab, tak lama lagi kalian juga akan bernasib sama sepertinya."
***
Jauh diatas lautan yang begitu luas, sosok pria bertubuh besar dengan rambut pendeknya melesat dengan sangat cepat menyusuri lautan.
Perjalanan yang awalnya Kai kira membutuhkan waktu tiga jam untuk sampai, hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit berkat penggabungan semua tubuh spesial nya.
Hingga ketika ia mendarat diatas tanah, notifikasi dari Systemnya terdengar.
Ding.
[Batas waktu penggabungan tubuh telah berakhir. Karena Tubuh Dewa, efek samping telah dihilangkan]
Penampilannya segera kembali seperti semula, Zhukai mengganti pakaiannya yang penuh sobekan akibat dari penggabungan tubuh spesialnya.
"Long Yura... Aku akan bertemu denganmu terlebih dulu sebelum menemui penguasa Alam Dewa."
Alasan kenapa Kai bertemu dengannya sangat sederhana. Ia ingin memastikan apakah Long Yura memiliki hubungan dengan dewa perang kuno atau tidak.
***
Sementara itu disebuah restoran yang begitu mewah, meskipun itu adalah restoran yang sangat bagus dan juga nyaman, tetapi tidak ada seorangpun yang datang ke restoran itu.
Selang beberapa menit berlalu, dua sosok orang misterius dengan jubah hitam menutup wajah mereka berdua.
Mereka berdua berjalan pada satu-satunya meja yang kosong yang terletak di tengah-tengah restoran tersebut.
Pria berjubah disebelah kiri membantu orang di sampingnya untuk duduk.
"Silahkan.." Ucapnya.
"Terimakasih."
Setelah mereka berdua duduk satu sama lain, mereka berdua melepas jubah yang menutup wajah mereka.
Diantara mereka berdua, ada wajah yang begitu familiar yang tidak lain adalah penguasa Alam Dewa. Chi Zhen..
Sementara yang satunya lagi, Dia adalah perempuan yang begitu cantik dan elegan, dengan bulu mata yang begitu lentik dan juga dua lesung pipi di wajahnya.
Dia menatap Chi Zhen dengan senyuman di wajahnya, "Lama tidak bertemu, ya ... kakak."
Perempuan itu tidak lain adalah pemimpin dari organisasi pembunuh, Long Yura...
***
Bersambung..