
Suasana malam hari ini begitu tenang dan nyaman, begitu juga di desa klan rubah, begitu sunyi dan tenang hanya terdengar beberapa suara dari rumah Patriak klan yang saat ini sedang makam malam bersama Kai dan keluarganya.
"Makan ini, ini juga.. dan ini." Ibu Yola yang mendengar dari putrinya bahwa Kai akan makan malam bersama mereka menjadi bersemangat, bagaimanapun Kai merupakan orang yang menyelamatkan klan rubah dan juga pacar putrinya, bagaimana ia tidak senang.
"Bibi.. Ini terlalu banyak." Kai tersenyum tanpa daya melihat makanan yang menumpuk di piring kecilnya.
"Cepat habiskan atau bibi akan marah."
Segera, Kai menghabiskan makanan di piringnya dan berpamitan kepada pasangan pria paruh baya dan juga pacarnya.
"Kalau begitu aku pulang dulu, terima kasih atas makan malamnya."
Tubuhnya berubah menjadi bayangan hitam dan cepat menghilang dari pandangan ketiga orang itu.
**
Tak jauh dari pinggiran hutan, ada sebuah siluet bayangan melesat dengan cepat menuju jalanan kota.
Sambil berlari Kai memeriksa isi kantongnya dan mendapati ada dua buah Pil berwarna Cyan dan juga merah darah.
Ia mengangkat tangannya dan langsung menelan dua pil secara bersamaan, seketika sebuah aura berwarna Merah Kehitaman merembes keluar dari tubuhnya.
Ledakan!! Ledakan!! Ledakan!!
Setelah lari di dalam perut, Pil itu langsung membuat Kai menerobos dengan cepat, itu karena Pil tersebut disuling Kai dari beberapa herbal langka yang ia temukan di pegunungan.
Ia berhasil menerobos menuju Ranah pejuang Perunggu Puncak dan hanya berjuang beberapa kali untuk dirinya maju ke Tanah pejuang perak.
Buff!!
Asap abu-abu keluar dari mulutnya, Ia merasakan perasaan panas mulai mengalir dari setiap pembuluh darah, berawal dari rasa sakit yang hebat dan beberapa saat digantikan oleh perasaan nyaman dan hangat.
Ia melakukan seluruh proses itu sambil berlari, entah bagaimana orang membayangkan dirinya berkultivasi sambil berlari, ini adalah penemuan baru!!
Beberapa waktu berlalu, Kai sampai di depan sebuah rumah yang tidak begitu besar terletak di pinggiran jalan.
Bam!
Saat Kai menginjakkan kakinya masuk kedalam rumah, ekspresinya seketika berubah menjadi dingin, Sekarang ia telah menembus Ranah pejuang perunggu Tier 9 yang sebentar lagi akan menembus Ranah pejuang perak. Kesadaran spiritualnya telah di tingkatkan secara besar-besaran, Ia bahkan bisa merasakan aura sejauh 15 Kilometer jauhnya.
"Cepat keluar atau mati!"
Kai melepaskan niat membunuh kearah semak- di dekat rumahnya, Bamm!! Rumput di semak-semak menjadi hancur dedaunan terbang di udara memperlihatkan sebuah bayangan hitam melesat dari sana.
Bayangan itu mengeluarkan keringat dingin menghadapi niat membunuh yang Kai lepaskan. Di Alam Kultivator, Kai telah membunuh jutaan jiwa yang tak terhitung jumlahnya, walupun saat ini ia masih berada di Ranah pejuang perunggu. niat membunuhnya masih tidak dapat dianggap enteng.
Bayangan Hitam yang berhasil menenangkan dirinya menatap Kai dengan pandangan ketakutan, ia tidak mengharapkan Kai adalah seorang Praktisi tenaga dalam dan bahkan kekuatannya tidak kecil. Ia tahu dari niat membunuh yang baru saja ia lepaskan.
"Kenapa kau memata-matai rumahku, siapa yang menyuruhmu!!" Kai berjalan mendekat dengan pandangan matanya yang semakin dingin, ia juga tidak menari niat membunuh yang ia keluarkan.
Bayangan hitam itu ketakutan dan mencoba melarikan tetapi ia bahkan tidak bisa bergerak dibawah tekanan niat membunuh, kedua kakinya gemetar membuatnya berlutut sambil mengeluarkan seteguk darah.
"Graahh!!.."
Kai berhenti tepat di depan tubuh bayangan hitam yang sedang berlutut, Tangan Kanannya meraih kepala dari bayangan hitam. Kai menyuntik kan Qi miliknya masuk kedalam kepala setelah itu menuju otaknya.
"Graa!! Aahhh!!.."
Kai sudah memasang Array pelindung disekitar mereka berdua, membuat teriakkan nya tidak dapat terdengar oleh seorangpun diluar array pelindung.
Bayangan hitam itu mengerang kesakitan, tubuhnya meronta-ronta, tetapi bagaimanapun Kai terus memasukkan Qi miliknya kedalam otak bayangan hitam.
"Aa.. Akan kukatakan!! Akan kukatakan .." Bayangan hitam yang sudah tidak kuat menahan rasa sakit berkata dengan suara yang sangat pelan.
Kai melepaskan cengkraman tangan dari kepala bayangan hitam, Setelah itu ia melemparkan sebuah Pil berwarna hitam dari sakunya.
Bayangan hitam tidak punya pilihan lain selain menelan pil itu, bahkan jika itu adalah sebuah racun itu lebih baik daripada menerima siksaan yang Kai lakukan tadi.
"Glupp!!.."
Tak lama waktu berlalu, Tubuh bayangan hitam kembali bergetar, darah mengalir keluar dari hidung serta bola mata membuatnya terlihat sangat mengerikan. Kai masih dalam ekspresi dingin dan kejam.
5 menit berlalu, bayangan hitam sudah tidak berteriak lagi, seolah-olah diirinya sudah tidak memiliki emosi, ia berjalan kearah Kai, berlutut.
"Budak ini menyapa tuan."
Kai mengangguk puas melihat hasilnya, "Katakan dulu siapa nama mu!"
"Budak ini dipanggil J."
"Baiklah, lalu Katakan siapa yang menyuruhmu!"
"Budak ini diperintah oleh Cheng Xin, dari keluarga Cheng."
Kai terkejut sesaat kemudian ekspresi nya kembali seperti semula, "Kenapa kau mengawasi kami?"
"Itu karena mereka tidak ingin tuan muda menjadi ancaman dimasa depan, mereka juga memerintahkan ku untuk membunuh tuan ketika tuan sedang sendiri." Bayangan itu menjawab tanpa emosi.
Brakk!!
Tangan Kai meninju ke tanah menyebabkan sebuah retakan kecil disekitarnya. Keluarga Cheng? kenapa mereka mengawasi dirinya. Ia bahkan tidak pernah bertemu dengan mereka apalagi menyinggung nya, tapi mereka menyuruh seseorang untuk mengawasinya?, ini membuatnya sangat marah!.
Keluarga Cheng merupakan salah satu keluarga tirani di Negara **, ada 4 keluarga besar dan keluarga Cheng berada di urutan pertama dari 4 keluarga besar tersebut.
Secara logika, mereka pastilah memiliki ahli yang tersembunyi yang kekuatannya tidak cukup lemah.
"Keluarga Cheng, karena kalian memprovokasi ku, tunggu saja pembalasanku!"
Tapi ia bingung, ia selama ini selalu sendiri kenapa bayangan itu tidak membunuhnya saat itu, begitu Kai memikirkannya ia mengingat bahwa ada sebuah aura samar yang selalu ia rasakan setiap saat. Begitu ia menggunakan Kesadaran spiritualnya untuk merasakan aura itu, entah kenapa aura itu langsung menghilang.
"Beritahu aku, Siapa ahli paling kuat yang keluarga Cheng miliki!"
Bayangan hitam itu mulai menjelaskan bahwa keluarga Cheng memiliki 1.000 ahli Tahap Biru, 100 ahli Tahap ungu, dan puluhan ahli tahap Kuning, dan yang terkuat adalah Ahli tahap Hitam.
Kai sedikit terkejut dengan kekuatan dibelakang keluarga Cheng, Jika dibandingkan dengan tingkat Kultivasi di Alam Kultivator maka.
Cyan : Pembentukan Qi Awal.
Merah : Pembentukan Qi Puncak.
Biru : Pembentukan Core Awal.
Ungu : Pembentukan Core Puncak.
Kuning : Pejuang Perunggu Puncak
Coklat : Pejuang Perak Puncak.
Hitam : Pejuang Emas Awal.
Tetapi bagi Kai, kekuatan yang keluarga Cheng miliki tidak lain hanyalah sampah dimatanya. Jika Ia berhasil menerobos keranah Pejuang Perak Menengah ataupun puncak. Segera ia akan membantai seluruh keluarga Cheng.
Adapun Praktisi tahap gelap tidak lain hanyalah lalat di matanya, "Ia bisa membunuhnya dengan sekali pukul. Walupun ia masih kalah dalam hal Kultivasi tetapi ia adalah jenius Alkimia, ia bisa saja membuat Pil yang memperkuat fisiknya.
Kai menyeringai lebar, "J, kembali keluarga Cheng, awasi mereka untukku!."
"Baik Tuan."