Re-system

Re-system
Malam Yang Indah..



"Apa!!.. Pil Peledak! Bagaimana mungkin kalian memilikinya.":Yun Shuo berteriak tak percaya atas apa yang baru saja dia lihat.


Pil Peledak adalah sebuah Pil aneh yang akan memicu potensi penuh dari pemakai, Seseorang yang mengkonsumsi Pil Peledak akan secara paksa menaikkan tingkat Kultivasi sebanyak satu Ranah selama beberapa waktu. Tidak hanya itu, Pil Peledak akan membuat seseorang terus-menerus bertarung tanpa memperdulikan rasa sakit di tubuhnya.


Tetapi, ada efek samping yang membuat sebagian Kultivator enggan untuk mengkonsumsinya. Seseorang yang telah mengkonsumsi Pil peledak akan sulit untuk menaikkan tingkat Kultivasi di masa depan, tidak hanya Dantian mereka hancur, Meridian mereka juga akan rusak sepenuhnya.


"T–Tapi, siapa yang berani untuk menelan Pil ini?"


Suasana menjadi hening untuk beberapa saat, tetapi tak lama setelah itu, terdengar sebuah tawa jahat dari Nalan Xing.


"Bukankah itu sudah jelas, Pemuda itu memiliki dendam dengan Ke-empat Keluarga besar, Menara Tujuh Warna kami tidak memiliki dendam terhadapnya. Jika bukan Paman Shuo dan Paman Shin, siapa lagi yang akan menelan Pil ini.. Dan asal kalian tahu, Pil ini sangatlah langka.."


Tubuh Yun Shuo dan Wen Shin bergetar untuk sesaat, kemudian mereka segera menenangkan pikirannya.


"Baiklah... Tapi Nona Nalan, apakah Menara Tujuh Warna akan membantu kami untuk menghabisinya?" Yun Shuo bertanya dengan ragu-ragu.


"Haha, itu bisa dipikirkan nanti Paman Shuo. Untuk sekarang, mari memikirkan cara membunuh Pemuda itu dalam sekali jalan. Bahkan jika Paman dan Paman Shin bekeraja sama, kekuatan kalian berdua belum cukup untuk mengalahkannya."


Nalan Xing mengeluarkan sebuah gulungan kertas besar dari Cincin Ruang di jarinya, ketika gulungan itu terbuka. Terlihat sebuah gambaran Dataran Xuan secara jelas dan sangat rinci.


"Apa? Apakah ini benar-benar Peta Dataran Xuan?" Wen Shin yang sedari awal diam mulai berbicara tanpa menyembunyikan perasaan terkejut di hatinya.


"Tentu saja!!" Nalan Xing mengatakannya dengan penuh percaya diri.


"Luar Biasa.. Bagaimana bisa Menara Tujuh Warna memiliki peta ini? Bukankah kalian hanyalah pendatang baru di Dataran Xuan."


"Hehe, Pamana Shin, setiap orang memiliki rahasia sendiri. Bukankah tidak sopan jika langsung bertanya padaku seperti itu"


Wen Shin segera sadar apa maksud dari ucapan Nalan Xing dan buru-buru meminta maaf.


"Sudahlah.. Lihat ini, Wilayah Keluarga Long berada disini. Itu hanya berjarak Puluhan ribu Mil dari Keluarga Xiao.. Mungkin selanjutnya, pemuda itu akan menyerang Keluarga Wen yang berjarak lebih dekat dari Keluarga Long."


Nalan Xing berhenti sebentar, dia mengungkapkan sebuah senyuman aneh. "Jadi, kita akan menyergap pemuda itu disini.. Lembah Hitam!"


"Itu rencana yang bagus!!.. Baiklah, kita akan menyergap pemuda itu ketika dia sampai di Lembah Hitam. Jadi kita akhiri sampai disini pertemuannya, Kalau begitu sampai jumpa.."


Setelah Yun Shuo mengucapkan selamat tinggal, dia segera pergi meninggalkan Menara Tujuh Warna. Hal yang sama juga Wen Shin lakukan.


Setelah mereka berdua pergi, Nalan Xing juga ikut berdiri dan memasukkan Kotak hitam yang bersi Batu Giok Hijau dan Pil Peledak kedalam Cincin Ruangnya..


"Di Bao, ingat ini!! Jika kita masih belum dapat mengalahkan pemuda itu, gunakan Giok Pemanggil untuk memanggil Kakak." Ucap Nalan Xing tanpa berbalik, setelah itu dia juga meninggalkan ruangan.


"Baik Nona!"


***


Masih di tengah hutan. Kai, Jiuyang Lin, dan Biao Jian saat ini tengah mandi bersama di sungai.


"Tuan, Kenapa aku juga harus ikut mandi bersama?" Tanya Biao Jian dengan nada polosnya.


Dia saat ini sedang duduk di samping Jiuyang Lin sambil bermain dengan gelembung-gelembung busa.


"Kakak-kakak lihat ini.. Fuu.." Dari busa-busa tersebut, Biao Jian meniup sebuah gelembung yang cukup besar.


"Hehe, Phoenix kecil. Kamu sangat hebat." Ucap Jiuyang Lin sambil mengelus-elus kepala Biao Jian.


"Sayang sebelum kita menyerang dua Keluarga yang tersisa, sebaiknya kamu harus meningkatkan kekuatan mu terlebih dulu."


Jiuyang Lin mengangguk patuh, setelah bermain dengan Biao Jian untuk waktu yang cukup lama. Jiuyang Lin segera duduk dan mengambil sikap Lotus.


Tanda Api Hitam di dahinya menyala, begitu juga yang terjadi Pada Zhukai. Bayangan dua Api berbeda warna melayang diantara Kai dan Jiuyang Lin.


Dengan bantuan Budidaya Pelahap Bintang, Kai dapat dengan mudah untuk memurnikan Energi Spiritual yang terserap masuk kedalam tubuhnya.


Sementara itu, Jiuyang Lin juga sudah mulai terbiasa dengan Energi Spiritual yang terserap masuk kedalam tubuhnya. Tidak seperti pertama kali, Kala itu, Jiuyang Lin terlihat sedikit kesulitan untuk memurnikan nya.


Gelombang angin mulai muncul bersamaan dengan dedaunan yang beterbangan, Cahaya biru segera berputar-putar di sekitar tubuh Jiuyang Lin.


Dan seketika terjadilah sebuah ledakan keras..


Whuss!!


Duaarr!!


Early God, Dewa Putih Tahap Awal..


Saat pusaran energi menghilang, Jiuyang Lin segera membuka matanya, mata indahnya terlihat begitu segar dan penuh energi.


Dia segera menoleh pada Zhukai dengan wajah penuh kegembiraan, "Sayang.. Aku menerobos.."


Segera, Jiuyang Lin berdiri dan melompat kearah Zhukai, "Haha, Selamat Sayang.." Kai berkata sambil mengelus-elus kepala Jiuyang Lin yang saat ini berada di pangkuannya.


"Hehe, karena LinLin beehasil menerobos, Apakah Kai Gege tidak ingin memberiku hadiah?" Ucap Jiuyang Lin dengan nada menggoda.


Kai berhenti mengelus kepalanya Jiuyang Lin, setelah itu berfikir untuk beberapa waktu.


"Karena Lin'er menginginkan hadiah, kamu bebas meminta apapun dariku."


Mendengar hal itu, hati Jiuyang Lin begitu senang. Dia berdiri dan berbalik menatap Zhukai. Dua pasang mata saling bertatapan untuk beberapa waktu, kemudian Jiuyang Lin mengungkapkan sebuah senyum manis dan berkata dengan begitu pelan.


"Aku ingin kita menikah secara resmi, Tidak hanya denganku saja, tetapi bersama dengan Kakak Yao, Adik Yi, dan yang lainnya.."


"Bagaimana kamu tahu bahwa aku sudah memiliki Kekasih baru?" Ucap Kai sedikit terkejut.


"Itu tidak aneh, karena Sayangku ini begitu tampan dan kuat. Gadis mana yang tidak jatuh cinta ketika bertemu denganmu.."


Kai tertawa canggung. Tak berselang lama, Kai segera menggenggam lengan Jiuyang Lin dan menariknya kedalam pelukannya.


"Kamu gadis bodoh, Aku tidak pernah mengira kamu akan meminta permintaan seperti itu.. Walaupun kamu tidak memintaku, tentu saja aku akan menikahi mu dan yang lainnya."


Dalam pelukan Kai yang begitu hangat, Jiuyang Lin merasa begitu lemah dan tak berdaya. Dia hanya berdiam diri menikmati perasaan dimana Kai menyentuh bagian tubuhnya.


"Mari kita pindah ke Kasur.." Bisik Kai pelan.


"Eh, sejak kapan ada kasur di situ.." Pikir Jiuyang Lin aneh.


Sebelum Kai melakukan langkah selanjutnya, dia memasang sebuah Array pelindung dan Array Ilusi.


Di atas Kasur, Jiuyang Lin terlentang dengan tubuh yang sudah telanja*g bulat, "Sayang.. Apa yang kamu lakukan, cepatlah.."


Glup!!..


Kai menelan ludah nya dan segera melepas seluruh pakaian yang dipakainya, Dia mendekatkan kepalanya dan mencium Jiuyang Lin. Setelah itu, tepat di dekat telinga Jiuyang Lin yang sudah memerah, Kai membisikkan sesuatu.


"Sayang.. Malam ini, Ayo kita buat anak.."


***


Bersambung..